The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 196


__ADS_3

Setelah kepergian bodyguard tadi, Edrea kini kembali melihat situasi di sekitarnya dan setelah memastikan jika situasi saat ini aman untuknya, tanpa menunggu waktu lama, Edrea langsung keluar dari lingkungan rumah tersebut dengan cepat.


Dan bukannya ia berlari menuju gerbang masuk rumah tersebut, Edrea justru menjauhi rumah itu.


Setelah ia memastikan bahwa dirinya sekarang sudah aman, Edrea langsung merogoh ponselnya.


Ia berdecak saat baru saja membuka ponselnya itu yang ternyata sudah sangat banyak pesan yang masuk.


"Ck, gak sabaran banget sih jadi orang. Gue juga perlu bikin strategi juga kali buat keluar dari rumah," gerutu Edrea dan setelah itu tangannya dengan cepat membalas pesan dari Mr. Misterius tersebut sekaligus memberikan info tentang keberadaannya sekarang.


Dan tak berselang lama setelah ia memberikan info tadi, terlihat sebuah mobil yang sama persis dengan mobil yang di gunakan oleh Mr. Misterius tadi kini mendekati dirinya.


Edrea menghela nafas saat mobil itu telah berhenti tepat didepannya dan sesaat setelahnya terlihat Mr. Misterius itu keluar dari dalam mobil. Dan sekarang tengah melangkahkan kakinya mendekati dirinya.


"Masuk ke mobil," perintah Mr. Misterius tadi lalu tanpa menunggu jawaban dari Edrea, ia langsung berputar arah dan akan kembali menuju mobil tadi. Tapi baru beberapa langkah saja, ia menghentikan langkahnya saat Edrea mulai angkat bicara.


"Gak mau," tolak Edrea yang membuat Mr. Misterius itu memutar tubuhnya kearah dirinya lagi.


"Masuk!" perintahnya.


"Gak!" Mr. Misterius itu tampak memejamkan matanya sesaat lalu dengan langkah lebarnya ia melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah Edrea dan setelah sampai didepan sang empu, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia langsung menarik tangan Edrea dan membawanya menuju ke pintu penumpang.

__ADS_1


Dan setelah pintu itu ia buka, ia menatap Edrea lalu ia mengkode sang empu untuk segera masuk kedalam dengan matanya.


Edrea yang tadinya memberontak pun dengan kesal ia mengikuti arahan dari Mr. Misterius tersebut. Biarkan saja ia mengikuti apa yang di inginkan orang tersebut dan jika orang itu membahayakan untuknya maka jangan salahkan Edrea nanti yang tak akan segan-segan melukai orang tersebut. Dan tenang saja, dibalik Hoodienya itu terdapat pistol hadiah dari sang Daddy untuk jaga-jaga saja jika Mr. Misterius itu ada maksud melukainya nanti.


Sedangkan Mr. Misterius yang sudah melihat Edrea benar-benar masuk kedalam mobil tersebut, ia langsung menutup pintu mobil itu dan melangkahkan kakinya menuju kearah pintu kemudi.


Dan setelah ia mengambil posisi duduk di kursi kemudi, ia langsung menjalankan mobil tersebut entah kemana hanya dirinya yang tau.


Sedangkan Edrea, ia sekarang hanya terdiam dengan mata yang ia fokuskan ke samping jalanan.


Hingga beberapa menit setelahnya mobil itu kembali terhenti yang membuat Edrea mengerutkan keningnya lalu saat dirinya ingin menolehkan kepalanya kearah Mr. Misterius tadi, hampir saja wajahnya bertubrukan dengan wajah Mr. Misterius yang ternyata hanya berjarak beberapa senti saja dengannya tadi.


"Lo mau ngapain?" tanya Edrea dengan tingkat kewaspadaan yang mulai ia tingkatkan lagi.


"Jauh-jauh dari wajah gue!" tutur Edrea yang hanya diabaikan oleh Mr. Misterius itu.


"Menjauh sekarang sebelum gue lukain lo," ancam Edrea sembari mencoba untuk mengeluarkan pistolnya. Tapi sebelum pistol itu keluar, Mr. Misterius dengan cepat mendekatkan wajahnya hingga hidungnya dan hidung Edrea menempel satu sama lain. Walaupun hidungnya tertutup kain tapi Edrea masih bisa merasakan hidung mancung tersebut.


