The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 139


__ADS_3

Triplets yang mendengar penjelasan dari Vivian pun hanya bisa menghela nafas lelah bahkan Azlan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Maaf. Aku benar-benar minta maaf. Dad, Mom, Vivian minta maaf," ucap Vivian sembari menatap kearah kedua orangtua itu secara bergantian. Ia benar-benar menyesal tak bisa mendidik Zico menjadi orang baik.


Mommy Della yang sedari tadi hanya terdiam kini mulai bergerak mendekati Vivian kemudian memeluk tubuh perempuan yang mungkin jika anak perempuan pertamanya masih ada usianya sama dengan Vivian. Maka dari itu saat ia melihat Vivian, ia seperti melihat Aila.


"Tak perlu minta maaf. Kamu disini tidak punya salah apa-apa, Vi," tutur Mommy Della dengan mengusap punggung Vivian.


Vivian yang merasakan pelukan hangat seorang ibu yang telah lama ia idam-idamkan pun kini semakin tersedu-sedu. Selama Mamanya hidup ia tak pernah sama sekali mendapatkan pelukan ataupun perhatian dari wanita itu dan kini pelukan hangat itu ia dapatkan dari sosok wanita yang baru ia kenal dan merupakan ibu temannya sendiri.


Daddy Aiden yang sudah tak tega melihat Vivian terus mengeluarkan air mata pun dengan lembut ia mengelus puncak kepala Vivian yang masih bersender di pundak sang istri.


"Benar kata Mommy, Vi. Kamu gak salah dalam hal ini," ucap Daddy Aiden yang mencoba menenangkan Vivian.


Untuk beberapa saat mereka membiarkan Vivian dalam pelukan Mommy Della dengan terus mendapat perlakuan lembut dari kedua orangtua itu. Sedangkan triplets hanya menonton acara Teletubbies itu dengan perasaan yang campur aduk. Mereka ingin marah karena Vivian merupakan Kakak dari pelaku penculikan Edrea tapi jika dipikir-pikir lagi mereka tak berhak marah dengan Vivian karena perempuan itu sudah menjelaskan jika keduanya sudah tak saling bertemu sejak lama. Alhasil mereka hanya bisa uring-uringan sendiri didalam hati mereka ditambah mereka sepertinya cemburu dengan perlakuan kedua orangtuanya dengan Vivian. Hingga keheningan itu di pecahkan oleh suara datar dari Azlan.

__ADS_1


"Mau sampai kapan kalian pelukan kayak gitu? Kalau kasus ini gak mau kalian teruskan, Azlan pergi sekarang!" geram Azlan bahkan tatapan yang tadinya bersahabat kini menjadi tatapan dingin. Ia merupakan orang yang tak bisa menyembunyikan kekesalan dalam dirinya sangat berbeda dengan kedua kembarnya yang tampak tenang tapi dihati mereka kini tengah berperang dan menggerutu.


Vivian yang mendengar suara dingin dari Azlan pun segera melepaskan pelukan dari Mommy Della. Ia benar-benar tak sadar seberapa lama dirinya memeluk tubuh wanita itu karena saking nyamannya hingga ia lupa semuanya.


"Maaf," ucap Vivian sembari menundukkan kepalanya. Vivian yang selalu berani untuk beradu mulut dengan Azlan maupun Erland kini dirinya hanya bisa terdiam dan hanya meminta maaf atas kesalahan yang di lakukan Zico kepada keluarga itu.


Sedangkan Daddy Aiden dan Mommy Della hanya bisa menghela nafas berat, ia tau jika anak-anaknya itu tengah kesal dan kecewa dengan apa yang mereka ketahui tadi.


Dan kini kedua orangtua itu tengah bertatapan seakan-akan berkomunikasi lewat tatapan mata mereka hingga Mommy Della menganggukkan kepalanya kepada Daddy Aiden yang dibalas dengusan oleh sang empu. Tapi mau bagaimana lagi, mungkin hari ini merupakan hari dimana mereka akan menceritakan suatu hal yang mungkin akan membuat keempat pemuda itu kecewa kepada mereka berdua. Tapi ya sudahlah, mending mereka yang dipandang anak-anaknya dengan tatapan kecewa dari pada mereka harus melihat tatapan itu diarahkan ke Vivian yang menurut Daddy Aiden ataupun Mommy Della tak memiliki salah apapun dikasus ini.


"Ehemmm," dehem Daddy Aiden untuk mengalihkan atensi dari ketiga anaknya yang terus saja menatap Vivian yang sedari tadi menundukkan kepalanya.


"Kita pindah tempat dulu ke sofa itu supaya lebih enak lagi untuk Daddy cerita nanti," tutur Daddy Aiden setelah itu ia melangkahkan kakinya lebih dulu kearah sofa diruangan tersebut diikuti Mommy Della yang menggandeng tangan Vivian setelah itu baru triplets. Dan kini mereka semua telah berkumpul menjadi satu di sofa itu dengan tatapan Daddy Aiden yang telah melihat kearah keempat pemuda itu secara bergantian.


"Buruan cerita Dad. Jangan buang-buang waktu lagi," tutur Erland yang sudah mulai jengah dengan semuanya dan ia juga sudah ingin sekali meninggalkan rumah itu sekarang juga, entah mau pergi kemana yang terpenting ia keluar dari rumah tersebut agar ia bisa menenangkan pikirannya yang sedang berkecamuk.

