
"Udah lah Dad jangan kelamaan kasih kesempatan dia buat drama kayak tadi. Langsung eksekusi aja apa susahnya sih. Dia bukan hanya meresahkan kelurga kita tapi juga meresahkan semua umat manusia. Kalau kita gak langsung bunuh dia, akan banyak korban diluaran sana yang terbunuh karena ulahnya," tutur Azlan sembari menatap kearah sang Daddy.
Daddy Aiden tampak terdiam tak meresapi setiap ucapan dari Azlan tadi. Tapi justru ia tengah menelisik setiap inci wajah Zico. Ia pun sama bingungnya dengan Vivian saat ini.
Dan kini ia bergerak untuk mendekat kearah Zico dan Vivian.
"Dad," panggil Azlan yang merasa dirinya diacuhkan oleh Daddynya sendiri.
"Kamu diam dulu Azlan. Ada hal yang perlu Daddy selidiki. Jangan gegabah!" perintah Daddy Aiden yang merasa gemas sendiri dengan semangat Azlan untuk membunuh Zico.
Ia terus berjalan hingga sampai di depan Zico. Dan kini ia menjongkokan tubuhnya dengan satu kaki sebagai tumpuannya.
Zico yang melihat wajah Daddy Aiden begitu dekat pun tanpa sepatah kata, ia meludahi wajah Daddy Aiden begitu saja yang lagi-lagi membuat semua orang terutama triplets bertambah emosi.
"Berani-beraninya!" teriak Erland sembari menodongkan pistolnya.
Dan sebelum peluru itu meluncur, lagi-lagi Daddy Aiden memberikan kode kepada anak laki-lakinya itu untuk tak menembak Zico saat itu juga.
"Udah Dad bilang, jangan ada yang gegabah! paham!" sentak Daddy Aiden yang langsung membuat tangan Erland ke posisi semula.
Setelah itu Daddy Aiden kembali fokus menatap Zico.
"Saya tanya ke kamu, Zico. Apa masalah kamu dengan kelurga saya?" tanya Daddy Aiden.
"Banyak. Terutama menyangkut Mama saya. Nyawa Mama melayang di tangan anda. Dan saatnya saya akan membalas perbuatan anda dengan melenyapkan semua nyawa di keluarga Abhivandya!" tegas Zico.
Vivian yang mendengar hal itu pun menggelengkan kepalanya.
"Kamu salah, sayang. Keluarga Abhivandya gak bermaksud buat nyelakain Mama, justru Mama lah yang buat gara-gara. Dan apa yang kamu dengar dari anak buah Mama itu belum sepenuhnya," timpal Vivian yang langsung mendapat tatapan sinis dari Zico bahkan senyum miring dari laki-laki itu tercetak di bibirnya.
"Tau apa anda masalah Mama saya? Jangan terlalu banyak omong kosong, saya tau anda bukan anak kandung dari Mama dan Papa. Anda hanya anak pungut yang di adopsi keluarga saya! Makanya anda dengan senangnya membual cerita yang seolah-olah menyudutkan Mama saya. Dan saya yakin anda juga senang melihat Mama saya mati di bunuh dengan bajingan ini!" teriak Zico yang membuat tubuh Vivian menegang. Apa-apaan Zico bicara seperti itu dengannya? Dan apa tadi, Zico menyebut dirinya sebagai anak pungut?
__ADS_1
"Ap---apa maksud kamu, boy? Kakak ini adalah Kakak kandung kamu. Kakak juga lahir di rahim yang sama denganmu. Kakak anak Mama sama Papa. Kakak tau kamu benci sama Kakak, tapi jangan bicara omong kosong seperti itu, boy," ujar Vivian dengan air mata yang terus saja membasahi pipinya.
"Omong kosong? heh. Anda yang bicara omong kosong! Sudah banyak bukti yang saya kumpulkan dan saya pun juga sudah pernah melakukan tes DNA anda juga orangtua saya. Dan hasilnya menyatakan jika anda memanglah bukan anak mereka! Jadi apa lagi yang mau anda tutupi? semua rahasia anda sudah berada di tangan saya. Jadi hentikan sandiwara anda yang seolah-olah membela saya. Saya tidak perlu belaan dan belas kasih dari anda!" tutur Zico.
Vivian menggelengkan kepalanya. Ia masih tak percaya jika memang dirinya bukan anak kandung dari keluarganya. Bagaimana bisa mereka menutupi ini semua darinya? pantas saja saat dia masih kecil dan Mama Cika masih hidup, wanita itu secara terang-terangan tak menyukai kehadirannya bahkan dia juga sering mendapatkan siksaan dari ibunya itu. Dan satu-satunya orang yang melindunginya adalah Papanya.
"Kakak gak peduli! kamu tetaplah Adik Kakak sampai kapan pun. Ayolah boy, Kakak mohon sadarlah. Minta maaf atas apa yang kamu lakukan selama ini. Kakak gak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Kamu tetap littel boy-nya Kakak, Jio-nya Kakak sampai kapanpun. Kakak adalah Kakak Jio," tutur Vivian yang lagi-lagi membuat Zico berubah ekspresi.
Dan saat itu pula Daddy Aiden telah tau ada masalah di diri Zico.
"Vi, kamu lihat perubahannya dia bukan?" bisik Daddy Aiden tepat di telinga Vivian yang membuat perempuan itu mengangguk. Ia masih bingung dengan semua ini.
"Dad, tau apa yang sebenarnya sedang terjadi di diri Adik kamu ini. Tapi untuk memastikannya, kita harus memancingnya dulu. Kamu setuju untuk melakukan hal itu?" tanya Daddy Aiden yang langsung diangguki oleh Vivian walaupun ia tak tau apa yang dimaksud Daddy Aiden tadi. Yang terpenting ia tau masalah yang sedang dihadapi sang Adik saat ini.
