
Kini Adam telah kembali ke kediaman keluarga Abhivandya setelah bernostalgia dengan masa lalunya ditemani dengan Leon.
Dan saat dirinya sudah mulai masuk kedalam rumah tersebut, terlihat rumah itu tampak sepi. Entah triplets sudah tidur, tapi tidak mungkin jika ketiga remaja itu tidur di jam-jam yang masih di bilang sore itu walaupun sudah pukul 8 malam. Atau mungkin ketiganya kini tengah pergi tanpa pamit kepadanya? jika sampai hal itu terjadi, ia tak akan segan-segan mengomeli mereka bertiga yang sangat susuh ia atur itu.
Saat dirinya melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil air minum, bertepatan dengan itu pula, Vivian tengah berkutat dengan bahan-bahan makanan di atas meja dapur.
"Apa koki dirumah ini gak ada yang nyiapin makan malam?" tanya Adam tiba-tiba yang membuat Vivian terperanjat kaget.
"Ah tidak. Koki disini sudah menyiapkan makan malam," jawab Vivian dengan mengatur jantungnya yang berdegup kencang.
"Lalu untuk apa kamu masak lagi? makanannya kurang enak?" tanyanya lagi sembari membuka kulkas yang tak jauh dari Vivian.
"Bukan begitu. Aku hanya ingin makan tom yam saja."
"Kenapa tidak menyuruh salah satu koki saja? kenapa harus repot-repot masak sendiri?" Vivian menghela nafas, bukan cuma Daddy Aiden yang terus mengomel dirumah ini ketika dirinya memasak atau melakukan pekerjaan rumah tapi ternyata Adam juga sama, berbeda sekali dengan kedua adiknya yang hanya cuek saja dengan orang lain malah justru mereka senang karena mereka nantinya juga akan di buatkan oleh Vivian.
"Aku tidak ingin merepotkan mereka. Toh masakan ini juga tidak susah, aku masih bisa bikin sendiri. Apa kamu mau?" Adam melirik sekilas ke bahan-bahan di depan Vivian kemudian menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Aku sudah makan diluar tadi. Kalau begitu silahkan dilanjutkan, jika kamu kerepotan jangan segan-segan untuk minta bantuan ke salah satu koki disini," tutur Adam sebelum dirinya melangkahkan kakinya tapi hanya beberapa langkah saja ia sudah kembali menghentikan kakinya kemudian ia berbalik lagi menghadap Vivian yang membuat sang empu mengernyitkan dahinya.
"Kamu tau triplets sekarang dimana?" tanya Adam.
"Tadi Azlan sama Erland bilang kalau mau keluar sebentar, mau kumpul sama teman katanya. Kalau Rea, dia ada dikamar sedang nonton film." Adam mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau gitu," tuturnya lalu setelahnya ia benar-benar pergi dari hadapan Vivian.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan disisi lain, Erland baru tiba disalah satu rumah sederhana yang beberapa hari ini tak ia kunjungi. Dan dengan senyum yang mengembang ia mengetuk pintu tersebut, menunggu seseorang yang ia puja membuka pintu tersebut.
Dan benar saja beberapa saat setelahnya, Kayla terlihat membukakan pintu tersebut dengan senyum yang mengembang.
"Masuk gih." Erland mengacak rambut Kayla sebelum dirinya masuk kedalam rumah tersebut.
Baru saja Kayla menutup pintu itu kembali, Erland langsung memeluk tubuh perempuan itu dari belakang.
"Rindu," ucapnya.
"Rindu sama siapa? kalau sama aku sih gak mungkin," sindir Kayla sembari berusaha melepaskan pelukan Erland tadi.
"Kok gak mungkin?"
"Kalau kamu tanya kamu itu siapanya aku? aku pasti akan jawab kalau kamu itu perempuan yang paling spesial setelah Mommy dan perempuan yang aku dambakan untuk menjadi pasangan hidupku. Dan masalah kabarku akhir-akhir ini bukankah aku sudah memberitahu kamu sebelumnya jika aku tidak bisa bertukar kabar beberapa hari karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan sampai selesai. Setelah selesai aku langsung kesini buat kasih kabar ke kamu kalau aku baik-baik saja, sekaligus lihat kamu secara langsung tanpa perantara. Tapi yah untuk semuanya itu sebentarnya kamu sendiri yang masih gak percaya sama aku. Dan entah sampai kapan rasaku ini terbalaskan," ucap Erland sembari melepaskan pelukannya kemudian ia berjalan menuju salah satu sofa di ruang tamu tersebut.
