The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 310


__ADS_3

Laki-laki yang disebut dengan tuan besar itu kini berdiri dari tempat duduknya saat Mommy Della telah berdiri didepannya. Dan dengan senyum misteriusnya ia berjalan mendekati Mommy Della yang dibalas tatapan tajam dari perempuan yang menyandang sebagai ibu dari triplets itu.


"Lama tidak bertemu nyonya Abhivandya. Bagaimana kabar anda setelah melewati hari-hari terburuk itu? Apa sekarang bahagia atau justru semakin menderita? Oh ya saya dengar anak perempuan anda masih bernyawa sampai detik ini? Benarkah begitu? Saya rasa memang benar, buktinya putra kesayangan saya saja sampai meninggalkan keluarganya sediri demi anak anda itu. Dan sepertinya saya perlu bertemu dengan dia, bukan untuk apa-apa hanya untuk menyapa saja tapi jika saya sudah muak dengan dia hmmm mungkin saya akan memberikan tanda saja di tubuhnya melalui goresan pisau ini. Sama seperti dulu," ucap laki-laki tersebut yang tak lain adalah tuan Grissham, ayah kandung dari Leon.


Dan ucapannya tadi mampu membuat keempat orang di belakang langsung mengepalkan tangannya, sedangkan Edrea, ia kini menatap kearah Leon dengan seribu pertanyaan yang berputar di otaknya.


"Jangan pernah sentuh anak saya lagi walaupun seujung rambut pun, saya tidak akan membiarkan Anda untuk menyentuhnya," balas Mommy Della dengan jari telunjuk yang mengarah ke wajah laki-laki di depannya itu.


Laki-laki itu tersenyum miring sebelum tangannya bergerak untuk menggenggam jari telunjuk Mommy Della bahkan tak hanya menggenggamnya saja melainkan ia juga memutar jari telunjuk itu hingga terdengar suara tulang yang patah dari jari tersebut.


"Arkhhhh," desis Mommy Della kesakitan yang merasakan rasa sakit di jarinya itu.


"Maaf nyonya saya rasa jari anda yang tak ada sopan santunnya itu memang lebih baik tak bisa berfungsi lagi daripada berfungsi tapi digunakan untuk menunjuk wajah orang lain," ucap laki-laki tersebut sembari melepaskan jari Mommy Della dari genggamannya. Lalu setelahnya ia berbalik arah menuju ke kursinya tadi. Kemudian ia duduk di tempatnya sebelumnya dengan tatapan mata yang tak berpaling dari wajah Mommy Della yang kini menatapnya dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"Oh ya nyonya kedatangan saya kesini sebenarnya tidak ingin mengusik hidup nyonya dan keluarga, tapi kedatangan saya kesini untuk putra saya. Dan saya rasa anda tau putra saya sekarang ada dimana," sambung laki-laki tersebut yang sama sekali tak dijawab oleh Mommy Della. Dan hal tersebut membuat perempuan yang duduk disamping laki-laki itu berdecak sebal, lalu ia beranjak dari duduknya dan menuju kearah Mommy Della. Dan tanpa mengucapakan sepatah katapun, ia langsung mencengkram kuat rahang Mommy Della.


"Kalau ditanya orang tuh jawab!" ucap perempuan tersebut sembari melepaskan cengkeramannya tadi dengan sangat kasar.


Tapi apa yang di lakukannya tadi justru membuat Mommy Della malah tersenyum kearahnya.


"Kenapa senyum-senyum seperti itu hah? Disini tidak ada yang menyuruhmu untuk tersenyum! Jawab sekarang sialan!" geram perempuan tersebut dengan menampar pipi Mommy Della hingga membuat wajah Mommy Della menoleh kesamping bahkan sudut bibirnya kini mengeluarkan darah segar.


"Jaga mulut sialan kamu ini nyonya sebelum saya merobeknya nanti," ujar perempuan tersebut yang justru membuat Mommy Della terkekeh.


"Lakukan saja, saya tidak pernah takut dengan anda ataupun semua orang yang ada disini terutama dengan tuan kalian," tutur Mommy Della dengan mengalihkan pandangan kearah laki-laki tersebut yang tengah menatapnya dengan santai.


