The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 263


__ADS_3

Leon terus berjalan memasuki rumah mewah tersebut.


"Assalamualaikum Mom," teriak Leon yang berhasil membuat Mommy Della mendekat kearah sumber suara.


"Waalaikumsalam. Lho El, kok udah pulang?" tanya Mommy Della terheran-heran.


"Mom, Rea sekarang dirumah kan?" tanya Leon tanpa memperdulikan pertanyaan dari Mommy Della sebelumnya.


"Iya dia ada dirumah. Tadi saat dia diperjalanan mau kesekolah di nabrak pembatas jalan. Untungnya hanya mobilnya saja yang penyok bukan orangnya," tutur Mommy Della yang berhasil membuat Leon panik seketika.


"Astaga, terus dimana dia sekarang?" tanya Leon.


"Lagi dikamarnya," jawab Mommy Della yang langsung membuat Leon kini berlari menuju ke kamar Edrea meninggalkan Mommy Della yang tengah menatap kepergiannya dengan gelengan di kepalanya.


"Dasar anak jaman sekarang, bucin akut. Sampai pelajaran di sekolah saja rela mereka tinggalkan demi pujaan hatinya. Ck Ck Ck," ujar Mommy Della diakhir dengan decak heran.


Sedangkan disisi lain, Leon kini sudah berada di depan kamar Edrea. Dan tanpa mengetuk pintu kamar tersebut, ia langsung membukanya yang untungnya pintu itu sama sekali tak terkunci.


Dan saat dirinya sudah masuk kedalam kamar yang penuh dengan warna merah muda itu pun matanya terus tertuju kearah ranjang di kamar tersebut. Karena disana ia melihat ada tubuh seseorang yang terbalut selimut dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Dan sudah di pastikan orang yang ada di balik selimut itu adalah Edrea.


Dan saat Leon sudah berada di samping ranjang Edrea, ia mendengar suara isak tangis orang yang berada di dalam selimut tersebut.


"Edne," panggil Leon dengan lembut sembari ia mendudukkan tubuhnya diatas ranjang dengan tangannya yang terulur untuk mengelus kepala Edrea, lebih tepatnya hanya mengelus selimut saja.


Dan panggilannya tadi sama sekali tak mendapat jawaban dari Edrea.


"Edne, buka selimutnya," ujar Leon yang lagi-lagi hanya diabaikan oleh Edrea. Hingga hal tersebut membuat Leon gemas sendiri dan alhasil ia kini bergerak untuk membuka selimut tersebut secara paksa.

__ADS_1


Dan setelah selimut itu menjauh dari tubuh Edrea yang tengah meringkuk dengan wajah yang memerah itu pun membuat Leon tak tega bahkan dirinya sekarang menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang Edrea alami tadi.


Dan saat tangannya ingin mendekat ke pipi Edrea, tangan Edrea lebih dulu menampik tangan tersebut.


"Keluar!" ucap Edrea dengan suara yang bergetar.


"Ed---"


"Keluar dari kamar gue sekarang!" teriak Edrea.


"Oke gue akan keluar kalau gue udah lihat wajah lo sekarang. Dan kalau lo belum memperlihatkan wajah lo ke gue, mau lo ngusir gue pakai 100 bodyguard, atau sampai lo bunuh gue, gue akan tetap disini," ujar Leon yang kini membuat Edrea terdiam, tak mengusirnya lagi.


Dan setelah kondisi di ruangan tersebut mulai tenang, Leon kini angkat suara kembali.


"Gue dengar dari Mommy kalau lo tadi kecelakaan. Apa lo sekarang baik-baik saja? Ada yang luka gak? Kalau ada kita kerumah sakit sekarang ya," ucap Leon dengan suara lembutnya. Tapi semua pertanyaannya tadi sama sekali tak membuat Edrea membuka bibirnya. Dan hal tersebut membuat Leon kini menghela nafas panjang.


"Sakit Re, rasanya. Tapi setelah gue pikir-pikir mungkin dia ngelakuin hal itu karena ada alasan tertentu. Alasan yang belum gue tanyakan kepada dia, dan justru dengan cepat gue malah bersikap acuh tak acuh seperti tadi," sambung Leon.


