The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 258


__ADS_3

Kepala sekolah tersebut kini benar-benar terlihat panik setengah mati setelah mendapat pesan tersebut. Jika sampai foto-foto itu dikirimkan ke istrinya, pasti nanti saat ia pulang ke rumah, tubuhnya langsung jadi bandeng presto tanpa tulang karena semua tulangnya akan di hancurkan oleh istrinya itu. Apalagi jika foto-foto itu tersebar di internet, habis lah dia nanti kena amuk keluarga besarnya dan keluarga besar sang istri.


Kepala sekolah yang tadinya terduduk dengan cepat ia berdiri dan langsung berlari begitu saja ke luar dari ruangan tersebut setelah ia mendapatkan pesan dari nomor yang sama dengan yang sebelumnya, tapi kali ini pesan itu berisi halaman sebuah media yang menampilkan salah satu unggahan foto aibnya itu. Dan hal tersebut merupakan bukti jika apa yang dikatakan oleh orang misterius itu tidak hanya sekedar menggertak saja, melainkan kenyataan. Walaupun orang misterius itu mengunggahnya dengan wajah yang di samarkan kecuali wajah Kayla. Tetap saja keluarganya pasti akan tau jika foto itu merupakan foto dirinya. Alhasil ia kini pergi entah mau kemana.


Dan apa yang di lakukan oleh kepala sekolah tersebut membuat semua siswa-siswi di sekolah tersebut menyoraki kepergian dari kepala sekolah itu.


Sedangkan Kayla yang di tinggalkan sendiri oleh kepala sekolah tersebut pun ia kini mengepalkan tangannya. Ia benar-benar tak tau apa yang membuat kepala sekolah tersebut tampak ketakutan hingga tak bisa melawan Edrea lagi. Mana mungkin hanya karena ucapan Edrea tadi, kepala sekolah tersebut bisa setakut itu. Pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan tanpa sepengetahuan Kayla.


Edrea yang melihat keterbengongan dari Kayla pun kakinya kini bergerak untuk menendang betis Kayla yang membuat wanita itu mendesis ngilu.


"Ciaaa elah di tinggal sendirian ya neng, kasihan banget sih lo. Kalau kayak gini kan gue jadi ingat kalau sampah itu memang harus di buang. Tapi si bapak malah buangnya sembarangan, kan nanti kalau gak di buang di tempat yang benar, bisa mencemarkan lingkungan. Mana sampahnya bau lagi ish ish ish," ucap Edrea sembari menutup hidungnya.


"Hey bestie semuanya. Kita keluar aja yuk. Disini bau sampah," ujar Edrea yang ia tujukan kepada seluruh siswa-siswi yang sekarang berada di dalam ruangan tersebut.


Dan ucapan Edrea tadi perlahan membuat siswa-siswi tadi bergerak keluar dari ruangan tersebut. Edrea yang melihat hal tersebut pun ia kini melangkahkan kakinya menuju ke pintu ruangan tersebut. Tapi pergerakan Edrea tadi membuat Kayla kini juga dengan cepat bergerak menuju ke meja kepala sekolah untuk mengambil pisau buah yang terletak disana dan setelahnya ia kembali berlari menuju ke arah Edrea, berniat untuk menerkam Edrea dari belakang.


Tapi sayangnya semua pergerakan dari Kayla sangat-sangat mudah di baca oleh Edrea. Hingga saat Kayla ingin menusuk dirinya, Edrea langsung berbalik, kemudian ia mencekal tangan Kayla tersebut lalu tusukan itu ia balikan ke Kayla hingga mengenai perut wanita itu.


"Arkhhhh," ringis Kayla merasakan sakit yang luar biasa di perutnya itu.


"Jangan terlalu bodoh untuk bertindak jika kamu tidak mau celaka sendiri seperti ini. Ah satu lagi. Semua masalah ini sesuai dengan apa yang gue katakan sebelumnya, gue akan membawanya ke meja hijau. Karena gue mau mendapatkan keadilan disana. Jadi, see you di persidangan Kayla," ujar Edrea sembari melepaskan tangannya dari tangan Kayla. Lalu setelahnya ia kini melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Tapi baru saja ia sampai di ambang pintu, kepala sekolah yang entah tadi kemana pun ia tiba-tiba saja kembali ke ruangan tersebut masih dengan larinya itu.


Tapi kali ini ia hanya melewati Edrea begitu saja dan langsung kearah Kayla berada sekarang.


