The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 32


__ADS_3

Azlan masih menunggu Adam yang tak kunjung datang di ruang tamu rumah Zea tersebut.


"Maaf den, diminum dulu," ucap art yang lainnya.


"Terimakasih mbak," ujar Azlan sopan. Setelah menaruh cemilan dan minuman untuk Azlan, art tadi segera kembali ke kerjaannya lagi.


Tak berselang lama terdengar ketukan pintu. Azlan pun langsung berjalan kearah pintu utama. Namun langkahnya harus terhenti saat art yang tadi memberikan dia minuman dan cemilan mencegahnya.


"Biar saya saja den," ucapnya. Azlan pun mengangguk setelah itu, art tadi bergegas membukakan pintu tersebut yang di baliknya sudah berdiri Adam dengan pakaian khas seorang dokter.


"Silahkan masuk Dok," tutur art tadi sembari memberi jalan masuk untuk Adam.


Adam pun mengangguk sembari tersenyum ramah setelah itu ia masuk kerumah tersebut dan matanya langsung menangkap tubuh Azlan yang tengah berjalan menghampiri dirinya.


Setelah dirinya sampai didepan tubuh Adam, Azlan langsung saja menarik lengan Kakak angkatnya itu dan membawanya ke lantai dua dimana letak kamar Zea berada.


"Santai kali Az," tutur Adam sembari melepaskan tangan Azlan dari lengannya. Azlan mengabaikan ucapan dari Adam itu, ia memilih untuk segera membuka pintu kamar Zea.


Adam mengerutkan keningnya kala melihat suasana dalam kamar didepannya. Ia kemudian menatap wajah Azlan dengan penuh kecurigaan.


"Ck jangan pikir yang aneh-aneh dulu. Buruan masuk sekarang," tutur Azlan.


Adam perlahan memasuki kamar tersebut namun jiwa kekepoannya masih saja bergobar. Apalagi sekarang ia tau teman yang dimaksud oleh Azlan itu adalah seorang wanita yang sama dengan wanita yang dulu pernah dibawa oleh Azlan ke rumah sakit tempatnya bekerja.


"Apakah hubungan antara dua orang ini hanya sekedar teman saja?" tanya Adam pada dirinya sendiri.


"Kalau memang cuma teman saja, kenapa Azlan sangat khawatir dengan keadaan gadis ini?" batin Adam yang terus berperang.


"Haish anak ABG jaman sekarang, pacar cuma dianggap teman saja. Huh kasihan sekali gadis ini mendapatkan kekasih seperti Azlan yang tak menganggap dirinya," batin Adam.


"Bang, stop pikiran tak bermutumu itu. Periksa sekarang saja bisa gak?" ucap Azlan.


"Ini anak bisa membaca isi pikiran orang lain kah? kok gue curiga sama dia ya," batinnya lagi.


"Kalau aku bisa baca pikiran orang lain emang kenapa?" sarkas Azlan yang membuat Adam bergidik ngeri. Ia harus berhati-hati sekarang ketika berada didekat Azlan takut jika rahasia pribadi tentang perempuan dan lainnya terbongkar nanti.


Adam kini segera memeriksa Zea yang masih setia menutup matanya.


"Tenang aja, dia cuma demam dan setelah di kasih obat penurun panas nanti juga sembuh," ucap Adam sembari menuliskan resep obat yang harus di tebus oleh Zea di apotik.


"Ini nanti kasih sama dia. Atau kalau gak kamu juga bisa beliin buat pacarmu itu," sambung Adam sembari menyerahkan secarik kertas bertuliskan resep obat dan beberapa vitamin untuk Zea.


"Apaan sih," tutur Azlan sebal namun tangannya tergerak untuk mengambil resep obat itu.

__ADS_1


"Kalau nanti dia udah sadar bilangin kalau semua pemeriksaan ini gratis dan satu lagi bilangin kedia kalau calon menantu Mommy Della sama Daddy Aiden harus kuat dan harus menjaga pola makannya supaya riwayat penyakit maagnya tak kambuh. Ya udah ya Abang balik ke rumah sakit lagi. Assalamualaikum," pamit Adam dengan ucapan menggoda untuk Azlan.


"Ngakunya sih teman tapi lama-lama nanti jadi demen," ucap Adam yang masih saja menggoda Azlan walaupun ia sudah berada di belakang pintu kamar tersebut. Azlan kini menatap tajam kearah Adam. Adam yang mendapat tatapan tersebut langsung kabur dari pandangan Azlan sebelum dirinya nanti diajak baku hantam dengan adiknya sendiri.


Setelah menghilangnya Adam di balik pintu kamar Zea, Azlan mendekati tubuh Zea dan menempelkan tangannya ke dahi Zea yang masih terasa sangat panas.


Ia menghela nafas setelah itu pandangannya teralih ke kertas yang tertulis resep obat dari Adam tadi di tangannya.


Dengan segera kakinya ia langkahkan keluar dari kamar dan rumah Zea menuju mobilnya. Setelah sampai di mobilnya, Azlan segera masuk dan menjalankan mobil tersebut menuju apotik terdekat.


