
Setelah membantu Erland masuk kedalam mobil, Kayla tanpa izin memasangkan seat belt ketubuh Erland yang membuat sang empu tak bisa berkutik dan hanya terdiam ditempat.
"Selesai," ucap Kayla setelah menjauhkan tubuhnya dari Erland. Erland yang mendengar ucapan dari Kayla tadi langsung mengerjabkan matanya.
Setelah itu Kayla melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. Ia membelalakkan matanya karena kurang dari 10 menit lagi bel masuk sekolah bunyi.
"Kenapa?" tanya Erland kepo.
Kini Kayla mengalihkan pandangannya kearah Erland.
"Itu, bel masuk kurang 10 menit lagi. Lo bisa nyetir mobil sendiri kan, Er? Kalau bisa hati-hati, gue duluan," tutur Kayla dan saat dirinya sudah siap untuk berlari, lengannya lebih dulu ditahan oleh Erland.
Mau tak mau Kayla harus menghentikan rencana larinya tadi dan kembali berbalik, melihat kearah Erland.
"Perut gue masih sakit," ucap Erland.
Kayla mengerutkan keningnya tak paham. Erland berdecak, setelah itu ia membuka seat beltnya dan keluar dari mobil tersebut.
"Masuk!" perintah Erland.
"Hah?" tanya Kayla seperti orang bodoh.
Erland pun tanpa permisi lagi langsung mendorong tubuh Kayla pelan supaya masuk kedalam mobil tersebut dan setelah Kayla duduk di kursi kemudi, Erland melakukan hal yang sama seperti Kayla tadi yaitu memasangkan seat belt ke tubuh Kayla yang membuat Kayla membeku ditempat. Parfum memabukkan milik Erland kembali tercium oleh indra penciumannya.
"Lo bisa nyetir kan?" tanya Erland tanpa menjauhkan tubuhnya. Tak lupa wajahnya begitu dekat dengan wajah cantik Kayla. Kayla masih saja terpaku walaupun ia berusaha untuk menjauhkan wajahnya namun kepalanya sudah mentok dikursi mobil itu.
"Hoy, Lo denger gak?" tanya Erland.
"Hah? denger apa?" Erland kini menjauhkan tubuhnya dari Kayla yang membuat Kayla kini bisa menghirup udara segar dan bernafas lega.
"Lo bisa nyetir kan?" ulang Erland. Kayla pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Erland.
"Bagus. Lo yang bakal nyetir ini mobil sampai sekolah," tutur Erland setelah itu ia menutup pintu mobil disamping Kayla dengan cukup keras. Setelah itu ia berjalan menuju kursi yang berada disebelah Kayla.
__ADS_1
"Jalan!" perintah Erland saat dirinya sudah duduk manis di dalam mobil tersebut.
"Tapi Er."
"Tapi apa hah?"
Kayla menelan salivanya dengan susah payah saat tatapan tajam milik Erland menatap dirinya. Sebenarnya ia tak masalah menjadi sopir dadakan Erland, toh sesederhana dirinya yang sekarang dulu ia juga pernah berlatih menyetir saat kedua orangtua angkatnya masih ada, tapi yang jadi masalah kalau nanti para fans Erland akan menyerang dirinya saat mengetahui dirinya satu mobil dengan pujaan para kaum hawa itu.
Erland berdecak saat mobilnya tak kunjung dijalankan oleh Kayla.
"Lo mau telat?" tanya Erland dan dijawab gelengan kepala oleh Kayla.
"Kalau gak mau ya udah jalan sekarang!" perintah Erland dengan garangnya. Kini perlahan Kayla menjalankan mobil tersebut dengan bekal bismillah dan berdoa supaya tak ada yang melihat dirinya keluar dari mobil Erland nanti.
Tak butuh waktu lama, mobil yang mereka berdua tumpangi memasuki area sekolah. Walaupun bel masuk 5 menit lagi berbunyi tapi masih banyak para siswa yang berkeliaran di luar kelas.
Setelah memarkir mobil Erland, Kayla menatap situasi sekelilingnya dengan membuka kaca mobil sedikit.
Erland yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya.
