
Daddy Aiden terus berjalan hingga ia sekarang berdiri di depan Mommy Della. Tapi sayangnya, ia tak memperdulikan perempuan yang menyandang status sebagai istrinya itu bahkan meliriknya pun tidak karena tatapan matanya sedari tadi tertuju kearah Zico yang berada di belakang Mommy Della. Dan saat tangan Daddy Aiden bergerak dan menuju kearah Zico, Mommy Della langsung menangkis tangan kekar itu agar menjauh dari Zico. Mommy Della benar-benar takut jika Daddy Aiden meremukkan tubuh Zico nantinya.
Saat tangannya di tepis kasar oleh Mommy Della, Daddy Aiden kini mengalihkan pandangannya kearah istrinya itu dengan kerutan di dahinya.
"Dad, jangan aneh-aneh ya kamu. Ingat kamu sudah tua, kamu bukan lawan dia lagi. Dan aku gak mau ya encok kamu kumat gara-gara berkelahi nanti," ucap Mommy Della mengingatkan. Daddy Aiden yang tak terima dirinya di bilang sudah tua dan juga memiliki penyakit encok di depan anak-anaknya pun ia memukul pelan bibir istrinya itu.
"Jangan buka aib di depan anak-anak. Lagian siapa juga sih yang mau berantem?" tanya Daddy Aiden yang tak habis pikir dengan tuduhan yang diberikan oleh Mommy Della tadi.
"Ehhhh kamu kesini bukannya untuk berantem?"
"Ck, berantem apaan? Sama siapa? Lagian kok gak ada kerjaan banget aku berantem sore-sore gini. Dan aku kesini, ya kan ini rumah aku, sayang. Kamu gimana sih," cerocos Daddy Aiden.
"Iya juga sih. Tapi kenapa kamu tadi gerakin tangan kamu kearah Jio? Mau mukul dia?" Daddy Aiden mendengus kesal saat istrinya itu lagi-lagi berpikir negatif padanya.
"Ya ampun sayang. Buat apa aku ngelakuin itu?"
"Ya buat menyalurkan rasa cemburu kamu lah, kan tadi kamu lihat aku meluk Jio," ucap Mommy Della.
"Terus?"
"Ya kamu cemburu habis itu kamu mukul dia lah. Kan kamu itu tipe laki-laki over protektif, over posesif dan cemburuan. Makanya saat tangan kamu tadi bergerak kearah Jio, tangan kamu, aku tangkis gitu aja. Jio gak salah ya karena aku tadi yang meluk dia. Otomatis kalau kamu mau marah, marah aja sama aku. Kalau kamu mau menyalurkan rasa cemburumu itu, pukul aku saja tapi jangan pukul Jio," ujar Mommy Della yang terus melindungi Zico di belakangnya.
"Ck, kamu ini ngomong apaan sih? Disini gak ada yang mau ngamuk dan mukul Jio, termasuk aku. Pikiran kamu itu terlalu negatif tau gak. Dan simpan perintah serta omongan kamu tadi yang minta aku buat mukul kamu. Karena sampai kapanpun aku gak akan mau dan gak akan pernah melakukan hal itu. Kamu terlalu bidadari untuk aku sakiti, sayang," ucap Daddy Aiden diakhiri dengan rayuan gombalnya. Dan hal tersebut membuat triplets berlagak seolah-olah mereka ingin mengeluarkan isi perutnya.
"Najis," ucap Azlan.
"Alay," timpal Erland.
"Lebay," celetuk Edrea.
Dan berkat tiga suara tadi membuat Daddy Aiden menatap kearah mereka satu-persatu dengan tatapan tajamnya. Dan hal tersebut membuat ketiga orang tadi langsung mencari tempat persembunyiannya, takut jika kena amukan singa jantan.
Sedangkan Daddy Aiden yang melihat ketiga anaknya tengah bersembunyi di balik badan Vivian, Zea dan Leon pun ia hanya menghela nafas kesal. Tidak anak, tidak istri sama-sama menyebalkan, batin Daddy Aiden.
Dan kini tatapan matanya kembali menatap kearah istrinya. Bahkan kedua tangannya kini terulur untuk mengelus kedua pundak Mommy Della.
__ADS_1
"Kamu tenang saja sayang. Aku tidak marah dengan dia hanya karena dia peluk kamu. Aku juga tidak akan melakukan hal-hal aneh yang sama seperti yang kamu pikirkan. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi," ucap Daddy Aiden dengan senyum yang mengembang.
