The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 21


__ADS_3

Kini pagi pun menyambut tiga manusia kembar yang sudah siap untuk menjalani aktivitas paginya yaitu pergi kesekolah.


"Morning Mom, Dad," sapa Edrea yang lebih dulu turun kebawah dan menghampiri kedua orangtuanya di ruang makan.


"Morning sayang," sapa Mommy Della kembali.


Edrea pun mendudukkan dirinya di samping Mommynya dan kini matanya melirik kearah Daddy Aiden yang tampak murung tak seperti biasanya.


"Daddy kenapa Mom?" tanya Edrea penasaran.


Mommy Della pun juga melirik kearah Daddy Aiden dan benar saja wajah sang suami terlihat murung.


Setelah itu ia mengalihkan pandangannya kearah Edrea.


"Mom juga gak tau," jawab Mommy Della dengan bisikan.


Kini Edrea berpindah posisi jadi di samping Daddy Aiden yang tengah duduk dengan menyangga kepalanya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Dad," panggil Edrea dengan pelan. Daddy Aiden yang dipanggil pun tak menjawab bahkan melirik pun ia tak lakukan.


Edrea berdecak. Ia pun kini menggenggam pergelangan tangan Daddy Aiden dan menggoyangkan tangan tersebut.


"Daddy ih," ucap Edrea.


Daddy Aiden yang merasa terganggu pun mengalihkan pandangannya kearah Edrea.


"Daddy kenapa sih?" tanya Edrea.


Daddy Aiden menggelengkan kepalanya. Setelah itu ia kembali ke posisinya tadi.


"Ya ampun Dad lagi galau atau gimana sih?" gencar Edrea yang masih dalam mode kepo.


"Jangan ganggu Dad dulu," ucap Daddy Aiden tak bersemangat.


Edrea berdecak dan kini ia menuju kursi disebelah Mommy Della lagi.


Tak berselang lama suara dari dua jagoan pun terdengar.


"Pagi Mom, Dad," sapa mereka berdua secara kompak tak lupa juga dengan mengecup pipi Mommy Della.


"Bang, disini juga ada Rea lho. Kalian gak ada niatan gitu buat sapa Rea," tutur Edrea.


Azlan dan juga Erland saling tatap dan dengan segera ia mendekati Edrea.


"Selamat pagi bontot," sapa keduanya dan dengan segera mereka melancarkan aksinya untuk menggigit pipi Edrea secara bersamaan.


"Aaaaa Abang sakit!" teriak Edrea dengan menepuk-nepuk tubuh kedua Abangnya.


Azlan dan juga Erland segera melepaskan gigitannya dan dengan santai dua orang tadi duduk di kursi mereka masing-masing.

__ADS_1


Saat mereka sudah bersiap untuk menyantap makanan yang sudah tersedia didepan mereka, mata elang Erland tak sengaja menatap wajah Daddy Aiden yang masih saja seperti tadi tanpa berubah sedikitpun bahkan makanan didepannya tak ia sentuh.


"Daddy lagi PMS?" tanya Erland.


Daddy Aiden yang ditanya seperti itu oleh anak keduanya pun langsung memelototkan matanya.


"Ck Daddy masih normal. Mommy tuh yang lagi PMS bukan Daddy," tutur Daddy Aiden.


Mommy Della yang dikait-kaitkan dengan percakapan antara anak dan bapak itu pun menoleh menatap wajah Daddy Aiden.


"Apa? benar kan yang aku bilang," tutur Daddy Aiden.


Mommy Della pun mengerutkan keningnya. Sepertinya ia sekarang tau apa penyebab murungnya Daddy Aiden di pagi hari ini. Yang ternyata tak lain dan tak bukan karena dirinya. Ya mana dia tau kalau tanggal merahnya datang saat sang suami menginginkan dirinya untuk melakukan aktivitas layaknya suami-istri tadi malam. Dan berakhir Daddy Aiden menekuk wajah tampannya sekarang.


"Ya kan aku gak tau Dad. Tunggu 3 hari lagi lah. 3 hari tuh cepat kok, tenang aja tahan bentar," bisik Mommy Della padahal dua anak laki-lakinya itu sudah paham saat sang Daddy tadi berucap bahwa sang istri lagi datang bulan ditambah ekspresi wajah murung Daddy Aiden tadi.


"Tahan aja kali Dad. Bentar lagi juga tuh tanggal merah berubah jadi tanggal hitam," timpal Erland yang langsung membuat pipi Mommy Della memerah.


"Ck, kamu anak kecil tau apa masalah begituan?" tanya Daddy Aiden.


"Kecil-kecil gini juga udah bisa buatin Daddy cucu," ucap Erland santai sembari memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Heh, mulutnya. Sekolah dulu yang benar, jangan mikir aneh-aneh apalagi berfikir kalau kamu berniat memberikan Dad cucu sebelum waktunya. Awas aja Dad bakal bunuh kamu," ancam Daddy Aiden. Walaupun sebenarnya hanya ancamannya saja, mana mungkin ia melakukan hal kejam itu kepada darah dagingnya sendiri.


"Canda elah Dad. Gini-gini Erland juga tau aturan," tutur Erland.


