
Seperti yang dikatakan Mommy Della tadi, sepasang calon pengantin itu ia kumpulkan di ruang tamu setelah satu keluarga tadi melakukan makan malam. Dan di ruangan itu kini hanya ada 4 orang saja Mommy Della, Daddy Aiden, Edrea dan Leon yang sengaja duduk berpisah dengan mulut yang masih terkunci rapat. Sedangkan yang lainnya, memilih untuk tidak mengganggu urusan ke empat orang tersebut, walaupun sebenarnya orang yang tidak tau permasalahan sepasang calon pengantin itu kepo maksimal. Tapi apalah daya Mommy Della dan Daddy Aiden tak mengizinkan mereka menguping pembicaraan yang akan mereka berempat diskusikan.
Mommy Della menghela nafas saat melihat dua anak manusia yang saling melengos satu sama lain. Sangat kentara kalau mereka sekarang tengah bertengkar.
"Dad, mulai," ucap Mommy Della dengan menyikut perut Daddy Aiden. Pasalnya laki-laki tua yang sangat-sangat bucin yang sayangnya adalah suaminya sendiri itu bukannya langsung membuka suaranya, justru ia sekarang tengah memeluk erat tubuh Mommy Della dan itu sangat-sangat menyebalkan.
Daddy Aiden yang sebenarnya masih ingin bermanja-manja dengan Mommy Della pun ia berdecak sebal dan mau tau mau ia sekarang mulai angkat suara dengan pelukan yang sekarang sudah terlepas dan tubuh yang sudah duduk tegak.
"Jadi kalian masih mempunyai niatan untuk menikah tidak? Jika kalian masih mau, katakan apa yang membuat kalian seperti saat ini. Tapi jika kalian sudah tidak mau menikah lagi, batalkan saja acaranya. Tidak perlu sungkan walaupun kartu undangan sudah tersebar. Karena Daddy tidak mau melihat anak Daddy gagal dalam berumah tangga. Dan dari pada kalian menyesal nanti, mending langsung batalkan saja. Dan biarkan urusan pembatalan pernikahan kalian Daddy yang akan tangani," ucap Daddy Aiden yang memberikan penawaran kepada dua orang yang berada di hadapannya itu yang sekarang masih saja bungkam, enggan untuk membalas ucapan Daddy Aiden tadi.
Sedangkan Mommy Della yang mendengar semua ucapan dari Daddy Aiden tampak melebarkan matanya. Dan dengan tatapan tajam ia mencubit pinggang Daddy Aiden yang membuat sang empu meringis kesakitan.
"Sakit sayang," keluh Daddy Aiden dengan melepaskan tangan Mommy Della yang masih saja mencubit pinggangnya itu.
"Lagian kamu ngapain malah nyaranin buat gagal nikah segala sama mereka sih. Bukannya bantu menengahi pertengkaran mereka malah mau menambah masalah semakin runyam," ucap Mommy Della dengan suara yang teramat lirih.
"Ck, itu hanya untuk menakut-nakuti mereka saja biar mereka angkat suara permasalahan mereka itu apa. Kalau aku nanti tanya baik-baik sama mereka, aku yakin mereka masih aja membisu gak mau ada yang jawab. Jadi apa yang aku katakan tadi hanya sekedar pancingan buat mereka membuka mulut. Jadi kamu tenang saja. Cukup diam di sampingku dan sesekali menimpali ucapanku ataupun mereka," ujar Daddy Aiden dengan memberikan usapan lembut di pipi Mommy Della.
"Terserah kamu saja. Yang terpenting aku tidak mau jika anak-anakku batal menikah." Daddy Aiden menganggukkan kepalanya untuk menimpali ucapan Mommy Della tadi. Dan setelah itu pandangannya kembali mengarah ke dua orang yang masih saling mendiamkan satu sama lain.
