The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 124


__ADS_3

"Edne!" teriakan untuk yang kedua itu membuat tubuh Edrea yang tadinya membeku kini menoleh kearah sumber suara dan saat dirinya menoleh, dari kejauhan terlihat ada seseorang yang memakai pakaian serba hitam sedang berlari kearahnya. Edrea kini sudah bersiap jika orang yang berpenampilan serba hitam bahkan wajahnya saja tak bisa Edrea lihat karena tertutup topi dan masker yang sama-sama hitam.


"Minggir dari sana!" teriak orang itu lagi yang membuat Edrea tiba-tiba seperti orang bodoh karena tak tau apa yang dimaksud oleh orang tadi.


Edrea masih tetap stay di tempatnya dengan menatap penuh tanda tanya ke arah orang itu yang semakin menambah kecepatan larinya.


"Maksud tuh orang apa sih? otak gue lagi gak konek ini," gumam Edrea.


Orang tersebut berdecak saat melihat Edrea tak bergerak sedikitpun dengan sesekali matanya menatap ke salah satu tempat yang disana terdapat orang yang tengah bersembunyi dengan menggunakan senapan dan senapan itu kini mengarah ke Edrea.


Orang itu membelalakkan matanya saat pelatuk senapan tadi sudah mulai ditarik oleh pelaku dan tak berselang lama suara tembakan menggema di jalanan yang sepi itu.


Edrea tertegun sesaat setelah tubuh orang yang berlari kearahnya menubruk tubuhnya hingga terjatuh disamping mobil Jeep.


"Tetap sembunyi disini jangan bergerak kemana-mana," ucap orang tersebut yang berhasil menyelamatkan nyawa Edrea dari peluru senapan tadi yang telah melesat jauh dari bidikan pelaku.


Setelah mengatakan hal tadi, orang tersebut kini mulai mengeluarkan pistolnya dari belakang tubuhnya. Dengan sangat hati-hati, ia mengintip pelaku tadi dari balik mobil Jeep dan saat mata elangnya sudah menemukan titik dimana pelaku berada, orang tersebut langsung mengarahkan pistolnya kearah sasaran dan hanya hitungan detik suara tembakan kembali terdengar namun untuk saat ini bukan lawan yang menyerang melainkan orang yang menolong Edrea lah yang membalik serangan dan tembakan tadi tepat sasaran hingga pelaku kini sudah tergeletak dengan luka tembakan di dada sebelah kirinya.


Setelah menuntaskan pelaku tadi, orang tersebut kembali mendekati Edrea yang masih terdiam karena syok, hampir saja dirinya kehilangan nyawa karena kurang hati-hati.

__ADS_1


"Kita pergi dari sini," ucap orang tersebut sembari meraih tangan Edrea, membantunya untuk bangkit dari duduknya. Dan karena masih linglung akhirnya Edrea mengikuti arahan dari orang tersebut yang memintanya untuk masuk kedalam mobil dan setelah keduanya berada didalam, mobil itu kini melaju meninggalkan tempat tadi.


Edrea mengerjabkan matanya berkali-kali agar dirinya tersadar.


"Tenanglah. Gak akan terjadi apa-apa setelah ini. Dan yakinlah gue bukan salah satu dari komplotan mereka," ucapnya saat Edrea menatap dirinya dengan tajam.


Edrea kini menghela nafas lega tapi ia juga tetap harus waspada karena ia tak mengenali siapa sosok manusia yang tengah duduk disampingnya. Tapi jika di dengar dari suara orang itu, Edrea yakini adalah seorang laki-laki dan anehnya suara itu sangat familiar di telinganya.


"Kalau lo bukan bagian dari mereka? terus lo siapa? Gue rasa kita gak saling kenal dan apa motivasi lo nolongin gue?" tanya Edrea mengungkapkan isi pikirannya yang terus berputar di otaknya.


Laki-laki tersebut tampak melirik sekilas kearah Edrea sebelum tatapannya kembali fokus di jalanan.


"Lo gak perlu tau siapa gue. Kita memang tak saling kenal tapi gue kenal lo. Jika lo tanya motivasi gue nolong lo, simpel saja, gue gak mau kehilangan lo," jawab laki-laki itu dengan santainya.


"Jangan pernah mencoba membuka apa yang sekarang melekat di tubuh gue dan jangan pernah mencari tahu tentang gue," ucapnya penuh dengan penekanan kemudian ia melepas tangan Edrea.


Edrea yang merasakan suasana mencekam setelah ucapan dari laki-laki tadi, ia langsung menarik tangannya, menjauh dari tubuh laki-laki disampingnya.


Dan kini ia hanya terdiam tak bersuara atau bertindak sedikitpun karena aura di dalam mobil itu terus saja mengintimidasi dirinya. Benar-benar sangat menakutkan bahkan keberaniannya yang selalu terpancar di dirinya tiba-tiba saja hilang entah kemana. Hingga pikirannya tiba-tiba menangkap ke sebuah kejadian dimana dirinya hampir masuk kedalam jurang karena diserang oleh orang yang tak ia kenal dan dirinya berhasil keluar dari maut karena bantuan dari orang misterius yang sampai saat ini ia tak mengetahui orang itu siapa. Dan apakah mungkin orang yang berada disampingnya saat ini adalah orang yang sama seperti orang yang menolongnya waktu itu? Arkhhhh kalau terus berpikir seperti ini lama-lama otak Edrea terasa akan meledak dan tangannya kini meraih ponselnya, untuk mencari salah satu nomor yang pernah mengirimkan pesan misterius dan untungnya nomor itu tak pernah ia hapus, malah nomor itu ia simpan dan ia namai "Mr/Mrs. Misterius."

__ADS_1


Setelah menemukan nomor tadi, Edrea menggoyangkan ponselnya secara diam-diam agar mendapatkan sinyal di ponselnya dengan sesekali melirik orang tersebut.


"Ayolah. Sekali ini aja, please dari pada gue nanti mati penasaran kan gak enak bisa-bisa arwah gue gentayangan nanti. Ayolah sinyal," batin Edrea.


Untuk beberapa saat setelahnya, mata Edrea melebar dan senyum tipis terukir di bibirnya saat ponselnya mendapatkan satu sinyal dan tanpa menunggu lama lagi ia langsung memencet ikon telepon.


Dirinya tertegun dan refleks menoleh kearah laki-laki disampingnya saat sambungan telepon terhubung dan bertepatan itu pula suara ponsel milik laki-laki itu berdering.


Sedangkan laki-laki yang tadinya fokus ke jalanan kini salah satu tangannya ia gunakan untuk merogoh ponselnya yang tersembunyi di sakunya dan setelah mendapatkan ponselnya ia nampak tak peduli dan langsung mematikan telepon tersebut.


Tapi lagi-lagi tindakan laki-laki tadi membuat Edrea semakin bingung karena sambungan telepon miliknya juga tertolak.


Edrea menatap nanar kearah nomor ponsel tadi dan kini mengalihkan pandangannya kearah laki-laki itu.


"Katakan siapa lo sebenarnya!" geram Edrea. Ia merasa seperti sedang dipermainkan.


Hening, tak ada jawaban dari laki-laki disampingnya.


Dan karena geram Edrea langsung mencekal lengan laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Gue tanya siapa lo? jawab!" teriak Edrea.


"Gue udah bilang sama lo. Lo gak perlu tau siapa gue. Cukup diam, gue juga gak akan ngelukain lo," ucap laki-laki tersebut cukup dingin.


__ADS_2