
Mereka berdua terus mengikuti laju mobil yang tadi menjemput Kayla. Walaupun mobil itu terus saja mampir dari toko satu ke toko lainnya, ke restoran satu ke restoran lainnya tak membuat Azlan dan Erland menyerah begitu saja hingga tepat pukul 10 malam akhirnya mobil itu berhenti di sebuah club milik temannya Odi.
Dan hal itu membuat Erland bergerak cepat untuk memberikan informasi ke teman-temannya tersebut.
📨 To : Odi Parodi
"Kalian jangan ada yang tidur, mangsa sudah mulai masuk kedalam jebakan!"
Sebuah pesan Erland kirimkan kepada Odi dan teman-temannya yang lain.
Dan tak berselang lama, saat Erland dan Azlan mulai memasuki club tersebut, sebuah pesan, masuk ke ponsel miliknya.
📨 : Odi Parodi
"Disini kita tidak ada yang tidur sama sekali. Dan kalian lebih baik langsung ke lantai atas, kita ada di kamar nomor 5. Kita pantau pergerakan mereka berdua dari sini. Karena kalau kalian tetap disana, gue yakin cepat atau lambat kalian berdua akan ketahuan karena di luar sudah ada teman-teman Virgon yang sudah datang dan beberapa menit lagi pasti mereka akan masuk kedalam."
Balasan pesan dari Odi tadi membuat Erland langsung melihat ke arah pintu masuk club tersebut dan tanpa pikir panjang ia kini menyeret lengan Azlan untuk menuju ke lokasi teman-temannya sekarang berada.
Sedangkan Azlan yang tak paham akan tarikkan dari Erland pun ia berusaha untuk melepaskan cekalan Erland tersebut.
"Lo ngapain bawa gue kesini?" tutur Azlan saat mereka sudah berada di lantai atas.
"Ck, teman-teman Virgon ternyata ada disini. Kalau kita terus ngawasin mereka dari lantai yang sama, Lo mau kita ketahuan sama mereka dan rencana yang sudah kita buat bakal gagal total?" ucap Erland yang membuat Azlan kini menolehkan kepalanya kearah tangga di belakang mereka.
__ADS_1
"Mereka tidak akan naik kesini kalau belum lelah," ujar Erland yang sepertinya tau bahwa Azlan sekarang sudah mulai waspada.
"Lo tau darimana mereka gak akan naik sebelum mereka lelah? Dan kalau kita gak ngawasin mereka dari lantai itu memangnya kita bisa tau apa yang sedang mereka lakukan dan segera mendapatkan bukti tingkah Kayla untuk kita sebarkan?" tanya Azlan beruntun.
"Gue cuma nebak doang sih. Dan untuk masalah itu, teman-teman kita gak bodoh, bang. Mereka sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Dan kita hanya perlu mengawasi mereka dari kejauhan," jawab Erland.
"Ck, udahlah jangan banyak tanya lagi. Kita sekarang cari kamar nomor 5. Nyamperin Odi dan yang lainnya," sambung Erland dan tanpa menunggu persetujuan dari Azlan, ia lebih dulu melangkahkan kakinya untuk mencari kamar yang dimaksud oleh Odi tadi, diikuti oleh Azlan di belakangnya.
Dan tak berselang lama akhirnya kamar yang mereka cari telah berada di hadapan mereka. Dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Erland langsung membuka pintu tadi yang membuat semua orang didalamnya tampak terkejut akan suara pintu yang terbuka itu.
"Astaga, hampir aja copot nih jantung. Gue kira tadi yang masuk Kayla atau salah satu anak buah Virgon," ujar Septian dengan memasukkan cemilan kedalam mulutnya.
"Ck, kalian juga bodoh, kenapa pintunya gak kalian kunci?" geram Azlan sembari mengunci pintu kamar tersebut.
"Kalian semua berjenis kelamin laki-laki. Tidak akan ada yang memfitnah kalian hanya cuma kalian berada di satu kamar yang sama. Itupun kalian juga ramai-ramai bukan cuma berdua saja. Tapi kalau berdua saja hmmmm mungkin membuat semua orang langsung takut ke kalian karena mereka pikir kalian mempunyai kelainan," ujar Erland sembari mendudukkan tubuhnya disamping Odi. Sedangkan Odi yang mendengar penuturan dari Erland pun ia kini berdecak sebelum dirinya menyerahkan laptop di hadapannya ke arah Erland dan Azlan.