"Daddy kasih penawaran ke kalian berdua. Cerita masalah kalian dan pecahkan masalah kalian tanpa adanya perselisihan atau Daddy batalkan acara pernikahan kalian," ujar Daddy Aiden.
Satu menit, dua menit hingga 10 menit lamanya ucapan dari Daddy Aiden tadi tak kunjung mendapat balasan dari kedua orang di depannya itu. Sebenarnya Daddy Aiden mengerti situasi saat ini, umur Edrea dan Leon sama-sama masih terlalu muda sebenarnya untuk membina rumah tangga. Mereka masih cukup labil dan masih mementingkan egonya masing-masing. Jadi sudah tidak heran jika ada perselisihan seperti saat ini. Tapi gara-gara hal tersebut, Daddy Aiden jadi tidak yakin mereka akan bersatu membangun sebuah rumah tangga yang ada saja guncangannya itu. Namun mau bagaimana lagi, Daddy Aiden mau melarang mereka menikah juga tidak bisa, karena itu hak anaknya yang sebisa mungkin tak akan pernah ia kekang sedikitpun, asal hak itu masih di jalan yang benar tapi jika sudah menyimpang Daddy tidak akan segan-segan masuk dan meluruskan jalan anaknya kembali. Dan hal tersebut membuat Daddy Aiden memohon dalam hatinya agar mereka berhasil dalam membangun rumah tangga nantinya sampai maut memisahkan.
Daddy Aiden lagi-lagi menghela nafas sebelum ia kembali angkat suara.
"Baiklah keterdiaman kalian Daddy anggap sebagai pembatalan pernikahan kalian. Kalau gitu Daddy akan telepon sekertaris Daddy untuk mengabari orang-orang yang akan datang sebagai tamu undangan tentang pembatalan pernikahan kalian," ucap Daddy Aiden dengan tangan yang mulai terulur untuk mengambil benda pipih itu diatas lantai.
Tapi saat dirinya ingin menekan salah satu nomor yang tertera di layar ponselnya, suara Leon terdengar menyapa indar pendengaran mereka bertiga.
"Sebenarnya permasalahan kita itu tidak terlalu penting. Hanya saja Edne tuh yang selalu membesar-besarkan setiap permasalahan antara kita berdua," ujar Leon yang membuat Edrea langsung menatapnya tak terima jika dirinya yang disalahkan.
"Apa kamu bilang? Aku penyebab dari permasalahan ini. Hey tuan Elsworth yang terhormat, aku begini juga gara-gara sikap kamu. Kamu selalu saja mempermasalahkan tentang persiapan yang sudah orangtua kita berdua atur sedemikian rupa. Mulai dari gaun yang akan aku kenakan saja kamu protes, kurang ini lah, kurang itulah sampai akhirnya aku harus mencoba beberapa baju yang sesuai dengan keinginan kamu. Kamu pikir ganti baju sampai puluhan kali gak capek apa? sialnya lagi saat kita tadi meninjau dan bertemu untuk melakukan persiapan yang terakhir mengenai WO. Sempat-sempatnya kamu juga protes tentang bunga yang akan kita pakai di acara kita nanti, warna dekorasi lah, ini lah, itu lah sampai meja sama kursi untuk tamu juga kamu mau ganti dengan selera kamu. Hey tuan Elsworth apa kamu pikir merubah semua itu tidak membutuhkan tenaga dan waktu. Mungkin kita enak cuma leha-leha sambil menunggu mereka siap. Tapi apa kamu pernah berpikir seberapa susahnya para orang-orang yang bekerja sebagai WO itu mempersiapkan semuanya. Merinci, menata dan menyesuaikan semuanya agar terlihat masih sangat enak di pandang gedung yang akan kita gunakan untuk melangsungkan acara itu. Kamu pikir semua itu gampang? Gak sama sekali!" tutur Edrea yang menyuarakan semua keluh kesahnya yang sedari tadi ia pendam.
