The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 129


__ADS_3

Kini triplets sudah berada di halaman rumah keluarganya setelah beristirahat sejenak di markas Azlan tadi.


Dengan langkah girang ditambah senyum yang mengembang Edrea berjalan terlebih dahulu masuk kedalam rumah mewah tersebut meninggalkan kedua Abangnya yang mengikuti dirinya di belakang.


Ceklekk!!


"Assalamualaikum, anak gadis Mommy, Daddy yang paling cantik pulang. Yuhu, bawa oleh-oleh pula. Halohaaaaa Mommy, Daddy where are you!!!" teriak Edrea menggelegar memenuhi rumah tersebut.


Mommy Della yang sedari tadi masih menangis di pelukan Daddy Aiden bahkan baju yang di pakai suaminya itu sampai basah karena air mata dari Mommy Della, kini wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu langsung menegakkan kepalanya dan menatap wajah suaminya yang sepertinya kelelahan karena sedari kemarin harus siap siaga dengan bahunya untuk Mommy Della bersandar.


"Rea pulang Dad?" ucapnya penuh dengan binar bahagia.


"Sepertinya begitu. Kita keluar yuk. Buat mastiin itu Rea apa bukan," usul Daddy Aiden yang langsung diangguki oleh Mommy Della.


Kini sepasang suami istri itu keluar dari kamar mereka dan menuju ke lantai satu dimana di ruang keluarga sudah ada Edrea dan kedua kembarnya yang tengah duduk manis di sofa ruangan tersebut.


Saat sampai di tempat triplets, mata Mommy Della kembali memancarkan kebahagiaan.


"Rea," panggil Mommy Della.


Edrea yang merasa namanya dipanggil pun menoleh kearah sumber suara, lalu ia tersenyum saat mengetahui siapa yang memanggilnya tadi kemudian ia segera berlari kearah kedua orangtuanya. Ia langsung memeluk tubuh Mommy Della begitu erat.


"Uhhhh Rea kangen Mommy," ucap Edrea.


"Hiks Mommy juga kangen kamu, sayang. Mom kirain kamu gak akan pulang lagi buat ketemu Mommy. Kamu kemana aja sih nak? Mom khawatir sama kamu," tutur Mommy Della dengan air mata yang kembali menetes.


Edrea melepaskan pelukannya dan langsung menghapus air mata Mommy Della.


"Mom kok nangis sih. Rea kan udah pulang. Dan maaf udah bikin khawatir Mommy. Tapi Mom tenang aja, Rea gak kenapa-napa kok selama Rea jauh dari keluarga. Jadi jangan nangis lagi ya. Oh ya Rea punya sesuatu buat Mom, Dad sama dua bujang," ucap Edrea.


Mommy Della yang sudah mulai tenang pun mengernyitkan keningnya begitu pula dengan Daddy Aiden.


"Sesuatu apa?" tanya Daddy Aiden penasaran. Edrea mencebikkan bibirnya sembari menatap sang Daddy.

__ADS_1


"Nanti Rea kasih tau setelah Daddy peluk Rea dulu. Apa Daddy gak kangen gitu sama anak gadisnya ini?" Daddy Aiden memutar bola matanya malas tapi ia segera meraih tubuh Edrea kedalam pelukannya dengan sesekali ciumannya mendarat di puncak kepalanya Edrea.


"Rambut kamu bau banget sih," keluh Daddy Aiden sembari melepaskan pelukannya.


"Hehehehe kan Rea dari kemarin gak keramas Dad, ditambah tadi sempat kejar-kejaran sebelum bebas. Jadi harap di maklumi ya Tuan Abhivandya," tutur Edrea dengan cengiran di bibirnya. Daddy Aiden hanya mendengus kasar tanpa menimpali ucapan anak gadisnya itu.


Setelah itu Edrea kembali duduk di sofa tempatnya tadi.


"Mom, Dad duduk sini. Rea bakal kasih tau sekarang," ucap Edrea. Kedua orangtua itu segera berjalan menuju sofa yang masih kosong dan mendudukkan diri mereka disana.


Setelah semua keluarga berkumpul, Edrea memindahkan tas yang sedari tadi ia bawa kedalam pangkuannya.


Azlan dan Erland yang sudah tau sebelumnya apa isi dari tas tersebut tak bingung lagi saat Rea mulai membuka. Tapi mata mereka langsung melebar saat melihat Edrea menata rapi deretan parfum mahal di atas meja.


"Lho sama parfum juga?" tanya Erland. Pasalnya Edrea tadi bilang didalam tas itu hanya ada harta dari penculik bukan parfum seperti saat ini yang sudah mereka lihat didepan mata.


"Hehehe iya. Lumayan tau bang, Rea bisa hemat uang. Dan uang yang buat beli parfum bisa Rea tabung," tutur Edrea yang hanya mendapatkan respon gelengan kepala oleh dua saudara kembarnya. Sedangkan kedua orangtuanya masih loading dengan kelakuan anaknya saat ini.


