The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 75


__ADS_3

Didalam perjalanan tak ada percakapan diantara kedua anak manusia itu. Mereka hanya diam membisu dengan kesibukan masing-masing hingga mobil Leon kini telah sampai dan terparkir rapi di depan studio musik Faleto.


"Udah sampai," ucap Leon sembari membuka seat beltnya, kemudian keluar dari mobil tersebut diikuti oleh Edrea.


Mereka berdua kini masuk kedalam studio musik tersebut yang langsung disambut beberapa orang yang sudah lebih dulu sampai disana.


Edrea maupun Leon menjabat tangan satu persatu orang disana.


"Udah kumpul semua kan?" tanya Leon yang diangguki oleh semua orang disana.


"Oke kalau gitu kita mulai sekarang aja," tutur Leon.


Mereka semua kini berada diposisi mereka masing-masing dan setelah dirasa aman, mereka langsung berlatih musik sesuai dengan rencana beberapa hari yang lalu.


2 jam sudah Edrea dan anak band lainnya berlatih, hingga sekarang waktunya untuk mengakhiri latihan hari ini.


"Makan siang bareng yuk," ajak Edrea.


"Tenaga aja gue yang akan bayar," sambungnya yang langsung mendapat sorak sorai semua orang di sana.


"Tapi gue gak bawa mobil. Gue boleh nebeng gak sama salah satu kalian?" tanya Edrea yang merasa tak enak dengan Leon. Ia takut nanti saat dirinya satu mobil dengan Leon lagi dan bertemu dengan pacar Leon bisa panjang urusannya. Apalagi tadi waktu berangkat sepertinya Leon tak senang ia tumpangi.


"Kalau bisa yang jomblo. Karena gue gak mau tar di labrak sama pacar kalian," sambung Edrea lagi.


"Sama gue aja Re. Gue jomblo sampai halal," ucap Galuh.


"Oke, kalau gitu gue neb---" belum sempat Edrea menyelesaikan kalimatnya, suara Leon menyela suaranya.


"Lo tetap sama gue," ucap Leon sembari menarik tangan Edrea pelan.


"Ya elah pak, pak. Takut amat kalau Rea gue embat," tutur Galuh, kemudian ia mengikuti langkah dua orang didepannya bersama dengan anggota band yang lainnya.


"Masuk," ucap Leon sembari membukakan pintu untuk Edrea.


"Gue sama Galuh aja deh Le," tutur Edrea.


"Rea, Lo kesini sama gue. Jadi kalau lo mau kemana-mana harus sama gue. Gue gak mau tanggungjawab kalau lo di jalan terjadi sesuatu nanti." Edrea menghela nafas kemudian ia masuk ke dalam mobil Leon. Setalah memastikan Edrea duduk dengan nyaman, Leon menutup kembali pintu mobilnya setelah itu ia beranjak dan duduk di kursi kemudi.


"Katakan lo mau traktir kita dimana?" tanya Leon dengan suara yang begitu berbeda dari sebelumnya. Lebih lemah lembut lagi.


"Ke BAG cafe and resto." Leon mengangguk kemudian ia menjalankan mobilnya menuju restauran yang Edrea tadi sebut.


Butuh waktu setengah jam akhirnya mereka berdua dan juga anak band lainnya telah sampai di restauran tadi. Dan tanpa babibu lagi, mereka melangkah kakinya masuk kedalam restauran tadi yang tampak terlihat ramai.

__ADS_1


"Disini penuh Re," ucap Galuh.


"Kalian tunggu sini bentar. Biar gue tanya karyawan apa diatas masih ada yang kosong." Edrea kini beranjak, menghampiri salah satu karyawan disana.


Beberapa saat Edrea bercakap-cakap dengan karyawan tersebut dan akhirnya kini ia kembali ke gerombolan band tadi.


"Diatas masih ada beberapa yang kosong. Masih cukup untuk kita, kata mbak-mbaknya tadi." Mereka semua mengangguk kemudian langsung beranjak menuju lantai atas restauran tersebut.


"Kalian pesan aja apa yang kalian mau. Gak perlu sungkan, santai aja kalau sama gue," tutur Edrea yang diacungi jempol teman-temannya tadi.


Saat Edrea sibuk memilih menu untuk ia santap nanti, tanpa ia sadari ternyata sedari tadi Leon mengamati setiap pergerakannya tanpa berkedip sedikitpun.