"Tapi kan mereka kita bayar. Jadi apa susahnya untuk menuruti klien mereka. Jika mereka masih perhitungan, lebih baik gulung tikar saja usaha mereka," ujar Leon dengan entengnya dan hal tersebut membuat Edrea semakin jengkel kepada laki-laki yang sayangnya adalah calon suaminya itu.
__ADS_1
"Kamu---" belum sempat Edrea akan murka dengan Leon, suara Daddy Aiden kembali terdengar.
"Sudah-sudah. Begini saja, Daddy akan memberi kalian waktu 1 jam untuk saling berunding akan dibawa kemana hubungan kalian ini. Jika sampai pernikahan ini batal berarti sudah jelas kalian berdua tidak akan pernah Daddy ataupun Mommy satukan kembali entah itu dalam hubungan pacaran atau yang lainnya. Rea akan Daddy kirim ke luar negeri dan kamu, Leon akan aku pulangkan kamu ke tempat asalmu. Jadi pikirkan baik-baik. Dan satu lagi, kalian sebenarnya sudah mengerti mana yang baik dan mana yang tidak. Tolong jika pernikahan ini terjadi turunkan ego kalian berdua. Jika saja ego kalian masih tinggi, Daddy tidak akan segan-segan memisahkan kalian, karena Daddy tidak mau menjadikan pernikahan yang cukup sakral hanya untuk ajang percobaan saja. Kalian mengerti!" tegas Daddy Aiden yang membuat Edrea dan Leon kini menatapnya dengan anggukan kepala.
"Ya sudah kalau gitu, Daddy beri waktu 1 jam. Selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin. Dan katakan keputusan kalian setelah Daddy datang lagi menghampiri kalian berdua," sambung Daddy Aiden sebelum dirinya kini beranjak meninggalkan ruangan tersebut untuk memberikan waktu diskusi kepada calon pengantin itu.
"Ingat kata Daddy, diskusikan dan selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin. Dan pikirkan matang-matang keputusan kalian, jangan sampai nantinya kalian menyesal," ujar Mommy Della sembari melangkahkan kakinya menyusul Daddy Aiden.
Dan setelah kepergian Mommy Della dan Daddy Aiden tadi tak terdengar suara Edrea ataupun Leon yang meninggi seperti tadi. Dan hal tersebut membuat Daddy Aiden ataupun Mommy Della menghela nafas panjang.
"Kalau kayak gini rasanya aku gak mau biarin mereka menikah dulu. Takut mereka cuma main-main aja," ujar Mommy Della dengan mendudukkan tubuhnya disamping Daddy Aiden yang langsung mendapat pelukan erat dari suaminya itu.
"Awalnya aku juga ragu buat melepas mereka untuk membina rumah tangga. Tapi setelah apa yang kita alami dulu, aku jadi memaklumi kejadian ini. Sekaligus pertengkaran ini sebagai pelajaran atau latihan untuk menempuh lembaran baru nantinya," tutur Daddy Aiden.
"Benar juga apa katamu. Ya sudah lah, kita tunggu keputusan dari mereka saja. Oh ya, kamu sudah memberi tahu Adam tentang acara pernikahan adik-adiknya kan?" Daddy Aiden menganggukkan kepalanya.
"Tentang Adam, sudah beres. Dia besok juga akan mulai menginap disini," ucap Daddy Aiden yang membuat Mommy Della mengangguk-anggukkan kepalanya.
Kini satu jam telah berlalu, Daddy Aiden dan Mommy Della telah kembali berhadapan dengan Edrea juga Leon yang kini tengah terdiam dengan menundukkan kepalanya masing-masing.
"Jawab," bisik Edrea sembari menyenggol lengan Leon yang membuat sang empu mendengus. Ia sebenarnya masih kesal dengan Edrea tapi sebisa mungkin ia menahannya saja daripada seisi rumah itu hancur gara-gara menjadi pelampiasan amarahnya nanti. Kalau di suruh mengganti sih tidak masalah untuk Leon, tapi jika dia langsung di pulangkan ke tahan kelahirannya, itu seperti dirinya masuk ke lubang buaya kembali. Ia tidak ada niatan kembali ke negara tersebut. Ia tak ingin dirinya di jadikan sebagai putra mahkota kembali yang hanya akan memusingkan kepalanya sendiri nanti.