"Kamu yakin tidak akan melukai dia?" Daddy Aiden menganggukkan kepalanya, sedangkan triplets terutama Azlan dan Erland, mereka diam-diam mencibir perlakuan kedua orangtuanya itu.
Coba saja tadi yang memeluk Mommy Della salah satu dari mereka pasti mereka kena ultimatum panjang kali lebar dari bapak negara di rumah tersebut dan mereka juga yakin Mommynya hanya akan membiarkan mereka kena ceramah tanpa mau membela mereka seperti yang dilakukannya sekarang kepada Zico. Dan hal tersebut benar-benar tak adil bagi mereka bertiga. Ah dan mungkin ini bukan kali pertamanya Daddy Aiden tak marah dengan laki-laki lain yang memeluk istrinya, pasalnya sebelum Zico yang mendapat perlakuan istimewa itu, Adam lebih dulu mendapatkannya.
Dan hal tersebut benar-benar membuat Azlan dan Erland tak habis pikir dengan kedua orangtuanya itu terutama Daddy Aiden, padahal jika di pikir-pikir Adam ataupun Zico bisa saja menikung dia dari belakang secara mereka berdua hanya anak angkat mereka, sedangkan yang benar-benar anak kandung dan tak mungkin menikung ayahnya sendiri justru mendapat perlakuan yang berbanding terbalik dengan kedua orang yang notabenenya anak angkat mereka. Benar-benar miris nasib triplets terutama Azlan dan Erland. Anak kandung, serasa anak tiri.
"Sudah ya, jangan berpikir negatif lagi tentang aku. Dan sekarang biar aku lihat anak nakal yang ada di belakangmu itu," ujar Daddy Aiden dengan menggeser tubuh Mommy Della agar tidak menghalanginya untuk melihat Zico lagi.
Zico yang melihat Mommy Della berpindah tempat, ia ingin sekali menarik wanita paruh baya itu kembali ke depannya. Tapi sayangnya ia tak bisa melakukan hal tersebut dan ia sekarang kembali menundukkan kepalanya, tak berani menatap Daddy Aiden sedikitpun.
Tapi beberapa saat setelahnya, tubuhnya di buat menegang saat ia merasakan pelukan yang cukup erat. Dan hal tersebut mau tak mau membuat dirinya menegakkan kepalanya kembali, lalu ia melihat siapa orang yang sudah memeluknya. Dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat wajah Daddy Aiden lah yang berada tepat di samping wajahnya.
Tapi saat pelukan itu kembali terlepas, lagi-lagi Zico menundukkan kepalanya. Entah kemana rasa beraninya tadi saat dirumah, karena tiba-tiba saja saat dirinya di hadapkan langsung dengan laki-laki yang dulu pernah ingin ia hancurkan justru nyalinya kini hilang seketika.
"Jangan mendudukkan kepala kamu, Jio. Lihat Daddy sekarang karena Daddy akan bertanya kepadamu," ucap Daddy Aiden yang berhasil membuat detak jantung Zico memacu lebih cepat dari biasanya. Dan dengan terpaksa walaupun ada rasa ragu-ragu, Zico kini menegakkan kepalanya kembali secara perlahan.
Daddy Aiden yang sempat bertatap langsung dengan mata elang namun teduh dari Zico itu pun ia tersenyum saat Zico memilih memutus tatapan mata dari keduanya.
Daddy Aiden yang sepertinya paham akan situasi itu pun ia kini memegang kedua pundak Zico dan menepuknya perlahan.
"Kamu tidak perlu takut sama Daddy, Jio. Daddy tidak marah sama kamu, entah karena kamu peluk istri Daddy atau perkara masa lalu. Daddy sama sekali tidak marah sama kamu. Jadi tegakkan kembali kepala kamu," ucap Daddy Aiden dengan tegas dan hal tersebut berhasil membuat Zico kini menatap dirinya.
"Nah gini kan baru anak Daddy. Oh ya Daddy mau tanya, gimana kamu disana? Apa Daddy Max baik kepadamu? Dia tidak menyusahkan kamu kan? Kamu juga tidak dimanfaatkan Uncle Felix buat bantu dia di kantornya kan? Atau kamu malah di susahkan dengan aunty Feo?" tanya Daddy Aiden beruntun yang membuat Zico menggaruk tengkuknya. Sedangkan Mommy Della yang tak terima jika suaminya berpikir negatif tentang keluarganya pun ia kini memukul lengan Daddy Aiden.
"Kamu ini niat banget kalau disuruh berpikir negatif tentang mereka," ucap Mommy Della.
