The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 313


__ADS_3

"El!" teriak Edrea histeris. Ia sudah tak peduli lagi jika penyamarannya itu diketahui oleh semua orang disana karena ia rasa sudah sedari tadi penyamarannya itu terbongkar. Bahkan ia kini sudah melepas topi dan masker yang menutupi wajahnya.


"Please El, bukan saatnya untuk bercanda! Bangun El!" ucap Edrea sembari menepuk-nepuk pipi Leon yang sekarang tubuhnya sudah terkulai di lantai ruangan tersebut dengan kaki Edrea yang di gunakan untuk menyangga kepala Leon.


Tapi apa yang dilakukan oleh Edrea itu sama sekali tak membuahkan hasil sama sekali, mata dengan bola mata berwarna amber itu tak kunjung terbuka juga. Dan hal tersebut membuat Edrea langsung menatap lekat kearah dua orang yang telah menyebabkan Leon seperti saat ini secara bergantian. Dan dua orang tadi tak lain dan tak bukan adalah bos perempuan itu sedangkan yang lainnya adalah tuan Grissham sendiri.


Dengan tatapan tajam nan dingin, Edrea menaruh kepala Leon yang tadinya berada di pangkuannya kini ke atas lantai. Dan setelahnya dengan mengusap air matanya dengan kasar, Edrea bergerak kearah perempuan yang masih berdiri di sampingnya dan tanpa menunggu lama lagi, Edrea langsung mencekik leher perempuan tersebut dengan mendorong tubuhnya hingga akhirnya tubuh perempuan tersebut terpentok di tembok ruangan tersebut.


"Uhuk uhuk uhuk." Batuk dari perempuan tersebut tak Edrea hiraukan bahkan ia semakin mengeratkan cekikan di leher perempuan tersebut.


"Lo tau gue, Kayla! Lo berani ngelukain seseorang yang gue sayang, lo mati di tangan gue!" ucap Edrea kepada bos perempuan tersebut yang ternyata adalah Kayla, si gadis yang terlihat polos tapi sangat licik.


"Gue sudah kasih kesempatan buat Lo hidup waktu itu. Tapi sekarang jangan berharap lagi untuk hidup," sambungnya dan dengan pergerakan yang cepat Edrea mengambil pistol baru yang berasa di balik bajunya. Dan setelah ia mendapatkan pistol tersebut, belum juga ia menarik pelatuknya, suara seseorang mengalihkan atensinya.


"Jika kamu berani membunuh dia, nyawa kamu juga akan melayang saat ini juga," ucap tuan Grissham yang membuat Edrea kini tersenyum kearahnya.


"Anda menginginkan nyawa saya? Silahkan! Saya tidak peduli. Toh jika saya mati, anda juga tidak akan mendapatkan putra anda lagi. Dan saya tidak habis pikir dengan anda yang sangat tega melukai anaknya sendiri. Disini saya paham atas apa yang Mommy saya katakan tadi. Apakah anda masih pantas di sebut seorang ayah dan orangtua? Saya rasa tidak setelah saya melihat kelakuan bejat anda ini. Awalnya saya berpikir jika yang dikatakan Mommy saya tadi salah besar tapi nyatanya, siapapun yang melihatnya pasti setuju dengan ucapan Mommy saya tadi. Dan perlu anda tau tuan, saya awalnya mengidolakan anda karena anda merupakan orang yang terhebat, yang bisa memimpin para rakyat anda. Tapi ternyata apa yang anda perlihatkan ke semua rakyat anda hanya sebuah kepura-puraan saja. Raja yang mereka anggap bijaksana ternyata sangat bejat lebih bejat dari seorang bajingan," tutur Edrea tanpa takut sedikitpun.


"Lancang sekali kamu, gadis sialan!" geram tuan Grissham.


"Kamu benar-benar sudah menguji kesabaran saya. Lebih baik kamu memang mati," sambungnya lalu setelahnya ia menarik pelatuk pistol yang berada di tangannya.


Dan beberapa menit setelahnya erangan terdengar, tapi bukan dari mulut Edrea melainkan dari Kayla yang Edrea jadikan sebagai tameng atas peluru dari tuan Grissham tadi.

__ADS_1


"Tapi sayangnya saya tidak akan pernah menyerahkan nyawa saya dengan mudah ke anda tuan. Dan terimakasih karena berkat anda saya tidak membuang tenaga saya untuk membunuh perempuan ular ini. Tapi saya akan membuang tenaga saya untuk membunuh Anda," ujar Edrea sembari mengarahkan pistolnya kearah tuan Grissham sehingga dua orang itu kini tengah beradu senjata, bersiap untuk mengadu kecepatan peluru yang nantinya akan menembus tubuh mereka.


