The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 250


__ADS_3

Kelima orang yang melihat Erland sudah menjauh dari loby, mereka kini berlari kearah Erland dan berusaha untuk mengikuti langkah laki-laki itu.


"Er, Lo beneran udah move on kan?" tanya Hito dengan berusaha menyamakan langkahnya.


"Hmmm," jawab Erland dengan deheman.


"Lo yakin?" tanya Odi memastikan.


Dan hal tersebut membuat Erland kini menghentikan langkahnya. Kemudian ia menatap satu persatu orang-orang yang berdiri disampingnya itu.


"Ck, kalian gak percaya kalau gue udah move on dari dia? toh buat apa gue masih mengharapkan dia kembali lagi, sedangkan gue udah tau busuknya dia. Kalau gue berpikir seperti itu, cari penyakit namanya," ujar Erland sembari melanjutkan langkahnya kembali hingga ia masuk ke ruang kelasnya.


"Hmmm iya juga sih. Tapi kenapa ekspresi wajah lo tadi kayak gimana gitu saat lihat video dari Virza tadi?" tanya Septian penasaran.


"Itu cuma akting saja biar mereka tidak mencurigai kita yang telah menyebar foto-foto Kayla itu. Tapi ada satu pertanyaan yang selalu ada di otak gue," ucap Erland sembari duduk di kursinya dan ia berbicara dengan suara lirihnya agar orang-orang di kelasnya itu tak mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.


"Pertanyaan apaan?" tanya Galuh.


"Siapa yang nyebarin video ciumannya Kayla di web sekolah?" tanya Erland yang membuat semua orang kini berpikir.


"Iya juga ya, siapa orang yang sudah melakukan itu selain kita-kita ini? Dan darimana orang itu mendapatkan video yang di unggah itu? Apa jangan-jangan orang yang gue tunjuk tadi malam yang gue pikir itu adalah Kak Brin, orang itu sebenarnya pelaku dari penyebaran video itu atau kalau tidak orang itu merupakan orang suruhan yang juga berniat menghancurkan Kayla," ucap Odi.


"Kalau benar orang tadi malam adalah pelakunya atau orang suruhan seseorang. Jadinya kita harus mencari dia dong untuk mencari tahu alasan dia melakukan hal tersebut kalau tidak ya cari dalang di balik aksinya itu," tutur Hito.


"Tidak perlu cari orang tadi malam, gue sepertinya tau siapa dalang di balik video itu," timpal Azlan yang membuat ke-lima orang tersebut kini menatap kearahnya.


"Siapa?" tanya Erland.

__ADS_1


"Kemungkinan orang itu adalah---" belum sempat Azlan memberitahu orang yang ia curigai, suara teriakan seseorang yang sangat familiar di telinganya membuat mulut Azlan terkatup kembali.


"Abang!" teriak Edrea yang berlari kearah gerombolan orang-orang tadi. Bahkan ia tak peduli dengan tatapan teman sekelas Erland sekarang.


"Bisa gak sehari aja gak teriak-teriak. Dirumah teriak, di sekolah teriak. Lama-lama telinga kita berdua bisa budek," omel Erland saat sang adik sudah duduk di kursi depannya itu.


"Ck, jangan ngomel dulu. Ini ada hal yang lebih penting dari itu semua," tutur Edrea lalu tanpa di minta, ia kini mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya kehadapan Erland.


"Ternyata cewek yang dulu pernah Abang dekati adalah cewek yang gak bener. Ish untung aja gue gak jadi punya calon kakak ipar modelan begitu. Gue juga nyesel udah ngemis-ngemis sama dia, biar dia gak jadi ninggalin lo. Haish, emang ya penyesalan itu datangnya diakhir. Tapi Abang gak boleh menyesal, harus bersyukur karena sudah di jauhkan dari cewek seperti dia," ucap Edrea menggebu-gebu.


Dan ucapan dari Edrea tadi membuat Erland kini menghela nafas panjang. Lalu setelahnya ia kini bergerak untuk mencubit kedua pipi Edrea.


"Uhhh adik gue bawel banget sih. Jadi pengen peluk. Sini-sini peluk sini," ujar Erland dengan merentangkan kedua tangannya.


"Ish Abang malu di lihatin banyak orang. Dan belum saatnya kita berpelukan karena Abang harus lihat video yang Edrea punya," tutur Edrea dengan meraih ponselnya untuk mencari video yang dia maksud tadi.