Kayla yang melihat raut wajah Erland yang tampak termenung pun menggigit bibir bawahnya. Bukan karena ia tak percaya dan belum menaruh rasa dengan laki-laki yang selama ini terus memperhatikannya, memperlakukannya dengan sangat lembut juga melindunginya. Hanya saja ia masih ragu. Jika ia menerima dan membalas rasa kepada Erland, takutnya pihak keluarga Erland tak mensetujui hubungan itu karena derajat dirinya juga Erland sangat-sangatlah berbeda. Dan ia tak ingin kalau kejadian itu terjadi, yang membuat Erland pada akhirnya akan membangkang kepada kedua orangtuanya dan berakhir hubungan antara anak dan orangtua akan renggang. Ia tak ingin melihat semua itu. Maka dari itu ia belum pernah membalas perasaan Erland bukan karena ia tak menaruh rasa kepada laki-laki itu melainkan ia takut akan bertentangan dengan keluarganya yang akan berakibat fatal.
Kayla menghela nafas kemudian ia menghampiri Erland dan duduk disamping laki-laki itu.
"Sudah makan?" tanyanya mencoba mengalihkan topik pembicaraan sebelumnya.
Erland menganggukkan kepalanya kemudian ia merebahkan tubuhnya dengan paha Kayla sebagai bantalan kepalanya.
__ADS_1
"Kay, nikah yuk," ajak Erland yang tak pantang menyerah.
"Astaga, apa tidak ada topik pembicaraan lain diotak kamu ini? Perasaan dari dulu sampai sekarang ngajaknya nikah mulu. Padahal kamu sudah tau kalau aku mau kita fokus sekolah dulu. Nikah muda emang gak salah tapi nikah juga butuh persiapan yang sangat banyak. Bukan hanya masalah finansial saja tapi juga mental kita. Jadi jangan bahas begituan lagi, kalau kita nantinya jodoh kita akan nikah suatu saat nanti," ujar Kayla sembari mengusap kepala Erland.
"Tapi kalau kita gak jodoh gimana?"
"Ya kalau gak jodoh, kita gak akan nikah lah."
"Tapi aku mau nikahnya sama kamu. Kalau sampai kamu nikah sama orang lain, awas aja aku bakal culik kamu dan pada saat itu pula laki-laki yang berani ambil kamu dari aku, akan musnah," tutur Erland dengan menatap lekat mata Kayla.
Kayla yang melihat keseriusan dalam mata Erland pun ia merasa takut sendiri jika membayangkan hal itu terjadi.
"Kamu paham!" Dengan ragu Kayla menganggukkan kepalanya.
"Good girl," ucap Erland sembari tersenyum dan diakhiri ia mencium tangan Kayla yang sedari tadi ia genggam.
"Berjanjilah jangan pernah tinggalin aku apapun keadaannya. Karena kamu akan terus menjadi sumber kekuatanku," tutur Erland yang diangguki oleh Kayla. Biarkan saja dirinya mengiyakan semua perkataan dari Erland karena saat ini memang dirinya juga tak ada niatan untuk meninggalkan laki-laki itu bahkan hatinya pun tak akan pernah rela jika dirinya menjauh dari Erland. Tapi untuk masa depan ia tak tau situasi yang akan ia lalui. Entah mereka akan terus bersama-sama melewati setiap badai rintangan tanpa kejelasan sebuah hubungan atau justru mereka akan saling meninggalkan satu sama lain? entahlah tak ada yang tau perjalanan cinta mereka kedepannya.
...****************...
Happy New Year semua kesayangan author absurd 🤗 untuk pembaca setia author, author ucapkan terimakasih sudah mendukung author ditahun 2021. Dan untuk readers baru welcome di keluarga absurd ❤️ betah-betah sama cerita author ya. Jangan pernah bosen. Peluk jauh untuk kalian semua.
Semoga di tahun 2022 author dan kalian semua menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya, semua keinginan dan harapan tercapai di tahun baru ini. Aamiin 🤗
Yang belum dapat pasangan semoga segera dipertemukan, yang sudah dipertemukan semoga segera di sahkan dan yang sudah sah samawa sampai akhir hayat 🙏
__ADS_1
Love love love untuk kalian semua❤️