The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 42


__ADS_3

"Ma---maaf," tutur Kayla saat sudah berhadapan dengan Erland tak lupa kepalanya masih setia menunduk tak berani bertatapan langsung dengan sang empu.


"Kamu tau kesalahan kamu apa?" tanya Erland dengan bahasa formalnya. Dengan gugup Kayla menjawab dengan anggukan kepala.


"Kalau tau, coba sebutkan apa saja kesalahan yang kamu perbuat tadi?"


Kayla terdiam, sebenarnya ia tak merasa bersalah tapi ya sudahlah mau gimana lagi toh yang nabrak tadi si pemilik restauran tempatnya bekerja.


"Katakan cepat!" gertak Erland yang membuat Kayla terperanjat kaget.


"Sabar-sabar dia bos di sini," batin Kayla sembari menghela nafas panjang.


"Kesalahan saya tidak hati-hati dan kurang sopan santun terhadap orang lain," ucap Kayla.


"Apa kamu tau konsekuensi atas tindakan kamu tadi?" tanya Erland lagi.


Kayla menggelengkan kepalanya tak tau.


"Konsekuensinya cukup saya pecat kamu sebagai karyawan di restauran ini," tutur Erland sembari bersandar di kursi kerjanya.


Kayla yang sedari tadi menunduk pun akhirnya ia menegakkan kepalanya sembari menggeleng dengan kuat, matanya kini menatap kearah Erland yang juga tengah menatapnya dengan memincingkan satu alisnya.


"Saya mohon jangan pecat saya," ucap Kayla memohon.


"Untuk apa saya mempertahankan kamu bekerja disini sedangkan kesalahan yang kamu perbuat tadi sangat fatal. Apakah kamu bisa menjamin semuanya tak akan pernah terulang lagi?"


"Saya janji tidak akan mengulangi kesalahan saya tadi. Saya mohon tuan tidak memecat saya."


Erland kini berdiri dari duduknya dan menghampiri Kayla. Saat dirinya sudah berdiri tepat di depan gadis itu, matanya melihat dari atas hingga bawah penampilan Kayla yang sangat sederhana, sama seperti yang selalu ia temui di sekolah. Wajah yang hanya di rias dengan bedak setipis mungkin dan bibir yang hanya di olesi lipstick dengan warna natural. Sesaat Erland terpesona dengan kesederhanaan Kayla, namun sedetik kemudian ia berdehem untuk mengalihkan perhatiannya sendiri.


"Baiklah saya tidak akan pecat kamu dari restauran ini tapi gaji kamu akan saya potong," tutur Erland tanpa memandang wajah Kayla yang tengah berbinar. Ia cukup lega sekarang. Setidaknya potong gaji lebih mending dari pada keluar dari kerjaan. Toh gajinya juga buat makan sehari-harinya saja dan sisanya akan ia tabungkan buat masa depannya kelak. Urusan sekolah, ia tak memikirkan lagi karena ia sekolah di SMA Balerix dengan bantuan beasiswa berprestasi.


"Terimakasih tuan," ucap Kayla sembari menundukkan tubuhnya 90° guna memberi hormat kepada Erland.


Erland hanya mengangguk untuk membalas hormatan Kayla tadi dan kini tubuh Kayla kembali tegap dengan wajah yang berseri dan senyum yang merekah.


"Kamu boleh kembali bekerja," perintahnya. Kayla pun mengangguk antusias, kemudian ia segera menuju kearah pintu ruangan Erland namun saat tangannya sudah memutar kenop pintu, suara Erland mengintruksinya.


"Tunggu sebentar!" teriak Erland.


Kayla menghentikan aktivitasnya dan memutar tubuhnya agar berhadapan lagi dengan Erland.


"Buatkan saya caffe latte dan antar kesini segara!" perintah Erland.


Kayla mengangguk tak lupa senyumannya ia berikan ke arah Erland.


"Siap, laksanakan tuan," ucapnya setelah itu ia berlalu hilang dari balik pintu ruangan tersebut dan bergegas turun ke lantai satu dimana dapur restauran tersebut berada.

__ADS_1


Dengan berlari kecil ia melewati beberapa pegawai lainnya yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Wisnu yang sempat di lewati oleh Kayla pun langsung mengerutkan keningnya dan ia kini menghampiri Kayla yang sudah berkutat membuatkan kopi yang di pesan Erland tadi.


"Ehemmm," dehem Wisnu yang membuat Kayla mengalihkan pandangannya sekilas ke arah Wisnu yang berdiri disampingnya.


"Eh Pak bos, ada apa Pak?" tanyanya.


"Gimana tadi? aman kan?" bukannya menjawab Wisnu malah bertanya balik ke Kayla.


"Aman terkendali Pak, hehehehe," ucap Kayla dengan kekehan kecil.


"Syukurlah kalau begitu. Btw kopi itu buat siapa?" tanya Wisnu kepo.


"Selesai," ucap Kayla saat kopi yang ia racik telah siap untuk diantar ke Erland bahkan saking asiknya membuat kopi tadi, ia sampai lupa akan kehadiran Wisnu di sampingnya.


"Kayla," panggil Wisnu yang ucapannya tadi hanya di anggap angin lalu oleh Kayla.


