
Edrea dan Leon yang tadi sempat ke rumah sakit, mereka kini sudah pulang dengan tubuh Leon yang terlihat begitu lemas. Bahkan kepulangan mereka tadi Edrea lah yang menyetir mobil Leon.
"Sini, gue bantu," ujar Edrea sembari mengalungkan tangan Leon ke lehernya. Dan setelahnya ia memapah tubuh laki-laki tersebut untuk masuk kedalam.
"Assalamualaikum, Mommy!" teriak Edrea saat memasuki rumah tersebut.
Mommy Della yang tengah bermain dengan Callie di ruang keluarga, ia tampak mengerutkan keningnya apalagi saat melihat jam yang seharusnya belum waktunya anak-anaknya itu pulang dari sekolah. Dan karena rasa kepo yang membara, Mommy Della kini segera bangkit dari duduknya kemudian bergegas menghampiri Edrea di ruang tamu.
"Waalaikumsalam, lho kok kalian sudah pulang, ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" tanya Mommy Della dengan curiga.
"Dan ini Leon kenapa?" sambung Mommy Della.
"Dia sakit Mom gara-gara tadi pagi itu lho, yang sarapannya gak sengaja di kasih sambal sama Callie," ujar Edrea yang membuat Mommy Della melongo seketika.
"Astaga. Ya sudah kamu segera bawa dia ke kamar. Mommy mau buatin Leon teh hangat sama bubur dulu," ucap Mommy Della dan tanpa mendengar persetujuan dari Edrea ataupun Leon, ia langsung pergi begitu saja menuju dapur dirumah tersebut.
Sedangkan Edrea, ia kembali memapah tubuh Leon hingga sampai di kamar yang tadi malam Leon gunakan.
"Istirahat yang benar. Lain kali kalau mau makan tuh makanannya di rasakan dulu. Kalau makanan itu tidak pedas lanjutkan makannya tapi kalau pedas hentikan. Jangan cari penyakit seperti ini. Lo paham?" omel Edrea sembari mendudukkan tubuh Leon di atas ranjang di kamar tersebut.
"Ck, iya sayang. Bawel banget sih kamu," ujar Leon yang justru membuat Edrea memelototkan matanya.
Tapi saat Edrea ingin protes ke Leon, dirinya sudah di dahului oleh suara anak kecil yang masuk kedalam kamar tersebut.
"Daddy," panggil Callie dengan wajah yang tertunduk.
__ADS_1
Edrea dan Leon kini mengalihkan pandangan mereka kearah Callie berada.
"Iya sayang. Ada apa hmmm? Sini mendekat ke Daddy sini," ujar Leon.
Callie dengan takut-takut ia melangkahkan kakinya mendekati Leon dan Edrea. Hingga akhirnya dirinya kini sudah bergabung dengan kedua orangtua angkatnya.
"Daddy maafin Callie," tutur Callie yang masih setia menundukkan kepalanya bahkan tangan mungilnya ia gunakan untuk memainkan ujung bajunya untuk mengalihkan rasa takut yang tengah menerpa dirinya.
"Maaf untuk?" tanya Leon.
"Untuk kenakalan yang sudah Callie lakukan hingga membuat Daddy sakit seperti ini. Hiks maafin Callie, Daddy hiks," ucap Callie dengan air mata yang deras turun membasahi pipinya.
Leon yang tak pernah tega melihat Callie menangis pun ia segera memeluk tubuh Callie.
"Callie mengerti Daddy. Maafin Callie Daddy, maafin Callie," ujar Callie yang terus meminta maaf atas kesalahan yang ia buat tadi pagi.
"Iya sayang. Daddy sudah maafin Callie. Jadi sudah ya jangan nangis lagi. Kalau Callie menangis seperti ini, wajah Callie jadi jelek dan tidak mirip lagi dengan Mommy. Iya kan Mom?" tanya Leon yang ia tujukan kepada Edrea. Edrea yang tadinya sempat terbengong pun kini terkejut saat kaki Leon menyenggol kakinya.
