
Di pagi harinya, Edrea yang sudah siap untuk pergi kesekolah pun dengan langkah malas ia menuruni anak tangga dan menghampiri seluruh keluarganya yang sudah menunggunya di meja makan.
"Morning," sapa Edrea saat ia sudah berada di ruang makan.
"Morning," sapa balik seluruh orang diruangan tersebut.
Dan seperti biasa Edrea memberikan morning kiss untuk kedua orangtuanya sebelum dirinya duduk di kursi makannya. Dan tanpa banyak bicara, mereka langsung mulai sarapan pagi.
Disaat Edrea baru memasuki ruangan tersebut hingga Edrea makan dengan tenang, tatapan Leon terus saja tertuju kearahnya, lebih tepatnya ke jari Edrea untuk mencari keberadaan cincin yang kemarin ia sematkan di jari manis perempuan itu.
Tapi sayangnya saat ia terus menelisik setiap jari di tangan Edrea, ia sama sekali tidak mendapatkan keberadaan cincin itu di sana. Dan hal tersebut membuat Leon tampak menghela nafas berat. Karena sesuai dengan pesan yang ia kirimkan ke Edrea kemarin, jika perempuan itu tidak memakai cincin tersebut maka artinya dirinya di tolak secara tidak langsung. Dan hal tersebut sekarang membuat Leon tampak tak semangat menjalani aktivitasnya.
"Daddy, kenapa makannya hanya di aduk-aduk begitu?" tanya Callie yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Leon. Dan perkataan dari Callie tadi mampu menyita perhatian semua pasang mata di sana.
"Kenapa gak dimakan El? kamu gak suka menu makanannya? Atau gak suka sama rasanya? Kalau menu disini kurang enak, kamu bisa panggil mbak buat masakin makanan kesukaan kamu. Mumpung ini masih pagi, kalau cuma nunggu sarapan mah, Mom rasa kamu gak akan telat ke sekolah," ujar Mommy Della.
"Ah, tidak usah Mom. Aku suka kok menu makanannya. Bahkan suka sekali," ucap Leon.
"Kalau suka kenapa tidak dimakan? Malah diaduk-aduk gitu?" kini giliran Edrea yang menegur Leon.
Leon yang mendengar hal tersebut pun ia ingin sekali menjawab, jika dirinya tengah badmood sekaligus galau karena ulah Edrea. Tapi mana berani dia mengucapakan hal tersebut dihadapan keluarga Edrea yang ada ia diejek habis-habisan lagi.
"Biar tercampur aja dan biar makannya tambah nikmat," ujar Leon tanpa menatap wajah Edrea. Lalu agar semua orang percaya dengan ucapannya, ia langsung memasukkan sesuap makanan ke dalam mulutnya. Dan hal tersebut membuat orang-orang disana hanya menggelengkan kepalanya saja sebelum mereka melanjutkan sarapannya hingga selesai.
"Mom, Dad, El berangkat dulu ya," tutur Leon saat dirinya sudah menghabiskan sarapannya.
"Ini masih terlalu pagi El, kamu jam segini berangkat mau jaga gerbang sekolah apa?" ujar Mommy Della yang melihat jam di dinding ruangan tersebut yang baru menunjukkan pukul 6 pagi.
"El, mau mampir ke resto dulu Mom, ada sedikit pekerjaan yang harus El kerjakan pagi ini juga," ucap Leon yang hanya beralasan saja. Padahal ia hanya ingin menghindari Edrea untuk menenangkan dirinya yang tengah mengalami broken heart itu.
__ADS_1
"Rea ikut," timpal Edrea yang membuat semua orang mengalihkan pandangannya kearah dirinya.
"Rea kesana mau ambil barang Rea yang ketinggalan," sambungnya untuk menjelaskan maksud dan tujuannya ingin ikut dengan Leon.
"Tidak usah. Lo tinggal katakan barang apa yang tertinggal biar gue yang cari barang itu disana," ujar Leon.
"Ck, Lo gak akan pernah menemukan barang itu. Karena barang yang gue maksud hanya bisa ditemukan oleh pemilik aslinya saja," ucap Edrea.
"Hasihhhh sudahlah. Kalian ini kalau seperti ini terus nanti ujung-ujungnya bakal bertengkar. El, kamu ngalah aja ya nak, Mom dan Dad gak akan sanggup kalau harus bujuk Rea, saat tuh anak merajuk nanti," ujar Mommy Della yang membuat Leon menghela nafas.
"Baiklah kalau gitu Mom," ucap Leon pasrah dan hal tersebut membuat Edrea tersenyum dan ia bergegas mengambil tas sekolahnya.
Dan saat keduanya ingin beranjak dari tempat tersebut, terdengar suara Daddy Aiden yang membuat keduanya langsung menghentikan pergerakannya.
"Setelah pulang sekolah nanti kalian berempat temuin Daddy di kantor. Ada sesuatu yang ingin Daddy tanyakan ke kalian," perintah Daddy Aiden tak terbantahkan. Dan hal tersebut membuat keempat orang yang ia maksud kini menganggukkan kepalanya. Walaupun mereka belum tau apa yang ingin dibahas oleh bapak negara itu.
"Ya sudah kalau begitu kalian boleh pergi," ucap Daddy Aiden yang ia tujukan untuk Leon dan Edrea.
