
Edrea terus berlari hingga ia berada di depan gerbang masuk rumahnya.
"Pak! Bukain pintunya!" teriak Edrea dengan sekuat tenaga dan tak perlu menunggu lama, gerbang rumah tersebut kini terbuka dan tanpa mengucapkan sepatah katapun ia berlari masuk kedalam rumah. Dan hal itu justru membuat beberapa pekerjaan di rumah tersebut bertanya-tanya dalam pikiran mereka. Nona muda mereka baru darimana? Kenapa pulang-pulang seperti orang yang baru selesai menangis?
Dan satu lagi yang membuat mereka berpikir keras, sejak kapan nona mudahnya itu tak berada dirumah? perasaan gerbang itu tidak pernah dilewati nona muda mereka itu? Haish sudahlah, daripada mereka pusing memecahkan teka-teki tentang Nona muda mereka, mending mereka melanjutkan pekerjaannya mereka lagi.
Sedangkan Edrea, ia kini mengunci pintu kamarnya. Dan setelahnya ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya dengan perasaan dongkol.
"Arkkhhhhhhh kenapa gue pakai acara nangis segala sih," geram Edrea pada dirinya sendiri.
"Tapi dia juga ngeselin banget. Mau tau namanya aja susahnya minta ampun apalagi lihat wajahnya. Mungkin sampai gue pindah planet sekalipun dia gak akan pernah nunjukin mukanya," sambung Edrea.
"Arkhhhh nyebelin nyebelin nyebelin!" ucap Edrea sembari memukul-mukul ranjangnya.
Dan saat dirinya masih melampiaskan emosinya, tiba-tiba saja ponselnya berdering bertanda ada panggilan masuk.
Dengan malas Edrea merogoh ponselnya yang berada di tas kecil pemberian dari Mr. Misterius tadi lalu setelahnya tanpa melihat nama pemanggil, Edrea langsung menggeser ikon telepon berwarna hijau dan menempelkan ponselnya tadi di telinganya.
"Halo," ucap Edrea dengan suara lemas.
📞 : "Halo, benarkah ini nomornya Edrea?" tanya seseorang dari sebrang telepon tersebut.
"Iya, ini dengan siapa ya?" tanya Edrea.
📞 : "Lo gak nyimpan nomor gue?" tanya orang tersebut yang membuat Edrea mengerutkan keningnya dan setelah itu ia mengecek nama penelepon tadi.
"Hehehe maaf gue tadi gak lihat dulu siapa yang telpon gue," ucap Edrea.
"Ada apa telepon gue, El?" tanya Edrea sembari mendudukkan tubuhnya.
__ADS_1
📞 : "Gue cuma mau tanya, lo udah sampai rumah kan?" tanya Leon.
"Udah, beberapa menit yang lalu. Emangnya ada apa sih?" tanya Edrea kepo.
📞 : "Gak. Gak ada apa-apa. Gue cuma mastiin doang karena gue tadi lihat ada kecelakaan mobil di sekitar perumahan rumah lo dan mobilnya mirip sama mobil yang lo pakai tadi. Gue pikir yang kecelakaan itu lo tadi. Makanya gue langsung telepon lo sekarang. Tapi syukurlah kalau itu bukan Lo dan mungkin mobil itu hanya mirip doang," ucap Leon yang justru membuat tubuh Edrea kini menegang dengan pikiran yang sudah kemana-mana.
📞 : "Rea, halo," panggil Leon saat tak ada respon dari Edrea.
"Ah iya kenapa El?" tanya Edrea.
📞 : "Lo lagi gak kenapa-napa kan? Kok perasaan dari awal gue telepon, lo lagi gak konsen gitu."
"Ah gak kok gue gak kenapa-napa. Mungkin itu perasaan lo aja kali. Oh ya El, gue tutup dulu ya teleponnya. Gue mau mandi dulu, lengket banget badan gue soalnya. Dan thanks udah perhatian sama gue. Gak seperti biasanya yang cuek bebek," ujar Edrea.
📞 : "Gue gak perhatian padahal. Tapi kalau lo menganggap ucapan gue tadi berupa perhatian ya syukur," ucap Leon yang membuat Edrea mencebikkan bibirnya.
"Hmmmm. Terserah lo lah. Udah dulu ya, bye El," ujar Edrea.
Dan bukannya ia langsung melakukan apa yang ia katakan kepada Leon tadi, ia kini justru tengah sibuk mencari nomor seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah nomor Mr. Misterius. Dan setelah menemukan nomor tersebut, Edrea langsung menghubungi sang empu.
