The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 244


__ADS_3

Semua mata kini menatap kearah Erland, ia merasa kasihan dengan temannya itu yang baru saja mengenal cinta tapi ternyata perempuan yang ia cintai justru melukainya sangat dalam.


Azlan yang berada tepat disamping Erland pun kini ia menepuk punggung Erland.


"Jika lo masih sakit hati, mending sekarang lo ke kelas aja. Tenangin diri lo sendiri dan biarin masalah ini gue yang selesaikan," ujar Azlan yang tak tega melihat sang adik.


"Gak perlu. Gue gak sakit hati lagi, karena setelah dengar rekaman itu tadi, gue merasa bersyukur karena setidaknya gue dijauhkan oleh perempuan modelan dia walaupun dengan cara gue sakit hati seperti kemarin. Dan gue hanya sedikit kecewa sama diri gue sendiri yang mudah percaya begitu saja dengan seorang perempuan," ucap Erland.


"Dan karena permasalahan ini menyangkut adik perempuan gue satu-satunya, sekaligus kita berdua. Maka jangan hentikan gue buat ikut menyelesaikan permasalahan ini," sambungnya yang membuat Azlan kini menghela nafas panjang.


"Ya sudah terserah lo aja," tutur Azlan pada akhirnya.


Erland menganggukkan kepalanya sebelum dirinya menatap ke arah Odi.


"Od, lo punya rekaman lain selain ini?" tanya Erland yang dijawab gelengan oleh Odi.


"Gue gak punya lagi. Mana gue juga kemarin lupa kenapa malah rekam suara mereka bukan videoin kegiatan mereka kemarin lagi, haish," ucap Odi yang tampak menyesal.


"Ya sudah tak apa, berikan gue foto mereka aja. Lo tadi bilang punya foto mereka kan?" ucap Erland.


"Kalau itu sih gue punya banyak. Bentar gue cariin dulu," tutur Odi dan kini tangannya bergerak aktif membuka galeri di ponselnya dan setelah ia menemukan foto yang ia ambil kemarin malam pun ia langsung menunjukkan ponselnya ke arah Azlan dan Erland.


Dan hal itu membuat semua orang yang juga kepo akan foto-foto tersebut pun kini merapatkan tubuh mereka mendekati dua orang tadi.


"Kalau mau lihat yang lain kalian tinggal geser-geser aja," ujar Odi yang sekarang tengah diam-diam mengambil cemilan milik Hito dan setelah berhasil ia langsung memakan cemilan itu.


Sedangkan semua orang yang sekarang tengah melihat foto Kayla pun kini mata mereka tampak terbuka lebar.


"Anjir, ini beneran Kayla kan? Yang dulu polos banget kalau sama kita? Astaga kenapa dia jadi menjijikkan seperti ini. Pakaiannya pun, wow. Gue gak bisa berkata-kata lagi," ujar Septian yang tampak syok melihat foto-foto seksi Kayla yang berada di ponsel milik Odi.


Dan saat Azlan menggeser foto selanjutnya yang menampakkan foto Kayla dengan seorang laki-laki pun dengan cepat Erland menghentikan Azlan agar dia tidak menggeser foto tersebut.

__ADS_1


"Tunggu sebentar," ucap Erland.


"Zoom foto laki-laki itu," perintah Erland yang langsung di turuti oleh Azlan dan saat foto itu telah di zoom dan mereka semua sudah bisa melihat wajah laki-laki tadi dengan jelas. Mereka tampak mengepalkan tangannya.


"Woy elah, kenapa suasana disini jadi mencekam gini sih," ujar Odi yang tiba-tiba dilanda merinding apalagi saat melihat teman-temannya dalam mode serius.


"Kasih tau gue dong. Gue juga mau ikut emosi soalnya," sambung Odi yang langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang disana kecuali Zea yang tak mengerti alasan mengapa mereka menjadi seperti ini.


Dan kini Azlan langsung membalikan ponsel yang tengah ia pegang tadi dan memperlihatkan foto laki-laki tadi kearah Odi.


"Lo ingat baik-baik wajah laki-laki itu," ujar Azlan yang dituruti oleh Odi.


"Udah, terus apa yang salah sama wajah nih orang?" tanya Odi yang masih saja memori otaknya belum juga konek.