"Jangan sampai kalian bertiga melakukan hal keji itu diluar hubungan yang sah. Ketika kalian akan melakukan hal itu ingat Mommy sama Daddy. Kalian berdua sebagai laki-laki jangan menginjak-injak harga diri perempuan dan kamu Edrea sebagai perempuan jangan mau diinjak-injak oleh laki-laki," petuah dari Mommy Della.


Triplets pun mengangguk patuh. Setelah itu keluarga kecil itupun melanjutkan sarapan pagi mereka tanpa suara.


"Mom, Dad. Azlan berangkat dulu," pamit Azlan yang sudah selesai dengan makanannya.


Ia pun menghampiri kedua orangtuanya dan mencium telapak tangan Mommy Della dan juga Daddy Aiden.


"Erland juga berangkat," ucap Erland ikut berpamitan.


"Hati-hati dijalan. Belajar yang benar terutama Erland, jangan tawuran terus nak, kasihan muka tampan kamu itu," tutur Mommy Della.


"Iya-iya Mom kalau gak ada lawan, Erland juga gak bakal tawuran. Udah dulu ya, assalamualaikum," ucap Erland.


"Waalaikumsalam."


Kini kedua jagoan tersebut telah hilang dari pandangan mereka bertiga.


"Rea gak berangkat sekolah?" tanya Mommy Della heran pasalnya Edrea masih duduk santai di sampingnya walaupun anak terakhirnya itu sudah siap dengan seragam dan juga tas sekolahnya.


Edrea pun beranjak dari duduknya.


"Edrea berangkat kok Mom, tapi setelah Edrea buat sandwich dulu," tutur Edrea sembari melangkahkan kakinya menuju dapur.

__ADS_1


"Sandwich buat siapa?" tanya Mommy Della dengan menatap wajah Daddy Aiden.


"Ya mana aku tau lah sayang. Tanya aja sana sama anaknya sendiri," jawab Daddy Aiden.


Tak berselang lama Edrea kembali dengan membawa satu kotak bekal makanan yang berisi sandwich buatnya. Ia pun memasukkan sandwich tersebut kedalam tasnya dengan senyum yang mengembang.


"Idih, senyum-senyum sendiri. Kesurupan kamu?" tanya Mommy Della heran.


Edrea yang tadinya tersenyum pun kini mencebikkan bibirnya.


"Ck Mom mah gitu. Senyum aja dikata kesurupan," gerutu Edrea.


"Lha terus kalau bukan lagi kesurupan apa dong?" tanyanya kepo.


"Ada deh. Mom nanti juga tau. Yang penting doain Rea aja, supaya hati kulkas 10 pintu itu cepat mencair," ucap Edrea.


"Edrea berangkat dulu. Bye Mom, bye Dad. Assalamualaikum," ucapnya sembari melenggang pergi dari hadapan kedua orangtuanya namun sebelum pergi ia sudah menyempatkan untuk mencium telapak tangan keduanya.


Mommy Della dan juga Daddy Aiden kini saling tatap.


"Anak kamu seperti lagi kasmaran," ucap Daddy Aiden dan diangguki setuju oleh Mommy Della.


"Huh, kenapa mereka cepat sekali besarnya sih? Jadi rindu moments dimana mereka merengek minta susu," tutur Mommy Della yang seperti tak ikhlas kalau triplets dengan cepat tumbuh dewasa.


"Iya ya, gak kerasa mereka sekarang udah tau yang namanya cinta. Huh jadi pengen punya anak bayi lagi," ucap Daddy Aiden sekalian dengan mengkode Mommy Della.


Mommy Della yang paham dengan kode dari Daddy Aiden pun menghela nafas.


"Umur kita udah tua, jangan aneh-aneh deh. Anak udah punya 4 juga masih mau nambah," tutur Mommy Della sembari beranjak dari duduknya untuk membereskan piring-piring kotor di atas meja makan tersebut.


"Banyak anak banyak rezeki lho sayang. Ayo lah," rayu Daddy Aiden.


"Gak. Cukup 4, gak ada yang namanya nambah lagi," tolak Mommy Della mentah-mentah.


"Ayolah sayang. Satu lagi aja," ucap Daddy Aiden sembari memeluk tubuh istrinya dari samping.


Mommy Della kini menghentikan aktivitasnya dan memiringkan tubuhnya sehingga ia bisa berhadapan dengan sang suami yang masih setia duduk di kursi makan.


Ia menangkup kedua pipi suaminya tersebut.


"Sayang, usia kita udah kepala empat. Kalau kita tambah anak lagi, kasian babynya dong nanti. Saat dia baru berumur 10 tahun kita udah tua buat diajak main sama dia. Jadi udah ya sayang, cukup 4 anak aja," tutur Mommy Della dengan halus. Daddy Aiden yang keinginannya ditolak oleh istrinya itu pun kini memanyunkan bibirnya kedepan.


Mommy Della yang merasa gemas dengan tingkah suaminya itu tanpa permisi mencium bibir suaminya itu dan saat dirinya ingin menarik bibirnya untuk menjauh dari bibir Daddy, dengan sigap Daddy Aiden meraih tengkuk Mommy Della sehingga bibir Mommy Della tak jadi terlepas dari tautan sang suami yang malah kini mencumbunya semakin dalam dan panas.


...*****...


Yuk bisa yuk 200 like🤭


Stay healthy and stay safe ya 🤗 See you next eps bye 👋

__ADS_1


__ADS_2