The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 309


__ADS_3

Disatu sisi tepatnya di ruangan yang menjadi tujuan perempuan tadi, kelima orang yang penyamarannya sama sekali tak di curigai pun terus melirik kearah depan. Hingga tatapan mereka teralihkan saat pintu ruangan tersebut terbuka oleh seseorang dan memunculkan satu orang perempuan yang membuat triplets langsung mengepalkan tangannya. Dan entah karena emosi atau apapun itu, Erland yang sedari tadi menahan amarahnya hampir saja ia melangkahkan kakinya kedepan untuk memberikan pelajaran kepada perempuan yang sekarang duduk di samping laki-laki tadi. Tapi untungnya Daddy Aiden yang melihat pergerakan dari anaknya itu pun dengan cepat ia mencekal lengan Erland dengan gelengan kepalanya, menandakan jika ia tak mensetujui aksi yang akan Erland lakukan. Dan hal tersebut membuat Erland mau tak mau kembali ke tempatnya semula.


"Saya dengar-dengar ada satu perempuan yang juga menjadi sandraan anda, dia dengan mudahnya kabur begitu saja dari sini? Benarkah begitu?" tanya laki-laki tersebut yang hanya melirik sekilas kearah perempuan tadi yang benar-benar triplets kenal.


Dan pertanyaan dari laki-laki tadi membuat perempuan itu menghela nafas dengan kasar.


"Memang benar dan itu semua gara-gara anak buah saya yang tidak becus menjalankan tugasnya," ujar perempuan itu.


"Terus apakah dia sudah berhasil kalian tangkap lagi?" tanyanya yang dijawab gelengan kepala oleh perempuan itu. Dan hal tersebut justru mendapat senyum meremehkan dari laki-laki tadi.


"Heh, sudah bisa saya tebak. Jadi dengan bebasnya dia dari sini, apa kalian bisa menjamin jika tidak ada salah satu keluarga Aiden kesini?" Perempuan itu yang awalnya tak terima saat melihat senyum meremehkan dari laki-laki tadi, ia kini justru menyunggingkan senyumannya.


"Saya bisa pastikan jika dia tidak akan memberitahu keluarga sialan itu karena saya yakin sebelum dia menemui mereka, dia sudah mati kehabisan darah dijalanan atau mungkin di terkam oleh binatang buas, mengingat lokasi ini jauh dari pemukiman warga dan berada ditengah-tengah hutan belantara," ujar perempuan tersebut penuh dengan keyakinan. Dan hal tersebut hanya diangguki oleh laki-laki tadi.

__ADS_1


"Sebenarnya saya tidak perduli dengan orang yang kabur itu karena kartu as yang sebenarnya bukan dia melainkan perempuan yang menyandang sebagai nyonya Aiden. Apa dia masih aman sekarang?" tanya laki-laki itu dengan menatap ke sekitarnya. Hingga kini kerutan di keningnya terlihat saat ia tak bisa menemukan keberadaan seseorang yang ia maksud tadi yang tak lain adalah Mommy Della.


Lalu setelahnya ia menatap ke arah perempuan yang duduk di sampingnya dengan tatapan mengerikannya.


"Kemana dia? Bukannya saya tadi sudah menyuruh seseorang untuk menyampaikan pesan saya ke anda agar membawa perempuan itu kesini? Tapi kenapa dia sekarang tidak ada? Bahkan anak buah anda sama sekali tak terlihat membawa dia di hadapan saya. Jangan bilang jika dia juga ikut kabur seperti orang yang sebelumnya?" ucap laki-laki itu dengan suara yang sudah mulai meninggi.


"Wow wow wow, tenang saja tuan Grissham, dia masih aman di tangan kita. Dan tunggu saja mungkin sebentar lagi dia juga akan sampai disini," ucap perempuan itu.


Dan benar saja, baru beberapa detik perempuan itu menyelesaikan ucapannya tadi, Mommy Della beserta anak buah menyebalkan itu telah sampai di ruangan itu. Dan hal tersebut mampu mengalihkan atensi kelima orang tadi.


