The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 255


__ADS_3

Semua tatapan mata seluruh warga sekolah tersebut kini beralih ke arah Kayla kembali. Dan tanpa berpikir panjang, mereka berbondong-bondong melempari Kayla dengan kertas yang terkepal-kepal dan juga sisa telur yang mereka miliki.


Sedangkan Edrea yang melihat lemparan itu pun ia segera minggir dan bergabung dengan kedua saudara kembarnya itu.


"Benar-benar ya lo, sudah berbuat aib malah mengalihkan semua kesalahan lo ke Edrea. Dasar wanita licik!" geram salah satu siswi disana.


"Mau ngelak dan fitnah siapa lagi lo? Padahal semua video dan foto ini sudah terlihat jelas jika wajah perempuan itu adalah wajah lo, wanita murahan!" teriak siswi lainnya.


"Bahkan gue tadi juga sempat mengirim foto dan video yang tersebar ke web sekolah ke salah satu kenalan gue yang benar-benar jago dalam bidang pengeditan, dan kata dia jika semua yang kita lihat di web itu asli tanpa editan sama sekali. Sedangkan foto yang di tunjukkan wanita sialan ini yang justru editan. Edrea benar-benar di fitnah, dan jika Edrea mau menuntut ini orang, gue yakin dengan proses yang cepat, wanita murahan ini akan menjadi tahanan dengan tuduhan pencemaran nama baik," timpal salah satu siswa yang diam-diam membuktikan semua yang ia lihat itu ke pakar ahli dalam bidang tersebut.


"Wah benar-benar ada yang tidak beres dengan wanita ini. Kita harus membujuk kepala sekolah untuk mengeluarkan dia. Enak saja dia yang melakukan kesalahan, kita yang akan mendapat imbasnya nanti saat pihak sekolah tidak mengeluarkan dia dari sini," ucap siswi tadi.


"Setuju. Dia harus keluar!" timpal Zea yang baru terlihat batang hidungnya. Dia juga benar-benar sangat muak dengan apa yang dilakukan oleh Kayla tadi. Bahkan ia kini menyesal karena dulu sempat berteman dan selalu membela Kayla mati-matian.


Dan hal tersebut langsung disambut dengan teriakan semua orang yang menyerukan kata keluar yang ditujukan untuk Kayla.


Sedangkan Kayla yang sedari tadi berusaha untuk mempertahankan kesadarannya karena setelah ia menerima bogeman dan tamparan berkali-kali dari Edrea tadi ditambah dengan lemparan telur yang tak sedikit mengenai kepalanya, hal tersebut kini membuat kepalanya sekarang sangat pusing. Tapi saat dirinya tadi mendengar suara dari Zea, dengan susah payah ia mendudukkan tubuhnya. Lalu setelahnya ia kini menatap kearah Zea yang juga tengah menatapnya dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Lo!" geram Kayla.


"Apa? Kenapa? Lo mau marah sama gue? Marah saja tidak ada yang melarang. Tapi sebelum itu terjadi, gue yang akan marah duluan daripada lo," ujar Zea dengan menujuk kearah Kayla.


"Gue benar-benar menyesal sudah pernah menganggap lo sebagai sahabat dekat gue. Bahkan gue sudah menganggap lo sebagai saudara kandung gue sendiri. Tapi setelah gue lihat kelakuan lo yang benar-benar minus ini, gue gak akan sudi lagi menganggap lo sebagai sahabat apalagi saudara gue. Lo gak pantes mendapatkan itu semua!" geram Zea.


Kayla yang mendengar itu semua pun ia masih bisa memperlihatkan senyum miringnya.


"Cih, siapa juga yang sudi mempunyai sahabat dan saudara seperti lo yang tidak tau terimakasih sedikitpun. Sudah numpang di rumah gue berbulan-bulan, hanya bisanya habisin uang gue tanpa mau bekerja untuk biaya hidupnya sendiri dan setelah puas menguras uang yang gue punya dia kabur begitu saja tanpa pamit dan mengucapakan terimakasih sedikitpun," ucap Kayla dengan lantang agar semua orang disana tau jika Kayla yang sekarang bukan lah Kayla yang penuh dengan kemewahan di hidupnya seperti dahulu.