Dan setelah ia menemukan apa yang dia maksud tadi, ia kini menyerahkan ponselnya kembali kehadapan Erland. Dan hal itu membuat keenam laki-laki tersebut langsung menyimak video tadi.


"Ck, itu video lagi enak-enak," jawab Edrea dengan enteng.


"Maksud gue, Lo dapatin video ini darimana?" tanya Azlan dengan tatapan mata kearah Edrea sebelum ia menatap satu persatu teman-temannya itu yang membuat teman-temannya dengan reflek menggelengkan kepalanya.


"Huh, dari siapa lagi kalau bukan dari Mr. Misterius. Dia juga yang udah bobol situs web sekolah dan mengunggah foto dan video mantan gebetan bang Er. Gue juga baru dikasih tau sama dia sebelum gue kesini tadi. Tapi yang bikin gue menyesal adalah kenapa ini video harus di sensor segala, mana gak ada suaranya lagi. Ck menyebalkan," tutur Edrea yang langsung mendapat sentilan di dahinya dari Azlan.


"Otak lo mau Abang cuci. Kotor banget sih. Gak baik Rea," ucap Azlan yang membuat Edrea mengerucutkan bibirnya.


"Tapi kan Rea penasaran bang sama adegan yang sebenarnya," tutur Edrea.

__ADS_1


"Rea!" peringatan tegas dari Azlan membuat Edrea kini semakin mengerucutkan bibirnya lalu perlahan ia menggeser tubuhnya mendekati Erland.


"Abang," rengek Edrea sembari memeluk tubuh Erland.


"Udah-udah gak usah ribut disini. Dan gue mau tanya sama lo, Re. Lo tau siapa Mr. Misterius yang lo maksud tadi?" tanya Erland.


"Kalau gue tau, gue gak bakal panggil dia dengan sebutan itu, gimana sih," geram Edrea.


"Iya juga sih. Tapi btw bodyguard lo mana?" tanya Erland yang membuat Edrea kini melepaskan pelukannya tadi.


"Bodyguard? Rea gak bawa bodyguard tuh," tutur Edrea.


"Ck, maksud gue tuh Leon. Kemana tuh bocah, biasanya dimana ada lo pasti ada dia juga," ucap Erland.


"Oh Leon. Dia mah bukan bodyguard, tapi calon tambatan hati. Dan dia sekarang lagi ke kamar mandi, cepirit dia," ujar Edrea dengan kekehan kecilnya.


Dan hal itu membuat kedua abangnya itu menggelengkan kepalanya. Karena ia tau pasti penyebab utama dari mulasnya Leon karena keusilan Edrea yang juga sering kedua laki-laki itu terima.


"Lain kali jangan begitu lagi, jangan usilin dia," tutur Azlan yang sudah mulai melunak kembali.


"Rea gak usilin dia tau bang," sangkal Edrea.


"Masak? Kalau lo gak usilin dia, kenapa dia bisa cepirit?" tanya Azlan.


"Iya lho bang bukan Rea pelakunya, bahkan Rea sama Mommy yang ngerawat dia tadi sebelum berangkat ke sekolah. Dan yang jahil tuh Callie, dia tadi gak sengaja numpahin sambal ke mangkuk Leon, dan karena dia takut orang-orang di rumah akan marah sama dia, alhasil dia cuma merahasiakan kejadian itu. Tapi yakinlah Leon cuma makan sesuap aja tadi, tapi ternyata berakhir fatal seperti sekarang," ujar Edrea.


"Lah lo gak tau dan gak ingat kalau Leon tuh emang gak tahan sama makanan pedas. Walaupun sesuap saja yang dia makan akibatnya akan sangat fatal. Bahkan Leon dulu pernah pingsan dan berakhir masuk kerumah sakit hingga menginap berminggu-minggu disana karena hal yang sama seperti yang terjadi sekarang," ujar Erland yang membuat Edrea kini melebarkan matanya.

__ADS_1


"Beneran bang?" tanya Edrea yang diangguki oleh Azlan dan Erland.


"Aduh, kalau gitu gue pergi nyusul dia bang. Takut dia sekarat di kamar mandi. Bye," ucap Edrea dan sebelum dirinya pergi dari kelas Erland, seperti biasa ia menyempatkan dirinya untuk mencium pipi kedua kembarannya itu. Sebelum dirinya kini berlari menuju ke kamar mandi. Dan apa yang dia lakukan tadi membuat semua orang iri dengan apa yang Edrea tadi lakukan, terutama dengan kaum pencinta Azlan dan Erland yang tak bisa melakukan apa yang Edrea tadi lakukan.


__ADS_2