The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 50


__ADS_3

Paginya Edrea tampak lesu saat menuruni anak tangga dan menghampiri keluarganya yang sudah menunggu dirinya di ruang makan.


"Pagi semua," ucap Edrea dengan lemas bahkan matanya saat ini tak bisa terbuka lebar. Dan ia langsung duduk begitu saja tanpa mencium anggota keluarga satu persatu.


Setelah mencari posisi duduk yang paling nyaman menurutnya, Edrea langsung merebahkan kepalanya di atas meja makan tersebut dengan mata tertutup.


Sedangkan Mommy, Daddy dan kedua saudara kembarnya tampak saling pandang.


"Dia kenapa?" tanya Mommy Della kepada Azlan dan Erland yang kemungkinan akan tau penyebab Edrea lesu di pagi hari seperti ini.


Keduanya tampak terdiam dan berpikir, masa iya gara-gara Edrea mengomeli mereka berdua kemarin jadi berubah begini kan gak mungkin.


Azlan menyenggol lengan Erland.


"Masak iya gara-gara kemarin," bisik Azlan.


"Gak mungkin. Rea tuh kalau punya masalah sama kita gak akan sampai mempengaruhi siklus tidurnya," jawab Erland dengan matanya yang masih tertuju ke tubuh Edrea.


"Kenapa malah bisik-bisik tetangga seperti itu?" tanya Mommy Della.


Kedua anak tampannya itu sekarang tampak saling membenarkan posisi duduknya dan menatap Mommy Della kemudian menggedikkan bahunya dengan kompak.


Mommy Della tampak menghela nafas.


"Mungkin putus cinta kali," celetuk Daddy Aiden.


"Masa sih. Setahu aku Edrea gak punya pacar selama ini. Gimana mau punya kalau orangnya aja begini modelannya, yang ada cowok-cowok pada lari semua saat tau tingkah Rea yang masyaallah sekali," ucap Mommy Della.


"Benar juga apa yang kamu katakan sayang. Tapi kalau bukan putus cinta lalu apa dong?" tanya Daddy Aiden sembari berpikir keras dengan apa yang menyebabkan anak bontotnya itu murung.


"Aku juga gak tau. Makanya aku tadi kan tanya sama anak-anak siapa tau mereka berdua tau penyebabnya atau setidaknya mereka juga ngerasain apa yang Rea rasain sekarang, tapi sepertinya ikatan batin mereka tidak terlalu kuat," ujar Mommy Della.

__ADS_1


Mommy Della dan Daddy Aiden kini tampak menyangga kepalanya menggunakan kedua telapak tangannya dengan menatap wajah Edrea yang kebetulan menghadap kearah mereka. Dan mereka kini melupakan jika ada dua anaknya yang sudah lelah dengan tingkah absurd keluarganya itu.


"Mom, Dad. Ini kapan sarapannya? kita keburu telat kesekolah nanti," ujar Azlan.


Mommy Della dan Daddy Aiden dengan kompak menolehkan kepalanya menghadap kearah Azlan, lalu mereka mengarahkan jari telunjuknya kearah mulut mereka yang mengisyaratkan bahwa Azlan tak boleh bicara lagi. Setelah melakukan hal itu keduanya kembali ke posisi semula, menatap anak bontot mereka.


Azlan menepuk jidatnya dan setelah itu ia menatap kearah Erland yang juga tampak jengah dengan kelakuan kedua orangtuanya.


"Kita sarapannya duluan aja lah," tutur Erland sembari mulai mengambil nasi dan lauk pauknya begitu juga dengan Azlan yang mengikuti aksi Erland tadi. Biarlah jika mereka dianggap tak sopan dan mendahului orangtua untuk sekarang karena perut mereka dan juga waktu yang terus berjalan membuat mereka mau tak mau harus berbuat seperti itu.


Tak berselang lama akhirnya sarapan Azlan maupun Erland telah selesai dan selama mereka makan, tak ada pergerakan dari kedua orangtuanya yang masih setia menatap Edrea yang sepertinya kembali tertidur itu.


"Mom, Dad. Azlan berangkat dulu," pamit Azlan sembari menghampiri kedua orangtuanya.


"Erland juga pamit mau berangkat," timpal Erland.


Mommy Della dan Daddy Aiden lagi-lagi hanya menatap keduanya sekilas setelah itu mereka mengacungkan tangan kanannya.


"Mau gue atau lo?" tanya Azlan.


