The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 68


__ADS_3

Kini Kayla tersadar dari kebengongannya tadi saat suara motor Erland terdengar meninggalkan lingkungan rumahnya.


"Eh astaga, bengong mulu sih gue. Waalaikumsalam," tutur Kayla menjawab salam dari Erland tadi walaupun Erland sudah tak bisa mendengarkan suaranya lagi.


Setelah itu ia segera mengunci pintu utama rumah tersebut dan segera masuk kedalam kamarnya. Sampai di kamar ia langsung mengganti pakaiannya menjadi piyama tidur dan saat selesai, ia menatap dirinya dari pantulan cermin di depannya. Dan kini matanya menatap kearah kalung yang diberikan Erland tadi.


Ia menundukkan kepalanya sembari memegangi liontin dikalung tersebut dan kini sudut bibirnya tampak terangkat membentuk sebuah senyum yang sangat manis. Terlebih ucapan Erland yang ia belum yakini dengan pasti itu kembali terngiang di telinganya dan membuat debaran di dadanya kembali lagi. Jika ia tadi hanya bermimpi maka jangan bangunkan dia.


Kayla menggelengkan kepalanya supaya tak terlalu berlebihan dalam kesenangan yang masih putih abu-abu itu.


Kini ia menuju keranjangnya kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang kamar tersebut. Dan segera menutup matanya, berniat untuk tidur karena jam di kamar tersebut sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam. Tapi sayang, niatnya untuk tidur malah tak jadi ketika pikirannya selalu memikirkan tentang Erland. Dan jadilah ia hanya guling-guling, ganti posisi, ganti arah tidur dan sebagainya.


"Arkh, kenapa otak gue mikirin Erland terus sih? Benar-benar udah gak beres ini," ucap Kayla sebal. Tapi beberapa saat setelahnya ia meraih ponselnya yang ia letakkan di atas nakas sebelah ranjangnya dan dengan lincah ia mengetik pesan untuk Erland.


"Terimakasih untuk kalungnya dan selamat malam." Send.


15 menit telah berlalu tapi Erland tak kunjung membalas pesannya.


"Erland belum sampai di rumahnya kah?" tanya Kayla pada dirinya sendiri.


"Masak belum sampai, kan dia keluar dari rumah ini udah lama banget. Haish dahlah bodoamat." Kayla menaruh kembali ponselnya dengan cukup kasar. Kemudian ia menutup seluruh tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kakinya menggunakan selimutnya hingga dirinya tertidur dengan sangat lelap.


Sedangkan disisi lain, Erland baru selesai dengan acara mandinya walaupun sudah malam hari tapi kalau tubuhnya terasa lengket, Erland tetap akan mandi bagaimana pun situasinya.


Dan kini ia duduk di pinggir ranjangnya sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil dan satu tangannya lagi ia gunakan untuk meraih ponselnya dan membuka ponsel tersebut. Ia tersenyum lebar saat ada notifikasi pesan dari Kayla dan ia segera membaca pesan tersebut kemudian dengan cekatan ia membalas pesan tadi.


📨 To : Beloved


"Terimakasih juga untuk waktunya dan selamat malam my beloved." Send.

__ADS_1


Setelah membalas pesan tadi, Erland kembali meletakkan ponselnya dengan senyum merekah. Kemudian ia beranjak untuk menaruh handuk tadi di tempat semula kemudian merebahkan tubuhnya dan memulai menjelajah mimpi yang ia harapkan akan bertemu Kayla disana dengan cerita bahagia.


...****************...


Tak terasa kini matahari sudah kembali menampakkan dirinya, menggantikan tugas bulan untuk memberi cahaya di bumi.


Dan tanpa absen Mommy Della selalu membangunkan triplets dengan penuh kesabaran. Tapi tanpa ia duga saat sudah di depan pintu kamar Azlan dan baru ingin mengetuk pintu tersebut, Azlan sudah membukanya lebih dulu.


"Hay Mom, selamat pagi," sapa Azlan sembari mencium pipi Mommy Della. Mommy Della menatap putra pertamanya itu dari atas sampai bawah.


