The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 312


__ADS_3

"Lama tidak jumpa prince Elsworth," ucap tuan Grissham dengan senyum lebarnya. Tapi sayangnya senyuman itu justru membuat Leon muak, semuak-muaknya.


"Jika anda memiliki masalah dengan saya. Selesaikan dengan saya langsung jangan mengaitkan masalah kita dengan orang lain yang tidak tau apapun tentang itu," ujar Leon.


"Lepaskan dia sekarang!" sambungnya yang justru membuat tuan Grissham terkekeh.


"Apa kamu bilang nak? Mereka tidak tau masalah kita apa? Justru mereka tau semuanya dan mereka lah yang membuat hubungan kita menjadi renggang seperti ini," tutur tuan Grissham.


"Anda salah tuan, justru anda sendirilah yang membuat hubungan kita seperti ini. Dan hentikan permainan memuakkan ini. Kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun sekarang. Karena hubungan anak dan ayah sudah terputus lama setelah saya keluar dari rumah neraka itu. Jadi hentikan semuanya, jangan ganggu ketenangan saya lagi. Karena saya jauh lebih bahagia dengan keluarga saya yang sekarang yaitu keluarga yang selalu anda anggap rendah, tidak sederajat dengan keluarga anda, tidak memiliki tahta apapun seperti anda, bukan dari keluarga terpandang, bibit bebet bobot yang anda anggap tidak seimbang jika menjadi pasangan putra anda. Tapi justru mereka lah yang merangkul saya untuk melewati setiap kutukan dari anda," ucap Leon yang meluapkan semua keluh kesahnya yang selama ini hanya bisa ia pendam sendiri.


"Jadi saya mohon hentikan semuanya dan kembalilah ke negara anda. Sebelum saya melakukan hal yang sebenarnya sangat saya ingin lakukan," sambung Leon dengan tangan kanan yang membawa pistol tadi ia arahkan ke arah tuan Grissham yang merupakan ayah kandungnya sendiri.


Tuan Grissham yang melihat pemberontakan dari putranya pun ia kini tersenyum miring lalu perlahan ia melepaskan tubuh Mommy Della dari sandraannya. Lalu setelahnya ia berjalan menuju kearah Leon.


"Sepertinya anak Daddy sekarang memang sudah tidak bisa di kekang lagi. Dia sekarang sudah besar, sudah tau yang namanya memberontak terhadap keluarganya sendiri," ujar tuan Grissham yang sudah berhadapan langsung dengan Leon yang menatapnya dengan tajam. Bahkan tangannya kini bergerak untuk memegang pistol yang di arahkan ke dirinya tadi.

__ADS_1


"Anak yang dulunya menurut dengan semua perintah orangtuanya tapi sekarang perintah itu justru dia anggap seperti angin lalu saja. Beginilah balasan yang di dapatkan orangtua setelah mereka mati-matian membesarkan anaknya?" ucap tuan Grissham.


"Saya tidak pernah meminta untuk di lahir ke dunia ini dengan memiliki keluarga sialan seperti keluarga anda. Saya memilih untuk di lahirkan dari keluarga biasa, tanpa memiliki pangkat, tahta atau apapun yang justru membuat saya hidup seperti di neraka," timpal Leon.


"Tapi yang kamu anggap neraka itu justru membuat kamu bisa hidup seperti saat ini. Come on Prince, jangan munafik karena kamu juga menikmati semua fasilitas yang ada di sana tanpa terkecuali. Jadi kembalilah karena rakyatmu perlu pemimpin baru," tutur tuan Grissham dengan menepuk pipi Leon.


Tapi perlakuan dari tuan Grissham tersebut langsung membuat Leon menampik tangan ayahnya agar menjauh dari pipinya.


"Hanya di dalam mimpimu saja saya akan kembali ke neraka setelah saya berhasil keluar dari sana. Dan perlu anda ingat, sampai nyawa saya sudah tidak berada di raga saya, saya tidak akan pernah kembali ke anda lagi," ujar Leon yang kini mendapat tawa yang cukup keras dari tuan Grissham. Namun beberapa saat setelahnya tawa itu menghilang dan tergantikan tatapan mengerikan yang tertuju ke Leon.


"Nyonya kita perlu meminta bantuan sekarang," ucap orang tersebut tampak khawatir dengan kelima anggota keluarga Abhivandya yang sudah di kepung oleh anak buah tuan Grissham.


"Kita mau cari bantuan dimana? Mau menghubungi orang di rumah juga percuma karena mereka sekarang juga di sekap oleh mereka," ujar Mommy Della.


