The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 252


__ADS_3

Saat Edrea berlari menuju ke kelasnya, tak sengaja matanya melihat sekilas kearah keramaian di lapangan sekolah tersebut. Dan hal itu benar-benar menarik perhatian dari Edrea, hingga membuat Edrea kini mengurungkan niatnya untuk pergi ke kelasnya melainkan ia justru menelusup masuk kealam keramaian itu.


"Permisi, gue lagi bawa air mendidih, awas panas," ucap Edrea yang terus melangkahkan kakinya. Dan setelah ia sudah berhasil berada di barisan paling depan, matanya bisa melihat dengan jelas apa yang tengah mereka tonton itu.


"Uhhh wow kelihatan seru juga nih tontonan gratisnya," gumam Edrea yang sekarang tengah tersenyum miring dengan tangan yang terlipat di depan dadanya.


Disisi lain saat kerumunan orang-orang tadi menarik semua perhatian murid di sekolah tersebut tak terkecuali dengan teman Erland yang sekarang tengah berbondong-bondong menuju ke lokasi, membuat keenam orang yang sedari tadi masih berkumpul di kelas Erland pun menatap kearah orang-orang yang tengah berlalu lalang dengan kerutan di dahi mereka.


"Nih orang mau kemana sih pakai lari-larian segala?" tanya Odi penasaran.


"Gak tau juga nih, kayak lagi ada gempa aja," timpal Septian.


"Ck, kalau gini kan rasa kepo gue menggebu-gebu. Dah lah gue mau lihat apa yang buat mereka lari-larian tadi," ucap Odi dan kini ia berjalan menuju ke depan kelas tersebut.


Dan ia kini mengerutkan keningnya saat melihat kerumunan di lapangan sekolah tersebut..


"Eh eh eh tunggu sebentar," ucap Odi sembari menghentikan satu siswi yang tengah berlari.


"Lo tau gak, apa yang orang-orang itu lakukan sampai berkerumun seperti itu?" tanya Odi kepada siswi tadi.


"Lo gak tau kenapa mereka berkerumun?" Odi menggelengkan kepalanya saat siswi tadi bertanya balik kepadanya.


"Haish, itu lho, mereka disana tuh sekarang lagi lihat keadaan Kayla," ucap gadis tadi.


"Lah memangnya Kayla kenapa?" tanya Odi penasaran.

__ADS_1


"Ck, gara-gara foto dan videonya yang sudah tersebar di media sosial itu lho. Dan kemungkinan tuh perempuan lagi di bully habis-habisan sama murid lain yang sudah sebal dengan ulahnya itu," tutur gadis tersebut.


"Udah ya, jangan tanya lagi. Gue mau kesana sebelum bel masuk bunyi. Bye," gadis itu kini berlari meninggalkan Odi yang kini tengah terbengong untuk beberapa saat.


Lalu setelah ia sadar, ia segera kembali ke dalam kelas tersebut tapi hanya sampai di ambang pintu saja.


"Ada berita heboh!" teriak Odi.


"Berita apaan?" tanya Septian.


"Ck, pokonya berita kali ini buat kita tersenyum 24 jam. Kalau mau lihat lebih lengkap dan jelasnya, lo semua harus ikut gue sekarang juga," ujar Odi penuh dengan semangat. Dan tanpa menunggu teman-teman bergerak ia lebih dulu berlari meninggalkan ruang kelas tersebut.


Dan hal tersebut membuat para teman-temannya tadi di buat kepo maksimal, alhasil mereka bergerak untuk menyusul langkah Odi tadi.


Erland yang tiba-tiba khawatir, takut jika yang menjadi tontonan orang-orang disana adalah Edrea, tanpa mengucapkan sepatah kata, Erland berlari menuju ke kerumunan orang tadi diikuti oleh teman-temannya yang lain.


Dan setelah berusaha sekuat tenaga untuk membelah kerumunan tersebut, akhirnya mereka kini berhasil berdiri di deretan paling depan.


Saat Erland sudah melihat kondisi yang sebenarnya dibalik kerumunan tadi, ia tampak terkejut tapi beberapa detik setelahnya ia menghela nafas lega, karena kekhawatirannya ternyata salah besar saat ia melihat Edrea tengah berdiri di seberangnya.


Dan setelah ia memastikan Edrea baik-baik saja, matanya kini beralih menatap kearah obyek yang orang-orang lihat. Dan obyek tersebut tak lain dan tak bukan adalah Kayla yang tengah di bully habis-habisan oleh para siswa atau siswi yang sudah geram dengan aksi Kayla tersebut.


