The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 225


__ADS_3

Saat di dalam perjalanan tak ada yang ingin saling bercerita satu sama lain di antara Zea dan Erland hingga karena tingkat ke kepoan dari Zea, akhirnya sang empu kini mulai angkat suara.


"Er," panggil Zea tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di depannya.


"Hmmm," balas Erland hanya dengan deheman saja.


"Gue rasa Kayla cuma marah karena cemburu aja sama kejadian saat lo nolongin kembaran lo itu deh. Sama kayak gue tadi. Apa lo udah coba jelasin sama dia, siapa sebenarnya siswi baru itu di kehidupan lo?" tanya Zea yang membuat Erland menghela nafas.


"Gue udah jelasin tentang Rea dari A sampai Z, bahkan gue juga udah ngasih bukti ke dia tapi nyatanya dia sama sekali gak mau dengerin penjelasan gue dan nganggep penjelasan gue tadi cuma angin lalu aja. Ck, udah lah Ze, jangan bahas dia lagi," ujar Erland dengan mengalihkan pandangan ke samping jalan.


Zea yang melihat raut wajah sedih Erland untuk pertama kalinya pun ia hanya bisa menghela nafas, dia juga tak tau harus membantu sahabatnya itu bagaimana agar Erland tak lagi bersedih. Mau cariin dia pengganti, dia tau Erland bukan tipe orang yang selalu welcome dengan orang asing. Mau kasih dia coklat atau permen, tapi Erland bukanlah anak kecil yang bisa di bujuk dengan makanan tersebut. Jadi yang bisa Zea lakukan hanya berdoa saja untuk kebaikan Erland kedepannya.


Setelah percakapan singkat tadi, tak ada lagi percakapan lain yang menemani mereka dalam perjalanan menuju rumah keluarga Abhivandya, hingga akhirnya motor yang dikendarai oleh Azlan masuk kedalam lingkungan rumah keluarga tersebut di ikuti oleh Zea yang tiba-tiba saja merasakan debaran di dadanya.


"Duh kok jadi gerogi gini sih," batin Zea.


Dan saat mobil yang ia kendarai berhenti, Erland langsung keluar begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata untuk Zea. Dan hal itu sangat di maklumi oleh Zea, mungkin Erland juga butuh sendiri dulu untuk menata hatinya kembali.


"Turun yuk," ucap Azlan tiba-tiba yang membuat Zea terperanjat kaget, pasalnya laki-laki itu berkata tepat di samping telinganya. Bahkan pintu mobil yang tadi belum Zea buka sama sekali, sekarang sudah di buka oleh Azlan.


"Gak usah gerogi, orangtua aku gak akan gigit kamu," ujar Azlan saat ia merasakan telapak tangan Zea yang sangat dingin.


"Gak ada yang gerogi tuh," sangkal Zea.


"Masak sih," goda Azlan sembari mencolek dagu Zea.


"Ish apaan. Udah ah, jadi kedalam gak, kalau gak aku mau pulang. Mau beres-beres buat pindahan," ujar Zea yang sebal akan godaan dari Azlan tadi.

__ADS_1


"Jangan pulang dulu dong. Masuk dulu lah, ketemu calon camer sekalian kenalan, siapa tau habis kenalan terus cocok habis itu di suruh nikah deh," ucap Azlan yang langsung mendapat cubitan dari Zea.


"Kamu ini ya, pikirannya nikah mulu. Lulus aja belum," tutur Zea.


"Ya kan mikirin masa depan gak ada salahnya kan? Lagian nikah sama kamu tuh keinginan tertinggi aku," gombal Azlan.


"Az, stop gombalnya. Masuk sekarang atau aku pergi," ujar Zea.


"Iya-iya ini juga mau masuk. Gak sabaran banget sih yang mau ketemu camer," goda Azlan tak ada habisnya.


"Az!" peringatan dari Zea.


"Hahahaha iya-iya gak lagi," ujar Azlan dan setelahnya mereka kini bergegas masuk kedalam rumah tersebut.


Disisi lain, di tempat yang sama, Erland dari pertama kali ia menginjakan kakinya di rumah tersebut, hal pertama yang ia cari adalah keberadaan sang Mommy yang entah sekarang ada dimana.


"Ck, Mommy kemana sih. Mbak yang kerja di sini juga gak ada yang tau. Apa ikut Daddy kerja ya? Haish bucin banget sih," geram Erland diakhiri dengan ia menghentakkan kakinya berulangkali.


Tapi tanpa ia duga saat ia tengah uring-uringan dengan dirinya sendiri, perempuan yang tadi ia cari kini muncul juga di hadapannya.


"Lho anak Mommy udah pulang," ucap Mommy Della yang membuat Erland menghentikan aksi uring-uringannya itu dan kini ia menolehkan kepalanya kearah Mommy Della. Dan tanpa menunggu waktu lama lagi, ia kini langsung berlari kearah sang Mommy dan kemudian memeluk tubuhnya.


"Eh eh eh ada apa ini? Mom lagi kotor lho ini Er. Lepas dulu pelukannya, biar Mom cuci tangan dulu," ujar Mommy Della yang langsung mendapat gelengan oleh Erland.