"Eh astaga ternyata masih ada Pak bos disini. Kenapa Pak?"


"Huh kamu ini. Aku tadi tanya buat siapa kopi itu?" ulangnya.


"Owh, kopi ini buat Erland eh maksudku tuan Erland," jawab Kayla.


"Udah dulu ya Pak. Aku mau nganter pesanan ini," sambungnya dengan langkah yang mulai meninggalkan dapur restauran tersebut.


Kini dengan hati-hati Kayla menaiki tangga hingga akhirnya kakinya sudah berada di lantai 3 dan tepat di depan pintu Erland.


Tok tok tok


"Masuk!" perintah Erland dari dalam. Kayla pun kini dengan susah payah membuka pintu tersebut dan berjalan mendekati Erland yang tengah fokus dengan layar ponselnya.


"Maaf tuan, menganggu sebentar. Saya kesini hanya ingin mengantar pesanan yang tuan tadi inginkan," ucap Kayla sembari meletakkan satu gelas caffe latte di hadapan Erland.


"Oke," jawabnya dengan cuek.


"Kalau begitu saya permisi dulu," pamit Kayla dan baru saja ia berputar arah, suara Erland kembali terdengar.


"Tunggu," cegah Erland.


Lagi-lagi Kayla harus berputar menghadap Erland yang sekarang tengah menyeruput kopi tadi. Kayla menggigit bibir bawahnya, takut jika Erland tak puas dengan kopi buatnya itu.


"Ini siapa yang buat?" tanyanya dengan tatapan mata tajam kearah Kayla.


"Sa---saya tuan," jawab Kayla dengan gugup.


"Untuk kedepannya saat saya datang kesini, kamu yang akan terus buatkan saya kopi ini." Kayla melongo tak mengerti dengan ucapan Erland.

__ADS_1


"Maksudnya tuan?"


"Ck, untuk kedepannya kamu yang akan buatkan saya kopi saat saya mengunjungi restauran ini. Sekarang sudah mengerti?"


"Mengerti tuan."


"Baik kalau bagitu kamu sudah boleh pergi," tutur Erland.


Kayla pun mengangguk patuh. Tapi baru saja selangkah, Erland kembali memanggilnya.


"Berhenti!" perintahnya. Kayla mengepalkan tangannya erat, apa lagi yang akan Erland ucapkan kali ini? batinnya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Kayla dengan senyum yang ia paksakan.


"Bawakan saya steak sekarang!" perintah Erland.


"Baik tuan," ucap Kayla patuh. Kemudian ia kembali ke lantai satu untuk mengambil pesanan buat bos besarnya itu.


Saat sudah berada di dapur, Kayla langsung memesan steak kepada koki disana.


Butuh waktu beberapa menit akhirnya steak yang diinginkan Erland telah selesai dibuat dan dengan langkah lelah, Kayla menaiki tangga tersebut.


"Huh, bisa tambah kecil nih badan kalau lama-lama naik turun tangga terus," keluhnya saat sudah berada di tangga terakhir lantai tiga. Tapi tak disangka, ucapnya tadi di dengar oleh seseorang yang tengah bersandar di tembok.


"Jadi kamu keberatan?" tanya orang tersebut secara tiba-tiba.


"Astagfirullah, Erland eh maksudku tuan Erland. Mengkagetkan saya saja untung steak yang tuan pesan tidak jatuh kelantai," kaget Kayla.


"Jangan mengalihkan pertanyaan saya. Jawab sekarang," ucap Erland yang kini dengan perlahan mendekati tubuh Kayla hingga membuat Kayla memundurkan langkahnya.


"Anu itu anu haish," tutur Kayla yang tiba-tiba otak cerdasnya itu tak bisa mencari alasan.


"Anu apa hmmm?" Erland kini semakin mendekat dengan tubuh Kayla yang sudah mepet dengan pintu ruangan Erland.


Kayla kini tak bisa berkutik lagi saat tubuh Erland sudah berada tepat di depannya dengan kuncian tangan di samping tubuh Kayla.


Tatapan mata mereka tampak saling beradu yang membuat hati Kayla tiba-tiba berdesir hebat. Jantungnya memacu dua kali lipat dari biasanya. Aroma parfum Erland selalu saja memabukkan dirinya.


Sedangkan Erland, semakin lama ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kayla semakin ia akan terpesona dengan kecantikan gadis di hadapannya itu bahkan tanpa bisa ia kontrol lagi, wajah mereka semakin dekat sekarang bahkan kedua hidung mancung dari dua manusia berbeda jenis kelamin itu saling bertabrakan dengan tatapan yang masih saling mengikat.


...****************...


Happy reading semuanya 🤗 jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara Like, komen, vote dan juga kasih hadiah, biar author semakin semangat nulisnya 😚 Kalau bisa 300 Like ya 🤭 Tapi kayaknya gak bisa tembus 300 deh karena akhir-akhir ini likenya turun terus, mengsedih jadinya author 😭 Ya udah lah gak papa.


Jangan lupa juga untuk kasih tau author jika ada kesalahan dalam penulisan 🤗


Stay safe and stay healthy 🤗 SEE YOU NEXT EPS BYE 👋

__ADS_1


__ADS_2