
Ketiga mobil yang keluarga Abhivandya tumpangi kini telah sampai tak jauh dari markas tempat yang mereka yakini sebagai tempat dimana disekapnya Mommy Della dan para pekerja rumah keluarga Abhivandya.
"Apapun yang terjadi. Jangan jauh-jauh dariku," ucap Leon kepada Edrea saat mereka telah turun dari mobil.
Dan ucapan dari Leon tadi diangguki setuju oleh Edrea.
Saat tiga orang lainnya juga sudah turun dari mobil mereka masing-masing dengan senjata ditangan mereka masing-masing. Leon menatap mata Daddy Aiden seolah-olah ia bertanya apakah saatnya mereka untuk bergerak? Dan tatapan dari Leon tadi dibalas dengan anggukan kepala oleh Daddy Aiden.
"Pastikan jika kalian sudah memegang senjata dan jangan ada yang berpencar. Kita masuk bersama-sama dan akan keluar bersama-sama. Paham?" ucap Daddy Aiden yang mendapat anggukan kepala oleh keempat orang di depannya itu.
Dan setelahnya mereka mulai melangkahkan kakinya mendekati markas tersebut dipimpin oleh Daddy Aiden di bagian paling depan. Tak lupa mata mereka terus waspada ke sekitar mereka takut-takut jika pergerakan mereka diketahui oleh lawan.
Tapi saat mereka ingin masuk kedalam markas tersebut, ternyata didepan pintu gerbang markas tersebut sudah ada dua orang yang setia menjaga pintu gerbang itu.
"Az, Er. Paham apa yang harus kalian lakukan kan?" ucap Daddy Aiden dengan suara lirih.
Azlan dan Erland yang paham akan apa yang dikatakan oleh Daddy Aiden pun mereka menganggukkan kepalanya. Lalu setelahnya di tempat persembunyian mereka, Azlan dan Erland mulai memulai aksinya dengan mengarahkan senapan yang sedari tadi berada di tangannya ke dua penjaga gerbang tadi. Sedangkan ketiga orang lainnya perlahan mendekati pintu gerbang tersebut. Dan setelah memastikan Daddy Aiden, Leon dan Edrea aman, Azlan dan Erland mulai menarik pelatuk senapan mereka. Beberapa detik setelah pelatuk itu mereka tarik terdengar suara tembakan yang sangat nyaring. Ditambah dengan suara erangan dua orang yang berhasil Azlan dan Erland tembak tadi membuat empat orang yang mendengar itu semua mendekati pintu gerbang disana.
__ADS_1
"Sialan. Ada penyusup," ucap salah satu dari keempat orang tadi saat melihat kerabatnya telah terkapar tak bernyawa dengan kepala yang penuh dengan darah segar.
"Kalian cari dimana penyusup itu dan kita lapor ke bos," sambungnya yang disetujui oleh ketiga temannya. Tapi saat mereka berempat sudah bergerak menuju tugasnya masing-masing.
Dua orang yang berniat untuk melaporkan kejadian itu tiba-tiba di sekap oleh seseorang dari belakang mereka dan tancapan belati tepat di dada sebelah kiri mereka tak bisa mereka hindari lagi hingga akhirnya tubuh mereka ambruk juga. Dan bertepatan dengan hal itu terjadi, dua orang yang ingin mencari keberadaan Azlan dan Erland kini sudah tertembak dengan sekali tembakan.
Dan kini 6 orang dalam waktu singkat bisa mereka lumpuhkan. Hingga akhirnya setelah memastikan bahwa tidak ada lagi orang yang akan mendekat ke arah pintu gerbang dan memastikan jika didalam juga aman, Daddy Aiden memberikan kode kepada dua anaknya agar mereka berdua segara bergabung dengan dirinya dan Leon juga Edrea.