"El, tungguin!" teriak Edrea sembari berlari menuju kearah Leon berada.
Dan saat keduanya sudah berada di garasi rumah tersebut, Leon langsung menuju kearah mobilnya. Lalu tanpa mengucapkan sepatah katapun, ia yang sudah masuk kedalam mobil langsung menancapkan gas tanpa menunggu Edrea masuk lebih dulu ke mobil tersebut.
Sedangkan Edrea yang baru saja mau meraih pintu mobil tersebut pun dibuat melongo karena hanya hitungan detik saja mobil itu sudah menjauh dari hadapannya.
"Haish tuh orang kenapa sih? Gue kan tadi udah bilang kalau gue mau ikut ke restorannya. Harusnya tanpa gue minta pun dia peka dong kalau gue juga mau nebeng dia. Bukannya malah ditinggalin begini. Ck, menyebalkan!" geram Edrea dengan menghentak-hentakkan kakinya beberapa kali sebelum dirinya mulai melangkahkan kakinya ke sebuah lemari kaca di garasi tersebut dan mengambil kunci mobilnya disana.
Dan setelahnya ia segera bergegas mengikuti mobil Leon yang sudah tak tau mobil itu sampai dimana.
Dan setelah beberapa menit berada di perjalanan, akhirnya Edrea sampai di sebuah restoran milik Leon.
__ADS_1
Kemudian tanpa membuang waktu lagi, Edrea segera turun dari mobilnya dan dengan berlari kecil, Edrea memasuki restoran tersebut tanpa memperdulikan situasi didalam restoran yang sudah ramai pengunjung itu, Edrea terus berlari hingga dirinya berada di depan ruangan Leon.
Dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Edrea langsung membuka pintu itu yang tak terkunci sama sekali.
"El," panggil Edrea saat dirinya tak mendapati sosok laki-laki yang ia ikuti tadi di ruangan tersebut.
"El," panggil ulang Edrea yang sama sekali tak mendapat jawaban dari Leon.
"Haishhh, El, Lo ada dimana sih!" geram Edrea yang sudah lelah mencari Leon di penjuru ruangan tersebut. Hingga suara bariton seorang laki-laki masuk kedalam gendang telinganya.
"Kenapa nyari gue?" tanya Leon tepat di belakang Edrea. Dan hal tersebut membuat Edrea kini memutar tubuhnya menghadap kearah sumber suara.
"Kalau lo mau nyari barang lo yang hilang silahkan, gak perlu pakai teriak-teriak seperti tadi. Dan kalau barang lo sudah ketemu, silahkan keluar dan pergi dari sini," ujar Leon dengan wajah datarnya. Dan hal tersebut membuat Edrea mengerutkan keningnya.
"El, lo lagi ada masalah kah? Wajah lo hari ini nyebelin banget tau. Gak kayak biasanya," ujar Edrea.
"Tidak usah banyak bicara. Silahkan cari barang lo yang hilang disini, dan cepat lah keluar," tutur Leon yang sudah mulai sibuk dengan laptopnya. Dan hal tersebut membuat Edrea menghela nafas panjang sebelum ia bergerak untuk mencari suatu barang yang ia yakini hilang di ruangan tersebut.
...****************...
Heyyyyyyyy semuanya, bagiamana puasanya? Lancar kan? Atau malah sudah ada yang bolong nih puasanya? Hayo lho ngaku kalian ðŸ¤
Oh ya author mau minta maaf ke kalian jika di dalam cerita author entah di sini maupun di cerita lain ada kesalahan dalam penulisan atau yang biasa di bilang typo. Author minta maaf ya. Dan kalau kalian menemukan kesalahan yang seperti itu langsung kasih tau author dimana letak kesalahannya biar author langsung bisa revisi tulisannya. Karena perlu kalian tau, walaupun author sekarang jarang banget balas komen kalian, tapi komen kalian tetap author baca kok. Ya walaupun ada satu, dua orang yang komentarnya bikin author down, tapi kebanyakan dari komentar positif kalian bikin author jadi semangat nulisnya lagi. Hihihi makasih banyak untuk kalian semua. Hugh online untuk kalian yang super duper baik sama author 🤗
Dan satu lagi, maaf kalau alur cerita ini benar-benar gak jelas, karena kalau boleh jujur, cerita ini adalah cerita yang paling susah author buat daripada cerita-cerita author yang lainnya. Karena apa? Karena dicerita ini author harus handle 3 tokoh utama dalam cerita yang kadang bikin otak ngebul kalau udah gak ada ide sama sekali. Tapi karena author ingat kalian yang selalu nungguin cerita ini, Alhamdulillah author selalu bisa ngasih update ke kalian walaupun satu eps saja. Dan perlu kalian tau, kalian semua lah disini yang jadi support sistem terkuat author untuk selalu semangat menulis cerita ini sampai detik ini juga.
Dan author tidak bisa membalas kebaikan kalian satu persatu, yang author bisa hanya berterimakasih ke kalian semua. Thanks you so much guys 😘
Duhhhh dah dulu lah, malah curhat begini. Hihihi sekali-kali gak papa lah ya author curhat ke kalian dan harap di maklumi saja 🤣
__ADS_1
Peluk dan cium online untuk kalian semua... See you next eps bye 👋