
Saat mobil ketiganya kembali melintas Daddy Aiden melirik sekilas kearah Mommy Della yang masih dalam mode ngambek.
"Bibirnya jangan maju-maju gitu. Jatuhnya bikin gemes," ucap Daddy Aiden. Mommy Della mencebikkan bibirnya tapi tak berniat untuk menimpali ucapan dari Daddy Aiden tadi.
"Oh ya kenapa kamu tadi keluar dari mobil hmmm? bahaya lho sayang," ujar Daddy Aiden yang membuat Mommy Della yang sebelumnya menatap kearah samping jalan pun kini beralih menatap Daddy Aiden.
"Kalau kamu di posisi aku tadi apa yang akan kamu lakukan saat lihat suami sendiri mau diterkam pisau sama lawan? Tetap di dalam mobil dan lihat suami sendiri ditusuk atau keluar buat bantu dia menghindari maut?" tanya Mommy Della.
Daddy Aiden menoleh sesaat kearah Mommy Della.
"Ya keluar buat bantu dia mengindari maut lah," jawab Daddy Aiden.
"Nah itu tau alasan aku kenapa tadi turun dari mobil." Daddy Aiden terdiam untuk beberapa saat sebelum kembali bertanya.
"Tapi aku penasaran dan pertanyaan ini dari tadi terngiang-ngiang di otak aku. Sejak kapan kamu bisa gunain semua senjata yang kamu bawa itu? Dan mulai kapan kamu bisa bela diri? Setauku dari kita PDKT sampai nikah aku belum pernah lihat kamu latihan menembak dan sebagainya termasuk bela diri. Tapi setelah aku lihat aksi kamu tadi sepertinya kamu sudah sangat lama mahir dalam bidang beginian," ujar Daddy Aiden.
"Kamu mau tau?" Daddy Aiden menganggukkan kepalanya dengan mantap.
"Kepo," ujar Mommy Della.
"Ck, aku tadi tanya serius sayang. Jadi tolong jawabnya juga serius," tutur Daddy Aiden dengan tegas yang membuat Mommy Della mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"Jawab pertanyaanku tadi," perintah Daddy Aiden.
"Iya-iya aku jawab. Sabar bentar bisa gak sih," geramnya.
"Sayang!"
"Ck, iya lho ini mau cerita. Sebenarnya aku bisa gunain senjata mulai dari beberapa tahun yang lalu begitu pula dengan bela diri karena setelah tripleks umur 2 tahun dan saat aku selalu izin kamu dengan alasan pengen kumpul sama teman atau arisan sosialita sebenarnya aku ikut kelas bela diri dan latihan penggunaan senjata tajam. Aku gak punya niatan buat bohongin kamu karena aku yakin kalau aku izin kamu dengan alasan yang sebenarnya, kamu gak akan pernah kasih aku izin untuk berlatih itu semua. Dan aku lakuin itu semua juga semata-mata buat ngelindungi diriku sendiri dan anak-anak setelah 2 kejadian yang membuat aku semakin gereget buat mempunyai kemampuan seperti saat ini. Terutama jika itu terjadi lagi, aku bisa menghidari setiap serangan lawan bukan hanya diam seperti orang bodoh kayak dulu yang ngandelin kamu buat nolongin aku. Dan bantuan itu juga gak akan bisa langsung sampai gitu aja pasti kamu juga butuh waktu buat pelacakan tempat dan lain sebagainya. Jadi untuk menghindari nyawa aku untuk kembali merasakan antara hidup dan mati, aku memutuskan untuk memperkuat diriku sendiri dengan berlatih segala macam senjata dan bela diri," jelas Mommy Della.
Daddy Aiden yang awalnya akan marah karena Mommy Della selama ini telah membohongi dirinya pun, kini hatinya mulai melunak kembali saat melihat raut wajah Mommy Della berubah menjadi sendu saat mengenang 2 masalah yang menimpanya dulu dan dua-duanya juga membuat dirinya diambang kematian. Tangan Daddy Aiden kini bergerak untuk mengelus kepala istrinya tercinta.
Mommy Della yang merasakan sentuhan hangat dari suaminya pun, kini kembali menegakkan kepalanya dan menatap mata Daddy Aiden yang memancarkan keteduhan dihatinya.
"Kamu gak marah karena udah aku bohongi?" tanya Mommy Della yang khawatir akan kemarahan suaminya itu bahkan ia sampai lupa kalau dirinya lah yang tadi merajuk terlebih dahulu.
