The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 198


__ADS_3

Edrea dan Leon kini telah keluar dari dalam bioskop setelah film yang mereka tonton telah habis di putar.


"Ehemmm, Lo jadi traktir gue kan?" tanya Leon sembari berjalan beriringan dengan Edrea.


Edrea sekilas menatap laki-laki disampingnya itu lalu setelahnya ia menganggukkan kepalanya.


"Tapi ingat gak boleh lebih dari 1 juta. Kalau sampai lebih, bayar sendiri," ujar Edrea.


"Oke. Terus lo mau traktir gue apaan?"


"Gue kan tadi udah bilang, apa aja terserah lo," ucap Edrea.


"Hmmm makan aja deh. Siang ini gue belum makan soalnya," tutur Leon.


"Oke, gue juga lapar tapi di Korean food aja ya," ucap Edrea yang diangguki setuju oleh Leon.


Dan kini mereka berdua menuju ke restoran yang mereka maksud tadi yang kebetulan berada di dalam mall tersebut.


"Lo pesenin gue sekalian. Gue mau ke toilet dulu," izin Leon.


"Lo mau makan apa?" tanyanya sebelum Leon beranjak dari tempat tersebut.


"Apa aja yang menurut lo enak," jawab Leon kemudian ia segera pergi dari hadapan Edrea.


Edrea yang sudah tak melihat punggung Leon pun ia menghela nafas dan setelahnya ia memanggil pelayan di restoran tersebut agar ia segera memesan makan siang untuknya juga Leon.

__ADS_1


...****************...


Disisi lain, Daddy Aiden dan Mommy Della kini mereka berdua berada di kepolisian untuk melihat Puri yang katanya sudah di tangkap pihak kepolisian.


Dan benar saja setelah mereka menunggu beberapa menit, wanita yang merupakan teman sekolah anaknya itu kini berjalan mendekati mereka berdua dengan kedua tangannya di borgol bahkan baju yang di kenakan wanita itu sudah baju tahanan.


Saat Puri sudah berada di depan mereka berdua dan hanya di batasi dengan kaca diantara mereka, Daddy Aiden kini menatap Puri dengan tatapan dingin tak lupa ia juga melihat penampilan Puri dari atas sampai bawah. Hingga saat ia melihat area lengan Puri, keningnya berkerut lalu tatapannya kini berganti ke arah polisi disamping Puri.


Tapi setelahnya Daddy Aiden menghela nafas dan mungkin ia akan bertanya masalah lengan Puri itu setelah Puri kembali ke sel tahanan.


Puri kini mendudukkan dirinya di kursi yang sudah tersedia disana lalu setelahnya ia mengangkat telepon yang berada disampingnya agar ia bisa mendengar ucapan kedua orang tersebut.


Dan baru saja telepon itu mendekat di telinga Puri, Daddy Aiden kini mulai berbicara dengan wanita itu.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Daddy Aiden.


Daddy Aiden kini tersenyum tapi hanya beberapa detik saja sebelum wajah tanpa ekspresinya kembali lagi.


"Oke kalau begitu saya akan to the point saja dengan kamu. Pertama saya akan memberikan kabar tentang ibu kamu yang sudah keluar dari rumah tuan Handoko dan sekarang dia telah menjadi gelandangan, tidak punya tempat untuk tinggal dan tidak punya uang untuk makan. Yang kedua, pasti kamu sudah tau bukan, siapa ayah kandung kamu. Jika tidak tau maka saya akan kasih tau kamu sekarang. Ayah kamu bernama Lukman Raharja yang merupakan mantan istri dari ibu ayah tiri kamu. Dan kamu tau dia sekarang dimana? Dia sekarang juga tengah didalam penjara sepertimu atas kasus penggelapan dana dari perusahaan milik orangtua Zico, kasus pembunuhan berencana, dan kasus pelecehan seksual yang korbannya adalah anak-anak dibawah umur," ucap Daddy Aiden yang mampu membuat Puri kini melebarkan matanya bahkan mata itu kini tampak berkaca-kaca.