"Oh ya, Rea juga tadi nemu parfum yang sama persis seperti punya kalian. Nih ambil aja, gratis gak usah bayar. Baik kan Rea." Edrea menyerahkan dua botol parfum mahal yang sering di pakai Azlan dan Erland. Keduanya pun langsung berbinar dan menerima parfum tadi.


"Kalau Daddy apa Mommy mau. Ambil aja, tapi cukup satu ya. Jangan maruk," ucap Edrea.


Daddy Aiden meneliti setiap parfum disana dengan jeli.


"Ck, gak ada parfum yang sering Daddy pakai," tutur Daddy Aiden yang terlihat kecewa.


"Ya udah sih Dad. Ambil yang menurut Daddy wanginya selera Daddy," ucap Erland supaya proses pembagian parfum tersebut segera selesai karena ia sudah tak sabar dengan hasil curian dari Edrea yang lain.


Daddy Aiden mencebikkan bibirnya tapi tangannya bergerak untuk mencoba satu-satu parfum yang ada disana dan pilihannya jatuh di parfum Annick Goutal Eau d’Hadrien yang biasanya parfum itu dibandrol dengan harga 21 juta rupiah disetiap botolnya.


"Daddy pilih yang ini aja deh. Lumayan baunya," tutur Daddy Aiden.


"Kalau Mommy?" tanya Edrea.

__ADS_1


"Mommy gak deh. Gak ada yang sesuai sama selera Mom," jawab Mommy Della yang sudah tak nangis lagi.


Edrea menganggukkan kepalanya setelahnya tangannya kembali sibuk mengobrak-abrik isi tasnya untuk mengeluarkan uang hasil curiannya itu.


Semua mata yang melihat uang tersebut melebar dengan sempurna dan ada juga yang melongo di buatnya.


"Anjir banyak banget," tutur Erland dengan sibuk menghitung gepokan uang yang sudah Edrea keluarkan semua dari tas tadi.


"500 juta. Gila," sambungnya heboh setelah menghitung uang-uang tersebut.


"Iya kah? kirain tadi cuma 200 juta doang yang Rea ambil eh ternyata sampai segitu," tutur Edrea.


Daddy Aiden dan Mommy Della yang sedari tadi hanya diam dengan keterbingungannya pun kini menatap Edrea setelah ia paham apa yang di lakukan oleh anak terakhir itu.


"Kamu dapatkan ini semua dari nyuri Rea?" tanya Mommy Della.


Edrea hanya nyengir tak merasa berdosa sedikitpun sembari mengangguk.


"Astaga," ucap Mommy Della dengan tangan yang ia gunakan untuk menepuk jidatnya sendiri.


"Daddy gak pernah ngajarin kamu buat nyuri Rea. Apa uang yang selama ini Daddy kasih ke kamu kurang?" Edrea menggelengkan kepalanya.


"Kamu nyuri dimana sih nak? Mom gak habis pikir sama jalan pikiran kamu. Katakan! biar setelah ini Mom dan Dad yang balikin ini semua," tutur Mommy Della.


"Mom, Dad. Jangan di kembaliin dong hasil curian Rea. Toh Rea dapatkan ini semua dari rumah orang yang nyulik Rea. Dan menurut Rea apa yang Rea lakukan itu benar. Hitung-hitung ini semua buat kompensasi Rea di culik kemarin," ucap Edrea dengan memperhatikan ekspresi memelasnya.


"Oh astaga, bisa-bisa kamu lagi diculik masih mikir buat maling. Tapi kalau dipikir-pikir bagus juga. Daddy dukung apa yang kamu lakukan itu," tutur Daddy Aiden yang langsung mendapat tatapan tajam dari Mommy Della ditambah dengan pukulan dan cubitan di pahanya.


"Aws sayang sakit," rintih Daddy Aiden.


"Rasain. Siapa suruh kelakuan anaknya yang minus di dukung. Kamu itu ya, hih," gemas Mommy Della ingin sekali ia mencincang lidah suaminya itu.


"Mom, Dad udah ih mesra-mesraannya. Apa gak kasihan sama triple jomblo ini?" Edrea tidak tau saja jika Azlan sudah tak jomblo lagi. Tapi Azlan memilih diam, belum saatnya ia terbuka dengan keluarganya untuk memberitahu berita itu.

__ADS_1


"Oh ya Rea juga masih punya satu lagi," tutur Edrea.


"Hah?" ucap keempat orang disana. Mereka pikir uang dengan nilai 500 juta itu adalah harta yang paling terakhir yang Edrea curi, tapi nyatanya gadis itu masih memiliki yang lainnya didalam tas yang masih setia di pangkuannya itu.


__ADS_2