
Edrea yang tadinya memainkan kukunya, kini dia mengalihkan tatapannya tersebut kearah kepala sekolah disana masih dengan senyum yang terukir di bibirnya.
"Baiklah jika itu mau bapak kepala sekolah yang terhormat, saya akan pindah secepatnya dari sekolah yang sangat buruk ini. Muridnya sih pintar tapi sayangnya gurunya hmmm lebih tepatnya sang kepala sekolah memiliki otak yang cukup dangkal dan sangat bodoh," ujar Edrea.
"Kurang ajar, mulut kamu perlu saya beri pelajaran hah?" geram kepala sekolah tersebut yang tak terima atas ucapan dari Edrea tadi.
"Jika anda berani dan mau tangan anda patah seperti wanita murahan ini, silahkan," tantang Edrea.
Kepala sekolah yang tadi sudah beranjak dari duduknya pun ia perlahan kembali duduk di kursi kebesarannya dengan kepalan tangannya.
"Kenapa duduk lagi? anda tidak berani dengan saya? cihhh, cemen," ujar Edrea.
"Saya tidak pernah takut dengan siapapun apalagi dengan seorang wanita yang notabenenya sangat lemah," tutur kepala sekolah tersebut.
"Oh begitu? Tapi sayangnya semua wanita di dunia ini menurut saya perempuan hebat dan tidak selemah yang anda pikirkan kecuali satu wanita yang penuh drama di dalam hidupnya," ucap Edrea dengan menatap tajam kearah Kayla. Dan beberapa detik setelahnya, tatapan mata Edrea kembali kearah kepala sekolah tersebut.
"Haishhhhh sepertinya kita harus merubah topik pembicaraan kita ini. Dan bagaimana jika kita kembali ke topik awal saja, karena kita belum selesai membahasnya. Dan ada satu pertanyaan yang dari tadi memutar di kepala saya," ujar Edrea yang sengaja menjeda ucapannya tersebut.
"Dan pertanyaan itu adalah, jika saya dikeluarkan dari sekolah ini dengan alasan karena saya sudah memukul dan mematahkan tulang di jari telunjuk wanita ini, bagaimana dengan dia yang sudah membuat kehebohan di media sosial tentang tersebarnya kelakuan negatif dia dan juga sudah menyebarkan fitnah ke saya bahkan dengan kedua saudara saya juga. Dan perlu anda tau, jika apa yang dilakukan oleh wanita ini jauh lebih berpengaruh ke sekolahan ini di mata masyarakat daripada sebuah pelajaran yang saya lakukan untuk memperingati wanita ini tadi. Jadi yang perlu saya tau, hukuman apa yang sudah anda siapakah untuk dia?" tanya Edrea sembari menegakkan posisi duduknya. Bahkan kini ia bertopang dagu dengan tatapan mata yang sangat serius ia berikan kepada kepala sekolah tersebut.
Dan pertanyaan dari Edrea tadi membuat kepala sekolah tersebut tampak terdiam sesaat dengan tatapan mata yang melirik kearah Kayla didepannya.
"Disini anda yang menentukan semuanya. Jadi anda tidak perlu berdiskusi dengan orang lain, apalagi orang yang anda ajak berdiskusi itu hanya murid biasa, bukan guru atau orang yang berpengaruh di sekolah ini," ujar Edrea yang membuat kepala sekolah tersebut berdehem sesaat sebelum ia mulai angkat suara.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu tau saya memberikan hukuman apa kepada Kayla," ujar kepala sekolah tersebut.
"Lho memangnya kenapa saya tidak boleh tau tentang itu? Apakah hukuman yang anda berikan kepada wanita ini bersifat pribadi? Contohnya seperti menikmati tubuhnya sampai puas dan lemas. Atau justru dia terbebas dari hukuman karena anda mendapat sogokan berupa tubuhnya?" tanya Edrea yang benar-benar sangat berani.
Dan ucapannya itu kini membuat Kayla berdiri dari duduknya kemudian tangannya kini bergerak untuk menjambak rambut Edrea. Edrea yang sama sekali tidak tau jika dirinya akan diserang pun ia tak bisa mengelak lagi, hingga akhirnya ia merasakan tarikan di kepalanya tersebut. Tapi dia sama sekali tidak merintih kesakitan, justru kini ia menatap tajam manik mata Kayla.
"Sialan. Kamu benar-benar meremehkan aku!" geram Kayla dan tanpa hitungan detik ia kini menampar pipi Edrea.
Edrea yang menerima tamparan dan ****** itu pun ia mengeluarkan smriknya. Dan setelahnya, tanpa Kayla duga, Edrea kini memukul keras perutnya hingga tangan Kayla yang berada di kepalanya terlepas. Dan jangan sangka jika Edrea hanya sampai disitu saja melakukan pembalasan tersebut. Karena ia sekarang justru mendorong tubuh Kayla hingga terjatuh kelantai ruangan tersebut.
Dan dengan tatapan tajam dan penuh dengan aura pembunuh, Edrea menatap kearah kepala sekolah tersebut.
"Anda bisa melihat sendiri disini bukan hanya saya yang melukai teman sekolah, melainkan dia juga melakukannya. See apakah dia juga akan di keluarkan di sekolah ini?" tanya Edrea.
"Sudah saya bilang, jika anda berniat mau melukai saya, maka jangan salahkan saya jika tangan anda ini patah sekarang karena ulah anda sendiri," ujar Edrea yang masih memutar tangan kepala sekolah tersebut hingga terdengar bunyi patahan yang timbul dari tangan tersebut. Dan hal tersebut membuat kepala sekolah menjerit kesakitan.
