The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 200


__ADS_3

Edrea kini menghentikan mobil tersebut saat ia telah sampai di tempat dirinya tadi menunggu Mr. Misterius. Dan setelahnya ia dengan cepat mengirimkan sebuah pesan untuk Mr. Misterius tersebut agar sang empu segera menghampiri dirinya.


10 menit sudah Edrea menunggu Mr. Misterius tersebut dan barulah sang empu kini muncul dan segera masuk kedalam mobil tersebut.


Edrea kini tersenyum saat Mr. Misterius itu telah duduk disampingnya.


"Udah?" tanya Mr. Misterius yang diangguki oleh Edrea.


"Thanks udah pinjemin mobilnya, usah beliin tiket, udah siapin baju, makeup dan lainnya, juga terimakasih uang sakunya. Btw mengenai uang saku yang lo kasih tadi, sekarang udah habis," ujar Edrea dengan cengiran di bibirnya.


"Kurang?" tanya Mr. Misterius tersebut yang membuat Edrea mengerutkan keningnya.


"Apanya yang kurang?" bingung Edrea.


"Uang sakunya," jawab Mr. Misterius yang langsung mendapat gelengan kepala dari Edrea.


"Gak. Gak kurang kok. Itu udah lebih dari cukup," ujar Edrea yang merasa tak enak dengan orang yang berada di sampingnya itu.


"Kalau kurang bilang aja tadi. Gue transfer ke rekening lo." Edrea mengerjabkan matanya berkali-kali.


"Lo tau nomor rekening gue?" Mr. Misterius itu menganggukkan kepalanya yang justru membuat Edrea kini melebarkan matanya sempurna.


"Astaga. Coba lo sekarang kasih tau gue, apa yang gak lo tau tentang gue?" tanya Edrea.


Mr. Misterius tersebut tampak terdiam, seakan-akan ia tengah berpikir. Sedangkan Edrea, ia menunggu jawaban dari Mr. Misterius tersebut sembari menatap mata sang empu. Hingga akhirnya Mr. Misterius itu kini angkat suara.


"Sepertinya gak ada. Gue tau semua yang menyangkut diri lo," jawab Mr. Misterius.


"Kalau lo tau semuanya yang menyangkut tentang gue. Berati lo juga tau ukuran pakaian dalam gue dong," ucap Edrea sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

__ADS_1


Sedangkan Mr. Misterius kini tangannya bergerak untuk menyentil kening Edrea.


Takkk!


"Aws. Sakit tau ih," rintih Edrea sembari mengusap keningnya.


"Makanya kalau punya otak tuh jangan di buat mikir hal-hal yang negatif mulu," ujar Mr. Misterius tersebut.


"Negatif apa sih? orang gue tadi cuma tanya doang," tutur Edrea yang tak mau disalahkan.


Mr. Misterius yang sepertinya malas untuk berdebat pun kini ia hanya menghela nafas. Lalu setelahnya ia menatap wajah Edrea dengan lekat.


"Gue masih tau batasannya Edne. Gue tau semua tentang lo tapi tidak dengan yang menyangkut privasi diri lo seperti kebiasaan mandi dan ukuran pakaian dalam lo," ucap Mr. Misterius tersebut yang membuat Edrea nyengir tanpa dosa.


"Ya kan gue cuma nebak tadi. Siapa tau kan lo benar-benar tau ukuran itu. Kalau tau kan lo bisa beliin gue, lumayan gue gak perlu ngeluarin duit lagi buat beli begituan," tutur Edrea.


"Gue bakal beliin pakaian itu tapi lo harus jadi istri gue," ujar Mr. Misterius.


"Ya gak gue beliin lah," jawab Mr. Misterius.


"Hmmm kalau lo mau jadi suami gue, buka dulu dong topeng lo itu. Kenalan face to face dulu sama gue. Ya kali lo bisa lihat wajah gue tanpa halangan sedangkan gue cuma suruh lihat mata sama alis lo doang. Kan gak adil banget," ucap Edrea penuh dengan alasan.


Mr. Misterius itu yang tadinya menatap wajah Edrea, kini ia mengalihkan pandangannya ke lain arah.


"Belum saatnya," tutur Mr. Misterius tersebut yang membuat Edrea berdecak kecewa. Ia pikir saat dirinya berkata seperti tadi, Mr. Misterius itu bisa luluh dan memperlihatkan wajahnya. Tapi nyatanya masih saja sulit hanya untuk melihat sekilas wajah orang itu.