"Awalnya aku marah karena kebohonganmu itu tapi setelah aku pikir-pikir lagi keputusanmu itu ada benarnya juga karena kita juga gak tau hal apa yang menunggu kita kedepannya. Apa kejadian itu akan terulang lagi atau tidak dan kita gak bisa buat menghindari itu semua yang harus kita siapkan memang kekuatan pada diri kita sendiri. Dan aku juga gak bisa lindungi kamu 24 jam setiap harinya begitu juga dengan anak-anak. Jadi keputusan yang kamu ambil dulu sangat benar dan akan aku dukung mulai sekarang," ujar Daddy Aiden.
Mommy Della tersenyum kemudian ia memeluk lengan suaminya dengan sangat erat.
"Terimakasih," ujarnya.
Daddy Aiden menganggukkan kepalanya tanpa menatap kearah Mommy Della karena tatapannya tertuju kearah jalanan didepannya dan juga arah mobil Azlan yang memimpin perjalanan kali ini.
__ADS_1
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sejenak dipinggir jalan yang sangat sepi tapi kali ini ketiga mobil itu dikawal ketat oleh anak buah Erland juga Azlan yang mereka tugaskan untuk menunggu mereka di titik tersebut.
"Tanya anak-anak masih berapa lama lagi perjalanannya untuk besok pagi," ujar Daddy Aiden yang membuat Mommy Della langsung merogoh ponselnya dan menelpon nomor Azlan. Karena mereka semua tak ada yang diizinkan untuk keluar dari mobil karena situasi diluar masih sangat bahaya buat mereka ditambah binatang buas disekitar mereka yang tengah berburu dimalam hari yang bisa jadi saat mereka keluar dari mobil meraka malah diserang oleh binatang buas itu. Niatnya untuk istirahat sementara malah bisa menjadi istirahat selamanya nanti, kan gak banget. Alhasil mereka semua menuruti perintah Daddy Aiden untuk tetap di dalam mobil termasuk anak buah Erland dan Azlan yang kebetulan mereka juga menggunakan mobil juga jadi tak kesulitan untuk mencari perlindungan sementara.
"Katanya masih sekitar 5 jam lagi," ucap Mommy Della setalah dia mematikan sambungan teleponnya dengan Azlan.
Daddy Aiden menganggukkan kepalanya kemudian ia merentangkan kedua tangannya kearah Mommy Della.
Mommy Della yang tak paham kode dari suaminya pun hanya mengerutkan keningnya seakan-akan bertanya, mau apa?
"Peluk," ucap Daddy Aiden dengan manja.
Mommy Della memutar bola matanya malas. Tapi setelahnya ia berhambur kepelukan Daddy Aiden. Hingga perlahan pelukan Daddy Aiden mengendur dan terdengar dengkuran halus yang menandakan sang empu telah tertidur.
"Ck bisa-bisanya dalam posisi begini tidur. Moga aja besok kalau dia bangun gak encok aja udah. Bisa rewel nanti kalau encoknya kambuh," gumam Mommy Della dan perlahan ia membenarkan posisi tubuh Daddy Aiden menjadi senderan ke kursi kemudi kemudian ia merubah posisi kursi itu yang awalnya tegak menjadi condong ke belakang. Setelahnya ia juga memposisikan duduknya dan kursi yang ia duduki menjadi lebih nyaman untuknya tidur nantinya. Dan setelah ia merasa nyaman, perlahan matanya tertutup lalu menyusul Daddy Aiden kealam mimpi.
...****************...
Cek ombak dulu ahhh. Eps ini kita lihat keuwuan sepasang pasutri dulu ya. Capek kalau baca pertempuran terus, sekali-kali diselingi dengan peruwuan biar gak bosen dan terlalu tegang juga hihihi....
Author gak pernah capek buat berterimakasih ke kalian yang udah nyempetin waktu kalian untuk baca cerita absurd ini. Tolong kasih tau kalau ada kesalahan tulisan dan lain sebagainya ya. Dan jangan lupa untuk tetap kasih dukungan ke author dengan cara Like, komen (tenaga aja komen kalian pasti aku baca kok🤗), Vote dan Kasih hadiah juga ya. Oh ya jangan lupa juga buat Share cerita ini ke teman kalian atau siapa saja🤗
__ADS_1
See you next eps bye 👋