Edrea yang mendapat serangan dadakan tadi, ia terkejut dan tiba-tiba saja tubuhnya itu tak dapat merespon apapun. Dan ia hanya bisa terdiam terlebih lagi saat matanya kini saling bertatapan dengan mata Mr. Misterius itu.


Dan tanpa ia sadari, mata indah yang di miliki orang tersebut sangat-sangat memabukkan untuknya dan alhasil entah mendapat dorongan dari siapa, Edrea justru mengabaikan ancamannya untuk melukai Mr. Misterius tadi dan sekarang ia malah menutup matanya seakan-akan ia telah siap untuk mendapatkan serangan setalahnya.

__ADS_1


Mr. Misterius yang melihat mata Edrea tertutup pun tersenyum dibalik masker yang ia pakai. Dan tanpa Edrea sangka, Mr. Misterius itu kini malah menjauhkan wajahnya dari wajah Edrea dan bertepatan dengan itu pula, tangan orang tersebut bergerak untuk mengacak rambut Edrea. Dan hal itu membuat Edrea kini membuka matanya kembali.


"Kenapa pakai tutup mata segala hmm? Lo berharap lebih tadi?" tanya Mr. Misterius itu yang berhasil membuat kedua pipi Edrea kini memerah dan dengan cepat Edrea membenarkan posisi duduknya lalu ia mengalihkan pandangannya kearah luar kaca mobil tersebut tanpa mau menjawab pertanyaan dari Mr. Misterius tadi.


"Kenapa pipi lo merah gitu? Malu kah? Gak perlu malu kali, kalau lo mau lebih gue turutin sekarang," ujar Mr. Misterius itu yang ingin kembali mendekatkan wajahnya ke arah Edrea tapi sebelum ia berhasil mendekat, Edrea kini mengalihkan pandangannya kearah Mr. Misterius tersebut lalu setelahnya ia melemparkan box tisu yang berada di dekatnya tepat kearah wajah Mr. Misterius itu.


"Aw," ringis Mr. Misterius saat box tadi mendarat di wajahnya.


"Rasain. Makanya jangan modus sama gue," ujar Edrea lalu setelahnya ia kembali mengalihkan pandangan ke luar kaca mobil itu.


Mr. Misterius yang melihat raut wajah tak suka dari Edrea pun hanya bisa menghela nafas dan setelahnya ia merogoh sesuatu dari dalam saku jaketnya. Lalu setelahnya ia meletakan sesuatu itu di pangkuan Edrea.


"Bawa mobil ini dan pergilah, mau kemana pun terserah lo. Asal tau waktu untuk kembali pulang," ucap Mr. Misterius tersebut. Dan setelahnya Mr. Misterius itu tampak ingin keluar dari mobil tersebut tapi saat pintu samping kemudi terbuka, Edrea berhasil menarik jaket dari Mr. Misterius tadi yang membuat sang empu menolehkan kepalanya kearahnya.


"Kenapa?" tanya Mr. Misterius itu.


"Hmmm itu, lo mau kemana?" tanya Edrea.


"Pergi," jawabnya dengan singkat.


"Lo mau pergi? terus ini gimana?" tanya Edrea sembari memperlihatkan beberapa lembar tiket yang tadi di berikan oleh Mr. Misterius itu.

__ADS_1


"Tiket-tiket itu hanya untuk satu orang. Jadi lo pergi sendiri. Tenang saja nanti ada beberapa anak buah gue yang tetap mantau lo. Jadi lo tidak perlu khawatir dengan keselamatan lo diluar. Jika lo mau ganti baju dulu, di belakang sudah ada baju ganti buat lo," ucap Mr. Misterius tersebut yang membaut Edrea menolehkan kepalanya kearah kursi penumpang di bagian belakang dan benar saja disana sudah ada beberapa barang wanita.


"Tenang aja semua barang-barang itu baru dan khusus buat lo. Gue pergi dulu. Hati-hati dijalan," tutur Mr. Misterius tersebut dengan melepaskan tangan Edrea dari jaketnya dan sebelum dirinya benar-benar keluar dari mobil tersebut ia menyempatkan dirinya untuk kembali mengacak rambut Edrea dan setelahnya barulah ia keluar. Lalu tanpa sepatah kata lagi, ia langsung melangkahkan kakinya menuju ke salah satu mobil yang ternyata sudah menunggunya tepat di belakang mobil yang akan digunakan Edrea tadi. Dan setelah Mr. Misterius itu masuk kedalam mobil tadi, deretan mobil-mobil yang berada di belakang mulai berjalan mengikuti arah laju dari mobil Mr. Misterius tadi.


__ADS_2