"Iya kan Mom?" ulang Leon yang membuat Edrea kebingungan.
"Iya apaan?" tanya Edrea.
"Ck, wajah Callie jadi jelek kalau dia menangis seperti ini kan?" jelas Leon.
"Owhhhh tentu saja. Bahkan sangat jelek sekali," ujar Edrea yang membuat Callie melepaskan pelukannya dari Leon dan berganti menatap kearah Edrea berada.
__ADS_1
"Hiks tidak. Callie tetap cantik seperti Mommy," ucap Callie.
"Kalau Callie mau cantik seperti Mommy, Callie tidak boleh menangis lagi. Dan sekarang hapus air mata Callie dan kembali tersenyum," tutur Edrea yang langsung membuat tangan Callie dengan cepat bergerak untuk menghapus jejak air mata di pipinya tersebut. Lalu sesuai dengan perkataan Edrea tadi, ia kini menyunggingkan bibirnya untuk membuat senyuman di wajahnya.
"Nah kalau gini kan jauh lebih cantik," puji Edrea yang semakin membuat Callie mengembangkan senyumannya.
"Terimakasih Mommy. Kalau begitu Callie mau pergi bermain lagi ya. Daddy cepat sembuh, jangan sakit lagi. Karena kalau Daddy sakit, hati Callie akan sakit juga," ujar Callie.
Leon yang mendengar hal tersebut pun ia kini tersenyum kearah Callie dengan tangannya bergerak untuk mengacak rambut Callie dengan gemasnya.
"Iya sayang, Daddy tidak akan sakit lagi," ucap Leon.
"Dan Daddy ingatkan kalau Callie bermain, jangan sampai keluar dari gerbang rumah ini. Callie paham kan?" Callie tampak menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau mau pergi bermain, pergilah," ujar Leon yang membuat Callie dengan langkah gembira keluar dari kamar tersebut, meninggalkan kedua orangtua angkatnya tersebut.
"Berhubung Callie sudah pergi dan Lo juga harus istirahat, gue sekarang mau ke kamar gue dulu. Bye," ucap Edrea dan saat dirinya ingin memutar tubuhnya, lengangnya lebih dulu dicekal Leon bahkan laki-laki itu menariknya hingga membuat tubuh Edrea terhuyung kebelakang dan berakhir ia terjatuh tepat di atas tubuh Leon yang entah dari kapan ia terbaring di atas ranjang tersebut.
Dan jatuhnya Edrea tadi langsung di kunci pergerakannya oleh Leon dengan kedua tangannya itu sudah melingkar di pinggang Edrea.
"Beautiful," puji Leon dengan menelisik seluruh wajah Edrea.
"Wajah yang benar-benar sangat memikat semua laki-laki yang melihatmu termasuk aku. Wajah yang tak pernah bosan aku pandang dari dulu sampai sekarang. Wajah yang aku harapkan untuk tetap menampilkan senyuman dan bukan kesedihan. Tapi bukan hanya wajah kamu saja yang berhasil membuatku bertekuk lutut denganmu tetapi semua yang ada di dalam dirimu entah itu sifat, perilaku bahkan keberanianmu yang selalu membuatku terpana dan berakhir jatuh sangat dalam, kedalam pesonamu. Aku jatuh cinta ke kamu Edne, cinta yang dari dulu aku rasakan semakin hari rasa cinta itu semakin dalam sampai aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku ingin selalu hidup disampingmu, mengukir sebuah cerita indah di sisa hidup kita berdua. Edne, berjanjilah untuk selalu bersamaku, selalu disampingku dan selalu menjadi support sistem terkuat di hidupku. Jadilah pasanganku untuk selamanya, because I really really love you. Dan mungkin ini terlalu dini untuk aku mengungkapkannya tapi aku mau kamu menjadi istriku. Edne, menikahlah denganku," ucap Leon panjang lebar dan berakhir tangannya kini menyelipkan sebuah cincin ke jari manis Edrea dengan posisi yang tak berubah sama sekali.
...~Selamat berpuasa~...
__ADS_1