Hanya butuh waktu 30 menit akhirnya Azlan kembali dari apotik dan ia juga mengetuk pintu rumah Zea lagi.


"Tadi langsung masuk aja gak papa den," tutur mbok art sembari membuka lebar pintu tersebut. Azlan hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan dari mbok art tadi.


"Terimakasih mbok. Saya izin keatas dulu ya, naruh obat buat Zea," ucap Azlan.


Mbok art tersebut mengangguk dan Azlan pun segera menuju kamar Zea. Setelah sampai ia membuka perlahan pintu tersebut dan kembali menutupnya saat tubuhnya sudah berada didalam kamar tersebut.


Ia pun menaruh kantong plastik yang berisi beberapa obat-obatan dan juga vitamin ke atas nakas di sebelah kasur Zea. Kemudian ia menatap wajah Zea yang tampak tenang.


"Gue pulang dan lo semoga cepat sembuh," ucap Azlan dengan datar padahal Zea saja masih menutup matanya entah masih pingsan atau tidur saja hanya Zea yang tau.


Kini Azlan menuruni anak tangga dan dia baru sadar jika rumah sebesar ini terlihat sangat sepi sekali dan ia juga penasaran kemana orang tua Zea? Kerja kah? Kalau kerja kenapa belum pulang saat jam menunjukkan pukul 6 sore? Sedangkan kebanyakan para pekerja akan pulang paling lambat jam 4 atau setengah 5 sore. Ah sudahlah buat apa ia memikirkan keluarga orang lain, lancang sekali dirinya itu. Lebih baik sekarang ia bergegas pulang kerumah.


"Sssstt pusing banget sih," gerutunya sembari memegangi kepalanya yang begitu sakit.


Ia menatap ke sekitarnya yang nampak tak asing baginya.


"Lah bukannya gue tadi di mobil Azlan ya," gumam Zea bingung. Dan matanya kini tengah mencari sosok Azlan yang tak tertangkap oleh mata indahnya itu.


"Udah pulang kali ya dia. Ya udah lah besok aja ngucapin makasihnya," ucapnya lagi. Ia pun kini memaksakan untuk berdiri dari kasur miliknya dan melangkahkan kakinya perlahan ke arah kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi ia melihat dirinya di pantulan cermin.


"Bentar, kayak ada yang beda dari gue," tuturnya sembari mencari perbedaan di dirinya.


"Oh astaga baju gue!" jeritnya heboh bahkan suaranya bisa didengar sampai lantai satu dan membuat kedua artnya langsung berlari menuju kamar Zea.


"Astaga non Zea kemana kok gak ada di kamar?" tanya mbok art.


"Di kamar mandi sepertinya," jawab art satunya lagi.


Mereka berdua pun menuju ke arah kamar mandi dan benar saja Zea berada di dalam, terbukti bahwa pintu kamar mandi terkunci rapat.

__ADS_1


Tok tok tok


Salah satu art itu mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Non Zea kenapa?" teriak mbok art tadi.


Zea yang berada didalam dan mendengarkan suara artnya pun bergegas membukakan pintu kamar mandi tersebut dan langsung memeluk tubuh mbok art.


"Lho non kenapa kok nangis gini?" tanyanya heran.


"Hiks mbok, dia gantiin baju Zea huwaaaaa," tangisnya menggelegar.


"Hah siapa?"


"Hiks laki-laki hiks yang nganterin Zea pulang tadi." Kedua art tadi memelototkan matanya tak percaya.


"Kejadiannya kapan?" tanya art satunya yang sudah siap badan untuk menghajar Azlan.


"Zea gak tau, mungkin dirumah ini karena terakhir Zea ingat kalau Zea pakai hoodie sama rok sekolah," tutur Zea yang masih terisak.


Kedua art tadi saling pandang dan dengan segera mereka menepuk jidat mereka masing-masing.


"Ya ampun non, yang gantiin non Zea baju tuh bukan den Azlan tapi saya," ucap mbok art tadi.


Zea yang mendengar penuturan dari mbok art pun melepaskan pelukannya dan menatap artnya satu-satu.


"Beneran?" tanyanya memastikan. Mbok art pun mengangguk yang membuat Zea bisa bernafas lega.


"Huh syukurlah. Makasih ya mbok," ucapnya sembari menghapus air matanya tadi.


"Sama-sama non. Oh ya non Zea perlu bantuan?" tanya mbok art.


"Enggak mbok, Zea cuma pengen buang air kecil aja. Ya udah ya Zea mau balik ke kamar mandi dan maaf tadi sempat heboh hehehe," ucap Zea dengan cengiran kudanya.


"Baiklah non. Kalau gitu saya dan mbak asih balik kerja di lantai bawah ya. Kalau non bituh sesuatu panggil saya aja," tuturnya.


Zea pun mengangguk untuk menjawab ucapan dari mbok artnya itu. Setelah kedua artnya itu keluar dari kamarnya, Zea langsung bergegas kembali kedalam kamar mandi untuk menyelesaikan keinginannya itu.


...*****...


300 like bisa gak nih 🤭


Happy reading guys 🤗 stay safe, stay healthy and stay with me 🤭 SEE YOU NEXT EPS BYE 👋

__ADS_1


__ADS_2