The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 120


__ADS_3

Edrea menggerak-gerakkan tangannya, tubuhnya mencoba untuk meloloskan diri dari kuncian laki-laki yang kini sudah menatapnya dengan tajam.


"Lepasin brengsek!" geram Edrea dengan membalas tatapan dari laki-laki itu tak kalah tajamnya.


"Gue lepasin lo? MIMPI!" tutur laki-laki tersebut dengan senyum miringnya. Ia kini kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Edrea untuk mencoba mencuri ciuman di bibir Edrea yang belum pernah dicium oleh laki-laki mana pun.


Saat wajah laki-laki itu sudah semakin mendekati bibirnya, Edrea dengan cepat menghindar alhasil laki-laki tersebut mencium bantal yang di gunakan Edrea.


"Makan tuh ciuman sama bantal, cih," ujar Edrea.


Laki-laki itu tersenyum dan kembali menegakkan kepalanya.


"Awalnya gue mau nikmati tubuh lo dengan cara lembut tapi sepertinya Lo maunya gue pakai cara yang kasar. Hmmm baiklah, Edrea gue bakal turutin apa yang lo mau," tuturnya dan kini kedua tangan kekar itu yang sedari tadi memegangi tangan Edrea semakin mengeratkan genggamannya dan perlahan tangan Edrea disatukan dalam satu genggam tangan laki-laki itu tepat di atas kelapa Edrea dan satu tangan lagi ia gunakan untuk menyingkap baju Edrea hingga memperlihatkan celana pendek hitam yang ia pakai juga perut mulusnya.


Edrea menggeram saat tangan laki-laki itu mulai menyentuh perutnya dan memainkan jari laki-laki tersebut di atas perutnya. Dan saat jari itu ingin naik keatas, Edrea segera mengeluarkan jurusnya yaitu menendang pusaka milik laki-laki tersebut yang sialnya hanya meleset. Walaupun begitu Edrea bisa melihat ringisan dari mulut laki-laki diatasnya itu.


Tangan laki-laki yang tadi hampir memegang salah satu aset berharganya pun kini dengan kuat mencengkram erat rahang Edrea.


"Berani-beraninya ya lo!" bentaknya. Edrea tak merasa takut sedikitpun, ia malah tersenyum melihat kekesalan laki-laki tersebut.


"Kenapa gue gak berani sama orang yang gak tau diri seperti lo. Orang yang gak punya sopan santun dan orang yang gak punya adap kayak lo. Cih," ucap Edrea dengan suara yang kurang jelas pasalnya bibirnya yang sekarang mengerucut karena ulah cengkraman itu dan diakhiri dengan ia meludah sampai mengenai wajah laki-laki tersebut. Hal itu membuat emosi laki-laki itu semakin besar.


Ia melepaskan cengkraman tangannya dan cengkraman tadi diganti dengan tamparan yang cukup keras hingga pipi Edrea yang putih bersih memerah karena tamparan tersebut bahkan sudut bibirnya juga mengeluarkan darah segar. Tak hanya satu kali tamparan itu ia layangkan di pipi Edrea melainkan sudah sampai 3 kali dan berakhir dengan bogeman untuk menutup tamparan tadi. Edrea meringis saat merasakan kedua sudut bibirnya dan hidungnya berdarah.


Tapi sayangnya pukulan dan tamparan itu tak membuat Edrea takut sedikitpun. Ia sekarang kembali menatap nanar kearah laki-laki tadi yang dadanya mulai naik turun, sepertinya emosinya tak bisa laki-laki itu kendalikan sendiri. Edrea kini tersenyum miring.

__ADS_1


"Hmmm lumayan juga bogeman sama tamparan lo. Rasanya cuma kayak di gigit semut," tutur Edrea setelah itu ia menjilat darah yang berada di ujung bibirnya.


"Sialan!" geramnya. Ia kembali memberikan bogeman ke wajah Edrea.


Edrea terkekeh geli.


"Ck, begini mah bukan bogeman sih namanya tapi hanya tepukan doang. Jadi kekuatan lo cuma segini doang? cih gak seimbang dengan wajah Lo yang sok-sokan misterius. Bahkan kalau kita adu fisik gue yakin Lo akan bertekuk lutut di depan gue dan menerima kekalahan," ucap Edrea merendahkan.


Tangan laki-laki itu kembali mengepal dan saat tangan itu ingin kembali menghajar Edrea sampai babak belur, lutut Edrea lebih dulu menghantam pusaka milik laki-laki itu dengan tepat sasaran.


Saat laki-laki itu dengan reflek melepas genggaman tangan Edrea, Edrea langsung membalas bogeman dari laki-laki tersebut dan diakhiri dengan ia menendang dada laki-laki itu hingga jatuh ke bawah ranjang.


Dengan gesit Edrea mengambil pisau yang telah ia sembunyikan. Laki-laki itu bangkit dan ia mulai ingin menghajar Edrea lagi tapi sayang Edrea bisa menghindar disetiap ayunan tangan laki-laki itu.


