The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 234


__ADS_3

"Sebentar-sebentar. Jadi selama ini kita di pisahkan bukan karena kemauan kita sendiri?" tanya Edrea.


Leon menghela nafas kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Semua itu atas kehendak orangtua kita berdua. Lebih tepatnya orangtuaku. Dan kamu tau, perpisahan ini bukan hanya sekali untuk kita tapi sudah yang kesekian kalinya. Saat kita masih berusia sekitar 5 tahun, kita juga pernah di pisahkan karena gue dipaksa orangtua gue untuk kembali ke rumah. Dan selama 2 tahun akhirnya kita di pertemukan lagi. Tapi sayangnya pertemuan kita hanya sesaat, setelah kita saling bertukar gelang ini, pada saat itu juga gue tertangkap lagi oleh orang-orang suruhan kedua orangtua gue." Leon tampak mengambil nafas sesaat sebelum meneruskan ucapannya tadi.


"Dan perpisahan kita yang kedua itu cukup lama. Sekitar 7 tahun dan kita di pertemukan lagi karena pada saat itu gue di pindahkan disekolah yang sama, yang saat itu lo tempati. Dan sepertinya waktu itu orangtua gue juga tidak tau jika kita satu sekolahan, alhasil kita bisa bebas bertemu tanpa sepengetahuan orangtua gue atau anak buah mereka. Hingga saat kita tengah merayakan kelulusan, mereka baru sadar jika kita dekat lagi, bahkan sangat dekat waktu itu apalagi ditambah dengan kehadiran Callie di tengah-tengah kita berdua. Tapi lagi-lagi kita benar-benar harus terpisah untuk yang ketiga kalinya setelah mereka mengetahui kedekatan kita berdua. Tapi karena gue memberontak pada saat itu dan kabur tanpa sepengetahuan orang-orang yang ada di rumah gue---" ucapan Leon menggantung saat masa kelam itu kembali menusuk dadanya.


"Orangtua gue menggunakan lo sebagai ancaman agar gue pulang. Tapi karena gue saat itu benar-benar egois dan tidak berpikir panjang, akhirnya apa yang menjadi ancaman mereka, mereka lakukan juga ke lo," ujar Leon sembari mengepalkan tangannya.


Edrea yang melihat kepalan tangan itu pun dengan cepat ia mengelus tangan tersebut.


"Jadi apa yang mereka lakukan?" tanya Edrea dengan suara lembut.


Leon kini menatap manik mata Edrea.


"Orang-orang yang disewa orangtua gue nyulik dan nyekap lo. Dan lebih parahnya lagi lo disiksa di depan mata gue," ujar Leon.


"Dan maaf waktu itu gue gak bisa nolongin lo karena gue juga tak berdaya waktu itu," sambung Leon.


"Jadi apakah amnesia gue ini gara-gara siksaan mereka?" tanya Edrea.


Leon menggelengkan kepalanya.


"Bukan, tapi karena amnesia lo itu karena sebuah kecelakaan dan kecelakaan itu juga di sebabkan oleh orangtua gue," ujar Leon dengan menundukkan kepalanya.


"Hah?" kaget Edrea.

__ADS_1


"Kejam ya orangtua gue? Dan lo tau kecelakaan itu terjadi di saat lo baru keluar dari rumah sakit. Saat lo dan kedua orangtua lo dalam perjalanan, mobil lo hilang kendali dan mengalami rem blong yang berakhir sopir keluarga lo banting stir tanpa melihat kondisi jalanan waktu itu. Alhasil saat mobil yang lo tumpangi saat itu masuk ke jalan yang berlawanan arah, tanpa hitungan detik ada sebuah truk yang langsung menabrak mobil itu. Hingga membuat mobil itu terguling berkali-kali," cerita Leon.


Edrea yang sedari tadi menyimak cerita dari Leon pun sesekali ia memejamkan matanya saat ia melihat bayang-bayang masa lalu itu yang perlahan muncul di otaknya.


Leon yang melihat Edrea sudah mulai memijit pangkal hidungnya itu pun mulai panik sendiri.


"Hey, gak usah di paksain. Dan kita lanjut besok aja ya ceritanya," ucap Leon.


"Gak. Gue gak papa. Lanjut sekarang aja," ujar Edrea.


"Lo yakin?" tanya Leon memastikan.


"Iya Leon, gue yakin," jawab Edrea yang membuat Leon menghela nafas berat.


"Please lanjutkan ceritanya," sambung Edrea memohon.


"Dan dari kejadian itu, lo, Mommy dan Daddy selamat. Tapi sopir yang mengendarai mobil itu meninggal seketika di tempat kejadian. Tapi walaupun begitu, luka lo yang lebih parah dari luka kedua orangtua lo. Saat itu kepala lo mengalami benturan hebat yang membuat lo gagar otak dan amnesia. Tidak hanya itu juga tapi tangan dan kaki lo mengalami patah tulang," ujar Leon.


"Dan setalah itu lo koma berbulan-bulan bahkan dokter sudah angkat tangan untuk mencoba menyembuhkan lo. Tapi karena lo perempuan kuat, lo tetap bertahan dan berakhir lo sadar dari koma lo itu," sambung Leon dengan senyum yang terukir di bibirnya.


