
"Ada apa?" tanya Daddy Aiden kepada Erland yang sudah duduk kembali.
"Tidak ada apa-apa Dad. Hanya ada hal kecil yang perlu Erland selesaikan nanti," jawab Erland sembari menaruh kembali ponselnya keatas meja didepannya.
Daddy Aiden tampak menganggukkan kepalanya.
"Oke kalau gitu lanjutkan!" perintah Daddy Aiden.
Edrea menghela nafas. Ya sudah lah ia tak akan mengelak lagi untuk membongkar siapa dalang dari penculikannya itu.
"Orang yang culik Rea namanya Zico," tutur Edrea pada akhirnya.
Mereka semua yang ada disana pun mengerutkan keningnya.
"Dari mana kamu tau nama dari penculik itu?" tanya Azlan penasaran. Ya kali penculik itu dengan senang hati memberi tahu identitasnya yang asli kepada tawanannya yang sewaktu-waktu akan kabur seperti Edrea saat ini. Jika memang benar orang itu memberi tahu identitasnya, berarti orang itu tidak punya otak dan terlalu bodoh dalam level yang sangat tinggi.
Lagi-lagi Edrea menghela nafas dan tangannya kini tengah memelintir ujung bajunya.
"Zico itu satu sekolah dengan Rea. Dan dia dulu sempat Rea suka," ucap Edrea dengan suara lirihnya diakhiri perkataannya itu.
"Dia tau kalau kamu suka dengan dia?" tanya Erland. Edrea menganggukkan kepalanya.
"Awalnya dia nolak Edrea tapi setelah Edrea memilih mundur, dia justru dekati Edrea sampai dan hubungan kita juga baik-baik saja," tutur Edrea.
"Jika hubungan kalian baik-baik saja. Terus apa motivasi dia nyulik kamu dan berniat merusak masa depanmu?" kini giliran Mommy Della yang bertanya.
Edrea yang tadinya menundukkan kepalanya kini ia memberanikan diri untuk menatap kearah kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Motivasi dia karena dia ingin balas dendam dengan keluarga kita," cicit Edrea tanpa mengalihkan pandangannya ke arah kedua orangtuanya.
Daddy Aiden dan Mommy Della mengernyitkan keningnya. Balas dendam? memangnya mereka ada salah apa dengan orang yang bernama Zico itu? kenal saja mereka tidak.
"Mom, Dad, Rea mau tanya dan Rea harap kalian bisa jujur menjawabnya," sambung Edrea saat mengetahui keterbingungan dari kedua orangtuanya. Sedangkan kedua jagoan itu hanya diam saja, memperhatikan anggota keluarganya yang lain.
"Tanya apa?" tanya Daddy Aiden.
Edrea menggigit bibir bawahnya. Sejujurnya ia takut bertanya akan ucapan Zico pada waktu itu tapi rasa penasarannya terus saja menghantui dirinya.
"Apa diantara Daddy dan Mommy pernah membunuhnya seseorang?" Azlan dan Erland kini dengan kompak menatap kearah Edrea dengan tatapan bingungnya lalu setelahnya tatapan itu beralih kearah kedua orangtuanya.
Sedangkan Mommy Della dan Daddy Aiden tampak saling bertatapan dengan alis yang terangkat.
"Karena Zico melakukan balas dengan itu dengan alasan Mommy dan Daddy telah membunuh seseorang yang berkaitan dengannya," sambung Edrea.
"Mom, Dad," ucap Edrea saat tak kunjung mendapat jawaban.
Daddy Aiden dan Mommy Della tampak menghela nafas.
"Mom gak pernah bunuh orang Rea. Tapi kalau Daddy kamu tanya saja sendiri," jawab Mommy Della.
Mata triplets kini menatap sang Daddy dengan tatapan menuntut jawaban.
"Kalau kamu tanya dengan Daddy. Dad akan jawab, orang yang mana yang di maksud dengan Zico-Zico itu. Dad saja sudah lupa berapa banyak nyawa yang melayang di tangan Dad sendiri," jawab Daddy Aiden dengan santainya. Triplets yang baru mengetahui fakta mengejutkan itu kini mata mereka melotot tak percaya.
"Hey mata kalian bisa santai saja tidak? kalau tidak, kesini kalian biar Dad cungkil itu mata. Dad juga ngelakuin itu untuk perlindungan diri Dad sendiri. Sama seperti yang Dad katakan kepada kalian. Jangan asal membunuh orang lain jika orang itu tidak membahayakan bagi keselamatan kalian," jelas Daddy Aiden agar anak-anak itu tak salah paham dengannya.
