
Vivian menatap wajah Zico yang terlihat sangat lah tenang saat sang empu tengah tertidur seperti ini bahkan sedari tadi lebih tepatnya saat dirinya sampai di kediaman keluarga Abhivandya, Zico tak ingin lepas darinya bahkan tidur pun harus di peluk terlebih dahulu oleh Vivian.
"Mimpi indah little boy. Kakak harap kamu jangan berubah lagi. Tetap jadi Jio yang selama ini Kakak kenal," ucap Vivian setalah itu ia mengecup kening Zico sebelum ia keluar dari kamar yang ditempati Zico. Dan kamar itu sangat dijaga ketat oleh anak buah Daddy Aiden yang dengan senantiasa berdiri diambang pintu bahkan kaca jendela di kamar tersebut terlapisi besi untuk menghalangi jika Zico suatu saat akan kambuh dan berniat untuk kabur dari pengawasan keluarga tersebut.
Vivian kini berjalan menuju ruang keluarga dimana disana lah semua keluarga Abhivandya sekarang tengah berkumpul.
"Dia sudah tidur?" tanya Mommy Della saat Vivian baru tiba di ruangan tersebut. Vivian menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Syukurlah kalau begitu. Kamu duduk sini. Biar kita bahas masalah Adik kamu itu kedepannya bagaimana," ucap Mommy Della.
Vivian kini mendekati Mommy Della dan duduk di sebelah wanita paruh baya tersebut.
"Berhubung Vivian sudah disini. Dad akan mulai membicarakan masalah ini ke kalian," tutur Daddy Aiden membuka diskusi pada malam ini.
__ADS_1
"Tapi sebelumnya Dad akan kasih tau ke kalian semua masalah mayat yang terpajang di ruangan bawah tanah rumah Jio, jual beli organ manusia secara ilegal dan masih banyak lagi kasus yang kita temukan itu sebenarnya bukan Jio perlakuannya. Melainkan orang lain yang kemungkinan juga akan menjebak Jio agar dia masuk kedalam penjara dan orang itu bisa merebut tahta Jio atau lebih tepatnya dia ingin menggantikan posisi Jio sebagai ketua di gengnya. Entah geng apa, Daddy masih dalam penyelidikan. Dan selama ini Jio benar-benar hanya dendam di keluarga kita bukan orang-orang lainnya. Masalah foto yang di coret itu juga kelakuan anak buah Jio. Bahkan setelah Daddy selidiki lebih dalam lagi, Jio belum pernah masuk kedalam ruang bawah tanah itu dan bisa Dad simpulkan jika mayat Papa kamu, Vi, bukan Jio yang ambil melainkan anak buahnya itu. Yang mungkin digunakan untuk memalsukan dokumen pemindahan saham dengan memanfaatkan cap jari dari Papa kamu. Karena anak buah Jio itu ternyata merupakan anak dari direktur utama perusahaan Papa kamu yang sekarang. Jadi sudah tidak heran lagi jika perusahaan itu dengan mudahnya berpindah tangan," cerita Daddy Aiden.
"Dan kamu tau Vi. Jio bahkan sudah pernah diracuni oleh orang itu tapi sayangnya Jio tetap bertahan. Dan itu bukan hanya sekali atau dua kali melainkan berkali-kali. Lalu untuk masalah finansial yang menjadi Jio kaya raya bukanlah karena jual beli organ ilegal melainkan diam-diam dia memiliki perusahaan yang cukup besar dan berkembang di negara ini bahkan sudah memiliki anak cabang di beberapa negara. Kalian tau Elakshi Company?" Semua orang disana menganggukkan kepalanya. Siapa juga yang tidak tau perusahaan yang terdaftar dalam 10 besar perusahaan berpengaruh di negara tersebut. Tapi anehnya pemilik atau atasan dari perusahaan itu tidak pernah menunjukkan wajahnya di depan publik bahkan karyawan yang bekerja disana pun hanya sedikit yang melihat wajah dari pemilik perusahaan itu dan itu hanya sekilas saja.
"Perusahaan itu ternyata milik Jio." Semua orang disana tampak terkejut akan kenyataan yang baru mereka dengar itu. Benar-benar banyak sekali kejutan yang Zico berikan kepada mereka semua.
"Pantesan kalau aku cariin ke kelas dia dulu, tuh orang pasti kebanyakan izin entah di siang hari atau malah dari pagi. Ternyata oh ternyata lagi sibuk ngurus perusahaan," sela Edrea.