"Ck, dia laki-laki yang sudah pernah buat lo masuk ke rumah sakit setelah lo di keroyok sama anak buah dia," ucap Azlan.


Odi yang baru mengingat wajah orang itu pun kini ia mengepalkan tangannya.


"Ya elah darimana aja lo baru ingat dia. Kenapa gak dari tadi malam sih ingatnya. Kalau lo tadi malam ingat kan kita bisa langsung sikat habis tuh orang sekalian sama cabe-cabean itu," timpal Eza.


"Haish namanya juga lupa. Kalau lupa ya berarti gak ingat," ujar Odi.


"Jadi gimana ini? Kita mau langsung nyamperin tuh laki-laki atau kita mulai dari Kayla dulu?" sambung Odi dengan suara penuh dengan keantusiasan.


Semua orang termasuk Azlan dan Erland kini terdiam memikirkan balasan apa yang akan mereka lakukan dan darimana ia memulainya.


"Hmmmm sepertinya kita harus mulai dari perempuan itu," ujar Erland tiba-tiba.


"Lo yakin?" tanya Azlan memastikan.


"Yakin lah. Ngapain gak yakin segala," ucap Erland dengan mantap bahkan tatapannya kini sudah tidak lagi tersirat luka sedikitpun.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, lo tau gimana cara kita balas semua perbuatan mereka tadi?" tanya Azlan yang langsung mendapat anggukan kepala oleh Erland.


"Katakan!" perintah Azlan.


"Jadi, kita akan menghancurkan mental mereka terlebih dahulu sebelum kita menghancurkan raganya. Dan semua itu kita lakukan dengan menyebar foto ini ke semua media sosial terlebih ke media sosial pihak sekolah ini. Tapi sebelumnya kita harus mengikuti mereka sekali lagi untuk merekam kegiatan mereka dengan video bukan dengan rekaman suara," ucap Erland.


"Dan setelah mereka mendapat hujatan demi hujatan, kita perlahan bergerak untuk mulai menghancurkan raga mereka berdua," sambung Erland dengan tatapan membunuhnya. Dan hal itu membuat teman-temannya tampak kesusahan untuk menelan saliva mereka masing-masing.


Sedangkan Azlan dan Zea, mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah mendengar rencana Erland tadi. Karena mereka juga tau jika Erland sudah membenci seseorang yang sudah berani melukai dirinya, anggota keluarganya ataupun teman-temannya, ia tak akan segan-segan untuk menghancurkan lawannya itu dari luar maupun dalamnya. Tak terkecuali jika musuhnya itu adalah perempuan, ia akan tetap menghabisinya dan memukul rata tak akan ada yang dia beda-bedakan.


Dan apa yang sudah dia rencanakan, siapapun tidak bisa menghentikan aksinya itu, termasuk Daddy Aiden sekalipun. Alhasil mereka semua yang ada disana tadi mensetujui rencana yang dibuat oleh Erland itu.


"Jadi kita akan mulai bergerak untuk mengikuti Kayla kapan?" tanya Hito.


"Hari ini juga," jawab Erland.


"Dan untuk hari ini biar gue dan Zea yang mengikuti Kayla," sambung Erland.


"Heh enak aja. Gak, gak ada. Gue gak izinin dia keluar malam. Lo sama gue yang akan ngikuti Kayla nanti. Enak aja kesayangan gue mau diajak masuk ke club malam. Gue bantai ya lo kalau sampai lo ngajak calon kakak ipar lo ini yang aneh-aneh," ujar Azlan yang mulai posesif.


Dan ucapannya tadi membuat semua orang memutar bola matanya malas.


"Ck, iya-iya gak jadi. Posesif banget lo, njir," ucap Erland.


"Bodoamat," ujar Azlan lalu ia kini berdiri dari duduknya dengan tangan yang menggandeng tangan Zea.


"Mau kemana lo?" teriak Erland.


"Mau ke kelas lah. Lihat jam noh, lima menit lagi masuk," jawab Azlan tanpa menghentikan langkahnya.


Dan benar saja saat mereka semua menatap jam yang melingkar di tangan mereka masing-masing, mereka semua dengan segera bergegas mengikuti langkah Azlan tadi untuk menuju ke kelas mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2