"Tuan yang kalian bangga-banggakan tapi tidak pernah bisa membuat anak-anaknya bangga dengan dia. Laki-laki yang mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memikirkan perasaan anak-anaknya. Memang dia merupakan orang terpandang dan selalu di hormati oleh rakyatnya tapi dia sama sekali tidak mendapatkan semua itu dari kedua putranya justru ia mendapat pemberontakan dari kedua putranya. Orang yang selalu di pandang hebat oleh semua orang hampir seluruh dunia yang tau tentang dia tapi selalu di pandang penuh kebencian dari kedua putranya. Memang benar dia berhasil membawa rakyatnya dalam kejayaan dan dia berhasil menjadi pemimpin yang terbaik, tapi dia gagal menjadi orangtua untuk anaknya sendiri," ucap Mommy Della tanpa melunturkan senyumannya.

__ADS_1


"Sialan! Diam anda! Jangan seperti orang yang tau segalanya tentang saya dan kehidupan saya!" bentak tuan Grissham dengan menggebrak meja di depannya.


"Saya memang tidak tau kehidupan anda, saya hanya tau kehidupan putra anda. Jika memang anda berhasil menjadi seorang ayah, kenapa putra kedua anda memilih untuk melarikan diri dari tempat tinggalnya sendiri? Bahkan saya dengar dia juga sudah tidak menganggap keluarganya sendiri, dia keluar dari silsilah keluarganya. Tidak peduli dengan konsekuensi yang akan dia dapatkan nantinya karena yang ada di pikiran putra anda adalah keluar dari kungkungan dan peraturan yang menurutnya tidak masuk akal baginya. Kenapa saya bisa berbicara seperti ini? Karena dia sendiri yang bercerita tentang kehidupannya yang penuh dengan peraturan, derita dan terkekang itu bahkan ia di tuntut untuk menjadi manusia yang paling sempurna, tidak diperbolehkan untuk melakukan kesalahan sekecil apapun. Jika dia melakukan kesalahan, dia akan mendapat siksaan yang sangat kejam dari anda." Mommy Della tampak menghela nafas sesaat.


"Dan jika anda melihat tubuh putra anda, banyak sekali luka di tubuhnya karena apa? Karena siksaan yang anda perbuat. Dan dengan segala bukti itu apa anda masih bisa di panggil dan dianggap sebagai seorang ayah atau orangtua lagi? Saya rasa tidak, bahkan sebutan itu tak pantas sama sekali untuk anda, orang yang paling terhormat di dunia ini," sambung Mommy Della yang hatinya tiba-tiba merasakan sesak saat cerita dari Leon terngiang kembali di pikirannya.


Dan hal tersebut membuat laki-laki itu terlihat sangat marah dengan wajah yang memerah.


"Ah satu lagi, apa anda masih ingat tentang kisah putra anda yang pertama? Saya rasa anda sudah lupa dengan cerita menyedihkan itu, baiklah saya akan menceritakan ulang kisah itu agar semua orang tau kelakuan Anda yang sebenarnya---"


"Diam!" teriak laki-laki tersebut bahkan saking geramnya ia kini mengambil pistol dari jaket yang ia kenakan, lalu ia mengarahkan pistol tersebut kearah Mommy Della. Tapi hal itu tak membuat Mommy Della takut sedikitpun, ia bahkan kembali menarik bibirnya untuk tersenyum sebelum melanjutkan ucapannya tadi yang terpotong.


"Kisah yang menurut saya sangat-sangat tragis. Dimana putra pertama anda mencintai perempuan, tapi sayangnya perempuan itu bukan dari kalangan berdarah biru seperti jodoh yang sudah anda tetapkan sebelum dirinya lahir. Perempuan itu dari keluarga biasa yang menerima cinta dari putra anda. Berbagai cara sudah anda lakukan agar anda bisa memisahkan mereka, tapi segala cara itu tak berhasil sama sekali karena putra pertama anda selalu melindungi dia hingga akhirnya putra pertama anda juga melakukan hal yang sama seperti yang putra kedua anda lakukan saat ini yaitu pergi dari rumahnya sendiri hingga akhirnya dia memutuskan untuk menikahi gadis yang ia cintai tanpa persetujuan dari anda. Hingga akhirnya setelah mereka sudah mulai bahagia dengan kehidupan mereka yang sangat sederhana, anda dan anak buah anda tiba-tiba datang dan merusak kebahagiaan itu. Tanpa perasaan anda memisahkan mereka. Lebih kejamnya lagi, anda membunuh semua anggota keluarga dari perempuan itu dan hanya menyisakan dia seorang diri. Tapi penderitaan perempuan itu tak sampai disitu saja melainkan ia juga mendapat kekerasan dari anda tanpa---" belum sempat Mommy Della menyelesaikan ucapannya, laki-laki didepannya itu lebih dulu menarik pelatuk pistolnya dan tak berselang lama suara tembakan terdengar menggema di seluruh ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2