"Pembohong yang sangat handal," ucap Erland yang kini menghentikan tepuk tangannya tadi.


"Bukankah lo sendiri yang menawari Zea untuk tinggal di rumah lo. Bahkan saat Zea berniat untuk menyewa kamar kos, lo juga yang mencegahnya. Zea selama ini juga kerja sendiri. Dan apa perlu gue ingatkan lagi, jika kebutuhan kalian berdua gue dan bang Azlan yang ngatur bukan lo. Kalaupun Kayla tidak bekerja, dia tidak akan pernah minta uang sepeserpun ke lo. Karena apa? Karena Abang gue yang biayai hidup dia selama tinggal di rumah lo. Dan bukan Zea yang menguras uang lo, tapi lo sendiri yang menghamburkan uang itu untuk kesenangan diri lo sendiri!" ucap Erland.


"Dan perlu gue tambahkan lagi, jika Zea pergi dari rumah lo bukan semata keluar begitu saja tapi dia menulis sebuah surat buat lo dan memberikan uang yang lumayan banyak sebagai ganti uang sewa di rumah lo. Jadi gue tanya sama lo, di bagian mana dia nyusahin Lo? Dimana dia menguras uang hasil kerja lo? Dan dimana Zea tidak pernah mengucapakan terimakasih atas bantuan lo itu hah? Apa lo juga bisa membuktikan jika perkataan lo itu benar?" Kayla tampak mengatupkan bibirnya tanpa bisa menjawab ucapan dari Azlan tadi.


"Kenapa diam? Lo gak bisa buktiin semua ucapan Lo itu kan? Kalau tidak bisa makanya diam saja jangan asal bicara. Walaupun lo masih mengelak dengan memberikan barang bukti yang palsu, gue gak akan segan-segan buat masukin Lo ke dalam penjara karena gue mempunyai bukti yang kuat tentang apa yang lo ucapkan jadi," sambung Azlan dengan tangan yang sudah melingkar di pinggang kekasihnya.

__ADS_1


Dan saat Kayla ingin menimpali ucapan dari kedua saudara kembar Edrea pun tiba-tiba saja terdengar derap kaki beberapa orang tengah mendekati kerumunan tadi.


"Ada apa ini?" teriak salah satu laki-laki yang merupakan kepala sekolah di sekolahan tersebut sembari berusaha untuk menelusup masuk kedalam kerumunan tadi diikuti para guru lainnya.


Dan setelah mereka berhasil, tatapan para guru juga kepala sekolah tersebut langsung tertuju kearah Kayla yang sekarang malah berpura-pura menangis.


"Astaga Kayla," ucap salah satu guru disekolah tersebut sembari melangkahkan kakinya menuju kearah Kayla.


"Hiks, tolong ssya pak. Saya tadi dibully sama mereka. Hiks," ujar Kayla yang terus saja berusaha untuk mendapatkan simpati ke semua orang disekitar ditanya


"Kita ngebully lo juga dengan alasan yang kuat. Dan mana mungkin kita bully lo saat lo tidak membuat masalah sebesar masalah saat ini!" ucap salah satu siswi disana.


"Iya benar apa yang dikatakan Sisil tadi. Kita ngebully lo karena kita sudah muak dan geram atas kelakuan lo itu. Dan kita harap bapak, ibu guru memberikan hukuman yang sangat berat ke dia. Kalau perlu, keluarkan saja wanita ini dari sekolah ini," tutur Siswa disana yang lagi-lagi memancing semua orang disana langsung bergemuruh.


"Hentikan!" teriak kepala sekolah yang merasa pusing dengan aksi anak murid disekolahan tersebut.


"Kalian semua sekarang bubar dan kembali ke kelas masing-masing. Tuntut ilmu yang benar. Dan untuk masalah ini biar kita para guru yang menyelesaikannya," tutur kepala sekolah tersebut. Yang membuat semua murid langsung bergerak menuju kearah kelas mereka masing-masing diakhiri. Meninggalkan Kayla yang masih sibuk memperlihatkan dramanya.

__ADS_1


__ADS_2