The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 344


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dimana di waktu itu juga Vivian dan Zico tengah menuju ke kediaman keluarga Abhivandya.


Saat di dalam perjalanan tak ada yang berbicara, hanya ada keheningan yang tercipta didalam mobil tersebut. Zico yang terus fokus dengan jalan didepannya sedangkan Vivian, ia masih saja sibuk dengan iPad di pangkuannya.


Hingga saat mobil itu telah masuk kedalam lingkungan rumah keluarga Abhivandya, barulah Zico angkat suara.


"Kakak masih sibuk?" tanya Zico dengan menatap kearah Vivian yang sedari tadi sibuk dengan benda canggih itu.


"Kak!" panggil Zico saat pertanyaannya tadi sama sekali tak mendapat jawaban dari Vivian.


"Hah, gimana?" tanya Vivian yang sekarang sudah mengalihkan pandangannya kearah Zico.


Zico berdecak sebal sekaligus gemas dengan Vivian.


"Ini sudah sampai Kak. Kakak masih sibuk gak? Kalau masih, di lanjut nanti lagi kalau udah didalam atau di rumah," ujar Zico dengan merebut iPad dari pangkuan Vivian lalu melemparnya ke arah kursi belakang.


Vivian yang melihat hal tersebut ia membelalakkan matanya.


"Jio, kenapa iPad Kakak di lempar sih? Nanti rusak gimana?" kesal Vivian yang hanya mendapat gedikkan bahu dari Zico. Bahkan laki-laki itu kini telah keluar dari dalam mobil tersebut.


"Ck, anak itu," geram Vivian kemudian ia mengikuti Zico untuk keluar.


Tapi saat ia sudah keluar dari mobilnya, ia tak melihat Zico disana.


"Lho kemana tuh anak ngilangnya," ujar Vivian celingukan mencari keberadaan Zico yang entah kemana dirinya berada.


"Udah masuk kali ya?" pikirnya.


"Mungkin," ucapnya untuk menjawab pertanyaannya tadi.


Dan untuk membuktikan ucapannya tadi, Vivian akhirnya beranjak menuju ke pintu utama rumah tersebut. Sesampainya dirinya di depan pintu tersebut, tangannya bergerak untuk mengetuk pintu rumah tersebut dan tak berselang lama pintu itu dibuka lebar.

__ADS_1


"Eh Non Vivi. Silahkan masuk Non," ucap perempuan yang merupakan art di rumah tersebut. Vivian yang mendengar ucapannya tadi ia tersenyum manis kemudian ia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah mewah itu.


"Terimakasih Mbak," ujar Vivian yang diangguki oleh art tadi.


Dan belum sempat art tadi mempersilahkan Vivian untuk duduk, suara nyaring seseorang membuat bibir art tadi kembali mengatup.


"Kak Vi!" teriak Edrea yang begitu nyaring bahkan perempuan itu kini berlari kearah Vivian.


"Kangen," ucap Edrea saat tubuhnya sudah berhasil memeluk tubuh Vivian dengan sangat erat.


"Kakak juga kangen sama kamu," balas Vivian dengan mengelus punggung Edrea.


"Lho ada Vivian ternyata. Duduk sini nak." Suara dari Mommy Della membuat kedua perempuan yang tengah berpelukan itu mengalihkan atensi mereka ke arah Mommy Della yang sudah duduk di salah satu sofa ruang tamu. Vivian yang mendapat sambutan hangat dari keluarga itu pun ia tersenyum.


"Iya Mom, Vivian nanti duduk disitu. Sekarang Vivian harus cari anak nakal yang sekarang lagi ngilang entah kemana," ujar Vivian dengan melepaskan pelukannya dari Edrea.


Mommy Della dan Edrea yang tak paham siapa yang dimaksud oleh Vivian pun mengerutkan keningnya.


"Anak nakal siapa Kak? bang Er? bang Az? atau bang Adam? kalau bang Er sama bang Az mereka lagi main PS di ruang keluarga. Kalau bang Adam biasalah dia mah sibuk mulu dirumah sakit, udah kayak bang Toyib aja, gak pulang-pulang," cerocos Edrea yang justru mendapat kekehan dari Vivian.


"Anak nakal itu bukan mereka bertiga tapi Jio. Jio udah masuk kedalam kan?" tanya Vivian.


"Hah Jio?" teriak Edrea yang terkejut mendengar nama yang sudah lama tak ia dengar itu.