"Kok gak mau sih. Mom mau cuci tangan bentar lho." Lagi-lagi Erland menggelengkan kepalanya. Dan hal itu membuat Mommy Della menghela nafas panjang sebelum akhirnya dengan terpaksa ia menggerakkan tubuhnya yang di gelayuti manja oleh Erland menuju ke wastafel terdekat.


Dan setelah mencuci tangan Mommy Della membalas pelukan dari Erland tadi.

__ADS_1


"Ada apa hmmm? Kenapa jadi manja gini? Ada masalah apa? Cerita sama Mommy," ujar Mommy Della.


"Tapi sebelumnya, kita duduk dulu lah di ruang keluarga. Pegel juga Mommy berdiri begini terus-menerus sampai nanti," sambung Mommy Della. Dan baru saja bibirnya terkatup, Erland dengan cepat membopong tubuh Mommy Della menuju tempat yang di katakan tadi.


Mommy Della yang awalnya terkejut pun dengan perlahan keterkejutannya itu berubah menjadi rasa penasaran dengan perubahan besar dari sang anak.


Dan apa yang dilakukan oleh Erland tadi tak luput dari pandangan Azlan dan Zea.


"Lho Mommy kenapa? kok di gendong segala. Jangan-jangan terjadi sesuatu lagi sama Mommy," ucap Azlan dengan khawatir dan setelahnya ia kini melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga di ikuti oleh Zea di belakangnya.


Dan sesampainya mereka berdua di ruangan tersebut, mereka sudah melihat Erland yang bergelayut manja di tubuh sang Mommy.


Mommy Della yang menyadari kehadiran dari Azlan pun dengan cepat ia memberikan kode kepada anak pertamanya itu melalui matanya.


Azlan yang paham akan kode itu pun kini ia mendudukkan tubuhnya di sofa disamping sang Mommy.


"Habis di tolak cintanya Mom," bisik Azlan yang membuat Mommy Della kini mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Mom gak tau seberapa sakitnya hati kamu, Er. Tapi Mom heran, orang bandel kayak kamu gini ternyata bisa galau gara-gara perempuan. Mom kira kamu dulu gak akan pernah galau sama sekali dengan hal yang berbau percintaan. Eh ternyata Mom salah besar. Tapi Mom yakin kamu bisa bangkit lagi. Jangan gara-gara perempuan itu kamu jadi rapuh begini. Erland yang super bandel dulu kemana? Yang kalau pulang wajahnya penuh lebam aja gak nangis tapi gara-gara perempuan jadi melow begini. Malu kalau sampai musuh kamu dulu lihat kamu begini. Mereka pasti ketawa sekarang kalau lihat kondisi kamu. Toh tenang aja, perempuan tuh banyak di dunia bukan cuma satu doang. Galau boleh, tapi jangan keterusan. Cukup sehari dan lupain semuanya. Contoh tuh Daddy kalian dulu. Mom bocorin satu rahasia Daddy selama ini ke kalian tapi jangan bilang Daddy, oke?" ujar Mommy Della yang membuat kedua anaknya itu kini memasang telinga mereka baik-baik.


"Daddy kalian dulu sebelum nikah sama Mommy, dia dulu juga pernah jadi sad boy kayak kamu, Er. Tapi bedanya kalau kamu di tolak kalau Daddy di selingkuhin. Dan di selingkuhin tuh lebih sakit daripada di tolak tau Er. Jadi harusnya kamu bersyukur karena semuanya belum terlambat. Kalau udah terlabat, bisa jadi kamu jadi penerus Daddy kamu jadi sad boy jalur di selingkuhin. Emang kamu mau?" Erland tampak menggelengkan kepalanya.


"Nah kamu gak mau kan. Makanya banyak-banyakin bersyukur kalau kalian di beri petunjuk sama tuhan entah itu petunjuk baik ataupun buruk sekalipun kayak yang di alami Erland sekarang. Kalian paham kan?" Kedua laki-laki itu kini tampak menganggukkan kepalanya dengan serempak.


"Nah kalau udah paham. Stop galau lagi, buang jauh-jauh. Dan buktikan kamu bisa bangkit dan dapatin perempuan yang jauh lebih baik, lebih cantik, lebih Solehah dan lebih-lebih lainnya dari dia. Erland bisa?" Erland tampak terdiam.


"Mom yakin Erland bisa. Mommy akan terus dukung Erland dari belakang. Anak Mommy gak boleh lemah lagi. Ayo bangkit, semangat move on. Mom akan bantu kamu buat move on dari dia. Apapun caranya Mom akan lakuin untuk kamu," ujar Mommy Della yang membuat Erland mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Terimakasih Mom. Tapi izinin Erland galau sehari aja dan izinin dalam sehari Erland peluk Mommy tanpa ada pengganggu lain," tutur Erland yang diangguki oleh Mommy Della sembari tangannya membalas pelukan Erland dan mencoba untuk memberikan ketenangan untuk sang anak.


__ADS_2