The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 299


__ADS_3

Saat telepon tersebut terhubung, orang yang memegang ponsel tadi langsung memberikannya kepada tuan besar mereka.


Cukup lama tuan besar tersebut menunggu sambungan telepon tersebut hingga akhirnya telepon tersebut diangkat oleh seorang wanita dari sebrang.


πŸ“ž : "Hello, ini dengan siapa?" tanya wanita dari sebrang telepon tersebut.


"Bukankah Anda sudah mengetahui saya lewat Jaden?" jawab orang tersebut.


πŸ“ž : "Ahhh sorry tuan, saya tidak bisa langsung mengenali tuan tadi," ujar wanita tersebut.


"No problem. Saya juga sebenarnya tidak butuh anda kenali tapi yang saya butuhkan adalah hasil dari kerja anda hari ini. Apakah sudah ada hasil yang bisa membuat hati saya senang? Atau justru anda belum memikirkan untuk menyerang keluarga itu?" tanya orang tersebut.


πŸ“ž : "Anda tidak perlu khawatir tuan Grissham. Saya sudah melakukannya," tutur orang tersebut dengan bibir yang tersungging membuat sebuah senyum liciknya.


"Apa yang anda lakukan? Dan apakah ide anda itu berhasil?" tanyanya.


πŸ“ž : "Tenang saja tuan. Saya jamin ide saya ini 100% berhasil menarik perhatian Le--- eh tuan Elsworth sekaligus menjebak keluarga tersebut untuk masuk kedalam perangkap tuan. Dan perlu anda tau tuan jika saya sekarang sudah mengantongi satu nyawa dari keluarga itu yang saya yakini cepat atau lambat keluarga itu datang menghampiri saya untuk mencoba menolong anggota keluarganya itu," ujar wanita tersebut.


"Apakah orang yang sudah berada di dalam genggamanmu itu adalah perempuan yang sangat Elsworth sayangi?" tanya orang tersebut.


πŸ“ž : "Maaf sebelumnya tuan, orang yang sudah berada di tangan saya bukan lah orang yang tuan maksud karena orang itu benar-benar tengah di lindungi oleh tuan Elsworth, jadi saya tidak bisa bergerak untuk menculiknya. Tapi orang ini sangat berpengaruh di keluarga mereka tuan karena orang yang berhasil saya lumpuhkan adalah ibu kandung dari perempuan itu," jawab wanita tersebut yang berhasil membuat ujung bibir tuan Grissham terangkat.

__ADS_1


"Bagus. Lanjutkan ide anda itu. Saya akan segera kesana untuk memantau langsung pergerakan dari keluarga itu," ujar tuan Grissham.


πŸ“ž : "Baiklah tuan, tapi saya hanya mengingatkan kepada tuan, jangan lupa untuk selalu menepati janji yang sudah tuan berikan kepada saya," tutur wanita tersebut.


"Tenang lah. Saya tidak akan pernah lupa dengan janji saya. Dan saya pastikan anda akan tetap aman," ucap tuan Grissham.


πŸ“ž : "Merci beaucoup, tuan."


"Hmmmm. Pertahankan apa yang sudah berada di genggaman anda. Jangan biarkan mereka lepas," ucap tuan Grissham.


πŸ“ž : "Siap tuan. Saya akan tetap memantau mereka 24 jam," ujar wanita tersebut dengan bibir yang terus saja tersenyum kegirangan.


"Ya sudah kalau begitu saya tutup teleponnya dan saya tidak mau mendengar jika anda gagal dalam rencana anda ini," tutur tuan Grissham.


"Baik, saya percaya dengan anda," ucapnya dan setelah itu ia langsung menutup sambungan telepon tersebut.


"Siapkan segalanya, kita akan ke Indonesia dan ingat jangan ada yang membawa senjata apapun dari sini. Karena kita akan pakai senjata yang berhasil kita selundupkan di negara itu," ujar tuan Grissham dengan sedikit memberikan arahan kepada anak buahnya tersebut.


"Siap tuan!" teriak semua anak buahnya itu dengan serempak yang membuat tuan Grissham mengangguk-anggukkan kepalanya sebelum dirinya beranjak dari tempat tersebut.


...****************...

__ADS_1


Disaat orang-orang itu sudah merencanakan sesuatu yang jahat kepada keluarga Abhivandya, berbeda dengan keluarga yang sedang mereka incar itu justru sekarang semakin dibuat gusar saat Daddy Aiden ataupun kedua putranya tak menemukan sinyal dari anting ataupun kalung yang tak pernah lepas dari tubuh Mommy Della. Dan hal tersebut benar-benar membuat ketiga laki-laki itu stres memikirkannya.