Edrea tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Dia sekarang benar-benar tengah memikirkan tentang kondisi Mr. Misterius yang kemungkinan adalah orang yang mengalami kecelakaan seperti yang di ceritakan oleh Leon tadi. Tapi sayangnya, panggilan teleponnya tak kunjung dijawab oleh orang tersebut. Hingga Edrea terus mengulanginya berkali-kali.
"Ayolah," ucap Edrea sembari mengigit kukunya.
"Arkhhhh kenapa gak diangkat lagi sih. Menyebalkan!" geram Edrea saat lagi-lagi teleponnya itu hanya diabaikan begitu saja oleh Mr. Misterius.
Dan karena sebal Edrea kini mengirimkan sebuah pesan untuk Mr. Misterius.
📨 : To Mr. Misterius
__ADS_1
Angkat gak? kalau gak, gue bunuh lo!
5 menit, 10 menit hingga hampir setengah jam Edrea menunggu balasan pesan itu tapi nyatanya tak mendapat respon dari sang empu. Dan hal itu justru membuat Edrea benar-benar dilanda kekhawatiran.
"Ini kenapa gak ada balasan sih. Gak tau apa dia, kalau gue sekarang lagi panik. Dan kenapa gue tadi gak tanya kondisi orang yang ada didalam mobil itu gimana sama Leon sih. Stupid stupid stupid stupid," tutur Edrea sembari memukul pelan kepalanya.
"Apa gue ke lokasi kejadian aja ya. Tapi kan gue gak tau dimana lokasinya. Arkhhhh bodoamat lah, berangkat aja sekarang daripada nanti jadi pikiran terus," sambung Edrea. Dan dengan segera ia bangkit dari duduknya sembari menyambar tasnya tadi tak lupa ia juga menyambar dompet pribadinya. Kemudian dengan berlari kecil ia keluar dari kamarnya.
Dan tingkahnya itu lagi-lagi memancing perhatian orang-orang disekitarnya.
Bahkan Mommy Della dan Daddy Aiden yang baru memasuki rumah tersebut pun juga dibuat kebingungan dengan tingkah Edrea itu yang sepertinya tengah tergesa-gesa. Bahkan sampai kedua orangtuanya hanya ia lewati begitu saja tanpa say hello terlebih dahulu atau setidaknya berpamitan.
"Dia kenapa? Mau kemana?" tanya Daddy Aiden.
"Mana aku tau sayang, kan dari tadi aku sama kamu. Mungkin tuh anak mau kabur dari rumah ini gara-gara kita kurung seharian dirumah," jawab Mommy Della.
"Hmmm mungkin juga. Ya udah kamu istirahat dulu, aku mau nyamperin Surya dulu buat ngikutin Rea," ucap Daddy Aiden sembari mengusap kepala Mommy Della.
Mommy Della pun menganggukkan kepalanya sebagai respon dari perkataan suaminya tadi.
Dan saat keduanya baru melangkah kaki mereka beberapa langkah saja, Edrea kini telah masuk kembali kedalam rumah tersebut dengan nafas ngos-ngosan.
Daddy Aiden dan Mommy Della kini saling pandang lalu setelahnya mereka menghampiri Edrea yang sudah tepar di sofa ruang tamu.
"Kamu tadi kenapa lari-larian begitu hmm?" tanya Mommy Della saat dirinya sudah mendudukkan tubuhnya disamping sang anak.
Edrea yang tadinya memejamkan matanya kini mata itu kembali terbuka. Lalu tanpa sepatah katapun, Edrea kini memeluk tubuh sang Mommy dengan erat.
"Ada apa sih Rea? Aneh banget kamu tuh hari ini. Udah lari-larian gak jelas kayak orang buru-buru buat keluar ruangan eh malah sekarang balik lagi ke dalam rumah. Ada apa sebenarnya? cerita aja sama Mommy," ucap Mommy Della yang hanya mendapatkan gelengan kepala oleh Edrea.
__ADS_1
"Rea cuma lagi sebel aja Mom. Gak lebih dari itu. Dan biarin Rea peluk Mommy sampai rasa sebal Rea hilang," tutur Edrea.
"Dan buat Daddy. Jangan protes dulu please. Anak Daddy sekarang lagi butuh perhatian soalnya," sambung Edrea yang sepertinya sudah bisa menebak isi pikiran sang Daddy. Sedangkan Daddy Aiden kini hanya bisa mencebikkan bibirnya karena Edrea tak mengizinkan dirinya mengajukan protesannya.