
Mommy Della yang sudah mengira hal tersebut terjadi pun ia memejamkan matanya, bersiap untuk menerima peluru yang akan menembus kulit tubuhnya. Tapi tanpa ia duga justru sebelum dirinya merasakan panasnya peluru itu, tubuhnya lebih dulu terhuyung ke samping. Dan peluru itu justru mengenai seseorang yang jauh di belakangnya.
"Arkhhhh," teriakan itu terdengar bersamaan dengan ambruknya tubuh salah satu anak buah laki-laki itu.
Sedangkan Mommy Della, ia kini membuka matanya kembali dan kini tatapan matanya tertuju dengan seseorang yang memeluknya dengan sangat erat. Mommy Della bukannya marah dengan aksi orang itu melainkan ia tersenyum kearahnya.
"Terimakasih," ucap Mommy Della yang membuat orang itu kini melepaskan pelukannya tadi dengan cengiran di bibirnya.
Sedangkan laki-laki dan perempuan yang berada di depan, mereka sudah menatap tajam seseorang yang telah menyelamatkan Mommy Della. Dan hal tersebut membuat mental orang tadi menciut. Bahkan ia sekarang tengah bersembunyi di balik tubuh Mommy Della.
"Sialan! siapa yang menyuruh kamu untuk menyelamatkan dia hah!" geram perempuan tersebut.
"Lancang sekali kamu! Kesini sekarang! akan aku kasih pelajaran kamu!" imbuhnya yang hanya mendapat gelengan dari laki-laki tadi.
"Kesini!" perintah perempuan tersebut yang lagi-lagi mendapat gelengan kepala.
"Sialan! kamu kesini atau aku yang kesana!" lanjutnya.
"Tidak dua-duanya," jawab orang tersebut yang membuat perempuan tersebut melototkan matanya tak terima.
"Berani-beraninya kamu menjawab ucapan saya! Kesini sekarang atau nyawa adik kamu melayang saat ini juga," ancam perempuan tersebut yang berhasil membuat orang itu keluar dari persembunyiannya.
__ADS_1
"Jangan. Jangan melukai dia bos. Dia tidak tau apa-apa. Jangan sakiti dia," ucap orang tersebut yang ternyata adalah anak buah dari perempuan tersebut yang sedari tadi berada di belakang Mommy Della.
"Jika kamu tidak mau dia kenapa-kenapa jangan membantah! Cukup turuti apa yang saya katakan tadi! Kesini cepat!" ujarnya dan dengan ragu ia mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati perempuan di depan, tapi baru satu langkah, lengannya dicekal oleh Mommy Della.
"Tetap disini. Jangan maju kedepan," ucap Mommy Della.
"Tapi nyonya, nyawa adik saya sekarang tidak aman jika saya tidak menuruti apa yang di katakan dia," ujar orang tersebut dengan takut.
"Itu hanya ancaman saja. Jangan dengarkan dia. Dan percayalah Adik kamu tidak akan kenapa-napa," tutur Mommy Della meyakinkan.
Laki-laki itu tampak berpikir sesaat sebelum dirinya menganggukkan kepalanya lalu setelahnya ia kembali berdiri di belakang Mommy Della. Bahkan tangannya masih setia di genggaman oleh Mommy Della, seperti seorang ibu yang tengah melindungi anaknya.
"Sialan! berani-beraninya kamu mencegah dia untuk menuruti apa yang saya katakan! Lancang sekali! Arkhhhh!" geram perempuan itu dengan mengambil vas bunga yang berada di atas meja didepannya dan langsung melemparkannya di tembok ruangan tersebut.
Sedangkan laki-laki yang melihat kemurkaan dari perempuan itu pun ia tersenyum miring, setidaknya ia tidak akan menghabiskan tenaganya untuk menyiksa Mommy Della karena niatannya itu sudah dilakukan oleh perempuan tersebut. Dan ia memilih untuk menikmati pertunjukan yang akan segera di mulai itu. Dan jika nanti Mommy Della sudah berada di ambang kesadarannya, ia tinggal meminta anak buahnya untuk langsung menghabisi nyawa Mommy Della dan paginya ia akan mengirimkan tubuh yang tak bernyawa itu ke keluarga Abhivandya.