"Kak, jangan bercanda lah. Jio kan masih di Rusia belum pulang," sambung Edrea yang tak percaya dengan ucapan Vivian tadi.


"Kata siapa aku belum pulang. Orang aku udah disini, didepan mata kamu malah." Suara bariton milik Zico mampu membuat tubuh Edrea membeku di tempat.


"Lah nak Zico ehhh Jio udah pulang. Kapan pulangnya? Kok gak ngabarin Mommy dulu kalau mau pulang," ujar Mommy Della yang tadinya juga terkejut dengan kedatangan Zico, tapi keterkejutannya tadi hanya sesaat saja. Dan sekarang wanita paruh baya itu justru tersenyum hangat dan berjalan mendekati Zico.


Zico yang mendapat pertanyaan itu pun ia tersenyum kearah Mommy Della dan saat wanita itu sudah berada di depannya, ia mengambil tangan Mommy Della untuk ia salami.

__ADS_1


"Hay Tante, apa kabar? Jio pulangnya baru kemarin kok. Maaf Jio tidak sempat memberikan kabar kedatangan Jio karena memang Jio sengaja biar jadi surprise," ujar Zico dengan menampilkan senyum lebarnya hingga deretan gigi rapinya terlihat.


"Oh jadi mau kasih surprise?" Zico menganggukkan kepalanya sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Terus gimana, surprisenya berhasil kan?" tanya Mommy Della dengan melirik kearah Edrea yang masih diam membisu di tempatnya. Zico yang tau lirikan mata dari Mommy Della pun ia terkekeh.


"Sepertinya berhasil Tan," ujar Zico.


"Tentunya. Lihat aja tuh, dia sampai mangap gitu. Bentar lagi pasti ilernya keluar," ejek Mommy Della yang ia tujukan kepada Edrea. Dan diakhir ia terkekeh dengan Zico.


Sedangkan Edrea yang tadinya masih terbengong, ia kembali tersadar saat ia merasakan senggolan di lengannya yang dilakukan oleh Vivian.


"Jangan bengong mulu dek. Takutnya nanti ada lalat yang masuk ke mulut kamu," bisik Vivian yang berhasil membuat Edrea kini mengatupkan bibirnya dengan rapat.


Tapi beberapa saat setelahnya, ia mulai angkat suara.


"Kak, itu beneran Zico ehhhh maksudnya Jio?" tanya Edrea dengan mengoreksi nama panggilan dari laki-laki yang masih tertawa bersama Mommy Della itu.


"Iya lah, kalau bukan Jio siapa lagi. Kakak awalnya juga gak percaya dia pulang sekarang. Bahkan Kakak juga sama kagetnya dengan kamu saat lihat dia pertama kali di hadapan Kakak. Kakak juga sempat gak mengenali dia karena Jio sekarang jauh lebih tampan dari Jio yang dulu. Iya gak Re?" ucap Vivian.


"Iya, dia jauh lebih tampan dari yang dulu. Tapi sayangnya masih kalah jauh sama Leon," ujar Edrea yang masih sadar jika dirinya sekarang sudah menjadi milik orang lain, walaupun belum sah tapi sebuah cincin pertunangan sudah melingkar manis di jarinya. Jadi dirinya harus segera sadar, sebelum dirinya khilaf dan berakhir oleng kepada Zico yang notabenenya mantan gebetan yang tak tergapai.


Zico yang sedari tadi sadar jika tatapan mata Edrea mengarah ke dirinya pun ia kini membalas tatapan mata perempuan tersebut yang berhasil membuat Edrea justru gelagapan sendiri. Dan hal tersebut membuat Zico kembali terkekeh.


"Kamu gak kangen sama aku gitu? Gak mau peluk gitu?" tanya Zico yang ia tujukan kepada Edrea.


"H---hah gimana?" bukannya menjawab Edrea justru bertanya balik, seperti orang bodoh saja.


"Ck, kamu gak mau peluk aku buat hilangin rasa rindu kamu itu," ulang Zico yang membuat Edrea mengerjabkan matanya berkali-kali.


"Ya ampun Re. Lama," ujar Zico kemudian ia beranjak dari depan Mommy Della menuju kearah Edrea tapi baru beberapa langkah saja, tubuhnya sudah terhuyung kebelakang. Bukan karena terkena bogeman dari siapapun melainkan karena tubuh Edrea tiba-tiba menerjang dirinya. Hingga membuat dirinya hampir saja jatuh jika kakinya tak bisa mengimbangi tubuhnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2