__ADS_1


Daddy Aiden berdecak sebal karena anak keduanya itu tak pernah sabaran. Dan sebelum menceritakan semuanya Daddy Aiden lebih dulu menarik nafas dalam-dalam, setelahnya Daddy Aiden memulai cerita masa lalunya itu dengan sangat detail mulai dari saat dirinya berpacaran dengan wanita yang berada di foto yang mereka lihat tadi hingga perselingkuhan yang dilakukan wanita itu dan berujung ke suatu kejadian dimana Mommy Della ditabrak lari hingga kehilangan buah hati mereka yang pertama lalu dengan kejadian dimana Daddy Aiden menembak wanita itu hingga tak bernyawa demi keselamatan Mommy Della yang tengah mengandung triplets. Semua cerita itu mengalir begitu saja dan hal itu membuat keempat pemuda itu tampak syok bahkan mereka lupa mengekspresikan perasaan mereka saat ini karena mereka benar-benar bingung harus berekspresi seperti apa. Mereka benar-benar seperti orang linglung mendengar kenyataan yang tengah mereka dengar hari ini. Benar-benar banyak kejutan untuk mereka berempat.


"Ja---jadi kalian keluarga Abhivandya?" tanya Vivian. Daddy Aiden menganggukkan kepalanya.


Vivian mengusap wajahnya.


"Apa kamu baru tau akan hal itu? bukankah selama ini kamu dekat dengan triplets?" tanya Mommy Della.


"Mereka tak pernah menunjukkan identitas asli mereka," jawab Vivian dengan suara lirih. Kedua orangtua itu menganggukkan kepalanya. Sudah tak kaget lagi bagi keduanya jika anak-anak itu menyembunyikan identitas aslinya karena sebelumnya mereka juga meminta persetujuan dari keduanya dan mereka berdua juga tak masalah jika itu memang membuat anak-anak menjadi lebih aman lagi. Karena diluar sana juga masih banyak saingan bisnis Daddy Aiden yang menginginkan nyawa keluarga Abhivandya dan jika ketiganya tak menyembunyikan identitasnya pasti dari dulu ketiganya sudah dalam bahaya. Bahkan jika ada sebuah wawancara atau acara ketiganya tidak ingin tersorot kamera wartawan alhasil sampai sekarang masyarakat sekitar tak mengetahui wajah triplets, mereka hanya tau jika pembisnis nomor satu itu mempunyai anak kembar tiga tanpa melihat ketampanan dan kecantikan anak-anak keluarga Abhivandya kecuali para tetangga dan juga orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya. Bahkan para tetangga sudah di beri uang tutup mulut oleh Daddy Aiden agar mereka tak berani mengekspose wajah triplets.


"Kalian sudah tau kebenarannya saat ini. Dan kalian mau marah atau apapun terserah kalian karena mau kalian bagaimana pun tak akan pernah merubah kejadian itu yang sudah lama terjadi," tutur Daddy Aiden.


"Dan apakah sebelumnya kamu tau siapa pembunuh Mama kamu itu, Vi?" sambung Daddy Aiden sembari menatap Vivian.


Vivian menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Vivi sudah tau lama cerita ini malah sebelum Zico menghilang. Pada saat itu semuanya berjalan normal. Aku maupun Papa sudah mengikhlaskan Mama yang pada saat itu kita tak tau kebenarannya jika Mama sudah meninggal, Mama kami anggap pergi gitu aja hingga Zico beranjak dewasa, dia berusaha mencari keberadaan Mama tapi keberadaan Mama tak pernah ia temukan. Hingga suatu pagi Zico pulang kerumah setelah semalam tidak ada kabar sama sekali dan saat pulang itu sifat Zico sangat berbeda dari sebelumnya yang awalnya ceria dan selalu memberikan aura positif menjadi seseorang yang sangat dingin tak tersentuh, aura yang ia pancarkan pun menjadi sangat mengerikan bahkan ia tak segan-segan membantah perintah Papa yang sebelumnya ia tak pernah lakukan." Vivian menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya.


"Dan karena Vivian curiga dengan perubahan Zico, akhirnya Vivian mencari tahu semua yang Zico lakukan hingga Vivian tau pada malam sebelum perubahan Zico, dia menemui seseorang yang merupakan anak buah Mama dulu yang satu-satunya masih hidup. Vivian pun dengan cepat menemui orang yang sama dan pada saat itu mantan anak buah Mama itu menceritakan semuanya tentang Mama. Awalnya Vivian sama marahnya dengan Zico sebelum mantan anak buah Mama kembali menjelaskan dan menceritakan semuanya secara keseluruhan yang membuat Vivian mengerti jika itu semua bukan kesalah keluarga Daddy melainkan dalam masalah itu Mama Cika lah yang salah. Tapi sayangnya Zico hanya mendengar secuil cerita itu karena sebelum mantan anak buah Mama menceritakan secara lengkap, Zico memilih untuk pergi begitu saja dan berakhir ia menjadi laki-laki yang penuh dengan dendam di hidupnya," sambung Vivian dengan mata yang mulai berkaca-kaca kembali. Entahlah untuk hari ini dia benar-benar menjadi perempuan yang sangat rapuh, bukan lagi menjadi perempuan kuat yang sering ia tunjukkan kepada orang-orang sekitar.


__ADS_2