"Gue aja," jawab Erland. Azlan pun mengangguk dan memberi ruang Erland untuk berdiri tepat di belakang Edrea dan dengan segera Erland membungkukkan kepalanya, lalu ia dengan gemas menggigit pipi Edrea hingga membuat sang empu kaget dan terbangun.


"Abang!" geram Edrea.


"Molor mulu lo. Mau sekolah apa gak? 5 menit lagi bel masuk sekolah bunyi," tutur Erland berbohong padahal jarum jam sekarang masih menunjukkan pukul 06:40.


"Hah? Kenapa lo baru bangunin gue sih? bisa telat dan dihukum gue nanti arkh," tutur Edrea dan tanpa melihat jam ia bergegas lari menuju pintu utama rumah tersebut tapi baru setengah jalan, dia kembali lagi untuk bersalaman kepada kedua orangtuanya dan juga saudara kembarnya.


"Kamu gak sarapan dulu nak?" tanya Mommy Della.


"Gak sempat Mom," jawab Edrea.

__ADS_1


"Gak sempat apanya? orang waktunya aja masih la---" belum sempat Mommy Della mengatakan hal yang sebenarnya, Edrea sudah bersuara lagi.


"Udah ya Mom, Edrea berangkat dulu. Assalamualaikum," salamnya kemudian ia kembali berlari keluar dari rumah tersebut dan tak berselang lama terdengar suara mobil Edrea yang semakin menjauh dan menandakan sang empu telah pergi dari halaman rumah tersebut.


"Pufttt hahaha," tawa Azlan dan juga Erland sembari high five senang karena telah berhasil mengerjai Edrea.


Mommy Della dan Daddy Aiden yang tadinya masih melongo menatap kepergian Edrea kini mereka mengalihkan pandangannya saat mendengar tawa kebahagiaan dari dua jagoannya itu.


"Kalian ini hobi sekali ngerjain adiknya sendiri," tutur Mommy Della sembari menggelengkan kepalanya.


"Selagi itu bermanfaat untuk meningkatkan mood kita di pagi hari, berarti hal itu halal untuk dilakukan," ucap Erland setelah itu ia mengecup pipi Mommynya bergantian dengan Azlan.


"Perasaan Mommy mulu yang kalian cium, Daddy kapan? sekali-kali kayak Rea tuh kalau mau pamitan ke mana aja selalu cium Daddynya juga bukan cuma Mommynya saja," tutur Daddy Aiden yang tampaknya iri dengan Mommy Della yang akan selalu di kecup oleh kedua jagoannya sedangkan dirinya, setelah Azlan dan Erland memasuki SD kelas 4 mereka sudah tak mau lagi mencium Daddynya bahkan dicium pun mereka juga enggan.


"Jangan iri, jangan iri, jangan iri, dengki," ucap Mommy Della, meledek Daddy Aiden.


Daddy Aiden tampak mencebikkan bibirnya saat mendengar ledekan dari Mommy Della tadi. Sedangkan Azlan dan Erland lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kita berangkat, assalamualaikum," salam Azlan dan juga Erland.


"Waalaikumsalam. Kalian jangan ngebut-ngebut di jalan. Sekolah yang benar terutama Erland itu, jangan tawuran mulu, kasihan muka tampan kamu itu kalau babak belur," ucap Mommy Della dengan beberapa petuahnya.


"Iya Mommy," teriak Erland karena mereka sudah berada di ambang pintu rumah tersebut.


Setelah kepergian anak-anak mereka, tinggallah Daddy Aiden dan juga Mommy Della yang masih setia di ruang makan tersebut dengan menikmati sarapan paginya yang sempat terpending karena Edrea tadi.


"Sayang," panggil Daddy Aiden.


"Kenapa?" tanya Mommy Della sembari menatap wajah suaminya dari samping.


"Bisa gak sih Azlan sama Erland disulap jadi kecil lagi biar aku bisa dicium mereka atau kalau gak bisa aku cium sepuasnya seperti dulu," ucap Daddy Aiden yang nampaknya rindu triplets waktu kecil. Ya walaupun saat triplets masih kecil ruang geraknya bersama istri tercinta selalu dibatasi dan selalu digagalkan oleh triplets kecil namun setidaknya mereka masih mau bermanja-manja dengannya bukan seperti sekarang yang seakan menjaga jarak kepada Daddy Aiden padahal tidak sama sekali. Karena triplets akan menunjukkan kasih sayang mereka kepada kedua orangtuanya dengan cara mereka masing-masing yang tentunya tak akan sama.

__ADS_1


__ADS_2