The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 254


__ADS_3

"Jangan pernah punya niatan buat ngelukain gue walaupun hanya seujung kuku pun. Karena perlu lo tau, niatan yang akan lo lakukan justru akan berbalik ke diri lo sendiri," ucap Edrea yang semakin mengencang kuncian ditangan Kayla tersebut.


"Dan gue ingatkan ke lo, jangan pernah nuduh gue seperti yang lo katakan tadi. Karena gue yakin orang-orang disini tidak akan pernah percaya sama lo setelah video yang gue punya, gue perlihatkan ke semua orang disini," ucap Edrea diakhiri dengan ia mengucapkan kata-kata tadi tepat di samping telinga Kayla. Lalu setelahnya ia mendorong tubuh Kayla dengan sangat keras. Hingga lagi-lagi tubuh Kayla terjatuh ke lantai.


Tapi hal tersebut tak membuat Kayla menjerit kesakitan tapi justru ia kini langsung bangkit dari posisinya itu dan langsung menghadap lagi kearah Edrea.


"Lo jangan macam-macam!" perintah Kayla.


"Gue macam-macam sama lo? Yang benar saja. Tapi sebentar, apakah lo sekarang takut dengan ucapan gue tadi?" tanya Edrea.


"Ti---tidak gue tidak takut sama apa yang lo katakan tadi. Karena disini gue tidak salah apapun. Dan yang harusnya takut dan malu tuh lo, karena dalang di balik semua ini adalah lo!" ucap Kayla dengan menunjuk-nunjuk wajah Edrea.


Dan hal tersebut membuat emosi Edrea terpancing kembali. Padahal dia tadi tidak berniat bahkan tidak mau melukai Kayla sedikitpun, tapi jika Kayla sudah melakukan hal yang paling ia benci, jangan salahkan Edrea jika tulang yang berada di tangannya akan patah karena ulahnya nanti.


Azlan yang sudah merasakan sinyal bahaya yang di keluarkan oleh Edrea pun, ia kini mulai angkat suara kepada teman-temannya termasuk Erland.


"Bahaya. Kayla bisa hancur di tangan Edrea. Kita kesana sekarang buat misahin Rea sama Kayla," ucap Azlan dan saat dirinya berniat untuk melangkahkan kakinya, lengannya lebih dulu dicekal oleh Erland.


"Biarkan saja Rea hancurkan Kayla. Biar wanita itu tau konsekuensinya saat membangunkan singa yang sudah berbulan-bulan tidak terbangun dari tidurnya," ujar Erland tanpa mengalihkan pandangannya dari dua perempuan didepannya itu.


"Tapi gue takut nanti Rea kena masalah," ucap Azlan khawatir.


"Ck, lo gak usah khawatir bang. Dan sebenarnya kekhawatiran lo itu tidak ada gunanya karena Rea sekarang sudah mendapat masalah tanpa harus nunggu nanti-nanti lagi," tutur Erland.


"Iya juga sih. Haish tapi kalau Kayla tidak terima dan membawa permasalahan ini ke jalur hukum gimana?" Erland kini mengalihkan pandangannya setelah mendengar ucapan dari Azlan tadi.

__ADS_1


"Semuanya itu tak akan pernah terjadi, bang. Tapi jika suatu saat apa yang Abang takutkan itu terjadi, tenang saja orangtua kita cukup kaya untuk membayar uang tebusan Rea di kantor polisi nanti. Jadi lo tetap berdiri disini dan kita nikmati pertunjukan gratis ini. Tapi jika Edrea sudah kewalahan kita langsung bergerak membantu dia," tutur Erland.


Dan hal tersebut membuat Azlan kini menghela nafas berat. Bahkan niatannya tadi ia urungkan begitu saja.


Sedangkan Edrea yang emosinya sudah berkobar, dengan cepat ia melangkahkan kakinya kearah Kayla yang masih memaki dirinya dengan jari telunjuk yang terus di arahkan ke Edrea. Dan saat Edrea sudah berada di depan Kayla, saat itu juga ia langsung menggenggam jari telunjuk perempuan tadi. Kemudian tanpa peduli jika dirinya sekarang masih di area sekolah dan tanpa peduli dengan semua orang terutama kondisi Kayla, Edrea kini justru memutar jari telunjuk tadi hingga menimbulkan bunyi patahan dari tulang tersebut. Dan bukan hanya itu saja, setelah ia berhasil mematahkan jari telunjuk tadi, ia menampar pipi Kayla sebanyak tiga kali.


Saat ia melihat Kayla sudah terduduk di lantai, Edrea langsung menjongkokan tubuhnya lalu tangannya kini bergerak untuk mencengkeram kuat rahang Kayla.