Mommy Della yang melihat hal tersebut ia tampak panik seketika. Karena ia tau Edrea pasti tidak akan menang melawan laki-laki kejam itu. Dan ia juga tidak mungkin mengharapkan suami dan kedua anaknya yang masih sibuk berperang untuk melindungi Edrea dari serangan para anak buah tuan Grissham.


"Gimana ini? Aku tidak mau melihat Edrea kembali terluka karena orang itu," ujar Mommy Della.


"Nyonya tenang saja, nona Edrea pasti akan baik-baik saja," ucap salah satu art yang kini sudah bersama dengan Mommy Della.


"Saya tidak bisa tenang kalau melihat nyawa anak saya terancam. Belum lagi Leon juga butuh pertolongan pertama. Saya tidak mau salah satu dari mereka berdua kehilangan nyawanya walaupun itu sangat mustahil bagi Leon. Arkhhhh," geram Mommy Della.


"Ya mau bagaimana lagi nyonya, karena kita juga tidak mungkin kesana. Kalau kita kesana yang ada malah semakin bikin repot tuan Aiden dan yang lainnya. Dan jika nyonya ingin nyawa nona Edrea selamat hanya ada satu cara yaitu menghentikkan kekacauan ini sekarang juga," ujar art yang lainnya.


"Iya saya juga tau. Tapi bagaimana caranya untuk menghentikan semua ini?"


Mommy Della yang mendengar penuturan dari laki-laki tersebut ia kini mengalihkan pandangannya kearah sang empu yang kini tengah menggaruk tengkuknya. Sepertinya ia menyesali idenya tadi.


"Sepertinya apa yang kamu katakan itu benar," ujar Mommy Della, lalu setelahnya ia keluar dari gerombolan orang-orang tadi.


"Nyonya mau kemana?" tanya laki-laki tersebut yang kini mencekal lengan Mommy Della.


"Bunuh laki-laki sialan itu," jawab Mommy Della.


"Eh tapi nyonya itu sangat berbahaya."

__ADS_1


"Saya tidak peduli. Kamu punya pistol kan?" Laki-laki itu tampak menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban dari pertanyaan Mommy Della tadi.


"Kasih saya sekarang," ujar Mommy Della yang langsung mendapat gelengan kepala oleh laki-laki tersebut.


"Saya tidak akan pernah memberikan pistol ini ke nyonya," ucap laki-laki tersebut sembari menyembunyikan pistolnya.


"Berikan ke saya sekarang!" tutur Mommy Della.


"Tidak nyonya," kekeuh laki-laki tadi.


"Berikan!"


"Tidak!" sentak laki-laki tersebut yang kini mendapat tatapan tajam dari Mommy Della dan hal tersebut membuat laki-laki itu menundukkan kepalanya.


"Maaf nyonya, saya---" belum sempat laki-laki itu menyelesaikan ucapannya, suara rendah dan penuh penekanan dari Mommy Della memutus ucapannya tadi.


"Berikan pistol itu atau lebih baik kamu pergi dari hadapan saya sekarang," ujar Mommy Della yang membuat laki-laki tersebut menegakkan kepalanya kembali.


"Berikan cepat! Kalau sampai anak saya mati, kamu juga akan mati ditangan saya!" ucap Mommy Della.


"Tapi---" lagi-lagi tatapan tajam itu berhasil menghunus mata laki-laki tersebut. Dan karena hak tersebut, laki-laki tadi perlahan mengeluarkan pistolnya dan belum sepenuhnya pistol itu keluar dari balik bajunya, Mommy Della lebih dulu merebut pistol tersebut. Lalu dengan sekali sentakan, tangan laki-laki yang sedari tadi mencekal lengannya kini telah terlepas. Dan tanpa basa-basi lagi, Mommy Della segera keluar dari persembunyiannya dan saat dirinya sudah berada di ambang pintu ruangan tersebut, ia langsung menodongkan pistol tersebut kearah laki-laki yang terus menerus menembakkan pistolnya kearah Edrea dan sesekali menghindari tembakan dari lawannya.


Dan dengan konsentrasi yang tinggi juga memfokuskan penglihatannya agar pelurunya tak melesat nanti. Lalu setelah memastikan semuanya aman terkendali, Mommy Della langsung menekan pelatuk pistolnya hingga...

__ADS_1


Dor!


__ADS_2