The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 265


__ADS_3

Saat Leon terus menatap kearah Edrea, tatapannya itu tak sengaja beralih kearah leher Edrea yang membuat senyuman yang sedari tadi terukir di bibirnya, kini perlahan menghilang. Bahkan dirinya kini sudah beranjak dari ranjang Edrea, lalu ia menghampiri Edrea dan memegang erat lengan Edrea. Dan apa yang ia lakukan tadi membuat Edrea yang sedari tadi mengejek Leon, kini ia terdiam di tempat, tak bergerak sedikitpun. Sedangkan tatapan Leon terus tertuju kearah lehernya.


Edrea di buat gugup setengah mati saat tangan Leon kini bergerak kearah lehernya. Bahkan ia sekarang sudah menutup matanya. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, ia hanya berpikir Leon sekarang tengah marah dengannya dan mungkin Leon sekarang ingin mencekik lehernya itu.


"Ini," ucap Leon yang membuat Edrea membuka matanya kembali saat ia tak merasakan sakit di lehernya melainkan ia merasakan tangan Leon tadi hanya bergerak untuk memegang kalung yang tengah ia pakai.


Dan Edrea sekarang ikut menatap kearah kalung lebih tepatnya ke sebuah liontin yang sekarang tengah di pegang oleh Leon itu.


"Itu cincin dari lo. Kata lo kemarin kalau gue nerima lo, cincin itu tidak boleh lepas dari tubuh gue kan?" Leon tampak menganggukkan kepalanya.


"Nah daripada gue pakai di jari manis gue yang berakhir nanti seluruh murid di sekolah lihat karena tuh cincin terlalu mencolok dan berakhir mereka nanti akan kepo, alhasil cincin ini gue jadikan liontin aja. Biar gue juga gak di bully sama bang Az dan bang Er nanti kalau mereka juga lihat. Karena gue baru tau jika cincin ini tuh ternyata cincin tunangan, dan pasangan dari cincin ini tuh sekarang ada di leher lo juga kan? Nih buktinya," ujar Edrea sembari meraih kalung yang tengah di pakai oleh Leon saat ini.


Leon kini menatap kearah kalungnya sendiri sebelum akhirnya ia mengalihkan pandangannya kembali kearah Edrea.


"Jadi?" tanya Leon.


"Ya tanpa gue ngucapin secara langsung lo juga sudah tau jawabannya," ujar Edrea.


"Lo serius?" Tanya Leon memastikan.


"Gak, gue bohong," ujar Edrea.


"Ck, Edne, gue serius ini," gemas Leon.


"Ya udah kalau mau serius ya ayok. Mau kapan? besok, Minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Yang penting jangan hari Minggu, karena kalau hari Minggu tuh enaknya buat malas-malasan dikasur," ujar Edrea yang membuat Leon kini tersenyum lalu setelahnya dekapan erat dari laki-laki itu kembali Edrea rasakan.


Edrea yang melihat senyum Leon tadi pun ia ikut tersenyum dalam pelukan hangat tersebut.


"Thanks sayang," ucap Leon dengan sesekali mengecup pipi Edrea bahkan saking gemasnya ia sampai lupa diri dan berakhir ia mengigit pipi tersebut.

__ADS_1


"Ish, gue tau lo lagi senang sekarang. Tapi ya gak gini juga. Ishhhh bau jigong tau El," geram Edrea sembari menghentak-hentakkan kakinya. Lama-lama pipinya itu akan habis kalau terus menerus di gigit oleh ketiga abangnya ditambah sekarang ada satu manusia yang sepertinya akan mempunyai kebiasaan seperti Azlan, Erland dan Adam. Tapi tak apalah, untuk orang tersayang mah, Edrea akan menerimanya.


Leon yang mendengar keluhan dari Edrea pun dengan cepat ia melepaskan pelukannya tadi lalu mengusap pipi Edrea yang tadi sempat ia gigit itu.


"Maaf-maaf kelepasan," ujar Leon.


"Sekaligus aku juga mau ngetes aja kalau apa yang sedang aku alami saat ini bukan hanya mimpi semata melainkan kenyataan," sambungnya.


"Kalau lo mau ngetes tuh ke diri lo sendiri bukan ke gue, menyebalkan," ucap Edrea yang justru mendapat pelototan mata dari Leon.


"Mata lo bisa biasa gak sih El, lama-lama gue colok juga nih," geram Edrea.


"Mulut kamu juga bisa dikendalikan gak sih, sayang. Kita ini sekarang sudah resmi jadi pasangan. Jadi kata lo-gue harus di ganti sama aku-kamu," ujar Leon.


