The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 236


__ADS_3

"Buruan kesini dan kasih tau Callie itu anak siapa?" ucap Edrea.


Leon kini berjalan mendekati Edrea dengan perlahan menghentikan tawanya tadi. Lalu setelah berada di dekat Edrea, ia menjongkokan tubuhnya di depan Edrea dengan tangan yang menggenggam erat tangan Edrea.


"Dia anak kita," ucap Leon dengan wajah seriusnya. Dan perkatanya tadi membuat Edrea melongo.


"A---anak kita? Berati kita udah pernah begituan?" tutur Edrea yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Leon.


"Jadi gue udah gak---" ujar Edrea menggantung.


Leon yang melihat keterkejutan dari Edrea pun ia tak bisa lagi untuk menahan tawanya, dan pada akhirnya tawanya kembali pecah sembari tangannya kini ia gunakan untuk menyentil kening Edrea.


"Lo masih perawan. Dia anak angkat kita berdua," tutur Leon. Dan kini ia berpindah tempat menjadi duduk di samping Edrea.


"Ck, jangan bercanda dulu El. Callie tuh anaknya siapa? Kalau anak angkat kita kenapa mukanya mirip sama lo," ucap Edrea.


"Baiklah gue kasih tau yang sebenarnya sama lo. Kalau dia bukan anak kandung kita, bukan juga anak gue dengan perempuan lain. Dia sebenarnya anak Kakak laki-laki gue," jawab Leon dengan serius.

__ADS_1


"Hah? Kalau dia anak Kakak lo kenapa wajahnya persis lo? Jujur aja sih El, jangan bohong kalaupun dia anak Lo sama perempuan lain ya gak papa kali," ujar Edrea yang masih tak percaya dengan ucapan dari Leon tadi.


"Ck, perlu lo tau, benih gue hanya rahim lo aja yang boleh menerimanya. Dan kalau lo tanya kenapa muka Callie mirip sama muka gue, ya karena bapaknya juga mirip banget sama gue, Edne. Kalau gak percaya gue kasih lihat fotonya," ujar Leon dan dengan cepat ia bergerak untuk mengambil ponselnya yang berada di atas meja kerjanya. Lalu saat ia sudah kembali di samping Edrea, tangannya mulai bergerak aktif di atas layar ponsel tersebut untuk mencari salah satu foto ayah kandung dari Callie. Dan setelah ia menemukan foto Kakak laki-lakinya itu, ia langsung memperlihatkan kepada Edrea.


Edrea yang melihat foto itu pun mengerutkan keningnya dan sesekali ia menyamakan foto tersebut dengan wajah Leon.


"Kalian kembar?" tanya Edrea.


"Gak. Kita gak kembar, kita terpaut 4 tahun. Wajah kita memang bak pinang dibelah dua. Makanya orang luar yang tidak tau seluk-beluk keluarga kita pasti akan mengira kita berdua adalah kembar, tapi kenyataannya tidak sama sekali," jawab Leon.


"Tapi jika Callie itu anak Kakak lo, kenapa bisa menjadi anak angkat kita? Dan kalau Kakak lo itu hanya terpaut 4 tahun dari umur kita, berati saat dia memiliki Callie umur dia sekitar 19 tahunan kan? Dan yang buat gue bertanya-tanya, kemana Kakak laki-laki lo itu dan kemana ibu kandung dari Callie?" tanya Edrea beruntun.


"El," panggil Edrea sembari mengelus lengan Leon saat ia tak kunjung mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi.


"Kakak gue bukan seperti gue, Edne. Kalau gue mempunyai tipe yang suka memberontak kalau dia memiliki tipe sedikit penurut dengan orangtua kita. Hingga kenapa bisa Callie ada di dunia ini, karena saat dia waktu memasuki sebuah universitas, dia mulai menyukai seorang perempuan yang merupakan ibu kandung dari Callie. Awalnya hubungan mereka berjalan lancar tanpa sepengetahuan kedua orangtua kita hingga hubungan mereka mulai rumit, bahkan lebih rumit dari hubungan kita dulu. Saat Kakak gue sudah mulai ingin serius dengan perempuan itu, keluarga kita menentang keras hubungan itu dan mereka juga memisahkan keduanya. Dan mungkin saat itu Kakak gue masih ingin mempertahankan hubungan mereka, akhirnya Kakak gue kabur saat itu hingga beberapa bulan. Dan dia pulang dengan membawa kabar kalau dia telah menikahi kekasihnya tadi tanpa restu dari keluarga kita. Kepulangannya itu juga hanya untuk meminta restu kepada keluarga kita. Tapi apa yang lo tau, mereka sama sekali tak memberikan restu sama sekali bahkan dia di suruh untuk menceraikan istrinya. Kakak gue gak mau melepaskan perempuan itu terlebih perempuan itu juga tengah mengandung Callie. Dan disitulah keluarga kita sangat murka," ujar Leon dengan menghela nafas sesaat sebelum dirinya melanjutkan ceritanya tadi.