Hingga saking stres dan fokusnya mereka, mereka sampai tak mendengar langkah kaki seseorang yang mendekati mereka bertiga.


"Daddy, kenapa rumah ini sepi sekali?" ucap orang tersebut yang merupakan putri satu-satunya dari keluarga Abhivandya yaitu Edrea. Dan suara dari Edrea tersebut berhasil membuat ketiga laki-laki itu mengalihkan pandangan mereka kearah tiga orang yang baru datang itu.


Azlan yang sedari tadi sudah meradang pun, ia kini bangkit dari duduknya dan tiba-tiba saja tangannya bergerak untuk melempar sebuah benda tepat di tubuh Leon.


"Puas lo sekarang. Gara-gara lo hidup kita jadi tidak tenang seperti ini. Dulu Edrea yang di culik oleh keluarga lo tapi sekarang Mommy dan semua pekerja di rumah ini yang di culik sama mereka. Apa lo belum puas dengan apa yang lo lakuin dulu sampai membuat Rea amnesia, hah? Apa lo akan puas saat melihat keluarga ini hancur satu-persatu dan musnah di tangan keluarga lo? Tapi sayangnya jika dulu lo dan keluarga lo bisa melakukan hal itu dengan semena-mena, tidak dengan sekarang karena yang kalian lawan bukan cuma Daddy seorang melainkan ada gue dan Erland yang akan menjadi tameng terdepan untuk keluarga kita," ujar Azlan sembari menodongkan sebuah pistol kearah Leon tanpa peduli disana ada Callie yang tengah melihat apa yang tengah ia lakukan saat ini.


Erland yang masih bisa mengontrol emosinya dan saat ia melihat wajah ketakutan dari Callie pun ia kini ikut berdiri dari duduknya dan segera memegang ujung pistol tersebut sembari tangan satunya ia gunakan untuk menepuk-nepuk bahu saudara kembarnya itu.


"Tenang bang. Bukan saatnya kita saling membunuh dan kita juga belum tau pasti siapa yang menculik Mommy dan para pekerja disini. Belum tentu keluarga Leon yang melakukannya kan. Jadi lebih baik kita lanjutkan saja melacak keberadaan Mommy daripada membuang-buang waktu seperti ini. Dan ingat disini bukan hanya ada kita saja melainkan ada Callie juga. Jika lo tidak mau Callie takut sama lo, turunkan senjata dan turunkan emosi lo. Jangan buang tenaga lo dengan sia-sia," ucap Erland mencoba untuk memberikan ketenangan kepada Azlan. Dan setelah mengucapkan hal tersebut, tangan Erland yang tadi memegang ujung pistol perlahan menuntun tangan Azlan untuk menurunkan pistol tersebut. Lalu saat Azlan lengan, Erland langsung merebut pistol tersebut dan menyimpannya.


Sedangkan Azlan yang sudah benar-benar frustasi pun ia kini mengusap wajahnya dan menjambak rambutnya sendiri untuk menghilangkan bayang-bayang negatif yang muncul di otaknya itu.


Daddy Aiden yang sedari tadi diam dan hanya melihat perubahan ekspresi wajah Leon pun ia kini mulai angkat suara saat melihat wajah Leon sepertinya juga sudah terpancing emosi sembari melihat benda yang Azlan tadi lempar di hadapannya.


"Dad tau apa yang kamu rasakan. Kamu tengah bingung kan sekarang? Kamu bingung mau memilih pihak siapa yang ingin kamu dukung jika tuduhan Azlan tadi benar? Disisi lain kamu pasti ingin mendukung keluarga ini tapi di hatimu yang paling dalam kamu juga tidak mau menyakiti keluargamu sendiri. Jadi sebelum semuanya terlambat, pikirkan baik-baik keluarga mana yang ingin kamu pilih? Jika kamu memilih keluarga ini maka tidak ada rasa kasihan jika suatu saat dirimu sendiri yang akan membunuh anggota keluargamu, tapi jika kamu memilih keluargamu, jangan ada rasa kasihan jika kamu harus membunuh salah satu dari kita termasuk Callie ataupun Edrea," tutur Daddy Aiden yang benar-benar tau isi hati dan pikiran yang menghantui Leon saat ini. Dan ucapan dari Daddy tadi membuat Leon semakin dilema.


...****************...

__ADS_1


Note : Merci beaucoup artinya terimakasih banyak.


Jangan lupa Like, Vote, kasih hadiah dan komen ☺️ See you next eps bye πŸ‘‹


__ADS_2