"Saya tau dimana mereka menyekap orang-orang keluarga nyonya. Ayo nyonya kita memanfaatkan keadaan saat ini dengan membebaskan mereka," tutur orang tersebut dan dengan tarikan di tangan Mommy Della, ia membawa Mommy Della ke salah satu ruangan yang berada di paling ujung di beberapa bangunan di sana.

__ADS_1


Dan saat Mommy Della tengah berniat untuk melepaskan para pekerja rumahnya, kondisi di ruangan tadi justru semakin mencekam dengan adanya suara tembakan juga erangan setiap orang yang terkena peluru tersebut.


"Jangan ada yang terpisah. Tetap seperti ini," ucap Daddy Aiden tanpa mengalihkan fokusnya ke para orang-orang didepannya yang juga tengah menyerangnya entah menggunakan pistol ataupun pisau.


Sedangkan tuan Grisshamnya sendiri, ia justru melihat aksi kelima orang tersebut sekaligus ia akan melihat sampai dimana kemampuan mereka untuk bertarung dan menjaga nyawanya agar tetap di raganya. Tapi berbeda dengan perempuan yang sudah terkena tembakan di lengannya tadi, ia justru ikut dalam pertempuran itu. Bukan tanpa alasan ia turun dalam pertempuran itu, tapi ia melakukan hal tersebut karena ia melihat seseorang yang ia yakini orang itu adalah musuhnya yang ingin sekali ia lenyapkan.


Dan dengan pisau di tangannya ia menelusup masuk ke dalam lingkaran pertempuran tersebut. Hingga akhirnya ia berhasil sampai di dekat satu orang yang wajahnya tertutup rapat itu dan satu langkah lagi ia berhasil membunuh orang tersebut bahkan pisau di tangannya sudah ia ayunkan, Leon yang melihat hal tersebut langsung menarik Edrea kedalam pelukannya dan menjadikannya sebagai tameng untuk kekasihnya tersebut. Sehingga niatan perempuan itu justru mengenai Leon. Pisau yang ia bawa tadi berhasil menembus tepat di punggung Leon.


"El," teriak Edrea histeris saat Leon semakin mengeratkan pelukannya bahkan laki-laki itu tak peduli jika peluru dari lawan akan mengenai dirinya karena yang ada di benaknya saat ini adalah Edrea tetap aman dan tak terluka apapun. Dan biarkan dirinya menjadi tameng untuk kekasihnya itu karena hanya itu yang bisa ia lakukan untuk membuktikan seberapa cintanya dirinya dengan Edrea sehingga tak mengizinkan siapapun untuk melukainya.


Edrea yang tampak syok dengan apa yang di lakukan oleh perempuan itu pun, ia kembali di buat tersentak saat Leon tiba-tiba memutar tubuhnya dan tak berselang lama suara tembakan itu terdengar bertepatan dengan peluru yang berhasil masuk kedalam punggung Leon di sebelah kiri atas. Hingga hal tersebut membuat Leon memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Leon!" teriak ketiga orang yang kini menghentikan aksinya saat melihat tubuh Leon yang semakin melemas dari pelukan Edrea dan tak berselang lama, bala bantuan yang baru saja Mommy Della bebaskan memasuki ruangan tersebut untuk segar membantu keluarga Abhivandya.


Sedangkan Leon yang berada di ambang kesadarannya pun ia menatap wajah Edrea lebih tepatnya memandang manik mata kekasihnya itu.

__ADS_1


"Izinkan aku untuk merekam wajahmu. Wajah yang akan aku ingat dan akan aku ceritakan kepada para malaikat nantinya, bagaimana cantiknya dirimu, anggunnya dirimu, cerianya dirimu, senyum manismu, dan ketangguhan dirimu. Edne, aku sangat mencintaimu sampai kapanpun. Jika nanti aku sudah tidak denganmu, tidak berada disampingmu lagi, dan akan kembali ke hadapan sang pencipta, aku mohon sisakan sedikit ruang hatimu untukku. Jangan pernah melupakan kenangan yang pernah kita ukir bersama. Edne, selamat tinggal and I Love You. Sampai bertemu lagi di surganya Tuhan," ucap Leon dengan suara yang tersendat-sendat bahkan terlihat ia sudah kesusahan untuk bernafas. Dan setelah mengucapkan hal tersebut Leon mencium sekilas kening Edrea sebelum akhirnya tubuhnya ambruk kedalam pelukan kekasihnya, cinta pertama dan terakhirnya.


__ADS_2