The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 271


__ADS_3

Tepat pada siang hari keempat orang tadi baru saja sampai di kediaman keluarga Abhivandya dan baru saja mereka melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan sebelum mengucap salam, mereka langsung di sambut dengan tatapan tajam Mommy Della yang menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.


"Bagus ya kalian, bolos sekolah terus," ucap Mommy Della dengan garangnya.


"Berulangkali Mommy katakan, kalau kalian tidak mau berangkat sekolah ngomong sama Mommy, biar Mom tau kejelasannya mengapa kalian tidak mau sekolah dan sekaligus Mom bisa izinkan kalian ke pihak sekolah. Bukan justru pihak sekolah yang menghubungi Mom untuk mencari keberadaan kalian," omel Mommy Della.


"Mom---" belum sempat Azlan menyelesaikan ucapannya, sang ibu negara sudah lebih dulu memotongnya.


"Apa hah? Mau bikin alasan apa kalian? Kalau kalian sudah tidak mau sekolah, keluar saja, Mom sudah bosan menerima telepon dari pihak sekolah kalian dan Mom juga sudah capek mencari alasan untuk diberikan ke pihak sekolah," ujar Mommy Della.


"Ya elah Mom, nyuruh keluar dari sekolah diwaktu yang tidak tepat alias nanggung banget. Kenapa gak dari dari dulu saja Mom saat kita masih kelas 10, karena kalau sekarang sudah percuma," ucap Erland yang langsung mendapat lemparan bantal sofa dari Mommy Della.


"Jawab terus kalau di bilangin," geram Mommy Della.


"Lah, Erland kan hanya mengungkapkan isi hati Erland aja Mom," ujar Erland.


"Tuh kan jawab lagi. Benar-benar ya kalian ini harus dikasih pelajaran biar kalian jera. Sini kalian," ucap Mommy Della sembari beranjak dari tempatnya menuju kearah keempat orang tadi.


Dan saat Mommy Della sudah sampai di hadapan keempat orang itu, ia langsung melancarkan aksinya dengan menjewer telinga kedua anak laki-lakinya.


"Terutama kedua orang ini yang setiap bulannya tidak pernah absen untuk bolos," ujar Mommy Della yang semakin mengencangkan jewerannya. Dan hal tersebut membuat Azlan dan Erland mendesis kesakitan.


"Mom, kita punya alasan tersendiri kenapa kita bolos sekolah," timpal Erland.


"Alasan apa hah? Alasan kalau lagi tawuran dan berakhir muka kalian babak belur seperti ini?" tanya Mommy Della yang membuat keempat orang tadi kini terdiam. Karena selain Leon, mereka tidak ada yang mendapat luka lebam sedikitpun di wajah ataupun tubuh mereka. Bahkan luka Leon sekarang saja tengah tertutup dengan baju barunya itu yang membuat siapapun tidak akan tau jika laki-laki itu terluka. Jadi darimana Mommy mereka tau akan hal tersebut.


"Please lah ya, kalau kalian mau adu kekuatan tuh di acara resmi aja kayak di area pertandingan tinju misalnya. Kan kalau disana kalian bisa dapat uang jika kalian menang. Tapi kalau dijalan raya, kalian tidak dapat apa-apa hanya dapat rasa sakit karena terkena pukulan dari lawan," ujar Mommy Della sembari melepas jeweran di telinga Azlan dan Erland.

__ADS_1


"Yang satu ini juga, gak beda jauh dari dua abangnya, selalu saja ada masalah yang berakhir buat orangtuanya pusing tujuh keliling mikirin jalan tengah dari permasalahan yang sedang dia hadapi. Dan baru saja pindah sekolah Minggu lalu, udah ada masalah lagi yang berakhir membuat kamu diambang D.O lagi lagi dan lagi. Sumpah ya, Mommy tuh capek dengan kelakuan kalian yang entah kapan bisa berubah," ucap Mommy Della yang membuat triplets dengan seketika terdiam.


"Kamu juga El, kenapa ikut-ikutan bolos sama mereka sih?" sambung Mommy Della.


"Maaf Mom, sebenarnya El dan yang lainnya untuk hari ini tidak ada niatan sama sekali untuk bolos tapi karena ada kendala tadi dijalan yang menghadang kita, alhasil dengan terpaksa kita melawan mereka terlebih dahulu yang berakhir kita telat masuk sekolah," ujar Leon.


"Bener Mom. Kita tuh sama sekali gak ada niatan untuk bolos kok. Beneran deh suer, kita gak bohong," timpal Edrea yang langsung mendapat tatapan tajam dari Mommy Della.


"Diam kamu, gak ada yang izinin kamu untuk bicara," ujar Mommy Della yang membuat Edrea mencebikkan bibirnya.