Daddy Aiden kini berdiri dari jongkoknya kemudian ia menatap sekilas wajah Zico yang tengah menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Vivian, setalah itu ia mundur beberapa langkah kebelakang.
"Siapapun tolong lepas rantai ditubuh laki-laki itu!" perintah Daddy Aiden untuk anak buahnya.
"Kalian tetap diam. Dan sebentar lagi kalian akan tau apa yang sebenarnya terjadi," ujar Daddy Aiden.
Kini anak buah Daddy Aiden sudah melepaskan rantai yang tadinya melilit tubuh Zico. Dan saat rantai itu terlepas, Zico langsung membalas pelukan Vivian begitu erat.
"Kak, Jio takut. Tolongin Jio, Kak! hiks," ucap Zico. Vivian mengelus punggung Zico dengan lembut.
"Iya sayang. Kakak akan tolongin kamu. Jadi kamu tenang aja ya. Jangan takut lagi, disini ada Kakak," ujar Vivian sembari melepaskan pelukannya lalu tangannya bergerak untuk menghapus air mata Adiknya itu.
"Vi, menjauh sebentar!" perintah Daddy Aiden.
"Tapi Dad."
"Cuma sebentar saja. Dan biarkan adik kamu tetap disitu," ujar Daddy Aiden.
__ADS_1
Vivian menganggukkan kepalanya kemudian ia menatap ke arah Zico yang berkali-kali menggelengkan kepalanya, tak ingin berjauhan dengan Vivian.
"Tak apa, boy. Cuma sebentar dan Uncle Aiden baik kok. Percaya sama Kakak ya." Zico dengan terpaksa harus mensetujui ucapan dari Vivian tadi. Dan kini setelah Vivian menjauh, Daddy Aiden mulai melancarkan aksinya.
"Hey Zico, kamu mau bunuh saya kan? untuk hari ini saya izinkan kamu bunuh saya," ujar Daddy Aiden yang langsung direspon Zico dengan tatapan tajam dan tanpa aba-aba, Zico berlari kearah Daddy Aiden lalu ia mulai menyerang Daddy Aiden.
Untuk beberapa saat keduanya saling bertarung lebih tepatnya Zico yang selalu menyerang dan Daddy Aiden hanya menghalaunya saja tanpa membalas. Hingga akhirnya Daddy Aiden tampak kelelahan.
"Hentikan bermain-mainnya Jio!" teriak Daddy Aiden menggema di seluruh ruangan tersebut dan saat itu pula Zico menghentikan aksinya yang membabi buta bahkan ia kini mundur, menjauh dari Daddy Aiden sembari menatap tangannya sendiri yang tadi ia gunakan untuk menyerang Daddy Aiden.
"Arkhhhh!" teriak Zico sembari menjambak rambutnya frustasi. Vivian yang tak tega pun langsung berlari dan memeluk tubuh Zico.
"Kakak tolong!"
"Iya sayang. Kakak akan tolong kamu. Kamu tenang ya," ucap Vivian dengan lembut.
Daddy Aiden menghela nafas kemudian ia membalikkan tubuhnya untuk menatap keluarganya satu persatu.
"Dia tadi buka drama tapi dia memiliki alter ego. Dia punya dua kepribadian ditubuhnya. Alter ego berbeda dengan kepribadian ganda. Karena setelah Daddy tadi cermati, dia berganti kepribadian atau identitasnya secara sadar bahkan apa yang dia lakukan pun sebenarnya ia juga sadar tapi dia tidak bisa menghentikan atau mengendalikan apa yang telah dilakukan oleh identitasnya yang lebih menguasai tubuhnya. Dan identitas yang lebih menguasai tubuh anak itu lebih ke identitas psycho. Jadi saat kita panggil dia dengan nama yang berbeda saat itu pula kepribadiannya akan berubah. Kita sekarang panggil dia dengan sebutan Jio karena itu adalah karakter yang sebentarnya di tubuh anak itu. Jangan ada yang panggil dia dengan nama sebelumnya jika kalian tidak mau mendapat masalah! kalian paham," jelas Daddy Aiden kepada semua orang disana termasuk Vivian yang akhirnya tau sakit yang dimaksud oleh Zico tadi.
"Tapi kenapa dia memiliki itu? bukankah dia terlihat normal saja?" tanya Edrea masih penasaran.
"Sebenarnya setiap orang itu punya alter ego. Mau itu orang yang terlihat normal sekalipun. Karena alter ego itu terbentuk dari imajinasi kita sendiri. Juga bisa dilandasi karena depresi, trauma dan lainnya. Dan orang yang memiliki alter ego lebih ke seseorang yang tidak berani mengungkapkan isi hatinya sendiri ke orang lain dan alhasil ia hanya bisa membuat karakter lain di dirinya agar membantu dia dalam mengatasi setiap kekhawatirannya," tutur Daddy Aiden sembari menatap kearah Zico yang masih didalam pelukan Vivian.
...****************...
Kalau ada kesalahan dalam pemahaman yang author berikan tentang alter ego, kasih tau ya, biar author langsung ganti. Tenang aja setiap komen kalian selalu author baca kok, walaupun belum sempat balas satu-satu.
Dan author ucapkan Merry Christmas untuk yang merayakan dan happy holiday 🎊
Jangan lupa buat* Like, komen, kasih hadiah, juga Vote. *Biar author semangat mikirnya lho😂
__ADS_1
Udah dulu ya, bye. See you next eps 👋