Bahkan bukan hanya sekedar bullyan menggunakan kata-kata saja yang mereka lakukan, melainkan dengan tindakan pula tak luput Kayla rasakan.


Semua anggota OSIS, security bahkan tukang kebun yang sudah berusaha untuk menghentikan aksi para warga sekolah tersebut, mereka semua terlihat kewalahan bahkan sampai ada yang terkena imbasnya juga. Sedangkan para guru di sekolah itu, mereka masih belum ada yang datang karena kebetulan di hari itu juga merupakan hari dimana diadakan pertemuan rutin para guru di luar area sekolah. Dan hal itu membuat para siswa-siswi leluasa untuk melupakan kekesalan mereka.

__ADS_1


"Dasar wanita malam yang sok polos, sok merasa tersakiti. Mana sudah menyebar fitnah dan menghasut kita untuk membenci Azlan, Erland dan Edrea. Padahal itu semua cuma akal busuknya saja untuk menghancurkan reputasi mereka bertiga di mata kita semua. Dasar wanita picik tak tau malu. Sekolahan kita tidak butuh perempuan murahan seperti lo! Prestasi sih oke aja, tapi akhlak gak punya. Malu-maluin sekolahan ini lo!" teriak salah satu siswi sembari melempari telur kearah Kayla yang tengah terduduk di lantai lapangan tersebut dengan penampilan yang sudah tak karuan.


"Keluar aja lo dari sini!" timpal siswi lainnya.


"Benar! Lo harus keluar!"


"Keluar," teriak semua warga sekolah tersebut dengan serempak dan terus berulang.


Dan hal tersebut membuat Kayla yang tengah menangis dengan tangan yang terkepal pun ia kini perlahan menegakkan kepalanya dan saat kepalanya sudah tegak kembali, tatapan matanya langsung tertuju kearah Erland yang berdiri lurus tepat di depannya.


Dan tanpa menunggu waktu lama ia kini berdiri dari duduknya lalu ia berlari menuju kearah Erland berada dengan derai air mata yang semakin deras.


Tapi saat dirinya ingin memeluk tubuh Erland, justru Erland menghindari dirinya yang berakibat ia kini tersungkur. Dan hal tersebut membuat semua orang disana tertawa terbahak-bahak tak terkecuali Edrea dan Azlan.


Kayla yang merasa dirinya di permalukan pun dengan sekuat tenaga ia menahan emosinya karena yang harus ia lakukan saat ini bukan marah ke semua orang melainkan yang harus ia lakukan adalah menarik simpati Erland kepadanya yang berakhir laki-laki itu akan membantu dirinya keluar dari masalah yang sedang ia hadapi saat ini.


"Er, tolong aku. Aku di fitnah oleh seseorang. Aku tidak pernah melakukan apa yang telah tersebar di media sosial. Kamu pun juga tau kan kalau aku tidak mungkin berani melakukan aksi bejat itu karena aku setiap hari hanya punya waktu untuk bekerja di restoran kamu setelah aku pulang dari sekolah. Bahkan saat kita masih berdua dulu, kita sangat jarang jalan bareng seperti pasangan lainnya dan hanya bertemu di restoran kamu saja. Kamu pun juga hampir 24 jam mantau aku terus dulu. Jadi kamu pasti percaya kan sama aku dan kamu juga tidak akan terhasut oleh foto dan video itu sama seperti mereka? Dan aku yakin, foto dan video itu di edit oleh seseorang yang sangat membenciku dengan menempelkan foto wajahku ke wajah asli perempuan itu. Kamu pasti tau dan paham dengan apa yang aku katakan kan Er. Kamu juga percaya kan aku tidak melakukan itu semua?" ucap Kayla yang sudah kembali berdiri dari duduknya dan kini ia tengah berhadapan langsung dengan Erland.


...****************...


***Hey hey hey, jangan marah-marah dulu. Kalau mau Author double up, banyakin likenya, komennya, kasih vote dan hadiahnya dong. Biar author nih semangat nulisnya.


Kalau kalian semangat kasih itu semua, author pasti juga semangat buat nerusin ceritanya🤭


Dan jangan lupa kalian tetap jaga kesehatan ya jangan sakit. Peluk dan cium jauh dari author. Bye See you next eps 👋***

__ADS_1


__ADS_2