"Dan lo tau, kemurkaan orangtua kita berdampak dengan hubungan mereka. Kakak gue saat itu juga di sekap di ruang bawah tanah sedangkan istrinya langsung di kucilkan di suatu daerah terpencil tanpa sepengetahuan Kakak gue. Ancaman demi ancaman juga tak luput mereka tujukan ke Kakak gue. Bahkan mereka juga menyiksa istri Kakak gue. Hingga berbulan-bulan akhirnya siksaan itu terhenti saat Kakak gue menuruti apa yang di perintahkan oleh kedua orangtua kita, untuk meninggalkan perempuan itu walaupun dengan terpaksa, karena dia juga tak tega melihat perempuan kesayangannya itu selalu di sakiti oleh keluarga kita. Dan saat itu juga keluarga gue taunya jika istri Kakak gue itu udah keguguran. Tapi nyatanya tidak sama sekali, istri Kakak gue sangat pintar menyembunyikan perutnya dan sangat pintar melindungi Callie saat siksaan yang terus ia terima," ujar Leon sembari menatap wajah Edrea yang tengah serius mendengarkan ceritanya itu.

__ADS_1


"Huft dan gue sebagai adiknya yang melihat Kakak gue menderita, gue gak bisa diam gitu aja. Hingga saat gue pulang dari sekolah gue selalu menyempatkan diri gue buat mencari keberadaan Kakak ipar gue. Hingga akhirnya gue bisa menemukan dia tepat saat dia ingin melahirkan Callie. Gue yang waktu itu gugup dan gak tau harus berbuat apa akhirnya gue memutuskan untuk mencari bantuan ke kedua orangtua lo," sambung Leon.


"Lo minta bantuan Mommy dan Daddy?" tanya Edrea yang diangguki oleh Leon.


"Karena saat itu hanya nama dan bayangan kedua orangtua lo yang ada di otak gue. Tapi sayangnya sebelum mereka berdua sampai di tempat Kakak ipar gue di sembunyikan, Kakak ipar gue sudah tidak tahan lagi, akhirnya dengan sebisa gue, gue bantu dia buat melahirkan. Jadi saat kedua orangtua lo sampai di lokasi, Callie udah lahir. Tapi sayangnya, Kakak ipar gue saat di perjalanan ke rumah sakit, dia menghembuskan nafas terakhirnya karena mengalami pendarahan hebat. Dan sebelum dia meninggal, dia menitipkan Callie ke gue karena hanya gue yang dia percaya saat itu. Dan dia juga berpesan untuk tidak memberitahukan keberadaan Callie ke Kakak gue. Alhasil gue tanpa pikir panjang dan gak peduli di masa depan akan seperti apa, gue mensetujui pesan itu. Dan mulai saat itu juga, Mommy dan Daddy berbaik hati ingin membantu merawat Callie dan menampung Callie di rumah kalian," ujar Leon.


"Tapi kenapa dia bisa menjadi anak angkat kita. Harusnya kan anak angkat lo aja atau kalau gak anak angkat Mommy sama Daddy?" ucap Edrea.


Leon yang tak bisa menahan kegemasannya itu pun kini ia menyapit hidung Edrea.


"Karena lo sendiri yang bilang kalau mau ngangkat Callie sebagai anak lo. Bahkan kita semua saat itu menolak, lo tetap kekeuh untuk mendapatkan gelar ibu angkat untuk Callie," ujar Leon.


"Ishhh sakit El," keluh Edrea sembari melepaskan tangan Leon dari hidungnya.


"Maaf-maaf gue sengaja. Lagian lo dari tadi gemesin mulu sih," ujar Leon.


"Udah dari dulu gue gemesin. Oh ya, kalau begitu ceritanya berarti Callie sama sekali tidak tau orangtua kandungnya dong?" tanya Edrea masih penasaran.

__ADS_1


Leon kini menggelengkan kepalanya.


"Dia tidak tau sama sekali. Dia taunya kita berdua adalah orangtuanya," ucap Leon.


__ADS_2