The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 191


__ADS_3

Hay semua, author mau menginformasikan sesuatu ke kalian semua 🤭 Jadi author baru aja buat akun Instagram baru khusus untuk tulisan author dan disana juga author mungkin akan kasih spoiler tentang cerita-cerita author dan informasi lainnya yang berkaitan dengan semua cerita author. Jadi jangan lupa follow ya Instagram baru author 😁 Dan ini nama IG-nya :


@author_absurb


dan untuk IG pribadi author nih namanya :


@yn.er_08


Buruan kuy difollow 😂


...****************...


Sontak perkataan dari Handoko tadi membuat bibir Mama Puri seakan kelu untuk berbicara.


"Kenapa diam? Malu sudah membohongiku selama ini?" tanya Handoko.


"Apa yang kamu bicarakan? Membohongi apa hah? Puri anak kandungmu, darah dagingmu bahkan tes DNA dulu juga pernah kita lakukan dan hasilnya 99% dia memang anakmu. Jadi dimana kebohonganku? Padahal kamu disini yang tengah membual," ucap Mama Puri dengan memberanikan diri menatap mata Handoko.


Handoko yang masih bisa melihat keangkuhan dan kebohongan besar di mata Mama Puri pun tersenyum kecut lalu ia memberikan kode lewat gerakan tangannya kepada salah satu bodyguard yang tak ikut menggeledah koper dua wanita tadi.


Bodyguard tersebut mengangguk lalu setalahnya ia mendekati Handoko dan memberikan sebuah map berwarna putih yang entah apa isinya.

__ADS_1


Dan setelah map itu berada di tangan Handoko, Handoko membuka map tadi tanpa mengalihkan pandangannya ke Mama Puri yang tampaknya mulai gelisah.


"Kamu tau apa ini?" tanya Handoko sembari tangannya mengangkat sebuah berkas dari dalam map tadi. Mata Mama Puri kini berpindah menatap kearah berkas tadi.


"KAMU TAU APA INI HAH?" bentak Handoko lalu setelahnya ia melempar berkas tadi ke wajah sang istri yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu.


Mama Puri yang tak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang suami pun terperanjat kaget tapi setelahnya ia memungut berkas tadi lalu membacanya.


"Mau bohong apa lagi kamu hah? 19 tahun yang lalu kamu menjebakku dengan mencampur minumanku dengan obat tidur berdosis tinggi hingga membuatku tak sadarkan diri berhari-hari di rumah sakit. Dan setalah aku bangun, kamu tiba-tiba datang dengan tangis buaya kamu itu untuk meminta aku bertanggungjawab atas bayi yang ada di kandunganmu saat itu. Padahal aku sendiri tidak ingat bahkan tidak merasa aku pernah berhubungan denganmu. Tapi kamu membawa bukti foto kita berdua diatas ranjang dan karena foto itu Mama sampai masuk rumah sakit karena penyakit jantungnya kambuh melihat itu semua. Dan aku ingat suara kamu mengancamku untuk menyebarkan foto itu kalau aku tidak bertanggungjawab atas kehamilanmu," jeda Handoko untuk mengambil nafas dalam-dalam sebelum dirinya melanjutkan cerita masa kelamnya itu.


"Dan karena aku memikirkan reputasi keluargaku, aku dengan berat hati mensetujui ide gilamu itu. Dan setelah bayi itu lahir, kamu tiba-tiba saja sudah membawa surat tes DNA dihadapan ku saat aku ingin menceraikanmu. Surat yang ternyata sudah kamu palsukan dan dengan bodohnya aku mempercayai itu semua hingga aku tak jadi menceraikanmu hanya demi bayi yang ternyata bukan anak kandungku sendiri," ucap Handoko dengan tersenyum kecut kala memori masa lalunya kembali berputar di kepalanya.


"Hentikan omong kosongmu itu Handoko! Mana mungkin aku tega membohongimu. Dan surat ini aku yakin sudah kamu palsukan, iya kan?" teriak Mama Puri.


Puri yang sedari tadi terdiam ditempat dengan air mata membasahi pipinya kini dengan suara bergetar ia mencoba untuk menghentikan pertengkaran dari kedua orangtuanya itu.


"Pa, Ma stop!" teriak Puri yang membuat kedua orang tadi yang masih bersitegang menatap kearahnya.


Puri kini melangkahkan kakinya menuju ke arah kedua orangtuanya lalu setelah ia sampai di samping mereka berdua, Puri menatap wajah Tiwi dan setelahnya menatap wajah Handoko.


"Pa, Puri mohon hentikan pertengkaran ini. Kalau Papa sudah tidak mau mengakui Puri sebagai anak Papa, Puri terima. Tapi tolong jangan berkata seolah-olah Puri ini anak haram yang terlahir karena kesalahan dan jangan berkata Puri ini bukan lah anak kandung Papa karena sampai kapanpun darah lebih kental dari air, Papa tidak bisa memungkiri jika Puri memang anak Papa," ucap Puri dan saat dirinya ingin meraih tangan Handoko, Handoko lebih dulu menepis tangan Puri agar menjauh dari tangannya.