Edrea memutar bola matanya malas saat tak ada satu pun pukulan dari laki-laki itu mengenai dirinya dan karena ia merasa sudah bosan, Edrea menangkap kepalan tangan itu sembari tangan satunya ia gerakkan untuk meninju wajah laki-laki itu setelahnya lututnya juga ikut bergerak untuk menghantam perut laki-laki itu dengan bertubi-tubi sehingga tak mengizinkan laki-laki itu membalas setiap pukulannya.


"Sialan!" geram Edrea dan saat ia kembali ingin menyerang, tubuhnya lebih dulu terhuyung dan jatuh ke lantai akibat kaki laki-laki itu berhasil mendarat di dada Edrea. Dan dengan sigap laki-laki itu kembali mengukung Edrea dari atas.


Dan tanpa bicara sedikitpun, laki-laki itu memukul wajah Edrea membabi buta. Edrea hanya bisa meringis merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.


"Cewek sialan! Lo sama aja kayak Mama lo. Sama-sama murahan!" Edrea yang hampir kehilangan kesadarannya pun justru sekarang seakan-akan jiwanya yang mulai hilang kembali berkumpul dan memberikan dirinya semangat lagi. Ia tak akan pernah terima jika keluarga terutama orangtuanya di rendahkan seperti ini oleh orang asing. Ia tak akan segan-segan memberikan orang itu pelajaran kepada orang yang sudah berani menginjak dan merendahkan keluarganya.


"Lo salah bawa Mommy gue! Anjing!" Edrea dengan sekali tinjuan dan dorongan kakinya mampu membuat laki-laki tadi berpindah tempat dan tanpa menunggu waktu lama kini giliran Edrea yang mengunci pergerakan lawannya.


"Mulut busuk lo gak pantas buat sebut Mommy gue." Edrea kembali memukul wajah laki-laki tersebut.

__ADS_1


Sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum meremehkan gadis di atasnya itu.


"Hebat juga pukulan Lo. Jadi gak sabar buat nyincip tubuh lo. Sepertinya Lo udah pro dalam masalah itu." Edrea menggertakkan giginya dan ia mulai mengambil sebuah pisau yang sedari tadi ia sembunyikan di balik badannya. Dan detik itu juga ia menusuk perut laki-laki itu dengan pisau tersebut. Walaupun hanya pisau buah tapi jika di tekan dengan sangat kuat di perut juga rasanya akan sakit.


"Gila! mati lo, sampah!" tutur Edrea sembari memutar pisau tersebut yang masih tertancap di perut yang ia yakini terdapat 6 kotak diperut tersebut.


Baju yang tadinya kering kini mulai basah oleh darah yang menyembul keluar akibat tiga tusukan yang Edrea ciptakan.


Setelah puas dengan maha karya yang secara mendadak ia ciptakan itu, ia bergerak untuk membuka topeng yang masih melekat di wajah laki-laki itu. Rasa penasaran yang selalu menghantuinya kini akan terungkap saat ini juga. Saat tangannya sudah menyentuh topeng tersebut, lengannya secara tiba-tiba di cekal oleh orang tersebut.


Tapi Edrea tak kehabisan cara dengan cepat dan pasti Edrea mebuka topeng tadi menggunakan satu tangannya yang tak di cengkram oleh laki-laki tadi.


Saat topeng itu sudah menyingkir dari wajah laki-laki tersebut. Mata Edrea membulat tak percaya dengan wajah yang tengah ia lihat saat ini. Wajah yang sangat familiar, bahkan wajah itu adalah milik orang yang dulu sangat ia idam-idamkan dan wajah dari orang yang beberapa bulan ini dekat dengannya.


"Shittt! Apa motivasi lo nyulik gue, Zico!" geram Edrea tak habis pikir ternyata laki-laki yang ia anggap telah berubah itu hanya mencoba mengecoh dirinya. Awalnya ia juga tak percaya Zico akan berubah secepat itu tapi karena rayuan gombal dan omong kosong ia sampai terlena dan sekarang ia benar-benar menyesali akan hal itu. Bahkan rasa suka dan cintanya dulu hingga hari ini selalu menghantui dirinya, kini ia pastikan bahwa detik ini juga rasa itu akan berubah menjadi benci yang teramat dalam.


...****************...


Ehem siapa nih yang tebakannya benar? 100 deh buat kalian.


Maaf keun author yang gak bisa buat adegan action. Jadi banyak kekurangannya dalam eps hari ini.


Oh ya, jika kalian berpikir Edrea beda dari kedua saudara kembarnya, kalian salah besar karena Edrea juga mempunyai sisi iblis sama seperti kedua Abangnya. Hanya saja kedua Abangnya menampilkan sisi iblis itu secara terang-terangan, sedangkan Edrea sisi iblis itu tersembunyi rapi di balik wajah cantiknya, sifat ramah dan sifat yang terlalu santainya itu.


Dia juga mempunyai bekal ilmu bela diri yang diajarkan langsung oleh Azlan dan Erland bahkan jika di tandingan dengan kedua Abangnya itu mereka akan sama-sama kuat. Maka dari itu Edrea dengan mudah melawan balik Zico tadi.

__ADS_1


Udah ya penjelasan dari author absurd ini. Jangan lupa Vote, Like, Komen dan kasih hadiah.


Peluk cium dari author absurd 🤗😘 See you next eps bye 👋


__ADS_2