The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 60


__ADS_3

Pagi-pagi sekali tak seperti biasanya Erland sudah siap dengan seragam sekolahnya di lapisi dengan hoodie hitamnya.


"Pagi Mom, Dad," sapa Erland sembari mencium pipi kedua orangtuanya secara bergantian.


"Uwow Daddy tadi malam mimpi apa Mom kok sampai dengan senang hati Erland cium Daddy, ahhhh senangnya hatiku ini," bisik Daddy Aiden dengan senyum merekah. Ini kali pertama dirinya dicium oleh Erland saat usia sang anak keduanya itu memasuki usia remaja. Biasanya saja sampai dia memohon dengan sogokan motor baru, Erland tetap tak akan menciumnya tapi sekarang entah ada angin dari mana, tanpa di minta Erland menciumnya, ciuman yang selalu Daddy Aiden tunggu-tunggu. Kurang Azlan saja yang belum.


Mommy Della tampak mengamati Erland yang sudah duduk di kursinya.


"Mom juga gak tau Dad. Dia tadi pagi sebelum Mom bangunin udah bangun duluan bahkan dia udah selesai mandi. Mom curiga kalau dia lagi tukeran nyawa sama seseorang," tutur Mommy Della.


"Ehemmm, apa yang Mom dan Dad bicarakan?" tanya Erland menatap curiga.


Mommy Della dan juga Daddy Aiden dengan segera membenarkan posisi duduknya.


"Ah gak. Mom sama Dad hanya bicara seperti biasanya," alibi Mommy Della.


Erland menganggukkan kepalanya dan tak berselang lama, Azlan turun kebawah bersamaan itu pula dibelakangnya terdapat Edrea yang tengah rempong dengan rambut yang hendak ia kuncir.


"Pagi Mom, Dad," sapa Azlan sembari mencium pipi Mommy Della dan hanya melewati Daddy Aiden begitu saja saat ia hendak menuju ke kursi makannya.


"Cuma Mommy doang yang kamu cium Az?" Azlan yang sudah duduk di kursi pun menolehkan kepalanya kearah Daddy Aiden yang tengah memasang wajah memelas.


"Lha kan biasanya juga Mommy doang," jawab Azlan yang sepertinya tak tau harapan terbesar Daddy Aiden.


"Ya sekali-kali Daddy juga di cium dong."


"Kan waktu Azlan kecil Dad juga Azlan cium."


"Maksud Dad itu, kamu cium Dad sekarang bukan di masa lalu." Azlan menganggukkan kepalanya sembari membeo.


"Jadi kamu mau kan cium Daddy sekarang?"


"Gak," jawab Azlan, singkat, padat dan jelas. Tolakan mentah-mentah dari Azlan tadi membuat Daddy Aiden mengerucutkan bibirnya.


"Nasib punya anak cowok ya gini. Jaim banget sama Daddynya," gumam Daddy Aiden.

__ADS_1


"Yang sabar ya Dad," ucap Mommy Della sembari mengusap lengan Daddy Aiden.


Beberapa saat kemudian suara nyaring Edrea baru menyapa mereka. Entah dari mana dia baru sampai di ruang makan padahal tadi ketika turun dari anak tangga dirinya berada di belakang Azlan.


"Yuhuuuuuu good morning Mommy, Daddy and my boy's," sapa Edrea sembari menciumi satu-persatu pipi keluarganya.


"Ini anak kita kayaknya aneh semua gak ada yang normal," bisik Daddy Aiden.


"Dah lah Dad. Anak kamu kan memang aneh sejak lahir gak ada yang benar. Orang yang nanem bibit aja modelannya juga aneh jadi jangan harap anak kamu sedikit waras," jawab Mommy Della.


"Ck, walaupun aneh begini tapi kalau masalah visual tak perlu diragukan." Mommy Della memutar bola matanya malas kemudian ia mulai mengambilkan makanan untuk suaminya baru dirinya. Dan setelahnya baru triplets akan mengambil sarapan mereka masing-masing.


...****************...


"Dad, Mom, Erland berangkat dulu," pamit Erland yang pertama kali selesai makan sarapannya.


Mommy Della kini menatap Erland dengan curiga. Tak seperti biasanya anak keduanya itu semangat untuk pergi sekolah dibandingkan dengan dua saudaranya yang lain dan dia juga biasanya berangkat paling akhir bahkan saat jam sudah mepet baru dia akan berangkat. Tapi sekarang jika dilihat jam yang menempel di dinding ruang makan, jarum jam baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Masih setengah jam lagi bel masuk sekolah berbunyi. Sangat mencurigakan, batin Mommy Della.


