The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 199


__ADS_3

Setelah menanyakan perihal Puri secara detail, kini Daddy Aiden dan Mommy Della telah keluar dari kepolisian.


"Ternyata benar apa yang dikatakan sama Erland waktu itu kalau dia udah gak gadis lagi," ucap Mommy Della saat mereka berdua telah berada didalam mobil.


"Ya sudah lah mau gimana lagi. Dia berani berbuat harus berani ambil resikonya," timpal Daddy Aiden yang diangguki oleh Mommy Della.


"Tapi sayang, kasihan juga lho dia. Saat dia hamil di luar nikah begini dia malah di penjara, ibunya jadi gelandangan, ayah kandungnya juga di penjara dan ayah tirinya sudah tidak peduli lagi dengan dia," ucap Mommy Della saat mobil yang di kendarai oleh Daddy Aiden mulai melaju membelah jalanan.


"Apa kita tanya dia aja ya, siapa ayah dari anak yang dia kandung itu. Kan kalau dia nanti udah melahirkan, anaknya bisa di titipkan ke pihak laki-laki," sambung Mommy Della.


"Kamu yakin mau cari tau siapa ayah bayi di perut wanita itu?" Mommy Della tampak berpikir sejenak dan karena ia sangat kasihan dengan nasib bayi dikandung Puri itu pun akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah, nanti suruh anak-anak saja yang cari tahu masalah ini. Dan kamu gak perlu mikirin hal itu lagi," ujar Daddy Aiden yang membuat Mommy Della tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Saat kedua orangtua itu tengah berpikir dengan nasib bayi di kandungan Puri, berbeda dengan Edrea yang masih bersenang-senang di luar rumah yang tentunya di temani oleh Leon.


"Ish kok gak bisa mulu sih," keluh Edrea saat dirinya tak berhasil mendapatkan sebuah boneka yang berada didalam mesin capit.


"Cari permainan yang lainnya aja. Permainan ini tuh tukang tipu," tutur Leon yang sedari tadi gemas sendiri dengan aksi Edrea yang tak kunjung mendapat satu barang pun dari permainan tersebut.


"Tapi gue pengen boneka itu," ucap Edrea dengan memajukan bibir bawahnya.


Leon kini memejamkan matanya sesaat setelah melihat tingkah Edrea tersebut.


"Please lah, jangan manyun begitu. Bawaannya bikin gemes," batin Leon.


Lalu setelahnya ia beranjak menggeser tubuh Edrea untuk menggantikan posisi Edrea tadi.

__ADS_1


"Biar gue coba. Tapi kalau masih gak bisa, ganti permainan yang lain," ucap Leon yang diangguki pasrah oleh Edrea.


Leon kini memulai aksinya. Dengan suasana yang tegang, ia perlahan menggerakkan capit tersebut ke arah boneka yang di inginkan Edrea tadi.


"Ayo sedikit lagi. Jangan sampai jatuh!" teriak Edrea heboh saat boneka tersebut berhasil Leon capit. Tapi hampir saja ia mendapatkannya, boneka tersebut justru jatuh di tengah permainan.


"Yahhhh," ucap Edrea penuh dengan kekecewaan.


Leon kini menghela nafas lalu setelahnya ia memutar tubuh menghadap kearah Edrea yang sekarang tertunduk lesu.


"Udah gue bilang kan. Permainan ini tuh hanya tipuan," tutur Leon sembari menunjuk kearah mesin capit itu.


"Udahlah cari permainan yang lain aja," sambung Leon sembari melangkahkan kakinya mendahului Edrea.


Sedangkan Edrea kini gadis itu menatap nanar kearah boneka tersebut sebelum dirinya dengan lesu mengikuti langkah Leon.


"Leon," panggil Edrea yang membuat Leon kini menghentikkan langkahnya lalu menoleh kearah Edrea.


Leon kini memincingkan alisnya saat melihat raut wajah Edrea tersebut.


"Oke kalau gitu kita pulang sekarang," ucap Leon kemudian ia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar Timezone tersebut yang lagi-lagi diikuti oleh Edrea di belakangnya.


Tapi saat Edrea turun dari eskalator, dirinya kehilangan jejak Leon yang entah kemana laki-laki itu sekarang berada.