Azlan dan Erland yang paham akan kode itu pun mereka langsung berlari menuju ke tempat ketiga orang tadi. Dan setelah mereka berkumpul kembali, perlahan namun pasti mereka mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam markas tersebut setelah mereka menyingkirkan keenam orang yang sudah tak bernyawa itu agar tak ada yang curiga saat ada seseorang yang melewati tempat tersebut.
Awalnya langkah mereka aman-aman saja walaupun sesekali mereka harus bersembunyi ketika ada beberapa orang lawan yang berjalan di dekat mereka. Hingga langkah mereka benar-benar harus berhenti saat mereka melihat segerombolan mobil yang memasuki area markas tersebut.
"Mau kemana kamu?" tanya Leon dengan berbisik.
"Mau nyamperin dia, El. Apa kamu tidak mengenal siapa dia? kalau kamu tidak mengenal dia, payah banget sih. Udah deh El lepasin dulu, aku mau minta tanda tangan ini," jawab Edrea dengan berusaha melepaskan cekalan di tangan Leon. Dan hal tersebut justru membuat keempat orang tadi menatap garang kearahnya.
"Jangan bodoh Rea. Kalau lo nyamperin dia berarti lo nyerahin nyawa lo dengan suka rela," ucap Azlan.
__ADS_1
"Ck, bang Az jangan ngaco ya. Ingat ya bang, ucapan Abang tadi bisa jadi fitnah lho karena tidak ada bukti yang kuat atas apa yang Abang ucapkan tadi," ujar Edrea tak terima.
"Terserah lo. Yang penting sekarang jangan kemana-mana ingat tujuan kita kesini tadi buat apa. Jangan buat gara-gara yang semakin buat kita pusing nantinya," tutur Azlan.
"Dengar apa kata Abang kamu, Rea. Fokus ke tujuan utama kita tadi. Dan perlu kamu tau, semua orang yang dengan gampangnya masuk ke sini perlu kamu waspadai karena mereka bisa saja bersekongkol dengan orang-orang disini," timpal Daddy Aiden yang membuat Edrea kini mengerucutkan bibirnya. Tapi tak urung ia juga menuruti apa yang dikatakan oleh Daddy Aiden dan Azlan tadi. Ia sudah tak mencoba untuk melepaskan cekalan di tangannya dan memilih untuk diam dengan perasaan dongkolnya.
Beberapa saat setelah gerombolan orang-orang yang kelima orang tadi lihat telah melangkahkan kakinya lebih dalam ke markas tersebut, kelima orang tadi mengikuti langkah mereka dengan perlahan di belakang mereka. Tentunya dengan penyamaran agar orang-orang di sekeliling mereka dan yang mereka lewati tak curiga dengan kelima orang itu walaupun mereka berlima memakai masker dan topi yang membuat wajah mereka tak terlihat dan itu merupakan hal yang paling menonjol jika di perlihatkan lebih detail lagi karena gerombolan orang-orang tadi tak ada yang memakai pakaian seperti mereka berlima.
Tapi walaupun begitu sepertinya orang-orang itu memang tidak sadar dengan perbedaan itu karena terbukti mereka selalu bebas dari orang-orang yang ia lewati hingga akhirnya mereka berlima ikut masuk kedalam satu ruangan yang cukup besar bersama dengan gerombolan orang-orang tadi.
Dan dengan menundukkan wajah mereka, mereka menempati barisan paling belakang dengan sesekali mereka melirik kearah depan tepat dimana disalah satu kursi yang sudah diduduki oleh satu laki-laki dewasa yang tengah menatap para anak buahnya dengan angkuhnya.
...****************...
Huh mau marah lah sama kalian, saat authornya semangat buat kasih double up tapi kalian yang gak semangat buat likenya. Dahlah bikin sedih aja 😞
Bisakah kalian juga kasih jejak saat membaca, karena like dari kalian itu sangat berharga buat naikin mood author. Jadi kita sama-sama semangat yuk, kalian semangat buat like, author juga semangat buat double up. Jangan lupa juga untuk Vote, Hadiah dan komennya.
__ADS_1
Terimakasih