"Kalian tenang. Jangan ada yang gegabah. Mommy kalian sepertinya tidak mendapatkan kekerasan apapun. Jangan ada yang menyerang jika mereka tidak melakukan tindakan, tapi jika mereka sudah melakukan tindakan kita sudah bisa bergerak. Bantai semua orang disini yang sekiranya musuh kita tanpa terkecuali," ucap Daddy Aiden untuk mengintruksi anak-anaknya. Lalu setelahnya tatapan matanya kini tertuju kearah Leon yang sedari tadi menatap kearah laki-laki didepan tersebut.


Bahkan Daddy Aiden bisa melihat siratan rasa rindu disetiap tatapan mata Leon yang ia tujukan kepada laki-laki didepan sana. Hingga Daddy Aiden yang sebenarnya tak tega dengan Leon yang ia rasa tenaga dilema itu pun ia kini menepuk pundak calon anak menantunya itu. Dan hal tersebut membuat Leon tampak terperanjat kaget namun setelahnya ia mengalihkan pandangannya kearah Daddy Aiden.

__ADS_1


"Apa kamu siap untuk melawan dia? Jika kamu tidak siap, kamu boleh diam disini tanpa melawan siapapun saat kita nanti mulai menyerang. Asalkan kamu jangan menjadi musuh dalam selimut," ujar Daddy Aiden yang langsung mendapat gelengan dari Leon.


"Tidak Dad. Leon akan tetap ikut melawan mereka terutama melawan dia karena ini merupakan kesempatan Leon untuk membunuhnya," ucap Leon yang membuat Daddy Aiden tersentak akan kalimat Leon yang terakhir tadi. Tapi walaupun begitu, ia yakin ucapan Leon tadi tak mungkin laki-laki itu lakukan. Lihat saja nanti.


"Apa kamu yakin?" tanya Daddy Aiden memastikan dan pertanyaannya tadi hanya dijawab anggukkan kepala oleh Leon.


Edrea yang sedari tadi berada di tengah-tengah dua orang yang saling berbisik itu pun ia hanya menggedikkan bahunya karena ia tak paham dengan apa yang tengah mereka diskusikan itu dan ia memilih untuk kembali fokus dengan orang-orang didepannya saat ini tepatnya kearah Mommy Della yang sudah berdiri tak jauh dari hadapan laki-laki itu.


Dan terlihat saat anak buah menyebalkan tadi ingin beranjak dari belakang Mommy Della, perempuan itu dengan sengaja mencegahnya. Hingga membuat orang itu mengurungkan niatnya tadi.


"Tetap di belakang saya apapun yang terjadi setelahnya. Karena saya mau saat tubuh saya nanti sudah tak bernyawa dengan aksi orang-orang didepan ini, kamulah yang nantinya akan menyangga tubuh saya agar tidak langsung menghantam lantai ruangan ini nanti," bisik Mommy Della.


"Tapi nyo---"

__ADS_1


"Saya mohon," timpal Mommy Della dengan suara yang terdengar penuh dengan permohonan. Dan hal tersebut membuat laki-laki tadi tak kuasa untuk meninggalkan Mommy Della begitu saja. Alhasil ia sekarang menuruti apa yang di ucapkan oleh Mommy Della sebelumnya.


Mommy Della yang melihat hal tersebut pun ia kini tersenyum. Bahkan helaan nafas juga terdengar dari Mommy Della. Karena ia merasa jika laki-laki itu berada di dekatnya, rasa takut, rasa gugup dan segala rasa yang menyesakkan di dadanya itu sedikit menghilang. Bahkan Mommy Della merasa jika laki-laki yang bersamanya saat ini adalah laki-laki yang akan menyelamatkannya nanti. Walaupun itu mustahil jika di pikir-pikir lagi, mengingat jika laki-laki itu berada di kubu lawan bukan berada di kubunya. Dan ia juga tak mungkin mengkhianati bos juga tuannya sendiri yang sudah menggajinya dengan bayaran yang cukup fantastis itu. Dan satu points yang perlu Mommy Della ingat, jika laki-laki itu tidak mungkin menyerahkan nyawanya sendiri hanya untuk seseorang yang baru saja ia kenal.


__ADS_2