__ADS_1
"Sudah-sudah lupakan hal itu. Yang kita fokuskan kini dengan Zico. Siapa orang itu sebenarnya?" tutur Mommy Della.
Triplets hanya bisa menghela nafas berat bahkan Azlan dan Erland kini sama-sama memijat pelipisnya.
"Dan apa kamu tau sekarang dia dimana Rea? Atau setidaknya lokasi rumah yang digunakan untuk menyekap kamu saat itu?" tanya Mommy Della lagi.
"Kalau lokasi rumahnya sepertinya Rea masih ingat. Kalau Zico, Rea gak yakin dia ada dirumah itu sekarang. Karena sebelum Rea pergi, Rea sempat menusuk dia sebanyak tiga kali dan berakhir dia tak sadarkan diri. Dan sekarang entah dia masih hidup atau sudah mati, Rea tidak tau," jawab Edrea.
"Kamu nusuk dia?" tanya Daddy Aiden tak percaya. Dan tanpa rasa bersalah Edrea malah nyengir menampilkan gigi putihnya.
"Buat lindungi diri Rea, Dad," tutur Edrea apa adanya. Memang benar bukan ia melakukan hal itu untuk melindungi dirinya dari serangan Zico. Jika ia tak melakukan hal itu entah jadi apa dia sekarang. Mungkin dia sekarang masih di dalam rumah terkutuk itu, dengan isak tangis dan masa depannya sudah hancur ditambah mahkota yang selalu ia jaga akan lenyap ditangan Zico.
"Oke baik. Kalau begitu hanya ada satu cara supaya kita mengetahui identitas asli juga keluarga dia yang sebenarnya dengan cara kita ke rumah yang waktu itu untuk penyekapan Rea. Kita cari yang sekiranya membantu kita untuk mengungkap identitas dia," tutur Daddy Aiden.
"Daddy juga akan turun tangan untuk menangani masalah ini. Dan mulai besok kita akan mulai rencana ini," sambungnya dengan mata yang menatap ke arah ketiga anaknya.
Triplets pun hanya bisa menganggukkan kepalanya. Mau mereka menolak dengan alasan seperti apapun tak akan pernah bisa menggoyahkan perintah Daddynya itu. Dan untuk urusan dengan kasus penjualan organ manusia segara ilegal yang Erland temukan, sang empu mungkin akan menghubungi Vivian untuk membantu dirinya dalam masalah tersebut.
"Kalau kalian sudah mengerti kalian bisa kembali ke kamar. Istirahatlah dan untuk masalah sekolah kalian. Biar Mom yang urus. Toh sudah tak pelajaran seperti biasa kan?" tanya Mommy Della memastikan. Walaupun senakal-nakalnya mereka dan sepenting-pentingnya kasus yang akan mereka tangani, tidak lebih penting dari pendidikan mereka. Pendidikan nomor one untuk keluarga Abhivandya. Ya kali turunan Daddy Aiden dan Mommy Della bodoh. Apa kata para rekan bisnis mereka nantinya? Dan untungnya triplets mempunyai IQ yang lumayan tinggi walaupun hanya membaca sekilas, mereka akan paham apa yang telah mereka baca tadi. Sungguh tak perlu diragukan lagi dengan semua keturunan mereka berdua. Wajah yang sangat rupawan, tubuh yang standar, kepintaran tak perlu diragukan dan yang pasti attitude mereka bisa diacungi jempol jika orang itu tak mencari masalah dengan mereka tentunya dan tak mengusik ketenangannya ataupun nyawa mereka. Mereka semua definisi dari keluarga yang sangat sempurna. Kekurangan mereka bisa merasakan tutupi dengan kelebihan yang mereka miliki.
...****************...
Hay semua, bagaimana keadaan kalian semoga baik-baik saja ya.
Oh ya author disini sangat berterimakasih dengan kritik dan saran kalian. Dan maaf jika ceritanya terlalu berbelit-belit, masih banyak kesalahan dan lain sebagainya. Disini author juga masih belajar untuk bisa menulis yang lebih baik lagi lewat kritik dan saran dari kalian semua. Dan author usahakan untuk mempercepat alurnya sesuai permintaan kalian hehehe 🤠sekali lagi terimakasih 🤗
Salam hangat dari author absurd bye👋
__ADS_1