Perempuan itu terus berjalan mendekati Mommy Della dan setelah sampai ia mengayunkan tangannya untuk menampar pipi Mommy Della, tapi sayangnya tangannya itu bukan mendarat di pipi wanita paruh baya itu melainkan mendarat di pipi anak buahnya.
"Awss," ringis laki-laki itu.
"Kamu!" geram perempuan tersebut yang lagi-lagi usahanya harus terhalang oleh anak buahnya sendiri.
__ADS_1
"Maaf bos, saya refleks," ucapnya dengan cengiran di bibirnya. Tapi apa yang ia lakukan tersebut benar-benar sudah tak bisa di biarkan lagi hingga perempuan tadi menatap kearah anak buahnya yang lain dan memberikan kode kepada mereka melalui tatapan matanya. Dan untungnya kode itu bisa dibaca oleh para anak buahnya hingga membuat anak buahnya itu segera menghampiri Mommy Della dan anak buah menyebalkan tersebut. Lalu setelahnya, beberapa anak buah dari perempuan tadi segera mencekal tubuh laki-laki yang sedari tadi melindungi Mommy Della sedangkan sebagian lagi kini mencekal kedua tangan Mommy Della agar perempuan paruh baya itu tak bisa bergerak bebas saat bos mereka memberikan pelajaran ke Mommy Della.
Perempuan itu pun menyeringai saat Mommy Della mencoba untuk melepaskan cekalan dari para laki-laki berbadan kekar di sampingnya itu.
"Habisi dia," ujar perempuan itu kepada anak buahnya yang memegang kendali pada laki-laki tadi. Dan perintahnya tadi diangguki oleh para anak buahnya hingga kini mereka telah melancarkan aksinya untuk memukul kerabat kerjanya sendiri.
Mommy Della yang melihat laki-laki baik itu pun ia benar-benar marah akan tindakan mereka.
"Kenapa? Mau menyelamatkan dia? Mimpi, karena sekarang giliran kamu yang akan saya habisi!" ucap perempuan tersebut yang kini menampar pipi Mommy Della dan saat dirinya ingin meninju rahang Mommy Della, tiba-tiba saja...
Dorrr!! Dor! Dor! Dor!
Empat bahkan lebih suara tembakan terdengar memenuhi ruangan tersebut hingga membuat beberapa orang yang berada di ruangan tersebut sudah terkapar tak bernyawa. Tapi bukan hanya itu saja, satu tembakan dari barisan belakang tadi berhasil mengenai lengan perempuan tersebut yang ingin ia gunakan untuk meninju rahang Mommy Della diikuti dengan suara erangan dari bibir perempuan tersebut.
Dan karena tembakan yang membabi buta itu membaut suasana di dalam ruangan tersebut terasa sangat mengerikan. Bahkan orang-orang yang menjaga keamanan di luar ruangan kini telah merapatkan barisan untuk membalas serangan tadi yang ternyata dari kelima orang dari keluarga Abhivandya. Bahkan para orang-orang yang tadinya mencekal tubuh Mommy Della dan laki-laki tadi, mereka sudah melepaskan cekalan mereka dan mulai memasang kuda-kuda untuk melawan ke-lima orang tadi dengan mengacungkan pistol kearah kelima orang tersebut.
Dan saat laki-laki baik ingin meraih tubuh Mommy Della dan berniatan untuk melindungi Mommy Della, pergerakan seseorang sudah mendahului niatannya tadi.
"Nyonya!" teriak orang tersebut saat satu buah pistol sudah berada di samping kepala Mommy Della. Dan teriakan dari orang tersebut membuat kelima orang tadi mengalihkan perhatian mereka kearah Mommy Della yang sekarang sudah di dekapan laki-laki yang merupakan tuan Grissham itu sendiri.
Tuan Grissham yang melihat kelima orang tadi berhenti melakukan aksinya, ia tersenyum kearah mereka terlebih kearah satu orang yang sangat ia kenal betul siapa dirinya.
__ADS_1
...****************...
Author yakin eps ini bisa tembus 350 sebelum jam 18:00 WIB. Semoga aja begitu. Jangan lupa Vote, Hadiah dan komennya. Terimakasih