"Mungkin itu saja yang akan saya sampaikan ke kamu. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi dengan kedua orangtuamu itu yang kemungkinan cepat atau lambat mereka berdua akan mati," sambung Daddy Aiden diakhiri dengan tatapan tajamnya lalu setalahnya telepon yang tadi ada di genggamannya kini ia letakkan ke tempat semula.


Sedangkan Puri yang masih tertegun di tempat pun perlahan polisi yang mendampingi dirinya tadi menyeret ia kembali ke sel tahanan.


Dan setelah memastikan Puri hilang dari pandangan kedua orang tersebut, Daddy Aiden dan Mommy Della kini beranjak dari tempatnya tadi menuju ke ruangan polisi.

__ADS_1


"Kamu tadi lihat kan lengan wanita itu penuh dengan luka?" tanya Mommy Della yang mendapat anggukan kepala dari Daddy Aiden sebagai jawabannya.


"Tapi luka itu dia dapat darimana? Gak mungkin kan teman satu selnya yang melakukan hal itu," ucap Mommy Della.


"Entahlah aku juga gak tau sayang. Makannya kita tanya sama pihak polisi apa yang telah terjadi dengan dia," tutur Daddy Aiden sembari mengelus kepala sang istri.


Mereka berdua kini telah masuk kesebuah ruangan khusus untuk para polisi. Dan kedatangan mereka berdua disambut baik oleh semua orang disana.


"Selamat siang tuan Aiden dan nyonya Della," sapa salah satu polisi saat mereka berdua telah berhadapan langsung dengannya.


"Selamat siang," balas Daddy Aiden sedangkan Mommy Della hanya membalas dengan senyuman saja.


"Silahkan duduk tuan dan nyonya." Daddy Aiden dan Mommy Della menganggukkan kepalanya dan setelahnya barulah mereka berdua mendudukkan tubuhnya.


"Apa ada masalah lagi yang bisa saya bantu?" tanya polisi tersebut dengan ramah.


"Tidak. Kita kesini tadi hanya untuk sekedar memastikan keadaan pelaku yang sudah mencelakai anak saya dan sekaligus melihat proses interogasi pihak kepolisian dengan pelaku yang bernama Lukman. Dan setelah saya melihat kondisi wanita yang mencelakai anak saya. Ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya yang membuat saya kesini untuk sekedar bertanya dengan anda," ujar Daddy Aiden.


"Hal apa itu tuan?" tanya polisi tersebut.


"Begini, saat saya tadi melihat wanita itu. Mata saya terfokus dengan luka yang ada di lengannya. Dan saya perlu tau luka itu dia dapatkan sebelum disini atau saat dia di sel tahanan?" Polisi tersebut tampak menghela nafas lalu setelahnya ia mulai angkat suara.


"Luka itu dia dapatkan saat berada di sel tahanan. Bukan karena dia dianiaya oleh teman satu selnya melainkan dia sendiri yang melukai lengannya itu dengan tujuan ia ingin bunuh diri saat teman satu selnya telah tertidur semua. Tapi untungnya salah satu dari rekan kepolisian melihat aksi dia dan dengan cepat menghentikan aksinya itu sebelum dirinya mengiris nadinya sendiri. Dan satu lagi sebelum dirinya mendapat luka itu, dia juga sempat pingsan," jelas polisi tersebut yang membuat Daddy Aiden maupun Mommy Della penasaran.


"Pingsan? Dia sakit?" tanya Mommy Della yang membuat polisi tadi menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Dia bukan pingsan karena sakit nyonya, tapi dia pingsan gara-gara dia sedang hamil muda dan tengah kelelahan saja," ucap polisi tersebut yang membuat Mommy Della dan Daddy Aiden kini saling pandang tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar tadi.


__ADS_2