Saat tangan Erland ingin melepaskan salamnya, Mommy Della malah semakin mengeratkan genggaman tangannya.


Erland memincingkan alisnya bingung.


"Curiga apa sih Mom?"


"Mom curiga kamu kayak semangat sekolah gini ada tujuan dan maksud tertentu," tutur Mommy Della yang membuat Azlan menghentikan suapan makanannya.


"Ya ampun Mom. Erland semangat sekolah salah gak semangat tambah salah. Terus Erland harus gimana? bolos sekolah atau keluar dari sekolah sekalian?" Mommy Della dengan ringan menggeplak lengan Erland.


"Kalau sampai kamu bolos atau di keluarin dari sekolah untuk kedua kalinya, Mom gak akan pernah izinin kamu keluar dari rumah ini sejengkal pun. Biar kamu jadi Rapunzel sekalian," ujar Mommy Della.


"Ya suruh siapa negatif thinking mulu sama Erland. Dah lah Erland mau berangkat sekarang, assalamualaikum." Erland kini bergegas pergi dari hadapan keluarganya setelah tangannya terlepas dari genggaman Mommy Della.


"Azlan juga berangkat Mom, Dad. Assalamualaikum." Azlan menjabat tangan kedua orangtuanya sesaat kemudian berlari mengejar Erland.


Tiga orang tadi sempat melongo menatap kepergian kedua laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," jawab mereka serempak.


"Kamu gak ikut berbakat sekarang Re?" tanya Mommy Della.


"Masuknya masih lama Mom. Nanti aja deh sekitar 10 menit lagi, biar saat sampai disana gak banyak yang ngantri minta tanda tangan," ucap Edrea yang masih melahap makanannya.


Mommy Della dan Daddy Aiden saling pandang kemudian dengan kompak mereka berdua memukul keningnya masing-masing. Mereka mau heran tapi Edrea anak mereka yang otomatis menuruni sifat keduanya.


...****************...


Disisi lain, Azlan masih terus mengikuti motor Erland. Ia juga sangat curiga dengan Erland. Ia takut jika adiknya itu kembali mengikuti tawuran lagi setelah 2 bulan lebih dia insyaf.


Motor yang dikendarai Erland kini terus melaju hingga sampai di depan rumah yang begitu asri dan tampak sederhana.


Azlan sempat berpikir sejenak, sepertinya ia pernah kerumah itu tapi ia lupa kapan dan kenapa ia bisa sampai disini dulu.


Tapi memori dalam otaknya konek saat melihat ada seorang wanita yang keluar dari rumah tersebut sesaat setelah Erland mengetuk pintu tersebut. Walaupun ia melihat mereka dari kejauhan tapi Azlan kenal dan tau betul sosok wanita yang membukakan pintu tadi. Ya dia adalah Kayla, wanita yang dulu pernah ia sukai tapi ia sudah mengikhlaskannya sekarang dan anehnya lagi sekarang tak ada rasa sakit dan sesak di dadanya saat melihat Kayla dengan Erland. Tak seperti dulu yang selalu tak terima dan merasa ingin merebut Kayla dari genggaman Erland.


Tapi dengan tak ada rasa lagi dengan Kayla, ia juga sangat bersyukur karena tak akan ada lagi kegaduhan dan dilema dalam hidupnya saat ia nantinya mengetahui jika Kayla memilih Erland sebagai pelindungnya.


Saat dirinya ingin menancapkan gas menuju ke sekolahnya, tiba-tiba ponselnya berdering yang membuat Azlan menghentikan mobilnya kembali dan segera mengangkat telepon tersebut.


📞 : "Assalamualaikum Az. Lo sekarang dimana? tolongin gue!" ucap Zea dari seberang dengan suara ngos-ngosan sepertinya ia sedang main kejar-kejaran tapi dengan siapa?


"Lo kenapa?"


📞 : "Tolongin gue. Gue lagi dikejar sama beberapa orang yang gak gue kenal."


"Lo sembunyi di tempat yang aman sekarang dan segera search lock ke gue," perintah Azlan dengan khawatir.


📞 : "Thanks Az."


Tut Tut Tut!!


Sambungan telepon tadi terputus. Dan Azlan dengan tak sabaran menunggu pesan dari Zea. 10 menit telah berlalu akhirnya Zea mengirimkan lokasinya saat ini. Stelah mendapatkan titik dimana Zea berada, Azlan segera menjalankan mobilnya menuju lokasi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2