"Tapi lagi-lagi gue minta maaf, saat lo dalam masa sulit itu, gue gak ada disamping lo. Karena setelah kita berdua di culik, gue benar-benar di kurung dalam kamar. Lo tau kan kartun Rapunzel?" Edrea tampak menganggukkan kepalanya dengan polos.


"Nah, tokoh Rapunzel itu menggambarkan diri gue saat itu. Gue tidak boleh kemana-mana. Pintu dan jendela di kamar selalu di kunci bahkan celah-celah di kamar pun juga di tutup oleh mereka. Dan selama bertahun-tahun gue selalu di dalam ruangan yang hanya di terangi oleh lampu saja tanpa ada sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan itu. Dan selama itu juga gue terus di tuntut untuk menjadi laki-laki sempurna sesuai dengan keinginan mereka," ujar Leon.


"Tapi jika lo terus terkurung, kenapa kalian bisa menyimpulkan bahwa gue akan kenapa-napa atau lebih tepatnya hilang ingatan lagi saat mengetahui masa lalu ini?" tanya Edrea penasaran.


"Untuk hal itu, gue tau karena Azlan, Erland bahkan kedua orangtua lo yang ceritain hal tersebut ke gue. Satu tahun setelah lo sadar dari koma lo dan mulai mengenal kembali anggota keluarga lo satu-persatu, Mommy dan Daddy memutuskan untuk membawa lo jalan-jalan, sekalian supaya lo bisa mengingat sedikit masa lalu itu. Tapi saat lo di bawa ke suatu tempat yang memang sering kita berdua kunjungi dan merupakan tempat saat kita berdua di culik, lo tiba-tiba tidak sadarkan diri. Dan setelah lo dilarikan ke rumah sakit, dokter memastikan jika ingatan lo kembali hilang. Bahkan saat itu juga dokter menyatakan jika lo bisa meninggal jika lo terus maksain buat mengingat memory yang sudah hilang di ingatan lo itu. Makanya setelah kejadian itu, semua keluarga lo, orang-orang yang berada disekitar lo bahkan gue sekalipun, dilarang untuk memberitahu masa lalu itu ke lo. Jadi perlu lo tau, kita semua menyembunyikan cerita ini karena kita gak mau lo kembali mengingat hal yang sangat menyakitkan buat lo dan juga untuk mencegah kemungkinan dari ucapan dokter itu terjadi. Kita ngelakuin itu semua karena kita sayang sama lo, Rea. Kita gak mau kehilangan lo," tutur Leon panjang lebar.

__ADS_1


Edrea yang sedari tadi terdiam dengan wajah memucat dan keringat dingin yang mulai membasahi keningnya itu pun kini menatap lemah kearah Leon.


"Thanks El," ucap Edrea dengan lemah.


Leon yang melihat jika Edrea tengah tak baik-baik saja pun tanpa diminta ia langsung bergerak untuk membopong tubuh Edrea menuju ke ranjang di ruangan tersebut dan setelah sampai ia membaringkan tubuh Edrea disamping Callie. Bahkan kini ia bergerak dengan gesit untuk mengambilkan air minum untuk Edrea.


"Minum dulu," ucap Leon sembari membantu Edrea minum.


"Kita kerumah sakit sekarang ya," tutur Leon saat Edrea selesai minum. Tapi Edrea justru menggelengkan kepalanya.


"Tapi gue takut lo kenapa-napa Edne. Gue takut kehilangan lo lagi. Gue takut kita di pisahkan lagi. Gue gak mau itu semua terjadi," ujar Leon dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


Tangan Edrea kini bergerak untuk menghapus air mata tersebut.


"Gue gak papa, El. Gue bukan anak kecil lagi. Dan kata lo tadi, gue ini perempuan kuat. Jadi yakinlah gue akan baik-baik saja. Gue hanya perlu istirahat sebentar kok," tutur Edrea.


"Istirahat lah asal jangan tinggalin gue lagi," ujar Leon yang membuat Edrea tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


Dan dengan belaian lembut di kepalanya dari Leon, Edrea perlahan menutup matanya untuk mulai mengumpulkan energinya kembali setelah energinya itu terkuras habis gara-gara ia memaksakan dirinya untuk mengingat kejadian dimasa lalunya itu.


...****************...


*U**dah ya jangan protes mulu. Aku gibeng kalau masih pada protes 🀭 Sekarang udah tau kan alasannya dan siapa Leon sebenarnya. Lega gak? lega lah pastinya. Giliran aku yang gak lega setelah ini karena idenya udah mulai menipis πŸ˜‚*


Awas aja kalau ada yang minta tripel up, nanti tak hih kalian. Eps ini tuh udah panjangggggg, sepanjang tali jemuran tetanggaku. Jadi jangan minta lagi buat TRIPEL!!!!!


Dan aku gak mau tau, kalian harus LIKE, KOMEN, KASIH HADIAH dan VOTE sebanyak-banyaknya. Gak mau tau pokoknya, aku maksa hari iniπŸ˜‚

__ADS_1


Dah lah capek juga ngomelin kalian. See you next eps bye bye kesayangan, peluk dan cium jauh πŸ€—πŸ’œ


__ADS_2