"Huft huft huft, ini, ini surat resmi pengeluaran kamu dari sekolah ini. Ambil dan pergi sekarang dari sini. Jangan pernah menginjakkan kaki kamu ke sekolah ini lagi mulai dari besok dan seterusnya," ucap kepala sekolah tersebut. Dan saat surat itu sudah berpindah tangan, kepala sekolah tersebut bergegas pergi lagi, entah kemana, semua orang yang ada disana, mana ada yang peduli.


Sedangkan Edrea yang sedari tadi melihat ekspresi wajah Kayla yang tampak emosi bercampur kecewa pun ia kini tersenyum lebar. Sebelum akhirnya ia benar-benar keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Kayla sendirian di ruangan itu.


"Entah siapapun orang yang berada di balik nama Mr. Misterius yang gue berikan, gue benar-benar berterimakasih banyak atas semua bantuan yang telah dia berikan ke gue. Dan gue harap cepat atau lambat lo bisa mengungkap siapa lo yang sebenarnya," batin Edrea diakhir dengan helaan nafasnya.


Dan keluarnya Edrea dari ruangan tersebut langsung disambut dengan pelukan dari kedua saudara kembarnya itu dan tepukan tangan dari semua siswa-siswi disana.


"Gue juga sama bangga sama lo. Adik gue yang dulunya super duper centil, manja dan bisanya hanya nangis saja, sekarang benar-benar sudah berubah menjadi pribadi yang sangat tangguh dan tidak bisa di remehkan oleh siapapun. Abang benar-benar bangga banget sama lo, Rea," timpal Erland.


Edrea yang mendapat pujian dari kedua abangnya itu tampak tersenyum malu dibuatnya. Hingga pelukan dari kedua abangnya itu terlepas, barulah Edrea buru-buru menetralkan kembali ekspresi wajahnya itu.


"Edrea!" teriakan dari seseorang yang sekarang tengah menuju kearah Edrea, membuat Edrea menyambutnya dengan senyuman manisnya. Dan senyuman dari Edrea tadi justru membuat Azlan dan Erland memutar bola matanya malas.


"Gimana keadaan lo? ada yang terluka?" tanya orang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Leon.


"Tenang saja, gue gak papa. Ya walaupun tadi sempat kena jambak dan tamparan, tapi it's okey. Gwenchana," ujar Edrea.

__ADS_1


Dan hal tersebut membuat ketiga laki-laki yang sedari tadi mengkhawatirkan keadaan Edrea menghela nafas lega.


Tapi beberapa detik setelahnya tatapan mata Azlan dan Erland langsung tertuju kearah Leon berada.


"Kenapa kalian natap gue begitu? Mau protes kenapa gue gak disini tadi? Ck, lo berdua gak ngerasain gimana tersiksa gue yang harus bolak-balik ke kamar mandi karena ulah Callie," ujar Leon yang sedikit ngegas.


"Lho perut lo masih sakit?" tanya Edrea yang mendapat anggukan kepala dengan kerucutan dari Leon.


Dan hal tersebut membuat para siswi menjerit tertahan karena sangat gemas dengan ekspresi wajah Leon tadi. Sedangkan para siswa terutama Azlan dan Erland, mereka tampak memperlihatkan ekspresi yang jauh berbeda.


"Aduh kalau gitu kita sekarang pergi ke rumah sakit aja ya," ucap Edrea.


"Nanti saja ke rumah sakitnya kalau sudah jam pulang sekolah," ujar Leon.


"Ck, gak perlu nunggu sampai jam pulang sekolah karena gue jamin hari ini kita dipulangkan lebih awal. Sekalian kita panggil satpam biar mereka bawa Kayla ke rumah sakit. Gue gak tega lihat dia mati di ruangan itu soalnya," tutur Edrea dan tanpa menunggu Leon setuju atau tidak, ia dengan cepat menarik lengan laki-laki tadi dan membawanya pergi dari kumpulan murid tersebut.


"Abang! Tolong nanti tas Rea sama Leon dibawa pulang ya. Terimakasih abangku yang paling ganteng. Bye, Rea pergi dulu," teriak Edrea dengan lambaian tangannya sembari terus melangkahkan kakinya.


Dan hal tersebut membuat Azlan dan Erland hanya bisa menggelengkan kepala mereka dengan senyum tipis yang tercetak di bibir mereka berdua.


...~Selamat berpuasa~...

__ADS_1


__ADS_2