"Apakah kalian habis menjahit mulut kalian sehingga saat Daddy bertanya kalian tidak ada yang mau menjawab?" ucap Daddy Aiden yang lama-lama gemas sendiri dengan dua orang di hadapannya itu.
"Maaf Dad," tutur Edrea dan Leon secara bersamaan.
"Daddy tidak butuh maaf kalian. Daddy hanya butuh jawaban kalian!" geram Daddy Aiden dengan dada yang naik turun.
"Hmmm setelah kita berdiskusi tadi, kita memutuskan untuk lanjut Dad. Maaf karena sudah membuat Daddy dan Mommy sempat khawatir dengan kita berdua. Kita akui kalau kita masih labil dan masih mengedepankan ego kita masing-masing. Maaf Dad, Mom. Kita janji setelah ini kita akan menurunkan ego kita masing-masing," ucap Leon dengan mata yang kini tengah menatap sepasang suami istri didepannya itu secara bergantian. Dan ucapan dari Leon tadi langsung mendapat anggukan kepala dari Edrea.
Sedangkan Daddy Aiden yang tadi sempat terbawa emosi pun kini ia menghela nafas berkali-kali untuk menghilangkan emosi di dadanya itu.
"Apa kalian yakin dengan keputusan kalian ini?" tanya Daddy Aiden untuk memastikan.
"Insyaallah yakin Dad," jawab keduanya.
__ADS_1
"Kalian tidak akan menyesal dengan keputusan ini?" Edrea dan Leon terlihat menggelengkan kepalanya.
"Tidak akan Dad," jawabnya serentak.
"Jika sampai kalian menyesal dan berakhir kalian pisah nanti. Daddy akan melakukan apa yang sudah Daddy katakan sebelumnya. Apa kalian terima?" Keduanya tampak terdiam. Mereka juga tidak berniat untuk berpisah, tapi jika Tuhan sudah berkata lain, mereka juga harus bagaimana. Kan tidak ada manusia yang tau kedepannya akan bagaimana.
"Gimana? Kalian setuju?" ucapan dari Daddy Aiden lagi yang membuat lamunan keduanya buyar dan sebelum menjawab pertanyaan dari Daddy Aiden, mereka saling tatap satu sama lain sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau kalian mensetujuinya. Tapi Daddy juga mau tau, gimana dengan WO kalian jadi diganti atau tidak?" tanya Daddy Aiden kepo. Dan kekepoannya tadi langsung mendapat senggolan di lengannya dari mommy Della.
"Kamu ini kenapa tanya itu? Untuk masalah itu bukan lagi urusan kita. Kita dulu hanya merekomendasikan ke mereka berdua yang kebetulan mereka waktu itu setuju-setuju saja. Tapi kalau sekarang mau ganti WO ya terserah mereka yang penting masalah ganti rugi dan sebagainya itu uang mereka bukan uang kita," bisik Mommy Della.
"Ck, tapi acara pernikahan mereka cuma tinggal menghitung hari saja sayang. Kalau sampai benar-benar ganti WO, tidak akan keburu nanti," ujar Daddy Aiden. Dan baru saja bibirnya itu kembali tertutup, suara Leon langsung menyambut telinga mereka.
"Kita memutuskan untuk tidak jadi mengganti WO, Dad. Kita hanya mengganti baju pernikahan kita saja tadi," ucap Leon yang membuat kedua orangtua didepannya itu menghela nafas lega.
"Syukurlah kalau begitu. Jadi ini kalian sudah tidak bertengkar lagi kan?" Tanya Mommy Della memastikan.