"Ini masih pukul setengah 6 lho Az. Kok kamu udah siap aja?" Azlan hanya menggedikkan bahunya untuk menjawab ucapan Mommy Della tadi.


Mommy Della menggelengkan kepalanya.


"Ya udah kalau gitu kamu kebawah buat sarapan, gak usah nunggu yang lain kalau nunggu yang lain nanti kelamaan," ucap Mommy Della.


Azlan menganggukkan kepalanya dan kemudian ia segera masuk lagi kedalam kamarnya untuk mengambil tas sekolahnya sebelum turun kebawah untuk sarapan. Setelah urusan dengan Azlan selesai, Mommy Della berpindah ke depan pintu kamar Erland. Dan lagi-lagi tangannya baru ingin mengetuk pintu itu, Erland sudah membukanya lebih dulu.


Mommy Della kini melongo melihat Erland sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Mom gak salah lihat kan?" tanya Mommy Della tak percaya dengan pemandangan didepannya itu yang biasanya dijam-jam segitu Erland masih molor dan sebelum Mommy Della mengeluarkan jurus andalannya untuk menjual motor kesayangannya itu, sang empu tak akan bangun dari tidur gantengnya. Tapi justru sekarang, anak keduanya itu sudah siap untuk pergi kesekolah dengan tampilan yang begitu rapi tak seperti biasanya yang seperti berandalan. Perlu di dokumentasikan momen langka ini.


"Salah lihat apa sih Mom?" tanya Erland tak paham.


"Mom gak salah lihat tampilan kamu ini? yang jam segini sudah siap kesekolah bahkan tampilan kamu yang sekarang berada 100 derajat dari sebelumnya," tutur Mommy Della.


"Ck, Mom ini ada-ada aja. Dan Mom juga gak salah lihat kok. Jadi tenang aja ibu negara," ucap Erland.


Mommy Della hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


"Ya udah kamu turun sarapan dulu. Di bawah udah ada Azlan." Erland mengangguk setelah itu ia mengecup pipi Mommy Della sebelum turun kebawah.


Saat Erland sudah tak ada lagi dihadapannya, Mommy Della berpindah ke kamar Edrea.


Dan untuk anaknya yang terakhir, hari ini ia berbeda sendiri dari dua saudara kembarnya itu.


Tok tok tok!!


"Rea, bangun sayang. Udah jam setengah 6 lebih," teriak Mommy Della.


Tapi sayang teriakannya tak langsung dijawab oleh Edrea. Dan untuk kedua kalinya Mommy Della kembali mengetuk dan menggedor pintu tersebut.


"Rea! bangun! kalau kamu gak bangun sekarang, uang jajan kamu Mom potong!" teriak Mommy Della lagi.


Edrea yang berada di dalam kamar itu pun kini matanya langsung terbuka bahkan langsung segar dan setelahnya ia bangkit dari duduknya kemudian berlari untuk membukakan pintu kamar tersebut.


"Hehehehe Hay Mom. Rea udah bangun kok dari tadi malah, hanya saja Rea baru ke kamar mandi jadi gak bisa dengar teriakan Mommy. Jadi uang jajan Rea jangan di potong ya," ucap Edrea dengan memeluk tubuh Mommy Della.


Mommy Della memutar bola matanya malas. Ia tau kalau si bontot berbohong kepadanya. Sudah terlihat jelas bukti kebohongan Edrea dengan adanya peta di pipinya dan mata Edrea yang masih memerah.


"Mom, please jangan di potong ya. Mom kan wanita paling cantik sedunia dan paling baik juga," rayu Edrea.


"Huh, jangan rayu Mom mulu. Mandi sana, bersihin tuh peta alien di pipi kamu," ucap Mommy Della sembari berjalan saat pelukan Edrea terlepas.


Edrea membelalakkan matanya kemudian mengusap pipinya dengan kasar.


"Ah elah kebiasaan," gerutunya.


"Mom, jangan potong uang jajan Rea!" teriaknya saat Mommy Della belum jauh dari dirinya.

__ADS_1


"Iya," jawab Mommy Della yang membuat Edrea tersenyum kemudian ia segera masuk kembali kedalam kamar untuk bersiap kesekolah.


__ADS_2