"Mom, kita benar-benar minta maaf atas apa yang kita lakukan hari ini yang membuat Mommy Della pusing dan khawatir," ucap Leon yang berhasil membuat Mommy Della mengalihkan pandangannya kearahnya.


"Haishhhhh ya sudah lah, Mom hari ini memaafkan kalian. Tapi jika kalian mengulangi hal seperti ini lagi, Mom gak akan segan-segan untuk memberi hukuman yang setimpal untuk kalian terutama untuk kalian bertiga. Ingat itu!" ujar Mommy Della yang mendapat anggukan kepala setuju dari keempat orang tadi.


Dan setelah ia mendapat jawaban tersebut, ia segera berbalik arah dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar pribadinya, berniat untuk mengistirahatkan pikirannya yang hari ini di buat pusing oleh keempat orang tadi.


"Mom dengar Er!" teriak Mommy Della yang sudah berada di anak tangga. Dan hal tersebut berhasil membuat Erland melongo tak percaya. Tapi beberapa saat setelahnya, mereka dikagetkan dengan suara seseorang dari belakang tubuh mereka.


"Kalau kalian berniat memusnahkan Mommy dari dunia ini, musnahkan dulu Daddy," tutur seseorang dari belakang keempat remaja tadi. Dan hal tersebut membuat keempat orang itu langsung membalikkan tubuh mereka.


"Elah pawangnya datang," gumam Erland.


"Jadi bagaimana? Masih berniat memusnahkan Mommy?" tanya Daddy Aiden.


"Gak dulu deh. Er masih mau hidup soalnya," jawab Erland yang membuat Daddy Aiden mengangguk-angguk kepalanya.


Lalu setelahnya Daddy Aiden berjalan menuju ke salah satu sofa diruangan tersebut.

__ADS_1


"Duduk kalian, Dad mau bicara," ucap Daddy Aiden yang langsung dituruti oleh keempat orang tersebut.


"Apa tebakan Daddy kemarin benar?" tanya Daddy Aiden dengan tatapan mengintrogasinya. Dan pertanyaan tadi hanya dijawab anggukan kepala oleh mereka.


"Salah satu dari kalian ada yang terluka atas kejadian tadi?" Lagi-lagi keempat orang tersebut menggelengkan kepala mereka.


"Jika memang kalian tidak terluka, bagaimana dengan lawan kalian? Berhasil kalian lumpuhkan atau justru dia berhasil kabur dari kalian?" tanya Daddy Aiden penasaran.


"Mereka aman Dad. Tidak ada satupun pasukan dari lawan lolos dari kita. Mereka semua berhasil kita taklukan," jawab Azlan.


"Bagus lah kalau memang begitu. Berarti yang selama ini Daddy ajarkan ke kalian tidak sia-sia sama sekali," ucap Daddy Aiden sembari tersenyum bangga kepada keempat remaja yang duduk tepat didepannya itu.


"Tapi walaupun kalian sudah pandai untuk bela diri, kalian jangan sampai lengah sedikitpun. Apalagi saat ini orang yang kemarin bermasalah dengan Edrea sudah sadar dari masa kritisnya," ujar Daddy Aiden yang berhasil membuat keempat orang itu dengan serempak menatap kearah Daddy Aiden.


"Maksud Dad, Kayla?" tanya Edrea.


"Entahlah, Dad gak tau namanya, yang Dad tau orang itu masuk ke rumah sakit gara-gara dapat tusukan dari kamu dan dia juga satu sekolah dengan kalian," ucap Daddy Aiden.


"Iya benar itu Kayla, Dad. Mantan calon menantu Daddy. Ishhh kenapa sih tuh orang gak mati sekalian aja nyusul pujaan hatinya itu. Menyebalkan sekali," geram Edrea.


"Amit-amit Dad punya menantu bentukannya seperti dia. Lain kali tuh ya Er kalau mau cari tambatan hati tuh di lihat dulu kepribadiannya, cari tau sampai akar-akarnya jangan sampai salah pilih lagi seperti yang sebelumnya. Kamu ngerti kan?" Ujar Daddy Aiden yang membuat Erland menghela nafas sembari menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau gitu kalian istirahat sana. Dan ingat pesan Daddy tadi, tetap waspada dimanapun kalian berada. Dan untuk Kayla kemungkinan proses sidangnya akan di mulai Minggu depan," sambungnya.


"Dan dalam masa satu minggu itu perketat kewaspadaan kalian, lindungi orang-orang terdekat kalian. Karena Dad yakin dia akan bergerak untuk membalas dendam atas apa yang dia terima ke orang terdekat kalian. Paham kan apa yang Dad katakan ini?"


"Iya Dad, kita paham," jawab mereka dengan serempak.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu, istirahat lah," ujar Daddy Aiden yang langsung membuat keempat remaja tadi beranjak dari tempat duduk mereka dan bergegas menuju ke kamar mereka masing-masing.


__ADS_2