"Lah udah ilang aja tuh orang. Apa mungkin udah pulang duluan? Aish dah lah bodoamat," gumam Edrea kemudian ia meneruskan langkahnya menuju ke parkiran mobil di mall tersebut.


Dan setelah ia sampai di mobil yang ia pakai tadi, ia langsung saja masuk dan berniat menjalankan mobil tersebut. Tapi baru beberapa meter mobil itu berjalan, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghadang laju mobil tersebut. Dan untungnya Edrea bisa menghentikan mobil tersebut dengan cepat, jika saja tidak, sudah ia pastikan kalau orang yang berdiri tepat didepan mobil itu tertabrak olehnya.

__ADS_1


Edrea dengan cepat keluar dari mobil tersebut dan berniat untuk memarahi orang itu. Tapi saat mulutnya ingin mengucapkan kata-kata mutiara, niatannya itu ia urungkan saat melihat orang tersebut adalah Leon.


"Leon. Lo apa-apaan sih," geram Edrea sembari melangkahkan kakinya mendekati Leon. Sedangkan Leon hanya menggedikkan bahunya untuk menimpali ucapan Edrea tadi.


"Lo tau gak apa yang lo lakuin tadi bisa membahayakan diri lo sendiri. Stupid banget sih jadi orang," cerocos Edrea yang membuat Leon memutar bola matanya malas. Dan saat Edrea ingin mengomel kembali, Leon dengan cepat menutup mulut Edrea dengan tangannya.


"Bawel banget sih lo. Kalau gue gak hadang lo tadi, gimana ini bisa gue kasih ke lo," ucap Leon sembari menunjuk sebuah boneka besar yang masih terbungkus oleh plastik yang ia letakkan di samping dirinya.


Edrea yang mulutnya masih di bungkam oleh Leon pun kini ia mengikuti arah pandang dari Leon tadi. Dan saat dirinya melihat boneka tersebut, mata Edrea langsung berbinar bahagia.


"Hmmm Emmm Emmm."


Leon kini tersadar bahwa tangannya masih berada di mulut Edrea, saat sang empu berusaha untuk berbicara. Dan dengan cepat ia melepaskan tangannya dari.


"Sorry," ucap Leon.


"Engap tau Le," ujar Edrea.


"Bisa gak jangan panggil gue dengan sebutan Le," protes Leon.


"Kalau gue panggil lo dengan nama Leon, kepanjangan. Ya udah gini aja, sebutkan nama lengkap lo, biar gue bisa milih panggilan apa yang pas buat lo," ucap Edrea. Leon menatap lekat-lekat wajah Edrea sebelum dirinya angkat suara.


"Elsworth Leonardo Grissham," tutur Leon menyebutkan nama lengkapnya.


"Nama lo kayak nama-nama bangsawan ya. Atau jangan-jangan lo punya darah bangsawan lagi. Tapi ya nama lo tuh kayak familiar di telinga gue," ujar Edrea yang membuat Leon diam seribu bahasa.


"Tapi sayangnya otak gue lupa dimana dan kapan gue pernah dengar nama yang sama kayak yang lo ucapkan tadi. Ya udah lah ya, mungkin kebetulan aja. Dan setelah gue pikir-pikir kayaknya gue bakalan manggil lo dengan sebutan El aja ya. Karena sepertinya itu yang cocok buat lo selain nama Leon," sambung Edrea dan perlahan tangannya kini meraih boneka yang berada disamping Leon. Lalu setelah mendapatkannya ia langsung memeluk boneka tersebut dengan sangat erat bahkan senyum di bibirnya kini telah terukir kembali.

__ADS_1


"Thanks atas bonekanya. Gue pulang duluan ya keburu Mommy sama Daddy nanti udah dirumah. Bye El, sampai ketemu besok disekolah," ucap Edrea diakhiri dengan ia menepuk pundak Leon sebelum ia melangkahkan kakinya menuju mobil tadi.


Dan setelah ia masuk kedalam, Edrea langsung menjalankan mobilnya tapi tak lupa ia sempat menyembunyikan klakson mobilnya saat melewati tubuh Leon. Sedangkan Leon yang kini telah tersadar akan lamunannya itu pun hanya bisa menatap kepergian Edrea dengan helaan nafas panjang.


__ADS_2