"Dan gue minta maaf karena secara tidak langsung penyebab dari kecelakaan lo tadi adalah gue," ujar Leon dengan kepala yang tertunduk.


Edrea yang sedari tadi menyimak ucapan dari Leon tadi pun, ia baru sadar jika alasan Leon bersikap dingin seperti tadi pagi karena seseorang yang tengah melukai hatinya dan ia juga baru sadar jika orang yang dimaksud oleh Leon adalah dirinya.


Edrea yang tadinya memiringkan tubuhnya, membelakangi Leon, kini ia mengubah posisi tubuhnya menghadap kearah Leon.


"Hiks sakit El," ucap Edrea yang membuat Leon dengan seketika menegakkan kepalanya dan kini ia menatap wajah sembab Edrea.


"Mana yang sakit hmmm? Kita kerumah sakit saja ya, biar seluruh tubuh lo diperiksa disana. Gue takut walaupun lo gak punya luka luar, takutnya ada luka dalam," ujar Leon yang mulai panik.

__ADS_1


"Gak. Gak perlu kerumah sakit," ucap Edrea.


"Kok gak perlu? Ini semua demi kebaikan lo, Edne. Udah yuk jangan nolak lagi. Mau berdiri sendiri apa gue gendong?" tanya Leon yang langsung mendapat gelengan dari Edrea.


"Gue gak mau dua-duanya. Gue maunya lo peluk gue sekarang juga," ucap Edrea yang membuat Leon tertegun di tempatnya.


"Edne jangan bercanda. Buruan berdiri, kita kerumah sakit sekarang," ujar Leon.


"Gak mau El. Gue maunya lo meluk gue sekarang, titik gak pakai koma dan bantahan dari lo lagi," tutur Edrea.


Leon yang masih ragu dengan ucapan dari Edrea tadi pun ia sama sekali tak bergerak dari tempatnya. Dan hal tersebut membuat Edrea kini berdecak sebal.


"Ya sudah lah kalau gak mau peluk. Gue meluk guling aja. Dan nanti malam baru cari laki-laki lain yang mau meluk gue," ucap Edrea dengan merubah posisinya lagi menjadi membelakangi Leon seperti tadi.


Sedangkan Leon yang mendengar kalimat terakhir yang Edrea ucapkan tadi pun dengan cepat ia kini merebahkan tubuhnya disamping tubuh Edrea lalu tangannya kini bergerak untuk memeluk tubuh Edrea dari belakang.


Edrea yang merasakan pelukan hangat dari Leon pun dengan segera ia memutar tubuhnya hingga mereka berdua kini saling berhadapan.


Dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun Edrea kini membalas pelukan dari Leon tadi bahkan wajahnya kini ia sembunyikan di leher Leon.


Leon yang merasakan hembusan nafas Edrea yang menerpa lehernya itu, sebisa mungkin ia menahan imannya agar ia tak khilaf saat ini juga. Dan ia mengalihkan apa yang ia rasakan tadi dengan menggigit bibir bawahnya, tak peduli jika bibir itu sudah berdarah sekarang. Karena jika dia tak mengalihkan perasaannya tadi dan terus menjaga kewarasannya saat ini. Ia pastikan jika Edrea sekarang sudah menjadi mangsanya. Tapi syukurnya ia tak ada niatan untuk melakukan hal semacam itu sebelum ada ikatan resmi diantara dirinya dan Edrea. Karena jika ia melakukan hal tersebut sekarang, ia yakin Edrea akan marah dengannya dan tidak mau bertemu dengannya lagi. Belum lagi dengan kedua orangtua Edrea yang pasti akan menjauhkan Edrea dari dirinya kembali, dan sudah dipastikan wajah tampannya itu akan di jadikan sasaran empuk dari ketiga pawang Edrea yang tak punya perasaan jika sudah mengamuk, ditambah ketua singa yang sudah bisa di pastikan jika nyawanya akan langsung menghilang di tangan Daddy Aiden. Dan hanya membayangkannya saja, Leon sudah bergidik ngeri apalagi sampai ia mengalaminya. Huh, jangan sampai, karena ia masih mau hidup dan menata masa depannya yang masih berantakan itu.


...****************...


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE dan KASIH HADIAH!!!


...~Selamat berbuka puasa~...

__ADS_1


__ADS_2