"Lo mau pesan apa?" tanya Edrea sembari menatap kearah Leon yang langsung mengalihkan pandangannya.


"Samain aja sama lo," ucap Leon.


Edrea pun mengangguk kemudian ia memesan pesanannya juga Leon tadi.


"Re," panggil Leon.


"Hmmm, kenapa?"


"Gak papa cuma mau panggil aja," ucap Leon.


"Iya. Kenapa emang?"


"Gak papa sih. Cuma kalau gue lagi pengen nyanyi boleh kan sewaktu-waktu gabung sama kalian walaupun hanya satu hari aja."


"Kenapa gak setiap hari aja?" tanya Galuh.


"Bentar lagi kita kelas 3, waktu kita gak banyak untuk main-main lagi. Jadinya gue gabung sama kalian kalau lagi ada waktu luang aja," ucap Edrea.


"Iya juga sih. Kalau kita mah selalu menyambut lo dengan tangan terbuka. Mau lo datang kapan saja, sok lah monggo. Kalau ada lo juga tambah seru band kita," tutur Jojo yang disetujui oleh anggota band lainnya.


"Thanks ya," ujar Edrea yang diacungi oleh semua orang disana.


Tak berselang lama akhirnya pesanan mereka datang yang membuat semua orang disana terdiam untuk menikmati makanan di depan mereka masing-masing.


"Ada yang mau nambah?" tanya Edrea saat dirinya sudah selesai menyantap makan siangnya begitu juga dengan yang lainnya.


"Huh, gak deh Re. Perut gue rasanya mau meledak akibat kekenyangan," tutur Raden sembari mengelus-elus perutnya.


"Yang lainnya?"

__ADS_1


"Lain kali lagi aja Re. Perut kita udah gak muat buat makan lagi," tutur Jojo.


Edrea pun mengangguk kemudian ia beranjak untuk menuju ke arah kasir.


"Berapa mbak total semuanya?" tanya Edrea saat sudah berada di depan kasir tersebut.


"3 juta 4 ratus Kak," ucap kasir tersebut. Edrea mengangguk kemudian ia mengambil kartunya dan saat dirinya menyodorkan kartu tersebut, terdapat kartu yang lainnya yang juga ikut tersodor didepan kasir tersebut.


Edrea kini menatap kartu tersebut, lalu berganti kearah sang pemilik kartu tadi.


"Biar gue aja yang bayar," ucap Leon.


"Eh gak usah. Kan gue yang janji tadi," tutur Edrea.


"Re, gue aja. Uang punya lo ditabung aja," ucap Leon.


"Mbak pakai kartu ini aja," sambung Leon sembari mendekatkan kartunya di hadapan kasir tadi.


"Pakai ini aja mbak." Kasir tersebut tampak bingung ingin mengambil yang mana.


"Gak usah dengerin dia mbak. Pakai ini."


"Gak gak. Pakai kartu saya aja Mbak."


"Rea."


"Leon."


"Aduh, gini aja Kak. Kalian berdua suit aja dan siapa yang menang itu yang bayar," ucap kasir tersebut menengahi Edrea juga Leon.


Mereka tampak terdiam kemudian beberapa saat, mereka langsung berancang-ancang untuk melakukan ide kasir tersebut. 3 kali mereka sudah melakukan adu suit tapi selalu saja hasilnya sama.


"Haish, Lo ngalah aja Leon," geram Edrea.


"Gak, gak akan gue ngalah sama lo, Edne." Edrea kini terdiam sembari menatap wajah Leon.


"Yes gue menang. Ini mbak kartunya." Kasir tadi akhirnya mengambil kartu milik Leon dan langsung melakukan transaksi yang sempat tertunda tadi.


"Ehem, Leon," panggil Edrea.


"Hemmm kenapa? Lo mau protes lagi. Udah gak bisa Rea. Kartu gue udah diambil sama mbaknya dan juga udah melakukan transaksi. Udah jangan protes mulu," ucap Leon.


Edrea kini menggelengkan kepalanya, mungkin dirinya tadi salah dengar dengan panggilan Leon tadi. Buktinya Leon memanggilnya dengan sebutan Rea sama seperti orang-orang pada umumnya.

__ADS_1


__ADS_2