"Sudah gue bilang kan jangan membicarakan hal yang tidak penting. Fokus kita sekarang harus ke arah mangsa bukan ke lainnya," ujar Hito yang sedari tadi menatap layar di laptopnya sendiri yang tengah memperlihatkan setiap adegan yang di lakukan Kayla, Virgo dan teman-teman Virgon tersebut.
Sedangkan Azlan dan Erland yang juga sekarang tengah menatap layar laptop didepannya, mereka berdua kini menghela nafas panjang saat keduanya melihat tingkah aktif Kayla disana.
Dan saat mereka semua melihat Kayla tengah berciuman dengan Virgon, dengan kompak mereka semua mengucap istighfar.
"Njir, gue gak mau lihat lagi. Kalau gue terusin, gue akan nyiksa diri gue sendiri," ucap Septian yang tak kuat melihat tingkah Kayla yang semakin lama semakin panas. Dan dirinya kini memilih untuk mundur dan lebih baik dirinya kini bermain game online saja daripada imannya nanti goyah.
__ADS_1
Berbeda dengan Septian, beberapa laki-laki lainnya yang kebetulan imannya sangat kuat pun masih terus melihat adegan setiap adegan disana. Hingga akhirnya Erland buka suara.
"Screenshot semua yang menurut kalian paling panas," ujar Erland.
"Ngapain pakai acara screenshot segala. Kalau gue sudah menyewa fotografer handal untuk mengabadikan momen mereka berdua," ucap Odi yang membuat Azlan dan Erland mengalihkan pandangannya sejenak kearah Odi.
"Kenapa? Apa yang gue lakukan ini salah?" tanya Odi yang heran dengan tatapan kedua laki-laki tersebut.
"Tidak, tidak salah sama sekali. Yang lo lakuin sudah benar. Gue hanya heran otak cerdas lo lancar kalau masalah beginian, tapi kalau masalah yang lainnya otak lo benar-benar lemah," ujar Azlan yang membuat Odi kini mencebikkan bibirnya.
"Tapi dimana fotografer itu sekarang? Apa lo yakin kalau dia tidak akan ketahuan?" tanya Azlan.
"Gue yakin dia akan aman karena dia hanya bawa kamera kecil juga kamera ponselnya saja. Dan orangnya sekarang tengah duduk di sebrang meja mereka," ujar Odi sembari menunjuk kearah fotografer handal tersebut.
"Baiklah, untuk biaya penyewaan fotografer itu nanti akan gue ganti," tutur Erland yang membuat Odi kini tersenyum cerah.
Dan setelah percakapan itu berakhir tak ada lagi percakapan lainnya di kamar tersebut hingga berjam-jam mereka melihat tingkah Kayla dan Virgon dengan mata yang mulai lelah, akhirnya apa yang mereka tunggu akan segera dimulai.
Diawali dengan salah satu anak buah Virgon memesan sebuah kamar dan setelahnya ia memberikan kunci kamar tersebut kepada Virgon, sebelum laki-laki itu sekarang membopong tubuh Kayla yang sudah mabuk parah menuju kearah lantai dua, dimana kamar inap club itu tersedia.
Dan kini mangsa yang mereka incar telah masuk kedalam perangkap dengan terbukti Virgon membawa tubuh Kayla masuk kedalam kamar yang sudah mereka siapkan sebelumnya.
"Are you ready guys untuk lihat adegan yang super panas kali ini!" ucap Odi dengan semangat.
__ADS_1
Dan kebisingan yang diciptakan oleh dirinya langsung membuat semua orang yang berada di dalam kamar tersebut langsung menatap kearah Odi dengan ekspresi datar mereka. Dan hal itu membuat Odi langsung melunturkan senyumannya tadi. Lalu dengan cepat ia kembali fokus ke layar laptop di hadapan Hito tanpa mengucapkan sepatah kata lagi.