Dan jeritan kepala sekolah tadi mampu didengar semua orang yang kini tengah menunggu di depan ruangan tersebut.
"Apa yang terjadi didalam, kenapa terdengar sangat ramai sekali?" tanya salah satu siswa disana. Ya, seluruh siswa dan siswi di sekolah tersebut yang tadi mendengar informasi yang melibatkan Edrea, mereka memilih untuk keluar dari kelas mereka dan menuju ke ruang kepala sekolah untuk memberikan dukungan kepada Edrea tentunya.
"Apa jangan-jangan Edrea kenapa-napa lagi didalam? Wah ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Dobrak pintunya dan kita masuk kedalam, ngeroyok kepala sekolah sialan itu," ujar siswi disana dengan menggebu-gebu.
"Biar kita berdua saja yang mendobraknya," ucap Azlan yang diangguki setuju oleh semua orang disana.
__ADS_1
Dan hanya sekali dobrakan saja, pintu di ruangan kepala sekolah tersebut berhasil terbuka yang langsung membuat semua orang berbondong-bondong untuk masuk kedalam ruangan tadi.
Tapi saat mereka melihat kondisi didalam ruangan tersebut, mereka di buat melongo seketika, karena apa yang mereka khawatir justru tengah berdiri dengan tangan yang terlipat di depan dada dengan tatapan mata mengarah ke dua orang yang sekarang tengah terduduk dilantai tanpa memperdulikan semua orang yang sekarang sudah berada di dalam ruangan yang sama dengannya.
"Apakah sudah selesai kita bermain-mainnya? Jika belum saya bisa melakukan hal yang lebih dari ini," ujar Edrea.
"Ah tapi setelah melihat ekspresi wajah kalian ini, sepertinya kalian sudah puas bermain-mainnya. Baiklah kalau begitu saya juga akan menghentikan apa yang sudah saya lakukan tadi ke kalian. Tapi perlu kalian ingat, apa yang saya dapatkan hari ini akan saya bawa ke meja hijau. Dan perlu anda tau, jika di sekolah ini memiliki sebuah CCTV yang bisa saya jadikan barang bukti di pengadilan nanti. Ahhhh tapi selain itu ada barang bukti yang sudah saya pegang dan barang bukti itu sangat-sangat kuat yang bisa membuat kalian berdua masuk kedalam penjara," ujar Edrea yang membuat kedua orang tadi kini melebarkan mata mereka.
"Dan satu lagi yang mau saya sampai ke kalian berdua terutama ke bapak kepala sekolah yang terhormat, jika saya hari ini hingga hari kelulusan nanti tidak akan keluar dari sekolah ini, sesuai dengan hukuman yang anda berikan tadi. Dan anda jangan pernah melindungi dan memperlakukan wanita simpanan anda ini terlalu istimewa karena itu bisa memancing siapa saja untuk tau dan paham tentang hubungan terlarang dari kalian berdua," sambung Edrea.
"Kamu jangan sembarangan berbicara!" teriak kepala sekolah tersebut.
"Bisa saya tuntunan kembali kamu nanti dipengadilan dengan tuduhan pencemaran nama baik yang telah kamu sebutkan tadi karena saya sudah merekam apa yang kamu katakan tadi sebagai barang bukti untuk menuntutmu kem---" belum sempat kepala sekolah tersebut selesai berbicara, tiba-tiba dering ponselnya berbunyi yang menandakan sebuah pesan masuk kedalam ponselnya. Dan dengan secepat kilat kepala sekolah tersebut membuka pesan tersebut yang berisi beberapa foto bukti dirinya tengah bermain gila dengan Kayla dari nomor misterius yang sama sekali tak ia tau itu dari siapa. Dan beberapa saat setelahnya, sebuah pesan kembali masuk kedalam ponselnya dan pesan kali ini membuat tubuhnya menegang seketika.
📨 : 08xxxxxxxxxx
"Foto ini akan saya kirimkan ke istri anda dan juga menyebarnya ke media sosial, biar semua orang tau busuknya kepala sekolah di salah satu sekolah elit di kota ini. Dan satu lagi, jika anda berani menyentuh Edrea seujung kuku pun, nyawa anda akan menjadi taruhannya."
...****************...
Heyyyyyyyy semuanya author disini mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Awas puasa-puasa begini jangan ada yang marah-marah. Kalau kalian marah tar puasanya batal lho. Ah satu lagi jangan ada yang makan dan minum dengan alasan lupa kalau hari ini sudah puasa. Kalau sampai itu terjadi, author pites kalian nanti 🤭
Oh ya kalian juga jangan lupa kasih author LIKE, KOMEN, VOTE dan KASIH HADIAH dong. Kalian mah kalau disuruh dan di iming-imingi sama double up likenya langsung tembus 500 tapi kalau gak di iming-imingi dengan itu, buhhh jangankan hadiah, like atau vote, komen aja gak😂 Benar-benar ya kalian itu menyebalkan ☹️
__ADS_1
Tapi se-menyebalkannya kalian, author tetap sayang ke kalian. Unchhh peluk jauh deh dari author paling cantik ini (gak papa lah ya muji diri sendiri 😂) haish udahlah malah melenceng dari topik ini nanti. Sekali lagi author ucapan selamat berpuasa. See you next eps bye 👋