__ADS_1


"Ya, menang darah lebih kental dari air. Saya pun juga tau itu. Saya juga tidak akan memungkiri jika kamu memang bukan anak saya. Tes DNA itu menjadi bukti semuanya ah dan satu lagi jika kamu ingin tau ayah kandung kamu, saya akan beritahu kamu sekarang juga," ucap Handoko dengan suara yang lebih tenang lalu ia meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Dan setelahnya ia mengotak-atik sebentar kemudian ia menunjuk salah satu foto di galeri ponselnya itu kearah Puri.


"Kamu kenal bukan dengan orang ini?" Tanya Handoko yang membuat Puri melebarkan matanya. Tapi setelahnya tubuhnya melemas saat Handoko menggeser foto seorang pria tadi ke sebuah foto pria yang sama persis dengan foto sebelumnya bersama dengan seorang wanita. Dan didalam foto itu kedua orang itu tengah telanjang bulat tanpa sehelai benang satu pun diatas ranjang dengan berpose sangat menjijikkan.


Saat Handoko melihat tubuh Puri sudah terduduk dilantai dengan tatapan yang sulit diartikan, Handoko mulai angkat suara kembali sembari tangannya memasukkan ponselnya tadi ke saku celananya.


"Apakah sudah ingat dengan pria itu hmm? Jika sudah ingat akan saya perjelas lagi semuanya, jika pria itu adalah ayah kandung kamu. Pasti kamu masih tidak percaya bukan tapi tenang saja, saya sudah membawa tes DNA antara kamu dan pria itu. Lihat dan baca baik-baik," ucap Handoko sembari mengambil satu berkas lagi yang sedari tadi ia sembunyikan di samping tempat duduknya. Lalu setelahnya ia lagi-lagi melempar berkas tadi, tapi kali ini kearah Puri.


Dan dengan cepat Puri mengambil dan membaca berkas tadi yang semakin membuat dirinya lemas saja.


"Tidak, ini tidak mungkin!" teriak Puri.


Mama Puri yang merasa kasihan dengan anaknya pun kini ia menjongkokan tubuhnya dan memeluk tubuh sang anak begitu erat. Tapi sesaat kemudian ia menatap tajam kearah Handoko.


"Sudah puas kamu melihat Puri seperti ini hah? Apa yang sebenarnya kamu lakukan kepadanya?" ucap Mama Puri.


"Kamu mau tau apa yang sudah aku lakukan kepada anakmu itu? Kamu juga mau lihat apa yang sudah aku perlihatkan ke anakmu itu? Jika kamu mau lihat, oke aku akan perlihatkan kepadamu tapi aku ingatkan jangan sampai kamu terkena serangan jantung setelah melihat ini semua," ujar Handoko kemudian ia kembali merogoh ponselnya dan setelannya ia memperlihatkan apa yang sudah di lihat oleh Puri tadi.


"Sepertinya jika kisah ini diangkat menjadi sebuah sinetron akan terlihat bagus. Dan sinetron itu akan di beri judul ayahku ternyata orang yang pernah menikmati tubuhku. Cih, menjijikkan sekali. Ibunya sudah pernah tidur dengan pria itu, eh setelah punya anak dari pria itu, anaknya ternyata juga menikmati tubuh pria yang sama, hmmmm lebih tepatnya bercinta dengan ayahnya sendiri. Miris sangat miris sekali, Ck Ck Ck," ujar Handoko dengan tatapan dan suara yang begitu merendahkan kedua wanita yang masih berada di pikiran masing-masing.


Ya, foto yang ditunjukkan oleh Handoko tadi adalah foto seorang pria yang ternyata adalah ayah kandung dari Puri. Dan foto kedua adalah foto Puri dan ayahnya sendiri tengah bercinta, makanya Puri saat ini tengah syok berat akan kenyataan yang ia tau saat ini.

__ADS_1


Dan lebih parahnya lagi, pria itu adalah mantan ayah tiri dari Handoko yang memang sudah terkenal sering gonta-ganti pasangan dan untungnya Mama Handoko sudah menceraikan pria itu setelah tau dibalik siasat pernikahan mereka yang ternyata hanya menginginkan harta peninggalan ayah Handoko yang sudah meninggal. Tapi sayangnya perusahaan peninggalan ayahnya itu justru telah dirusak oleh Puri yang merupakan anak kandung si bajingan itu.


Jika saja Handoko tidak bisa mengontrol emosinya seperti tadi malam, sudah ia pastikan kedua wanita itu akan meninggal di tangannya sendiri saat ini juga. Tapi sayangnya ia masih punya akal dan pikiran yang sehat alhasil ia sebisa mungkin tidak mencelakai dua wanita itu.


__ADS_2