"Tidak Mom," jawab keduanya.
"Bagus lah. Mommy hanya mengingatkan ke kalian berdua jika nanti saat kalian membina rumah tangga ada satu kesalah pahaman diantara kalian selesaikan baik-baik dengan kepala dingin, jangan ada yang pakai kekerasan, gak baik. Dan kalau bisa kejelekan satu sama lain jangan sampai ada orang lain yang tau. Jangan bongkar aib ataupun permasalahan rumah tangga kalian ke orang luar. Jika ada masalah selesaikan sendiri, karena sejujurnya masalah yang timbul di antara kalian nanti untuk memperkuat ikatan kalian dan jika permasalahan kalian sampai membawa orang lain yang kalian minta untuk membantu menyelesaikannya, Mommy yakin 100% masalah kalian bukannya selesai malah justru semakin runyam. Apalagi jika yang kalian ajak curhat adalah seseorang yang ternyata suka salah satu dari kalian, kelar sudah rumah tangga kalian karena orang itu akan memanfaatkan goyahnya rumah tangga kalian agar dia bisa masuk ditengah-tengah kalian dan perlahan akan memberikan jarak ke kalian berdua yang berakhir rumah tangga kalian akan hancur begitu saja. Kalian mengerti kan?" ucap Mommy Della panjang kali lebar, semoga saja kedua orang di hadapannya itu paham apa yang ia katakan sedari tadi.
"Iya Mom, kita mengerti. Terimakasih karena sudah menasehati kita berdua dan memberikan pelajaran untuk kita," ucap Edrea sembari tersenyum kearah Mommy Della.
"Mommy hanya mengingatkan saja. Selebihnya kalian mau menerapkan apa yang Mommy katakan tadi silahkan, kalau tidak ya gak masalah. Mommy hanya bisa berdoa saja semoga rumah tangga kalian nanti di jauhkan dengan berbagai permasalahan yang akan membuat kalian merenggang," ujar Mommy Della.
Edrea yang mendengar ucapan dari Mommy Della pun ia merasa terharu hingga ia kini beranjak dari duduknya menuju kearah Mommy Della. Lalu setelahnya ia memeluk tubuh wanita paruh baya itu setelah tubuhnya duduk di sofa sebelah Mommy Della yang untungnya masih sangat longgar untuk mereka bertiga duduki.
"Terimakasih Mom. Mommy memang paling the best. Love you," ucap Edrea sembari mencium singkat pipi Mommy Della.
Mommy Della yang mendapat pelukan dan kecupan dari anak bontotnya itu, ia kini tersenyum sembari mengelus rambut Edrea.
Leon yang juga merasa hatinya tersentuh pun ia kini juga beranjak dari duduknya menghampiri Mommy Della dan Edrea. Dan saat dirinya merentangkan kedua tangannya berniat untuk ikut berpelukan, tiba-tiba saja tubuhnya sudah di peluk terlebih dahulu oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Daddy Aiden.
"Jangan macam-macam kamu. Di sana ada istri Daddy. Jadi lebih baik kamu peluk Daddy dari pada peluk istri Daddy," ucap Daddy Aiden sembari menepuk-nepuk punggung Leon dengan keras. Ia memang sengaja melakukan hal tersebut, sekedar untuk mengetes calon menantunya itu apakah tahan banting atau tidak. Dan untungnya Leon yang notabenenya anak kerajaan yang selalu kerajaannya melatih kekuatan tubuh, apa yang dilakukan oleh Daddy Aiden tadi sama sekali tak berefek apapun padanya. Hanya sesekali ia meringis jika tepukan di punggungnya itu berganti dengan cubitan. Dan siapa lagi pelakunya jika bukan Daddy Aiden yang entah gara-gara alasannya sebelumnya tadi untuk menguji kekuatan Leon atau laki-laki itu justru karena gabut saja. Entahlah hanya Daddy Aiden dan tuhan yang tau.
__ADS_1