The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 197


__ADS_3

Setelah kepergian dari rombongan mobil dari Mr. Misterius itu, Edrea kini beralih tempat kearah kemudian sekalian ia melihat sekelilingnya yang tampak sepi tak ada orang sama sekali.


"Katanya tadi gue diikuti sama anak buahnya tapi kok sepi gini. Gak ada orang sama sekali," gumam Edrea.


"Ck, bodoamat lah yang penting gue bisa refreshing," ucap Edrea sembari menggedikkan bahunya. Lalu setelahnya ia masuk kedalam mobil itu dan melajukannya menuju ke sebuah pom bensin terdekat untuk sekedar mengganti pakaiannya. Dan tanpa ia ketahui ternyata anak buah dari Mr. Misterius itu benar-benar mengikutinya dan memantau pergerakan dari Edrea dadi kejauhan.


Mobil yang dikendarai Edrea kini telah sampai ke tempat tujuan pertamanya dan dengan cepat Edrea masuk kedalam toilet disana. Dan hanya butuh beberapa menit saja ia sudah kembali keluar dengan penampilan yang lebih feminim dan rapi.


"Huft, gak sia-sia juga gue tadi nemuin dia. Udah di kasih tiket gratis, dikasih baju, makeup bahkan uang saku pun dikasih," ucap Edrea.


"Enak juga ternyata ada penggemar rahasia. Nah, sekarang gue mau kemana dulu? Mau ke tempat wahana permainan apa ke bioskop dulu ya?" tanya Edrea sembari melihat dua tiket yang menjadi pilihannya dari sekian banyak tiket yang di berikan oleh Mr. Misterius tersebut.


Dan setelah sekian lama ia mempertimbangkannya, Edrea langsung menjatuhkan pilihannya ke tiket bioskop karena kebetulan film yang tengah tayang hari itu juga adalah film yang sangat Edrea ingin tonton. Alhasil kini ia dengan segera menancapkan gas mobilnya menuju ke tempat tersebut.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja kini Edrea telah sampai di tempat tujuannya dan dengan segera ia melangkahkan kakinya masuk kedalam mall tersebut. Tapi saat dirinya baru menginjakkan kakinya ke eskalator, tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menepuk bahunya. Dan hal itu membuat Edrea dengan reflek mencengkeram kuat tangan tersebut dan memelintirnya.


"Aw aw aw," ringis seseorang yang tangannya di pelintir oleh Edrea.


Edrea yang sudah berputar arah kini matanya terbelalak saat mengetahui orang yang ia pelintir itu adalah orang yang ia kenal. Dan hal itu membuat Edrea dengan cepat melepaskan tangan orang tersebut dari cengkeramannya.


"Maaf maaf gue gak sengaja," ucap Edrea diakhiri dengan nyengir kuda yang membuat orang tadi menghela nafas sembari memegangi lengannya yang terasa sakit itu.


"Gak sengaja tapi melintirnya seriusan," tutur orang tersebut.


"Gu---gue tadi reflek aja. Lagian lo juga kenapa sih harus nepuk bahu gue tanpa panggil nama gue dulu sebelumnya," cerocos Edrea sembari memutar tubuhnya kembali saat dirinya sudah berada di lantai yang ia tuju.


"Gue udah manggil lo dari tadi tapi lo gak dengar. Alhasil gue tepuk lah pundak lo. Btw refleks lo bagus juga dan perlu lo tau tangan gue masih sakit sampai sekarang," ujar orang tersebut yang membuat langkah Edrea terhenti lalu dengan cepat sang empu membalikan badannya dan menatap tangan orang tersebut.


"Gue kan udah minta maaf. Ya udah gini aja deh gue bakal ganti rugi atas apa yang gue lakuin tadi ke lo. Gimana?" ucap Edrea.

__ADS_1


"Ganti rugi berupa apa?" tanya orang tersebut yang membuat Edrea tampak berpikir sejenak.


"Hmmm apa aja deh terserah lo. Tapi yang sesuai budget gue aja ya karena gue cuma bawa uang 1 juta sekarang," tutur Edrea.


"Oke, tapi nanti aja setelah gue nonton," ujar orang tersebut.


"Lo mau nonton?"


"Ya iyalah, kalau gue gak nonton ngapain ke lantai ini," ujar orang tersebut yang membuat Edrea mencebikkan bibirnya.