"Stttt jangan keras-keras Er," tutur Kayla khawatir. Dan saat matanya tak sengaja menatap seseorang yang melewati mobil tersebut, Kayla memelototkan matanya dan segera menyembunyikan wajahnya.
"Kenapa sih lo?" tabah Erland lagi yang merasa heran dengan Kayla.
"Stttt diem dulu Er," ucap Kayla lirih.
"Apaan sih lo. Bikin orang bingung aja. Ada apa?" Kayla tak menjawab ucapan dari Erland tadi, matanya masih mengikuti arah jalannya orang yang tadi melewati mobil Erland dan saat dirinya merasa aman, ia kembali menegakan tubuhnya.
"Er, Erland," panggil Kayla.
"Apaan?"
"Lo keluar duluan gih!" perintah Kayla.
__ADS_1
"Lo nyuruh gue?"
"Eh enggak kok. Cuma gini ya, tar kalau kita keluar bareng, semua orang akan berasumsi bahwa kita itu ada apa-apa. Paham lah ya apa yang gue maksud ada apa-apa itu. Nah gue juga gak mau jadi bahan cemoohan para fans lo itu. Gue trauma beneran deh," tutur Kayla yang akhirnya bicara jujur akan kekhawatirannya.
"Trauma?" tanya Erland.
"Iya, gue takut disorakin banyak orang dan di bully habis-habisan," jawab Kayla.
Erland semakin mengerutkan keningnya.
"Lo gak lawan?"
"Ya gak lah. Mau lawan gimana kalau fans lo banyak banget yang ada gue udah kalah duluan sebelum berperang," ucap Kayla sembari mengerucutkan bibirnya. Menyebalkan memang kalau mengingat hal itu saat dirinya tak sengaja menabrak Erland dulu dan untungnya pada saat itu pula Azlan menolongnya.
"Bodoh," tutur Erland sembari keluar dari mobilnya. Dan bukannya langsung pergi, Erland malah membukakan pintu untuk Kayla.
"Keluar!" perintah Erland.
"Gue bakal keluar kok tapi kalau lo udah menjauh dari sini," ucap Kayla dengan tatapan mata yang sangat aktif memperhatikan kanan kirinya.
Erland yang merasa geram pun langsung menarik tangan Kayla hingga keluar dari mobil tersebut. Setelah itu ia segera membawa Kayla meninggalkan area parkiran tersebut dengan lengan Kayla yang masih ia genggam.
"Er, lepasin ih banyak yang lihat kan jadinya," ucap Kayla lirih dengan wajah yang menunduk.
"Lo takut sama mereka?" Kayla terdiam karena apa yang di ucapkan Erland itu benar, ia takut dengan para fans Erland itu.
"Ck, kalau lo takut sama mereka, mereka nantinya akan semakin ngelunjak dan akan terus menjadikan lo sebagai bahan mainan mereka. Lo dan mereka tuh sama, lo juga berhak melindungi diri lo dari mereka. Lawan setiap ucapan yang nyakitin hati lo, lawan setiap yang mereka perbuat ke lo, jangan jadi wanita yang lemah," geram Erland.
Kayla kini menengadahkan kepalanya, menatap wajah Erland tanpa berkedip. Ia tak percaya bahwa orang yang kondang dengan sifat cuek, dingin dan irit bicara kini dengan secara gamblang memberikan petuah untuknya dengan ucapan yang lumayan panjang walaupun ekspresi wajah masih sama, bak kanebo kering.
"Lo denger kan apa yang gue katakan tadi?" tutur Erland sembari melambaikan tangannya ke depan wajah Kayla.
"Eh ah iya-iya gue denger kok. Thanks," ucap Kayla dan hanya di jawab deheman oleh Erland.
__ADS_1
"Masuk sana gih. Kelas lo sama kan dengan kelas Azlan?" Kayla menganggukkan kepalanya.
"Ya udah gue masuk dulu ya," pamit Kayla. Setelah itu ia bergegas berjalan menuju kelasnya yang hanya berjarak beberapa meter saja dari tempatnya dan Erland tadi berhenti. Begitu juga dengan Erland yang langsung pergi kearah kelasnya karena pada saat itu juga bel masuk berbunyi yang menandakan jam pertama akan segera dimulai.