Dan semua yang dilakukan oleh Edrea tadi membuat kaum hawa menjerit ketakutan, sedangkan para kaum Adam, mereka justru menatap kagum kearah Edrea.


Tapi semua itu hanya di abaikan oleh Edrea, dan kini ia justru semakin menekan cengkeramannya tadi.


"Ini belum seberapa. Tiga kali tamparan yang lo dapatkan tadi semata-mata untuk perkenalkan antara pipi busuk lo ini dengan tangan cantik gue. Sedangkan patahan di jari telunjuk lo saat ini, anggap saja gue cuma ngetes kekebalan tulang lo," ujar Edrea sembari melepaskan cengkraman di rahang Kayla.


Dan bertepatan dengan itu tangan Kayla terkepal kemudian ia langsung melayangkan kepalan tangan tadi kearah Edrea, tapi Edrea dengan cepat menangkisnya dan justru yang terkena bogeman bukan Edrea melainkan Kayla.


Dan saat dirinya ingin berdiri, tatapan matanya justru mengarah ke ponsel Kayla yang tergeletak tak jauh dari tubuh Kayla.


Lalu dengan cepat ia mengambil ponsel tersebut yang untungnya ponsel itu masih nyala.


"Abang Er, kesini!" teriak Edrea dengan lantang yang membuat Erland kini memutar bola matanya malas sebelum dirinya berjalan mendekati Edrea.


"Apa?" tanya Erland saat dirinya sudah berada di dekat Edrea.


"Abang tau kan kode buat buka ponsel ini?" pertanyaan dari Edrea tadi dijawab dengan anggukan kepala oleh Erland.

__ADS_1


Dan dengan cepat Erland mencoba membuka kode ponsel tadi yang untungnya belum di ganti oleh Kayla.


"Nih," ucap Erland sembari menyerahkan ponsel tadi kepada Edrea.


"Thanks Abang. Lo sekarang boleh balik lagi ketempat lo sebelumnya. Karena seperti yang dikatakan oleh mantan gebetan lo tadi, jika gue lah tokoh utamanya. Jadi lo minggir dulu sana jangan halangi gue," ujar Edrea sembari mendorong tubuh Erland agar menjauh dari dirinya.


"Dasar adik laknat," ucap Erland dengan langkah kaki menuju ke tempatnya semula.


Dan setelah memastikan Erland benar-benar menjauh, Edrea kini mulai mengotak-atik ponsel milik Kayla tadi untuk mencari foto yang diedit dengan wajahnya.


"Heyyyyyyyy para penonton semuanya. Lihat ke layar ponsel ini. Di foto ini memang terlihat wajah gue. Tapi jika kalian zoom fotonya disitu terdapat kejanggalan yang bisa kalian simpul sendiri. Dan biar kalian jelas melihatnya, gue akan kirim foto editan ini ke---" ucapan Edrea menggantung saat ia bingung akan mengirim foto tadi ke para siswa-siswi di sekolah itu bagaimana. Karena tidak mungkin Kayla mempunyai nomor semua murid disitu.


"Di grup kumpulan Murid saja, disana Kayla sudah bergabung," ujar salah satu siswa.


"Oh oke, kalau gitu gue kirim ke---" lagi-lagi suara Edrea menggantung saat ponsel milik Kayla bergetar menunjukan jika ada sebuah notifikasi masuk kedalam ponsel tersebut.


Tapi anehnya, saat ponsel Kayla bergetar, semua murid disana berbondong-bondong untuk membuka ponsel pribadi mereka juga.


Dan beberapa saat setelahnya, salah satu siswi disana mulai angkat suara.


"Lo nyuruh Bagas buat ngirim foto itu di web sekolah?" tanya salah satu siswi disana.


Edrea yang tadi langsung membuka notifikasi itu pun ia kini menggelengkan kepalanya.


"Ck, gue aja gak tau Bagas itu siapa, mana bisa gue nyuruh dia buat ngelakuin itu semua. Gue juga tadi baru mau buka grup yang kalian maksud itu tapi keduluan sama berita ini," tutur Edrea.

__ADS_1


Dan baru saja bibirnya itu terkatup, sebuah video kembali masuk kedalam web sekolah tersebut. Dan video itu merupakan video paling kuat dari bukti yang Triplets miliki. Karena video itu menunjukan saat sebelum Kayla berangkat ke club sampai perempuan itu bermain kuda-kudaan. Bahkan di unggahan video itu tertulis jika semua yang terjadi itu merupakan wajah asli dari Kayla bukan orang lain seperti yang Kayla tuduhkan tadi.


Dan hal tersebut lagi-lagi membuat heboh warga sekolah disana, dan mereka semua kini benar-benar yakin jika Kayla lah yang menjadi tokoh utama dan bukan lah Edrea.


__ADS_2