"Aku gak berpikir negatif sama mereka, sayang. Aku kan hanya bertanya saja, apa salahnya coba?" tutur Daddy Aiden.
"Mereka semua baik, Om. Mereka memperlakukan Jio seperti keluarga mereka sendiri. Mereka sangat baik sama Jio," ucap Zico yang justru mendapat pendelikan dari Daddy Aiden.
"Kamu tadi panggil saya dengan sebutan apa?" tanya Daddy Aiden memastikan.
"O---Om," jawab Zico yang langsung mendapat gelak tawa dari triplets juga Mommy Della.
__ADS_1
"Om om om culik aku dong, slebewwww," teriak Edrea dengan lantang.
"Rea!" ucap Daddy Aiden dengan nada rendahnya yang membuat ketiga anaknya dan istrinya kini kembali menutup bibirnya.
"Jangan panggil saya dengan sebutan Om. Saya bukan gigolo. Cukup sebut saya dengan panggilan Daddy, karena kamu sudah saya anggap anak sendiri. Kamu paham kan?" tutur Daddy Aiden dengan serius.
"Pa---paham. Maaf Da---daddy," ujar Zico yang tiba-tiba saja lidahnya kelu.
"Bagus kalau kamu sudah paham. Tapi kalau kamu mengulanginya lagi, kamu akan Daddy hukum. Mengerti!" Dengan cepat Zico menganggukkan kepalanya. Dia sekarang benar-benar seperti anak kecil yang baru kena marah dari seorang ayah. Ngomong-ngomong mengenai ayah, Zico jadi merindukan sosok superheronya itu.
"Baiklah kalau gitu kamu istirahat dulu. Daddy yakin kamu masih capek dan ahhhhh luka lebam di pipi kamu itu lebih baik di obati secepatnya takut nanti tambah parah. Daddy ke atas dulu. Mau bersih-bersih," ujar Daddy Aiden dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. Dan sebelum dirinya pergi dari hadapan Zico, ia menepuk bahu laki-laki tersebut. Lalu kemudian ia mulai melangkahkan kakinya menuju kearah tangga diikuti Mommy Della yang berusaha menyamai langkah kakinya.
Tapi baru saja sepasang suami istri itu menginjakan kaki di satu anak tangga, suara Zico menghentikan langkahnya.
"Tunggu," ucapnya. Mommy Della dan Daddy Aiden dengan kompak memutar tubuhnya hingga mereka bisa kembali melihat keberadaan Zico berada.
"Kenapa Jio? Ada hal yang mau kamu sampai ke kita berdua?" tanya Mommy Della.
Zico kini mengigit bibirnya. Ia bingung harus memulai ucapannya darimana terlebih dahulu.
"Jio!" panggil dari Mommy Della membuat Zico tersadar dari lamunannya tadi
"Ahhhh ya Mom?"
"Kamu kenapa? Ada masalah yang sedang kamu hadapi? Jika iya, cerita sama Mommy. Tapi nanti setelah Mommy menyelesaikan keperluan Daddy dulu, ya," ucap Mommy Della yang membuat Zico menghela nafas panjang.
"Jio memang lagi ada masalah Mom. Tapi Jio mau membahas masalah Jio dengan Mommy, Daddy dan semua keluarga disini. Apa kalian bisa mendengarkan masalahku ini?" tanya Zico.
"Ti---" belum sempat Azlan menyelesaikan ucapannya, Daddy Aiden lebih dulu memutusnya karena laki-laki paruh baya itu tau apa yang akan anaknya katakan.
"Tentu saja. Kita akan membahas masalah kamu nanti setelah makan malam. Dan untuk malam ini kamu menginap disini saja sama Vivian. Kamar kalian berdua nanti biar di bersihkan dulu sama Mbak," ucap Daddy Aiden.
"Dan Daddy tidak mau mendengar penolakan dari kalian berdua," sambung Daddy Aiden saat Vivian maupun Zico ingin membuka bibir mereka masing-masing. Dan setelah mengucapkan hal tersebut Daddy Aiden dan Mommy Della melanjutkan langkah mereka menuju lantai dua. Meninggalkan anak-anak mereka yang kini justru hanya diam tak ada yang ingin membuka suara terlebih dahulu.
...****************...
__ADS_1
500 like baru aku kasih tau siapa Vivian sebenarnya. Kalau tidak sampai 500 like gak akan aku kasih tau 😝 makanya yuk kencengin Like, Vote, komen, kasih hadiahnya juga ya. love you bye