Apa mungkin Edrea memang disuruh bersabar lagi? Tapi sampai kapan? Takutnya di masa depan belum sempat ia melihat wajah orang itu, mereka berdua sudah berpisah entah karena keadaan, maut atau sebagiannya. Kan tak ada yang tau nasib seseorang di masa depan bagaimana, begitu juga dengan Edrea yang tak tau di masa depannya masih bisa bertemu dengan Mr. Misterius itu atau justru tak akan pernah lagi bertemu selamanya.


Edrea yang sudah tak mood lagi berdekatan dengan Mr. Misterius itu gara-gara keinginan tak dituruti oleh sang empu pun kini ia keluar dari mobil tersebut. Sedangkan Mr. Misterius itu kini juga ikut keluar dari mobil tersebut untuk sekedar melihat Edrea yang sekarang tengah membuka pintu penumpang di bagian belakang.

__ADS_1


Dan setelah itu ia mengambil boneka yang di belikan oleh Leon tadi lalu dengan keras ia menutup kembali pintu mobil tersebut. Dan tanpa sepatah katapun ia kini memutar tubuhnya. Tapi saat dirinya ingin melangkahkan kakinya, Mr. Misterius lebih dulu berdiri di depannya.


"Mau apa lagi?" tanya Edrea dengan wajah masam.


Mr. Misterius itu tak menjawab pertanyaan dari Edrea tadi melainkan dirinya kini menatap kearah boneka yang berada di pelukan Edrea saat ini.


"Beli sendiri?" tanya Mr. Misterius tersebut sembari mengalihkan pandangan kearah Edrea yang justru membuat gadis itu kini mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Gak," jawab Edrea singkat.


"Terus siapa yang beliin?" tanya Mr. Misterius yang justru membuat Edrea membungkam mulutnya rapat-rapat.


"Edne," panggil Mr. Misterius itu yang tak direspon sama sekali oleh sang empu.


"Edne!" ulangnya penuh dengan penekanan. Dan hal itu membuat Edrea berdecak sebal.


"Apa sih panggil-panggil?" tutur Edrea masih dalam mode ngambek.


"Gue tadi tanya Edne. Kalau orang tanya tuh dijawab," ucap Mr. Misterius yang membuat Edrea kini menatap dirinya.


"Kepo," tutur Edrea lalu setelahnya ia melanjutkan langkahnya. Tapi lagi-lagi langkahnya itu terhenti karena lengannya dicekal oleh Mr. Misterius itu.


"Jawab Edne," perintah Mr. Misterius tersebut. Edrea dengan perasaan kesalnya, ia memutar tubuhnya lalu ia menatap tajam kearah laki-laki didepan itu.


"Kalau gue gak mau jawab, lo mau apa hah? Lo tetap mau maksa gue buat jawab gitu, iya? Ini hak gue mau kasih tau atau tidak tentang boneka ini dari siapa," ucap Edrea dengan menghela nafas panjang sebelum dirinya melanjutkan lagi ucapannya tadi.


"Egois banget ya lo. Disaat gue cuma ingin lihat wajah lo tanpa terhalang kain, masker atau sebagiannya itu, lo gak kasih. Sedangkan gue, harus banget kasih tau tentang semuanya ke lo! Gak adil buat gue! Disaat lo tau semuanya tentang gue, gue sama sekali gak tau tentang lo. Bahkan nama lo aja gue gak tau!" teriak Edrea sebagai luapan emosinya. Bahkan mungkin dirinya tengah terbawa suasana, hingga membuat air matanya kini terjatuh membasahi pipinya.


Mr. Misterius itu yang melihat air mata Edrea menetes, tangannya bergerak untuk menghapus air mata tersebut. Tapi saat tangannya ingin menyentuh pipi Edrea, sang empu justru menghindar, lalu dengan cepat Edrea menghapus air matanya dengan kasar.

__ADS_1


"Lo mau tau kan siapa yang kasih boneka ini tadi. Oke, gue kasih tau sekarang. Yang kasih boneka ini adalah pacar gue. Puas lo," ucap Edrea yang membuat Mr. Misterius perlahan melepaskan cekalannya tadi dari lengan Edrea. Dan setelah tangan Mr. Misterius itu benar-benar terlepas, Edrea langsung berlari menjauhi laki-laki tersebut menuju kediamannya.


__ADS_2