"Idih, Lo aja sih yang nganggep kalau kita udah resmi jadi pasangan. Kalau gue sih enggak," ucap Edrea diakhiri dengan ia menjulurkan lidahnya. Dan sebelum singa jantannya itu mengamuk, Edrea dengan cepat berlari menyelamatkan dirinya dengan keluar dari kamar tersebut.


"Edne! berhenti gak!" teriak Leon yang mengejar Edrea yang kini tengah menuruni anak tangga.


"Gak mau, wleeee," ejek Edrea.


"Ohhhh berani-beraninya ya kamu. Awas aja kalau sampai kamu aku tangkap, aku gak akan pernah lepasin kamu lagi. Dan ingat aku juga akan memberikan kamu pelajar dengan menggelitiki tubuh kamu dari pagi sampai sore hari. Dan aku gak akan perduli dengan kata ampun yang keluar dari mulut kamu itu. Karena aku gak akan lepasin kamu sampai aku puas gelitikin kamu," teriak Leon yang masih mengejar Edrea.


"Gue jamin, Lo gak akan pernah berhasil nangkap gue dan gak akan bisa gelitikin gue lagi," timpal Edrea.


"Oh nantangin tenyata. Oke tantangan kamu tadi aku terima," ucap Leon sembari menambah kecepatan larinya.


Sedangkan Edrea yang melihat Leon semakin menipiskan jarak mereka berdua pun dengan cepat Edrea mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang nantinya bisa membatu dirinya untuk menjauh dari Leon. Dan sepertinya Dewi Fortuna masih berpihak kepadanya, karena saat kakinya itu melangkah kearah dapur, ia melihat Mommy Della di dapur tersebut.


"Mommy!" teriak Edrea yang membuat Mommy Della tampak terperanjat kaget.

__ADS_1


Dan belum sempat dirinya memutar tubuhnya, Edrea lebih dulu membalikan tubuh ibu negara dan menjadikan tubuh sang Mommy menjadi benteng pertahanannya.


"Hey kamu, jangan berani-berani sembunyi di belakang tubuh Mommy ya," ucap Leon yang sudah bergabung dengan kedua perempuan tersebut.


"Bodoamat, wleeee," ujar Edrea.


"Gak bisa di biarin ini. Sini gak kamu!" tutur Leon dengan berusaha untuk meraih tubuh Edrea.


"Gak mau," ucap Edrea.


"Sini gak!"


"Gak akan," tutur Edrea.


Ketika kedua orang tadi terus ribut didepan Mommy Della, hingga membuat ibu negara itu merasa pusing dengan tingkah mereka berdua. Apalagi dengan aksi Edrea yang selalu mengombang-ambingkan tubuhnya, membuat Mommy Della semakin pusing dibuatnya.


"Stop!" teriak Mommy Della yang berhasil membuat Edrea dan Leon menghentikan aksinya tadi.


"Astaga, Mommy gak habis pikir dengan tingkah kalian berdua ini. Bolos sekolah hanya mau kejar-kejaran seperti ini. Apa kalian tau, kalian tuh sudah besar, sudah mau lulus SMA, udah punya anak juga dan beberapa tahun lagi udah mau nikah juga, kelakuannya masih kayak anak kecil saja. Malu sama anak kalian, kalau sampai Callie tau tingkah kedua orangtuanya yang melebihi tingkah dirinya sendiri yang notabenenya masih anak-anak," omel Mommy Della.


"Kalau Callie sih Mommy masih bisa memaklumi dia karena dia masih kecil, tapi kalau kalian, ahhhhh gak tau lah Mommy pusing," sambung Mommy Della. Lalu setelah mengomeli sepasang kekasih yang masih baru itu, ia kini beranjak untuk menjauh dari hadapan dua orang itu.


Sedangkan kedua orang yang tadi terkena omelan Mommy Della, mereka kini saling pandang sebelum keduanya tak bisa lagi menahan tawanya dan berakhir tawa yang sempat terhenti tadi kini kembali mereka perlihatkan. Bahkan yang tadinya kejar-kejaran kini keduanya saling berdempetan bahkan tangan Leon sekarang sudah melingkar indah di pinggang Edrea.


...****************...


Udah double up selama 2 hari kalau gak di kasih LIKE, VOTE dan HADIAH. Fiks, author bakal sedih banget๐Ÿ˜”


Btw, selamat berbuka puasa ๐Ÿค— See you next eps bye ๐Ÿ‘‹

__ADS_1


__ADS_2