"Sebenarnya yang banyak ngurus perusahaan Jio bukan dia tapi tangan kanannya. Mungkin kamu juga kenal dengan laki-laki yang bernama Joni. Dia orang yang selalu bantu Jio di perusahaan itu." Edrea melebarkan matanya tak percaya, pantas saja dia juga sering izin.
"Dan kamu tau Vivian. Nama dari perusahaan Jio itu diambil dari nama kamu. Benar begitu bukan?" Vivian yang sedari tadi terdiam dengan pikirannya pun kini menatap Daddy Aiden dengan mata berkaca-kaca. Lalu ia menganggukkan kepalanya.
"Dan sebenarnya ia tidak benci dengan kamu hanya saja kamu berurusan dengan keluarga kita jadi dia juga mengincar nyawa kamu saat dia berubah ke karakter buatannya itu. Karena tujuan utamanya itu hanya memusnahkan keluarga Abhivandya dan orang-orang yang berurusan dengan kita. Jadi kamu juga harus berhati-hati jika dia kembali ke karakter buatannya. Dan untuk masalah pengobatan Jio, Daddy juga Mommy sudah memutuskan untuk membawanya ke Rusia karena Oma dan Opa juga akan membantu proses penyembuhan Jio dan kebetulan beliau kenal dengan salah satu psikolog terkenal di negara itu. Jadi dia besok sudah harus kesana. Masalah biaya dan lainnya kamu gak usah khawatir Vi, kita akan tanggung semuanya. Dia disana nantinya akan terus diawasi anak buah Opa dan Uncle Maxime juga anak buah Uncle Felix. Jadi kamu gak perlu khawatir akan keadaan dirinya disana nantinya," ujar Daddy Aiden yang membuat Vivian meneteskan air matanya. Ia tak tau harus berterimakasih bagaimana lagi dengan kebaikan keluarga Abhivandya padahal mereka tau jika Zico membenci mereka tapi dengan tangan terbuka orang-orang yang berusaha Zico lenyapkan malah membantu dirinya untuk melawan penyakitnya itu.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Dad, Mom, Az, Er, Rea sudah mau bantu Jio melewati ini semua. Terimakasih," ucap Vivian. Mereka semua tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
"Kalau kamu kangen sama dia nanti, ngomong ke kita. Kita akan bantu kamu buat ketemu Jio di Rusia," ujar Mommy Della sembari mengelus rambut Vivian.
"Hiks terimakasih Mom." Mommy Della mengangguk lalu memeluk tubuh Vivian.
"Oh ya Dad. Erland masih penasaran dengan nasib anak buah Zico eh Jio itu. Dia sekarang dimana?" tanya Erland.
"Dia sudah diamankan polisi dan proses pengadilan dimulai beberapa hari lagi. Dan Daddy juga Mommy besok saat dimulainya proses pengadilan akan menjadi saksi kasus ini hingga orang itu benar-benar mendapat hukuman setimpal atas apa yang sudah ia lakukan. Daddy juga sudah mempunyai daftar keluarga korban yang akan bantu Daddy nantinya di pengadilan," ujar Daddy Aiden.
"Oh ya satu lagi. Untuk perusahaan Jio sementara waktu akan di pantau oleh anak buah Daddy hingga dia kembali lagi ke negara ini dengan dirinya yang sebenarnya," sambungnya. Dan lagi-lagi hal itu mendapat ucapan terimakasih oleh Vivian. Ia benar-benar banyak dibantu oleh keluarga Abhivandya bahkan ia berniat mulai dari sekarang ia akan melaksanakan apapun untuk melindungi keluarga itu walaupun nyawanya menjadi taruhannya. Dia sudah tak perduli, karena hanya itulah yang bisa ia lakukan untuk berbalas budi ke keluarga tersebut.
"Apa ada yang kalian tanyakan akan kasus Jio?" Mereka semua tampak menggelengkan kepalanya, karena kenyataan yang mereka dapatkan tadi sudah cukup membuat kepala mereka hampir pecah.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, kalian boleh istirahat," ujarnya yang membuat ketiga anaknya ditambah Vivian perlahan meninggalkan ruangan tersebut menuju kamar mereka masing-masing. Sedangkan pasangan suami istri itu berniat ingin bermesraan terlebih dahulu dengan menonton sebuah film romantis yang akan mereka putar nanti untuk menemani mereka melewati malam bersama.