"Lo juga mau nonton kan?" sambung orang itu yang dijawab anggukan oleh Edrea.


"Coba lihat tiket lo." Edrea kini merogoh tiket bioskop yang ia taruh di saku celana jeans yang ia pakai sekarang, lalu memperlihatkannya kearah orang tersebut.


"Lah kita nonton film yang sama ternyata," ujar orang itu yang membuat Edrea menatapnya dengan kerutan di keningnya.


"Kok kebetulan sekali. Bahkan tempat duduk kita bersebelahan," ucap Edrea. Lalu setelahnya ia menatap tajam kearah orang tersebut. Bahkan tatapannya itu sangat mengintimidasi.


"Lo ngikutin gue kan, Leon?" tanya Edrea yang semakin menajamkan matanya.


Leon menghela nafas tanpa rasa takut sama sekali dengan tatapan tajam dari Edrea tadi.


"Ngapain juga gue ngikutin lo. Gabut banget hidup gue. Lagian kalau gue ngikutin lo, gue gak bakal nepuk pundak lo tadi dan berakhir tangan gue kena plintir sama lo," jawab Leon sembari melangkahkan kakinya mendahului Edrea.


"Eh eh eh. Tungguin!" teriak Edrea sembari ia berlari kecil mengikuti langkah Leon yang sudah masuk kedalam bioskop tersebut.


Edrea yang juga sudah masuk kedalam bioskop dan mendudukkan tubuhnya di kursi tepat disamping kanan Leon pun ia sempat melirik sekilas kearah laki-laki tersebut yang terfokus ke ponselnya karena film itu masih beberapa menit lagi di putar.


Leon yang merasakan Edrea tengah curi-curi pandang kearah dirinya pun dengan cepat ia menolehkan kepalanya kearah Edrea yang langsung membuat sang empu mengalihkan pandangannya ke lain arah. Dan hal itu membuat Leon menggelengkan kepalanya, kemudian ia kembali fokus ke layar ponselnya. Dan lagi-lagi saat Leon fokus Edrea kembali mencuri-curi pandang kearah Leon.

__ADS_1


"Kenapa? kalau mau ngajak ngobrol ngomong aja langsung," ucap Leon yang membuat Edrea gelagapan.


"Ish siapa yang mau ngajak lo ngobrol, kepedean banget sih jadi orang," tutur Edrea.


"Oke," ujar Leon singkat yang justru membuat Edrea tampak kesal sekarang.


"Ck, gue mau tanya sama lo," ucap Edrea pada akhirnya yang membuat Leon menyimpan ponselnya kembali dan tatapannya kini hanya tertuju ke wajah Edrea.


"Silahkan," ujar Leon.


"Kenapa lo gak sekolah hari ini?" tanya Edrea.


"Lagi malas, lagian di sekolah juga gak ada kegiatan belajar mengajar," jawab Leon yang membuat Edrea mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Terus lo kesini sama siapa?" tanya Edrea kepo.


"Emang lo lihat gue tadi saat ketemu sama lo bawa orang lain gitu?" Edrea menggelengkan kepalanya.


"Nah itu jawabannya. Gue kesini sendirian karena gue gabut di rumah," ujar Leon.


"Lo sendiri juga nagapain gak sekolah? Dan lo kesini sendirian juga kan?" tanya Leon sembari mengedarkan pandangannya keseluruhan kursi bioskop tersebut.


"Hmmmm gu---gue juga malas sekolah dan yah gue kesini sendirian karena gue gabut juga dirumah," jawab Edrea diakhiri dengan cengirannya.


Sedangkan Leon kini tampak menatap wajah Edrea, seolah-olah ia tengah menelisik adakah kebohongan di sana. Edrea yang di perlihatkan secara intens pun dengan reflek ia menjauhkan wajah Leon dengan tangannya.


"Gak usah natap gue kayak gitu. Tar lo suka lagi sama gue," ujar Edrea yang justru membuat Leon terkekeh kecil.


"Ah filmnya udah diputar. Jangan ketawa lagi, kalau lo gak mau kena marah sama orang-orang disini," sambung Edrea dengan sedikit salting akan ucapannya tadi. Dan dengan cepat ia memfokuskan penglihatannya ke arah depan walaupun sebenarnya ia tak fokus karena Leon sekarang justru menatap lekat-lekat wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2